
Cathy dan Inder langsung terdiam melihat ada anak kecil yang memanggil mereka mommy dan daddy, Cathy melihat Inder yang sama sekali tidak terkejut dan segera keluar dari kolam
"Inder ini tidak benarkan?ini bukan anakmu kan?"tanya bibi Salwa yang tampak shock
"Dia anakku bi" jawab Inder pelan dan langsung menunduk dan berbicara dengan anak tersebut.
"What's your name dear?"
"Sarasvati Pariharr Daddy, finally i found you dad" ucap Sarasvati sambil memeluk Inder.
Cathy dan bi Salwa masih kebingungan dan menatap Inder kebingungan.
"Ca inilah sebabnya kenapa selama dua tahun aku menghilang darimu, ayahku menjebakku untuk meniduri Parvati, tetapi Paroo tiba-tiba menghilang, selama dua tahun aku mencari di seluruh India dan Inggris tetapi aku tidak bisa menemukannya, saat itulah aku pulang ke Indonesia dan memulai karirku disini"
"Maafkan aku Ca...aku telah membuatmu kecewa dan tidak pantas buatmu" ucap Inder lalu mendekati Cathy dan melepaskan cincin dari jari Cathy.
Cathy yang masih terbengong dan bingung dengan keadaan yang ada.
"Gantilah baju Ca, nanti sakit" ucap Inder lembut.
"Saruu come with daddy, i will change my cloth after that we can playing together ok!" ucap Inder lalu meninggalkan Cathy dengan mata berkaca-kaca dan berusaha tetap tegar.
"We play with mommy too dad?"
"She is Onty Caca Saruu not your mom" ucap Inder yang masih terdengar oleh Cathy
Bibi Salwa yang melihat itu langsung memeluk Cathy.
"Ca ayo ganti baju dulu" ajak bibi Salwa.
Setelah berganti baju, Cathy melihat Inder sedang bermain dengan Saruu membuatnya tidak berani mendekat dan segera berpamitan dengan bibi Salwa dan segera pergi bersama Kento pengawal pribadinya yang selalu mengikuti Cathy.
Setelah masuk mobil Kento. Kento bertanya
"Kita kemana nona muda?"
"Ke kantor manajerku Ken" jawab singkat Cathy lalu menatap ke arah jendela sambil meneteskan matanya dan memukul dadanya.
Kento yang melihat nona mudanya "Apakah Nona muda baik?" tetapi Cathy hanya diam.
Saat sampai di kantor, disambut Kenny dan Yohanna
"Jah...ini ada yang menawari maen drama di Korea, gue sudah baca scriptnya bagus...loe mau ambil?"
"Ambil aja Nah, habis dari Jepang langsung ke Korea ya?"
"Iya...butuh waktu istirahat tidak Jah?"
"Ndaak usah Nah, loe atur saja" ucap Cathy datar.
"Loe baik-baik ajakan Jah?"tanya Yohana kuatir melihat Cathy yang banyak diam
"Baik kok Inah, cuman kecapean apa ada jadwalku selama di Indonesia?"
"Gak ada, yuuks ikutan refreshing gue traktir dech!!" ajak Kenny.
"Gak aah Nah, loe ntar dijemput mas Hugo gak Nah?"
"Iya kenapa emang?"
"Gue pinjem mobilmu yg kecil ya?"
"Elo gak bawa mobil?"
"Gak gue tadi dianter bodyguard gue"
"Loe emang mau kemana?"
"Ke tempat cafe nya tante Putri, pingin nyanyi kesana"
"Oooh...kunci mobil gue di cantolan kantor gue Jah tinggal loe ambil ok!!"
"Oke makasih Nah, gue mau ke atas latihan vokal ya" ucap Cathy langsung naek ke lantai dua yang ada studio nyanyi dan tari buat latihan Cathy.
"Jaah ini gue beliin nasi liwet kesukaanmu!"teriak Kenny.
"Buseeet Onaah, kebiasaan loe treak-treak bikin pengar tahu" omel Cathy.
Sambil meringis Kenny langsung duduk disamping Cathy
"Jah gue pulang dulu yee, Geva badannya kagak enak" pamit Kenny.
"Iya gak apa Nah, cium sayang buat Geva yaa!!"
"Elo mau pergi jam berapa?"
"Jam 5an kali, mau ke apartemen gue baru cuss ke cafe"
"Oke hati-hati yaa!"
"Yess, makasih ya Nah"
Setelah selesai makan Cathy langsung ke apartemen untuk istirahat dan mandi.
Setelah istirahat, Cathy pergi ke bar milik Yunlan kakak Yunfan
"Ca..elo ngapain kesini, kadingaren" sapa Yunlan
"Baru pingin nyanyi dan minum dikit Cik" jawab Cathy singkat lalu menuju panggung yang memang selalu di sediakan kalo Yunfan dan Cathy pulang dan ingin menyanyi.
"Awasi Cathy, buat barikade supaya tidak ada yang mendekati Cathy" perintah Yunlan kepada beberapa security.
"Baik nyonya" jawab para security serentak.
Sambil bermain piano, Cathy lalu mulai bernyanyi
...Aku tlah tahu kita memang tak mungkin...
...Tapi mengapa kita selalu bertemu...
...Aku tlah tahu hati ini harus menghindar...
...Namun kenyataan ku tak bisa...
...Maafkan aku terlanjur mencinta...
...Senyuman itu...
...Hanyalah menunda luka...
...Yang tak pernah ku duga...
...Dan bila akhirnya kau harus dengannya...
...Mengapa kau dekati aku...
...Kau membuat semuanya indah...
...Seolah takkan terpisah...
...Aku tlah tahu kita memang tak mungkin...
...Tapi mengapa kita selalu bertemu...
...Aku tlah tahu hati ini harus menghindar...
...Namun kenyataan ku tak bisa...
...Maafkan aku terlanjur mencinta...
...Salahkah ku berharap...
...Berharap kau memilih diriku cinta...
...Tapi mengapa kita selalu bertemu...
...Aku tlah tahu hati ini harus menghindar...
...Namun kenyataan ku tak bisa...
...Maafkan aku terlanjur mencinta...
...Aku tlah tahu kita memang tak mungkin...
...Tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu...
...Aku tlah tahu hati ini harus menghindar...
...Namun kenyataan ku tak bisa...
...Maafkan aku terlanjur mencinta...
...Ternyata hati tak sanggup melupa...
...Terlanjur Mencintai...
Setelah puas menyanyi 5lagu patah hati, Cathy langsung menuju meja bartender
"Jeanny tequila please!" teriak Cathy sama pria cantik bartender langganan Cathy
"Loe kenapa Cynt? Muke loe kusut amat..amat aja gak kusut" tanya Jeanny sambil memberikan minuman favorit Cathy.
"Berisik loe!!" ucap Cathy langsung meneguk habis minumannya, lalu minta tambah.
"Cyint kalo ada masalah diomongin jangan lari ke minuman, ntar ketahuan keluarga loe yang sangar-sangar nyahook baru rasa loe!!"
"Banyak bacot loe Jean, gue gibeng baru tau rasa!!"umpat Cathy.
"Loe baru putus cinta?ama sapa? Inder atau Yunfan?"
"Emang cowok cuman mereka aja" omel Cathy
"Ca minumnya udah yaa, elo gak bisa lebih dari 3gelas...ini sudah ke 5!" larang Jeanny
"Brengsek loe Jen tinggal buatin minum aja brisik!!" omel Cathy sambil menundukkan kepalanya dalam lipatan tangannya di meja
"Haduuuh elo dah mabuk Ca...gue panggilan cik Yunlan yaa!! Matiii gueee bakalan diamuk keluarga mafia" ucap Jeanny panik lalu pergi mencari Yunlan.
"Cyint gue panggil mas Wibi yaah, aku tadi lihat baru sama cik Yunlan, eloo tunggu disini jangan kemana-mana okee!!"
"Oookeeeh beibeeh!!" racau Cathy lalu kembali menidurkan kepalanya lagi.
Tanpa setahu Cathy sebenarnya sejak Cathy mulai bernyanyi, sebenarnya Steve juga sedang disana untuk minum-minum, karena gak tahu setelah ditinggal Cathy dan Inder tadi pagi membuat Steve tidak berkonsentrasi bekerja sehari ini.
Setelah melihat Cathy menyanyi dan minum membuat Steve mendekati Cathy
"Cat...pulang yuks, aku anterin!" ajak Steve lalu berusaha memapah Cathy bangun
"Mas Wibii yaah...ayo mas Caca bawa mobil kok, inih kuncinya" ucap Cathy sambil menyerahkan kunci ke Steve.
Steve melihat penampilan Cathy meski semrawut tetap sangat cantik..."Duuuch ini anak mabuk aja cantiknya kebangetan gini" ucap Steve lirih
"Tuan mau dibawa kemana nona Sucipto" tanya para security bar menghadang Steve saat mau membawa Cathy.
"Bilang cik Yunlan, ini mas Wibi putra keluarga Wynata, cicik tahu kok...huss...huss...aku dah ngantuk!!" omel Cathy dengan badan sempoyongan mengusir para security.
Mendengar keterangan Cathy, para security memundurkan tubuhnya dan memberi jalan Steve memapah Cathy dengan sempoyongan.
Steve akhirnya segera menggendong Cathy dan membawanya ke mobil.
"Mas Bi...mukamu kok jadi kaya om-om nyebelin itu toh....aroma tubuhmu juga sama " ucap Cathy sambil mengendus-endus tubuh Steve yang sudah duduk di belakang kemudi.
"Cat...duduk yang bener yaah!" perintah Steven sambil memasangkan sabuk pengaman dengan susah payah, karena Cathy berusaha mengendus tubuhnya.
Sambil mengendarai mobilnya Steve bingung mau mengantar kemana
"Cat ini ke rumah oma atau ke rumahmu?"
"Jangan keduanya...bisa-bisa aku dgantung mas" ucap Cathy
"Ke rumah Raul yaah?"
"Rumah tante Putri?? jangan mas Wibi lupa?mamamu dan mamaku sohib..bisa remuk tubuhku mas" ucap Cathy
"Baiklah ke apartemenku saja yaah"
"Terserah mas"
"Mas makasih yaah sudah nolongin Cathy terus-terusan" ucap lirih Cathy.
"Kamu kenapa mabuk hemm...bukankah tadi pagi kamu bilang kamu akan bahagia dengan Inder?"
"Mas kok tahu aku sama Inder pagi tadi?....oooh Oma pastiii haizzz!!"
"Cincinmu mana Cat?" tanya Steve saat melihat tangannya Cathy kosong.
"Hahaha....cincinnya dah di minta lagi ama Inder....gak jadi bertunangan, aku ditolak 2pria mas dengan telak dalam satu hari ini sebelum Caca bilang bagaimana perasaan Caca sebenarnya"
"Kenapa Inder membatalkan?"
"Inder menghamili cewek India dan anaknya tadi datang, lalu mengambil cincin dariku mas tanpa bertanya bagaimana perasanku....huwaaaa!" tangis Cathy
Sambil mengusap bahu Cathy dengan tangan kirinya
"Emang Cathy sangat mencintai Inder yah?" tanya Steve ketar-ketir.
"Gak tahu mas, cinta itu gimana cuman Caca nyaman ama Inder hihihihi siapa sich yang gak suka ama Inder yang macho gitu ya gak mas?" ucap Cathy sambil terkikik.
"Lalu cowok satunya itu siapa?om-om tadi itu juga siapa Cat"
"Oooo cowok gak penting, nyebelin, sok kecakepan huwaaaa tapi kenapa Caca suka deg-degan sama dia" umpatnya sambil menangis Cathy
Sambil meringis dan menduga apakah itu dirinya
"Emangnya om itu bilang menolak?"
"Gak secara langsung tapi dari diamnya Cathy tau, dia gak bisa ngelupain istrinya yang sudah gak ada"
"Padahal kan Caca gak jelek-jelek amat ya mas Bi" ucapan Caca membuat Steve tersenyum lebar dan menggenggam erat tangan Cathy yang masih meracau dan mengumpat dirinya.
"Kalo om itu ngajak nikah kamu, kamu mau Cat?"
"Kalo gak nganggep Caca bayangan istrinya Caca maulah mas Bi, tapii gak mungkin" bisik Cathy pelan lalu tertidur karena terlalu lelah.
"Bantu aku ngelupain Arin ya Cat, aku ya ingin hidup berbahagia" ucap Steve pelan sambil meneteskan air mata.
...***...
...TBC...