A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 19 Rapped



"Aaargh....sakit kepalaku" erang Cathy, tetapi Cathy langsung terkejut melihat tangan dan kakinya terikat di tempat tidur, Cathy segera memindai tempatnya berada dan berusaha untuk tidak panik meskipun hatinya baru kali ini sangat ketakutan.


"Ini kamarku sendiri...siapa yang mengikat ku disini, mas Steve masih rs pula....ya Tuhan lindungi hambamu ini" ucap Cathy lirih sambil berusaha melepaskan ikatan ditangan.


"Sudah bangun sayang"


"Mmm...mas...apa maksudnya ini, nggak lucu mas lepasin Caca, sakit ini mas" bujuk Cathy


"Lepasiin???!!!tidak aku tidak mau kamu meninggalkanku"bentak Steve


"Siapa yang mau ninggalin mas?" tanya Cathy bingung


"Jangan bohong kamu, aku denger sendiri kamu bahagia banget mau bebas dan bilang selama satu tahun ini tersiksa menikah denganku"


"Apa selama satu tahun ini aku nyiksa kamu, apa aku nyuruh kamu menjadi ibu rt yang dirumah aja??!!!Nggak kan?aku bebasin kamu Cat" ucap Steve yang membuat Cathy makin bingung


"Jadi hadiah kejutan anniversary adalah surat cerai ini haha??!!! selamat Cat...kamu berhasil menghancurkan aku, " bentak Steven


"Mas mabuk....mas baca dulu yang di amplop itu bukan surat cer....pmmpfh" belum selesai Cathy ngomong mulut Cathy sudah dibungkam dengan ciuman dan gigitan Steve yang brutal sampai keduanya susah bernafas baru Steve menyudahi ciumannya


"Meski aku banyak minum aku masih sadar, tanpa aku baca aku sudah tahu isi amplop coklat sialan ini" ucap Steve sambil membuang amplop coklat yang dibawa Cathy tadi


"Mas salah paham, dengerin Caca dulu" bujuk Cathy


"Aku sudah mendengar semuanya, kamu minta cerai fine...tapi malam ini aku minta hakku terlebih dulu, layani aku sampai puas seperti kamu layani banyak pria Korea di filmmu"


Sambil menangis dan dengan hati terluka " Tubuhku tidak pernah disentuh orang lain mas, jika mas mau tidak seperti ini caranya mas" ucap Cathy sambil menangis


"Kalau begitu mati kita buktikan bahwa tubuhmu masih tersentuh" ucap Steven lalu menyobek gaun Cathy tanpa memperdulikan tangis ketakutan Cathy, bahkan Steve makin menggila.


Gerakan Steve makin lama semakin kasar karena rasa marah dan didorong minuman yang diminumnya membuatnya tidak peduli Cathy yang kesakitan dan menjerit kesakitan karena ulah nya, bahkan dilakukan betkali-kali sampai akhirnya Steve tertidur disamping sebelumnya mencium kening Cathy "I love you Rin..."ucap Steve lalu tertidur pulas.


Sedangkan Cathy semakin menangis, sakit yang Cathy rasakan tidak hanya di badan juga hatinya, Cathy lalu teringat cincin dari Yunfan yang sudah diberi alat pelacak, jadi ketika sedang dalam keadaan bahaya bisa langsung dipencet, dan terhubung alarm antara Yunfan, Cathy dan Onel sang ahli IT, karena dahulu waktu kecil Cathy dan Yunfan pernah diculik.


Yunfan yang baru selesai mempelajari kontrak barunya di kejutkan bunyi alarm dari cincinnya, membuat Yunfan segera menghubungi Onel untuk mengetahui posisi Cathy dimana, sambil menyaut jaket dan kunci mobilnya dan segera melesat pergi sambil tetap terhubung dengan Khael, Kento, dan Onel.


"Fan, Caca di apartemennya, apakah ada perampok?....cepat hubungi suaminya mungkin suaminya masih di rs" ucap Onel.


"Steve hari ini cuman sampai jam 5 di Rs, karena ada acara reuni kata suster Risa, telepon Steve tidak aktif" ucap Khael panik.


"Kento kamu dimana sampai tidak tahu kondisi Caca" bentak Onel marah


"Maafkan saya tuan, saya tadi baru jemput istri Sinjo dibandara tuan tadi setelah mengantar di apartemennya, saat tadi membuka kondisi aman tuan muda, jadi saya berani meninggalkan nona muda, ini saya otw tuan muda" ucap Kento merasa bersalah sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan max


"Aku sebentar lagi sampai" ucap Yunfan


"Yunfan hati-hati tunggu back up dari kita" perintah Khael.


Tapi Yunfan tidak memperdulikan larangan tersebut, langsung naik ke lantai 4 dan menuju Room 4006 tempat Cathy dan Suaminya, Yunfan langsung mendobrak pintu lalu melihat disekitar, tampak minuman pada jatuh dan ada bercak darah, membuat Yunfan mengeluarkan pistol dari jaketnya, lalu terdengar suara isakan tangis Caca membuat Yunfan langsung menerjang kamar Cathy dan Steve.


Yunfan sangat shock melihat sahabat kecilnya, dan satu-satunya wanita yang dia cintai dalam kondisi mengenaskan, banyak memar di sekujur tubuhnya yang tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya dimana tangan dan kakinya terikat.


Yunfan segera menghampiri Cathy lalu menutupi tubuh Cathy dengan selimut dan melepaskan ikatan di tangan dan kaki Cathy


"Faaan...tolongin Caca" ucapan Cathy lirih


"Jangan takut Ca, gue disini bentar aku ambilkan baju" ucap Yunfan segera menuju lemari baju Cathy, sedangkan Cathy menangis sambil memeluk kedua kakinya.


Kento dan Khael yang tiba bersamaan langsung menerjang Steve yang masih tertidur, langsung memukuli dengan tanpa ampun membuat Steven terbangun tapi gak bisa berbuat apa-apa saat Kento dan Khael yang memukuli dirinya.


Yunfan tanpa memperhatikan kondisi lainnya hanya memfokuskan ke Cathy, dengan perlahan memakaikan baju ke tubuh Cathy yang masih bergetar dengan hebat, lalu menggendong tubuh ringkih Cathy keluar



Saat di depan pintu tampak Omel dan Wibi masuk dan berteriak menghentikan Kento


"Berhenti Ken...jangan bunuh biarkan saat ini urusan Inder yang berhubungan dengan ranah hukum, sebentar lagi polisi datang, jaga di depan pintu.


Steve yang akhirnya sadar dari mabuknya shock melihat tempat tidurnya dan melihat darah di seprai yang menandakan ucapan Cathy benar, bahwa Cathy benar masih menjaga dirinya dengan baik membuat Steve menangis dan semakin menyesal saat dia melihat amplop coklat dan membacanya, ternyata berisi surat kontrak selesainya masa kontrak Cathy dan JP production bukan surat cerai yang seperti dia duga. "Apa yang sudah aku lakukan" ucap Steve sambil membentur-benturkan kepalanya.


.


.


.


.


Ditempat yang berlainan tampak Ariana sedari sore tampak gelisah seakan mendapatkan firasat buruk.


"Kamu baik-baik saja sayang?"


"Mas kenapa hatiku rasanya gak enak yah"


"Mungkin kamu terlalu capek tadi seharian di klinik sayang, ayo sekarang tidur sayang"ucap Abi sambil memeluk dan menuntun Ariana untuk tidur.


Tetapi meski sudah tidur dipeluk suaminya, Ariana belum bisa memejamkan matanya, padahal Abi sudah tertidur lelap.


Tiba-tiba teleponnya berbunyi, Ariana langsung mengangkat teleponnya


"Fan...ada apaaa?!!!baiiik....baik mama kesana sekarang"


"Masss ayooo banguuun, Caca mass" ucap Ariana sambil menangis


"Caca kenapa....??" tanya Abi bingung


"Caca diperkosa mas" ucap Ariana sambil menangis histeris.


Abi ikutan shock, tetapi berusaha tenang dan segera menuntun istrinya untuk segera berangkat menuju klinik istrinya, karena Khael dan Yunfan membawanya kesana untuk visum.


Saat sampai di klinik, terdengar teriakan Caca histeris ketakutan dengan tubuh basah kuyup


"Faan bawa aku pergi, aku takut" teriak Caca


"Jangan takut Ca, ini sudah aman...sama gue Ca sama kak Khael" bujuk Yunfan sambil masih memeluk dan menenangkan Caca.


"Jangan sentuh...pergiii sanaaa" bentak Caca kepada Khael


"Ini kakak Ca" ucap Khael lembut


"Jangaaan mendekat!!! Faan suruh dia pergi Caca takuut" teriak Ca semakin erat memeluk Yunfan.


"Ca ini mama dan papa nak....kamu sudah aman sayang jangan takut sayang"bujuk Ariana dan Abi yang mendekat


"Pergi sana...pergiiii...Yunfan bawa aku pergi!!" teriak Cathy makin keras sampai Yunfan kewalahan.


"Caaa....tenang Caaa....please Ca!" ucapan Yunfan ikut menangis sambil memeluk tubuh rapuh Cathy


...***...


...TBC...