Wonder woman

Wonder woman
Happy Ending



Waktu berlalu begitu cepatnya, kini saatnya Rose sedang berjuang untuk melahirkan dua bayinya. Dia sengaja memilih melahirkan secara normal karena dia ingin tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu seutuhnya.


"Ssstt.....dduh...." rintih Rose pada saat menahan rasa kontraksi akan melahirkan.


"Sayang, apa nggak sebaiknya kamu caesar saja? supaya tidak merasakan seperti ini. Apa lagi yang akan kamu lahirkan dua bayi bukan satu."


Michelson merasa tak tega semalaman melihat Rose tidur tak nyenyak dan selalu saja merintih menahan rasa sakit akibat kontraksi.


"Hem, diam Daddy. Biarkan aku merasakan nikmatnya akan menjadi seorang ibu. Aku ini tidak lemah dan tak cengeng. Ini rasanya nikmat tiada tara kok, jadi kamu tak usah memberi saran yang aneh-aneh!"


Rose malah marah pada saat di sarankan untuk operasi Caesar.


"Astaga, lagi kondisi seperti ini kamu masih bisa ngebentak aku?" Michelson terkekeh pelan.


"Daddy, aku lapar tolong buatkan aku nasi goreng pedas komplit paket telor, sosis dan bakso. Ingat porsinya jangan satu tapi dua, dan sekarang juga nggak pake lama!" pinta Rose ketus.


"Siap, tuan putri."


Secepat kilat Michelson langsung ke dapur untuk membuat nasi goreng pesanan istrinya.


"Dasar aneh, padahal lagi merasakan sakit karena kontraksi kok malah minta makan? apa semua wanita yang akan melahirkan seperti istrimu ini?" gumamnya sambil sibuk memotong bumbu dapur.


"Michelson, kamu pagi-pagi sekali sedang apa? bagaimana kondisi istrimu kenapa malah di tinggal di sini?" tanya Mamah Berta.


"Ya masih kontraksi, mah. Tetapi dia belum juga mau di bawa ke rumah sakit, katanya belum akan melahirkan. Ini malah minta nasi goreng."


"Mah, aku mau tanya. Dulu pada saat mamah hamil aku apakah merasakan seperti ini juga? lapar di tengah kontraksi?" tanya Michelson penasaran.


"Hem... nggak, nak. Dulu mamah nggak ingin makan atau minum tetapi malah ingin cepat kamu di lahirkan karena rasanya minta ampun sekali," ucap Mama Berta.


"Hem, aku pikir semua wanita yang akan melahirkan seperti Rose?"


"Tidak semuanya, nak. Kadang ada beberapa yang seperti itu. Wanita hamil juga ngidamnya tidak ada yang sama kok. Seperti pada saat mamah hamil kamu dulu, malah almarhum papahmu yang selalu alami morning sickness dan juga ingin ini dan itu," ucap Mamah Berta terkekeh.


"Mamah bantu ya?"


"Nggak usah, mah. Nanti yang ada Rose ngambek dan nggak mau makan dech. Dia itu semenjak hamil, lebih suka masakan aku. Entah kenapa seperti itu, mah," ucap Michelson.


"Hem, kamu memang pintar memasak seperti almarhum papahmu juga. Diku mamah juga suka sekali di masakin sama papah, bukannya mamah yang masakin untuk papahmu. Tetapi malah sebaliknya."


Wajah Mamah Berta berbinar pada saat bercerita tentang masa lalunya bersama dengan suaminya.


"Apakah mamah mau juga, nasi gorengnya?" tanya Michelson.


"Tak usah, buat istrimu saja," ucap Mamah Berta tersenyum.


Lima belas menit kemudian, makanan sudah siap dan Michelson langsung membawanya ke kamar.


"Sayang, sudah jadi."


"Terima kasih ya, Daddy."


Rose langsung melahap nasi goreng buatan Michelson. Dia pun makan begitu lahapnya tanpa merasakan jika saat ini dirinya sedang alami kontraksi. Dua piring nasi goreng ludes hanya dalam waktu sekejap saja.


Michelson hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Aduhhh, Daddy..cepat bawa aku ke rumah sakit bersalin. Sepertinya ini sudah waktunya akan melahirkan," pinta Rose seraya meringis menahan sakit.


Saat itu juga Michelson langsung membawa Rose ke rumah sakit bersalin. Dengan Roy sebagai pengemudinya. Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah sakit bersalin.


Rose langsung di bawa ke ruangan bersalin dan Michelson pun turut serta karena dia ingin memberikan support pada istrinya.


"Baiklah, tuan mari silahkan masuk."


Dan saat itu juga Rose terlebih dahulu di periksa oleh dokter kandungan tersebut.


"Wah, pembukaan sudah ok. Tak perlu menunggu lama, anda sudah langsung bisa melakukan proses persalinan. Anda ikuti arahan saya ya nona."


Rose hanya mengangguk pelan. Dokter perlahan mengarahkan Rose, dia pun sangat menurutinya hingga tak berapa lama, lahirlah bayi tampan.


Beberapa detik kemudian, perut Rose sudah terasa mulas kembali. Dan lahirlah bayi perempuan yang sangat cantik.


Rose sangat bersyukur dan lega karena baby twins lahirnya sempurna sehat dan normal. Michelson juga merasa sangat bahagia melihat kedua bayinya begitu KK lucu menggemaskan dan Rose juga sehat padahal selama hamil Rose selalu saja kerja tanpa mengenal lelah.


"Mommy, apa ada yang di rasakan olehmu saat ini?" tanya Michelson.


"Ada, Daddy."


Mendengar akan hal itu Michelson langsung panik dan cemas.


"Dok, tolong periksa istri saya. Saya khawatir terjadi apa-apa padanya," pinta Michelson.


"Daddy, aku tak apa-apa. Aku ini kuat dan pantang sakit. Aku ada yang di rasa yakni rasa bahagia, Daddy," ucap Rose terkekeh membuat orang yang ada di ruangan juga ikut tertawa.


"Mommy, aku sampai khawatir."


Michelson mengecup pucuk rambut istrinya.


"Daddy saja yang suka SUHERI," ucap Rose.


"Mommy, aku ini normal makanya aku mampu kan membuat hamil bahkan dia anak sekaligus? masa ngatain aku suka SUHERI?" Michelson tak terima dengan ucapan Rose.


"Daddy, SUHERI itu Suka heboh sendiri."


Perkataan Rose membuat gelak tawa dokter dan perawat.


**********


Beberapa hari setelah proses melahirkan, Rose dan suaminya mengadakan syukuran pemberian nama untuk kedua bayinya. Dia tak mengundang banyak orang karena Rose yang melarangnya.


Rose tak ingin terlalu berlebih-lebihan, hingga syukuran pemberian nama hanya di hadiri oleh orang yang ada di rumah dan para teman dekat serta kerabat.


Setelah itu mengadakan amal di berbagai panti asuhan dan panti jompo serta pada tuna wisma.


Baby boy di beri nama Alexus, dan baby girl di beri nama Alexa.


"Mommy, terima kasih ya. Sudah memberikan sejuta kebahagiaan di dalam kehidupanku. Hidupku penuh warna sejak menikah denganmu. Tetapi satu hal pesan aku, kelak jabgan ajarkan pada kedua anak kita untuk suka pergi lewat jendela seperti dirimu loh," ucap Michelson membuat Rose dan semua yang ada di ruangan tengah terkekeh.


"Daddy, aku pasti ajarkan kedua anakku itu supaya jadi anak pemberani dan baik suka menolong orang san terutama patuh pada orang tua," ucap Rose.


"Daddy, aku juga ucapin terima kasih ya. Sejak aku menikah denganmu juga aku sangat bahagia karena kamu juga telah merubah segala yang ada dalam hidupku. Dari aku hanya seorang wanita miskin, kini aku punya segalanya. Bukan hanya harta tetapi cinta kasih dan keluarga."


"Dulu aku merasa menjalani hidup hanya seorang diri saja."


Rasa bahagia benar-benar terpencar pada kehidupan Rose dan Michelson.


**************T H E E N D********


Mohon maaf jika karya author ini kurang berkenan di hati para readers. Terima kasih untuk para readers yang sudah setia membaca karya ini. Dia yang terbaik dari author untuk semua readers.


Salam sehat selalu, sukses selalu, dan bahagia sekali sepanjang hidup semua readers 😘😘😘😘😘😘