Wonder woman

Wonder woman
Mulai Membalas Dendam



Beberapa hari kemudian, Rose sudah di izinkan pulang oleh dokter. Dia pun sangat gembira, karena selama ada di rumah sakit dia merasa sangat suntuk.


Setelah sampai di rumahnya, dia bernapas lega. Mamah Berta yang telah melihat kepulangan menantunya sangat senang. Dia pun langsung memeluk menantu kesayangannya.


"Mah, kenapa hanya Rose yang di peluk? kenapa anak kandung mamah malah tak di peluk sama sekali?" Michelson mengerucutkan bibirnya.


Mamah Berta terkekeh lantas dia memeluk anaknya.


"Sayang, sebaiknya kamu perbanyak istirahat jangan terlalu banyak aktifitas di luar rumah. Ingat akan kesehatan janinmu," pesan Michelson lantas merangkul Rose melangkah masuk ke arah kamar mereka.


Mamah Berta hanya menggeleng kan kepala melihat pemandangan itu.


"Perhatian Michelson pada Rose, mirip sekali dengan almarhum suamiku. Dulu dia juga sangat perhatian padaku, bukan hanya saat aku hamil. Tapi selama aku menikah dengannya, tak pernah sekalipun dia berulah," batin Mamah Berta.


"Sayang sekali, nyawanya terenggut paksa oleh kebiadaban Jason. Jika tidak pasti saat ini dia akan sangat senang karena Michelson punya istri yang sangat hebat dan akan di karuniai anak. Keberuntungan tidak berpihak pada suamiku, hingga dia harus meregang nyawanya," batin Mamah Berta lagi.


**********


Sementara Siska kaget pada saat mengetahui jika saat ini Paman Sam telah masuk penjara bersama dengan mantan suaminya.


Dia pun berinisiatif untuk datang menjenguk mereka. Saat itu juga dia pun berangkat ke lapas dimana saat ini Paman Sam dan Raymond di penjara. Hanya beberapa menit saja, Siska telah sampai.


"Siska, bantu Paman untuk bisa keluar dari sini. Coba kamu bujuk kakak tirimu untuk meminta supaya suaminya mencabut tuntutannya terhadap, Paman," ujar Paman Sam dengan wajah memelas.


"Enak saja, aku tak mau merendahkan harga diri aku untuk membantu paman! lagi pula semua ini kan kesalahan Paman sendiri, yang aku herankan kok bisa Paman bekerja sama dengan, Raymond."


"Siska, Paman kan butuh uang makanya Paman mau bekerja sama dengan mantan suamimu. Tapi papan sedang alami kesialan hingga aksi Paman trrboy oleh suami, Rose. Padahal jika tidak Paman sudah berhasil membuat Rose menderita dengan gugurnya kandungannya," tukas Paman Sam.


"Sudahlah, Paman. Tak usah membela diri terus, intinya Paman dan Raymond sama-sama bodoh dan ceroboh. Kemarin Paman yang mengatakan aku bodoh, tetapi Paman sendiri malah terjebak dalam penjara seperti ini. Lantas siapa yang bodoh di sini, aku atau Paman?" ejek Siska ketus.


"Siska, kamu datang kemari hanya untuk mengejek Paman saja? tega sekali kamu berbuat seperti ini pada pamanmu sendiri. Apa kamu lupa dengan apa yang Paman lakukan selama ini padamu!" Paman Sam menatap tajam Siska.


"Memangnya apa yang telah Paman lakukan untukku? justru selama ini aku yang selalu melakukan banyak hal untuk Paman. Selama ini Paman hanya lantang Lantung tak punya kerjaan."


"Yang Paman bisa hanya menengadahkan tangan setiap waktu meminta uang padaku. Dan bila Paman punya uang, langsung di habiskan dimeja judi."


"Jika di hitung, uangku yang aku berikan pada Paman sudah sangat banyak. Paman bilang Paman yang telah melakukan banyak hal untukku?"


"Sudah ya, Paman. Ini adalah pertama dan terakhir aku jenguk, Paman. Semoga Paman sehat selalu ya, ddahhhh."


Saat itu juga Siska bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan lapas tersebut. Paman Sam melihat kepergian Siska dengan hati yang sangat geram.


"Dasar anak tak tahu diri, dia benar-benar tak bisa di andalkan sama sekali! jika seperti ini aku pasti akan mendekam lama dan bisa seumur hidup di dalam penjara ini."


"Raymond, ini semua gara-gara kamu! seharusnya aku tak mau bekerjasama denganmu! sudah bayaran nggak seberapa tapi akhirnya seperti ini!' umpat Paman Sam.


"Loh, siapa yang terlebih dulu datang kepadaku memohon memelas meminta pekerjaan? bukannya Paman sendiri yang mengemis pekerjaan padaku kan?" ejek Raymond.


Pama Sam sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, dia pun hanya diam meratapi nasibnya yang terkurung di dalam jeruji besi.


Selagi keduanya melamun, kini tinggal datang seorang tamu untuk Raymond. Dia adalah adik kandungnya yakni, Bobby.


"Ka, apa belum cukup dosa yang kakak lakukan dulu pada Ka Rose? hingga kini kakak melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini." tukas adiknya menatap tajam ke arah Raymond.


"Jika kamu datang hanya untuk menceramahi aku, sebaiknya kamu pulang saja." ujar Raymond ketus.


"Baiklah kalau begitu, tapi jangan pernah meminta bantuan apa pun dariku. Karena kakak tak menganggap aku ini saudara. Kakak bertindak seperti ini sama saja membuat malu diriku."


Saat itu juga Bobby bangkit dari duduknya, dia pun berlalu pergi dari lapas tersebut.


"Dasar keras kepala! aku menasehatinya karena aku masih peduli padanya dan menganggap dia saudara, tetapi tanggapannya malah jutek," gerutu Boby selama dalam perjalanan pulang.


Dia sudah tak peduli lagi dengan nasib Raymond karena dua sudah begitu kecewa padanya.


*******


Pagi menjelang, saatnya Rose beraksi kembali untuk membalaskan dendam pada Raymond dan Paman Sam. Dia pun memerintah anak buahnya untuk melakukan hal yang sama pada Pamwn Sam dan Raymond seperti yang pernah di lakukan oleh anak buahnya teterhada almarhum Jason dan Reyhan.


"Kamu pastiksn tugasmu kali ini juga berhasil seperti waktu itu. Buat mereka mengakhiri hidup mereka dengan tangan mereka sendiri." Tukas Rose di balik telepon.


"Baik, bos. Kami pastikan dalam waktu dekat, and akan segera mendengar kabar matinya mereka berdua."


Hanya beberapa kata saja, lantas Rose menutup panggilan telepon pada anak buahnya. Dia sudah tak sabar ingin mendengar kabar kematian Paman Sam dan Raymond.


Kali ini anak buah Rose melakukan cara yang berbeda pada Paman Sam. Mereka bekerjasama dengan salah satu perawat. Kaki Paman Sam yang terkena tembakan oleh Michelson, di suntik. Perawat mengatakan jika itu adalah obat mujarab untuknya.


"Suster, apa yang anda suntikan ke dekat luka kaki saya?" tanya Paman Sam.


"Kenapa anda tanya hal ini? apa anda tahu dengan kemampuan saya sebagai perawat?' Sang perawat bertanya ketus.


"Ya ampun, sus. Kenapa anda menjadi seorang perawat kok jutek sekali?" sindir Paman Sam.


Akan tetapi perawat ini tidak berkata apapun, dia hanya menyuntik kaki Paman Sam. Tanpa Paman Sam tahu, jika cairan yang di suntikkan ke kakinya adalah cairan racun yang perlahan-lahan bisa menggerogoti kaki hingga seluruh tubuh Paman Sam.


Setelah dia berhasil menyuntikkan cairan tersebut, dia membakar bekas alat suntik. Dan dia merekayasa sedemikian rupa supaya kelakuannya tidak di ketahui oleh pihak lapas.