Wonder woman

Wonder woman
Senjata Makan Tuan



Sesampainya di kantor polisi, Linda mengarang cerita jika anaknya telah di culik oleh Rose. Dia berakting di hadapan para aparat kepolisian dengan menitikan air mata.


"Maaf nyonya, mana mungkin anak sebesar anak anda di culik begitu saja. Hati-hati ya nyonya, jika anda membuat laporan palsu juga bisa terkena hukuman."


"Karena kamu tahu betul siapa wanita yang anda laporkan tersebut. Dia adalah seorang istri dari pengusaha kaya raya yang sangat tersohor di kota ini. Bahkan segala tindak tanduknya selalu mencerminkan kebaikan."


"Wanita yang anda laporkan ini adalah salah satu donatur di segala bidang kesehatan di kota ini."


"Suaminya juga donatur di beberapa sekolah bonafit. Jadi anda hati-hati jika melaporkan seseorang dengan tuduhan penculikan."


Aparat kepolisian ini terlebih dahulu menasehati Linda, karena dia tahu sekali siapa itu Rose. Bahkan selama ini Rose juga telah banyak membantu aparat polisi dalam menangkap tindak kejahatan.


Walaupun aparat polisi tersebut telah menasehati Linda, akan tetapi dia tetao bersikeras melaporkan Rose. Dia sama sekali tak takut jika dirinya yang akan terseret dalam kasusnya sendiri.


Saat itu juga beberapa aparat polisi datang ke mension milik Michelson bahkan Linda turut serta. Dia sudah berpikir jika Rose akan segera di kurung dalam tahanan.


"Pak polisi, ada apa datang kemari?" tanya Michelson mengerutkan dahinya.


"Kami mendapatkan laporan jika istri anda tekan menculik anak yang bernama, Reynaldi," jawabnya.


Mendengar apa yang aparat polisi itu katakan justru Michelson malah terkekeh.


"Pak, Rey itu tidak di culik justru kami menolong dia di saat dia kabur dari rumah dan dia bingung akan tinggal dimana. Kamu tak sengaja berpapasan dengannya," ucap Michelson.


"Duduklah dulu, pak. Biar bicara kita lebih nyaman dan rileks. Siapa yang melaporkan kasus penculikan ini, pak?" tanya Michelson pura-pura tak tahu, padahal di dalam hati dia sudah tahu jika dalang dibalik ini adalah, Linda.


"Ibu si anak sendiri yang melaporkannya. Katanya pada saat itu dia melihat sendiri jika anaknya di bawa paksa oleh istri anda," ucap aparat polisi.


"Hhaaa, jadi dia mengarang cerita tak bermutu seperti ini setelah anaknya tak mau kembali padanya. Bagaimana Rey mau tinggal dengan seorang ibu yang bertindak jahat seperti itu," Ucap Michelson terkekeh.


"Sebentar ya, pak. Saya akan panggilkan Reynaldi dan juga istri saya."


Sejenak Michelson bangkit berdiri dan melangkah ke dalam ruangan dimana saat ini Rey dan Rose sedang ada di ruang tengah bersama dengan Mamah Berta dan juga yang lainnya seperti Paman Mike dan Tuan Rangga.


Rose melenggang santai ke ruang tamu bersama dengan Reynaldi.


"Rey, coba kamu ceritakan awal mula kamu bertemu dengan kami. Karena bapak polisi datang kemari ingin menangkap, Tante Rose dengan tuduhan penculikan dirimu," ucap Michelson.


"Pak polisi, apa ini ulah mamah saya? pak, saya ini tidak di culik. Saya lari dari rumah karena saya sudah tak tahan punya mamah yang jahat."


"Pada saat saya kabur saya bingung akan tinggal dimana, hingga saya bertemu dengan keluarga, Tante Rose."


"Mereka mengajak saya tinggal di sini, dan bahkan saya di sekolahkan di sebuah universitas favorit saya. Om dan Tante memang selalu menasehati saya supaya saya pulang ke rumah."


"Justru saya yang tidak mau karena saya sudah bertekad. Saya akan pulang jika mamah saya sudah berubah menjadi wanita yang baik."


Mendengar apa yang di katakan oleh Rey, aparat polisi tersebut sedikit malu pada keluarga Rose dan juga kesal pada Linda.


"Mah, kenapa mamah melakukan hal ini pada, Tante Rose? padahal Tante dan om ini yang terlah membantu dan menolong aku selama ini. Jika tidak ada mereka mungkin saat ini aku sudah menjadi gelandangan sejak aku kabur dari rumah."


"Justru aku di tolong dan di ajak pulang serta aku juga di sekolahkan di sekolahan bonafit. Mah, kenapa tak juga berubah malah bertambah parah?"


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rey, Linda langsung salah tingkah tetapi dia mencoba tidak gugup.


"Rey, kamu ini berkata apa sih? kenapa kamu malah membela orang yang telah menculik dirimu?" ucap Linda berakting.


"Linda, ini sudah tidak jamannya lagi menipu pake trik kuno seperti ini. Lagi pula jika kamu akan bawa pulang Rey ya nggak apa-apa, Nggak usah pake acara melapor ke aparat polisi dengan memberikan laporan palsu seperti ini? apa kamu tak tahu, kamu bisa terkena pasal sendiri dengan laporan palsumu itu?" ucap Rose panjang lebar.


Linda hanya diam saja tak bicara apa pun, apa lagi setelah kesaksian dari Rey.


"Nyonya Linda, bukankah saya sudah mengatakan pada anda jika anda tak boleh melapor dengan laporan palsu. Jika seperti ini justru kami pihak aparat polisi akan menindak lanjuti anda." Ucap salah satu aparat polisi.


"Loh, pak. Di sini saya yang melapor, tetapi kenapa saya yang di kasuskan?" Linda protes.


"Mah, itu sebagai hukuman untuk mamah supaya jera. Supaya tidak membuat sebuah laporan palsu. Sudah aku katakan jika aku ini bukan di culik, aku malah di tolong oleh keluarga, Tante Rose," ucap Rey kembali.


"Diam kamu, Rey! dasar anak durhaka yang tak tahu balas budi! tahu seperti ini dulu aku tidak akan melahirkan kamu!" bentak Linda.


Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, akhirnya telah di putuskan bahwa Linda yang bersalah.


"Nyonya Linda, silahkan anda meminta maaf terlebih dahulu pada keluarga Nona Rose. Atau anda akan segera kami proses?" pinta aparat polisi.


"Pak, saya tidak sudi untuk meminta maaf pada wanita barbar tersebut. Lebih baik saya masuk penjara."


Hingga akhirnya dengan sangat terpaksa, Linda harus di proses hukum. Rey sama sekali tak keberatan dengan hal itu. Dia malah berpikir ini pantas untuk mamahnya.


Rey berharap hukuman polisi bisa membuat Linda jera.


"Dasar anak durhaka, kamu bukannya membela ibu kandungmu ini! malah kamu membela musuh mamah!" bentak Linda.


Saat itu juga aparat polisi membawa Linda untuk segera di proses. Sementara Rey merasa tak enak hati pada Rose dan suaminya atas apa yang telah di lakukan oleh Linda.


"Tante-Om, saya minta maaf atas apa yang tengah mamah lakukan barusan. Om, sebaiknya saya pergi saja dari rumah om. Saya sudah tidak berhak lagi tinggal di rumah ini."


"Om, saya juga mengurungkan kuliah saya. Saya akan mencari kerja saja untuk menghidupi diri saya sendiri. Saya bisa tinggal di rumah selama Mamah di penjara."


Rose memang benci dengan kejahatan Linda. Tapi Rose tak benci pada Rey. Dia justru merasa iba pada anak yang harus menjadi korban keserakahan ibunya.


"Rey, kami sama sekali tak menyalahkan kamu. Kami tahu kamu ini anak yang baik, walaupun kami tak tahu secara langsung. Kamu tak usah pergi-pergi karena di luaran sana tidak aman untuk anak seusia kamu," ucap Rose


"Dan kamu harus tetap kuliah di tempat universitas yang telah kamu daftar," ucap Michelson.