Wonder woman

Wonder woman
Dalang Dari Sabotase Rem Mobil Michelson



Setelah Rose mengetahui tempat persembunyian dari perkumpulan elang hitam tersebut, Rose meminta supaya Andi lekas pulang kembali markas sendiri.


"Saat ini juga kita serang markasnya, karena kita sudah tahu di mana lokasinya dan berapa jumlah anggotanya," pinta Rose pada Andi.


"Apa anda yakin, bos?" tanya Andi merasa ragu.


"Aku yakin sekali karena ternyata ketua perkumpulan itu adalah adik Raymond. Pada saat aku mendapat kiriman foto darimu aku juga sempat kaget dari mana dia bisa menjadi ketua perkumpulan seperti itu padahal dulu setahuku dia adalah seorang pemuda yang sangat baik jauh lebih baik dari, Raymond."


"Jika perkumpulan elang hitam tersebut sudah berdiri sejak lama pastinya Bobby itu belum lama menjabat sebagai ketuanya. Lantas apa hubungan Boby dengan mantan ketua elang hitam tersebut itulah yang menjadi tanda tanya bagiku saat ini, Andi?"


"Dan bagaimana pula dia bisa menggantikan posisi ketua yang terdahulu hingga kini dia yang menjabat menjadi ketua perkumpulan tersebut?"


Banyak sekali pertanyaan di dalam diri, Rose tentang Bobby. Dia akan menguak kebenaran tersebut lewat mulut Bobby sendiri setelah nanti dia berhasil menangkap, Bobby.


Di saat perkumpulan tersebut para anggota dan ketuanya sedang mengadakan pesta minuman keras. Saat itu pula Rose dan anak buahnya datang menyerang ke markas mereka hingga semuanya bisa dikalahkan hanya sekejap mata karena kondisi mereka yang tengah mabuk berat.


Rose menangkap Bobby dan mengikatnya di sebuah kursi. Dia sudah mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan anak buahnya ataupun Bobby. Dia telah siap akan merekam segala apa yang dikatakan dirinya dan Bobby supaya digunakannya untuk sebuah bukti kejahatan Bobby.


"Boby, aku tersentak kaget bagaimana bisa kamu menjadi penjshat seperti ini?" tanya Rose tersenyum sinis.


"Apapun yang ada di dunia ini bisa saja terjadi. Manusia baik bisa menjadi jahat dan manusia jahat juga bisa menjadi baik jadi kamu tak perlu heran, Rose."


"Seharusnya kamu bertanya pada dirimu sendiri, Rose. Aku menjadi jahat seperti ini juga karena dirimu."


"Apa maksud dari ucapanmu itu?' Rose mengernyitkan alisnya.


"Kamu tak usah berpura-pura, Rose. Bukankah kamu ini wanita yang cerdik dan licik? seharusnya kamu bisa tahu kenapa aku bisa berubah menjadi jahat seperti ini, jadi tak usah kamu bertanya lagi!" ucap Bobby lantang.


"Aku jelas bertanya padamu karena selama ini kamu selalu menentang tindak kejahatan kakakmu, tetapi kenapa kali ini kamu malah membelanya padahal kakakmu jelas-jelas telah berbuat jahat padaku?" Rose semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Boby kenapa dia begitu cepat bisa berubah menjadi jahat seperti itu.


"Intinya bagaimanapun Raymond adalah kakak aku satu-satunya hanya dia yang aku punya di dunia ini setelah papah aku meninggal. Tetapi karena kamu berbuat yang tidak baik padanya dengan memenjarakan dirinya aku menjadi kesepian tidak punya kakak lagi," ucapnya ketus.


"Seharusnya kamu telusuri terlebih dahulu apa yang menyebabkan kakakmu itu dipenjara bukan malah kamu melakukan tindak kejahatan hanya untuk membela dirinya," ucap Rose.


"Aku sudah tahu apa yang telah terjadi, Rose. Kakakku hanya ingin kamu itu kembali padanya, dia telah menyadari akan kesalahannya di masa lalu tetapi kamu tidak memberinya kesempatan untuk dirinya membuktikan padamu bahwa dia benar-benar ingin menebus dosanya di masa lalu padamu," kembali Bobby berkata lantang.


"Karena aku tak ikhlas kamu bahagia di atas penderitaan kakakku yang berada di dalam penjara. Makanya aku ingin melenyapkan suamimu supaya kamu bisa merasakan penderitaan yang teramat dalam seperti apa yang aku rasakan di saat keluargaku satu-satunya masuk di dalam penjara," ucapnya lantang tanpa ada rasa curiga jika ucapannya sedang di rekam oleh Rose.


"Apa kamu tidak takut akan konsekuensinya jika suatu saat nanti apa yang telah kamu lakukan itu terbongkar oleh aparat hukum?" tanya Rose kembali.


"Aku sama sekali tidak takut akan hal itu Rose, aku sudah siap jika ternyata aku akan masuk penjara. Aku sudah puas bisa membuat suamimu itu mati!" Bobby tersenyum sinis.


"Hhaaaa, jadi kamu pikir suami aku sudah mati karena kecelakaan tunggal yang di rekayasa olehmu itu? tidak, Bobby. Justru saat ini suamiku masih sehat saja," ucap Rose.


"Kamu tak usah membohongi aku, Rose! aku tahu apa yang telah menimpa suami terus cintamu itu! kamu pikir aku bodoh dan percaya dengan apa yang kamu katakan barusan?" senyum tipis terlintas dari bibir Bobby.


"Bodohnya dirimu, Bobby. Kamu mau saja di peralat oleh, Raymond untuk membalaskan dendamnya. Seharusnya kamu bisa hidup lebih baik lagi dengan tidak usah turut campur urusan kakakmu yang brengsek itu."


"Jika sudah seperti ini aku tidak akan membiarkanmu bebas begitu saja, tetapi aku akan membawamu ke aparat hukum dengan segala bukti yang aku temukan. Aku yakin kamu akan mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama."


"Siap-siaplah kamu akan berada di dalam jeruji besi yang dingin seperti apa yang telah menimpa kakakmu itu, betapa bodohnya kamu meniru tindakan buruk kakakmu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rose, Bobby sama sekali tidak merasa takut dia malah tertawa terbahak-bahak seperti orang yang tidak waras.


"Kamu pikir begitu mudahnya kamu melaporkan aku ke aparat hukum? kamu tidak bisa mengancamku seperti itu, Rose," ucapnya terkekeh.


Baru saja dia berkata seperti itu datanglah begitu banyak aparat polisi ke markas elang hitam tersebut. Para aparat polisi segera menangkap anggota perkumpulan elang hitam tersebut dan juga menangkap Bobby sebagai ketua dari perkumpulan tersebut.


Kini Bobby sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Rose juga telah memberikan bukti yang bisa menjerat Bobby untuk mendekam lama di dalam penjara.


Rose merasa lega karena bisa meringkus pelaku dari sabotase rem mobil milik Michaelson. Tak lupa dia memberikan ucapan terima kasih kepada Andi dan semua anak buahnya yang lain. Tidak hanya itu, Rose juga memberikan bonus dengan mentransfer sejumlah uang ke dalam rekening Andi dan semua anak buahnya.


"Aku ucapkan terima kasih padamu, Andi dan pada kalian semua yang telah membantuku menguak kejahatan,Bobby."


"Sebagai tanda terima kasihku pada kalian semua aku telah memberikan sedikit imbalan atau bonus yang telah aku transfer ke nomor rekening pribadi kalian masing-masing."


Andi dan seluruh anak buahnya bersorak-sorai kegirangan mereka sangat senang selama mereka bernaung di bawah pemerintahan Rose mereka sering sekali mendapatkan bonus dadakan.


Kini Rose telah lega dan kini dia tinggal memikirkan tentang kesehatan suaminya.