
Rose bangun pagi-pagi, sejak hamil lima bulan sudah menjadi kebiasaannya. maka tak heran lagi, jika ia bangun sangat awal.
Sebelum mandi, Rose terlebih dahulu melakukan pemanasan tubuh untuk merenggangkan otot badannya dan menguatkan daya tahan tubuhnya. Rose melakukan gerakan yang ringan secara berkali-kali. Gerakan yang di khususkan untuk ibu hamil.
Dia melakukan ini di pelataran rumah, hingga Michelson sempat mencari keberadaannya. Dia membuka matanya dan mendapati istrinya sudah tidak ada di sampingnya.
Sejenak Michelson menatap ke arah jendela dia khawatir jika Rose melakukan tindakan aneh seperti yang sudah-sudah yakni melompat dari jendela.
Akan tetapi jendela masih tertutup rapat hingga Michaelson tersenyum sendiri, lantas dia bangkit dari pembaringan dan melangkah ke arah pintu kamar dia pun melangkah keluar untuk mencari keberadaan istrinya.
Selamat pagi cintaku, kenapa kamu bangun pagi sekali akhir-akhir ini?" Michelson memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
"Aku juga tidak tahu, Deddy. Kenapa sejak kehamilanku berusia lima bulan ini aku lebih senang bangun lebih awal tidak seperti sebelumnya dan aku senang sekali melakukan senam pagi seperti ini."
'Oh ya, mom. Nanti sekitar pukul 03.00 sore kamu dandan yang cantik ya? karena aku akan membuat suatu kejutan untuk dirimu sayangku cintaku, muaahh." Michelson mencium tengkuk leher istrinya.
"Hem, sok romantis segala dech. Memangnya kita akan kemana sih, Daddy?" tanya Rose seraya menghentikan aktivitas senamnya.
"Jika aku memberitahumu saat ini juga, sama saja aku tidak memberimu sebuah surprise dong," Michelson terkekeh lantas dia kembali melangkah ke kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Rose selesai dengan aktivitas senamnya. Ia segera mandi untuk membersihkan diri. Terlihat tubuhnya segar dan berenergi. Rose duduk di depan cermin. ia menyisir rambut panjangnya yang menjuntai ke bawah dengan perlahan.
Selesai menyisirnya, Rose mengikat rambutnya menjadi dua. Selagi asik bercermin, tiba-tiba Michelson memeluk dirinya dari arah belakang.
"Ck..ck..ck..kamu sungguh cantik, mommy," puji suaminya.
"Hem...mulai deh pagi-pagi ngegombal. Aku tahu jika seperti ini pasti ada niat terselubung di dalam hati, Deddy." memonyong kan bibirnya.
Hal itu tak disia-siakan oleh Michelson, dia malah mengecup bibir Rose tersebut.
Membuat Rose melotot ke arahnya.
"Tok tok tok"
"Permisi, nona-tuan. Saya hanya ingin menyampaikan pesan dari nyonya besar, jika sarapan telah siap dan secepatnya Nona dan Tuan segera menuju ke ruang makan. Karena sudah di tunggu." ujar salah satu pelayan di rumah tersebut dari balik pintu kamar.
"Baik, bi. Kami akan segera ke ruang makan, terima kasih ya?" jawab Rose dari dalam kamar.
Setelah itu pelayan tersebut berlalu pefu dari balik pintu kamar, Michelson.
Michelson langsung mengajak istrinya keluar dari kamar, dan merangkulnya melangkah bersama menuruni setapak demi setapak tangga yang ada di ruang tersebut. Hingga tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di ruang makan.
"Rose, kamu terlihat cantik sekali." Puji Mamah Berta.
"Terima kasih, mah."
Mereka segera makan tanpa ada suara sama sekali, hingga terlihat hening. Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu bergelut dengan piring. Rose makan dengan gayanya seperti biasa, cepat namun rapi tak berantakan.
Mamah Berta menatap takjub. Rose mengambil air mineral dan meneguknya sampai habis. Salah satu asisten rumah tangga datang kehadapan nya dengan membawa tisue. Rose langsung mengambilnya dan mengelapnya di wajahnya dengan kotor.
"Terima kasih." Rose memberikan tidurnya yang di anggapnya sudah kotor ke tangan asisten rumah tangga tersebut. Asisten rumah tangga tersebut mengambilnya lalu membuangnya ke tong sampah di dapur.
"Mommy, sebaiknya hari ini kamu tak perlu ke butik dulu. Aku juga sudah meminta salah satu anak buahmu untuk menghandle sementara."
"Hari ini, bersenang-senang lah ke salon bersama mamah. Karena nanti jam 03.00 sore akan ada surprise."
Rose semakin penasaran sebenarnya Michelson akan memberikan surprise apa. Tetapi dia pun tak bertanya-tanya lagi, hanya menganggukan kepalanya.
"Hem, Daddy tahu saja jika aku sudah lama tak ke salon. Baiklah, nanti aku akan ke salon bersama mamah." Rose tersenyum senang.
"Biar di antar sopir, dan aku juga telah meminta beberapa anak buahku untuk mengawalmu dan mamah," tukas Michelson.
Tak berapa lama, Rose dan Mamah Berta pergi ke sebuah salon ternama langganannya. Dan mereka melakukan menicure padicure sampai pijat refleksi di kaki. Mereka berdua ada di salon hampir dua jam lamanya.
Setelah itu mereka pindah ke salon khusus rambut. Untuk melakukan creambath dan perawatan rambut lainya.
Barulah mereka kembali ke mension sekitar pukul satu siang. Dan Rose segera bersiap-siap karena dua jam lagi Michelson akan mengajaknya dan seluruh anggota keluarga ke sebuah hotel berbintang Lima.
"Daddy, apakah aku akan di beri kejutan manis seperti waktu itu? ada pemain musik dan di beri cincin berlian lagi?" tanya Rose penasaran.
"Hem, kali ini lebih dari itu mom. Nanti kamu juga akan tahu, sebaiknya kamu selesai kan saja sandangnya. Dan pakailah baju serta perhiasan dan sepatu yang telah aku siapkan ini."
Michelson memberikan sebuah kardus besar yang berisi baju baru, sepatu, tas, dan seperangkat perhiasan komplit dengan model yang baru.
"Daddy, kapan kamu menyiapkan ini semua?' tanya Rose semakin penasaran.
"Ada dech."
Michelson juga berdandan dengan memakai pakaian senada warnanya sama dengan yang Rose akan kenakan.
Beberapa saat seisi rumah pergi ramai-ramai ke sebuah hotel bintang lima yang sudah di boking oleh Michelson.
Begitu sampai di hotel, Rose terperangah melihat banyak orang yang datang dan memakai baju pesta. Rose lebih terkejut pada saat telah masuk ke hotel. Melihat dekorasi yang indah dan kue yang sangat indah.
"Daddy, kamu diam-diam merencanakan untuk adakan acara Baby Shower ini?" tanya Rose.
"Iya, mom. Ini surprise yang aku katakan tadi pagi."
Acara Baby Shower Rose di hadiri oleh kalangan pebisnis. Semua rekan bisnis Michelson datang dengan berpasangan suami istri.
Dekorasi menggunakan dua nuansa, karena Rose belum juga melakukan USG. Hingga untuk calon bayi laki-laki bernuansa biru dengan berbagai aksesoris super Hero. Sedang untuk bayi perempuan bayi bernuansa pink, bertema kan princess.
Dekorasi di buat sedemikian indah, membuat Rose sampai takjub. Padahal dia tak pernah meminta acara Baby Shower.
Semua sudah di susun rapi oleh, Michelson. Hingga moment baby shower, Rose melakukan serangkaian acara yang sangat menarik.
Acara Baby Shower di awali dengan pembukaan yang di sertai doa bersama. Barulah di lanjutkan dengan serangkaian permainan unik dari tebak foto bayi, tebak lagu, tebak harga peralatan bayi, dan masih banyak serangkaian permainan lainnya.
Dan Michelson akan memberikan hadiah bagi para pemenang permainan.