
Satu Minggu berlalu, dan anak buah Rose telah berhasil menemukan keberadaan mamah, Michelson.
"Jadi saat ini, Mamah Berta ada di sebuah rumah kecil di perkampungan kumuh? Aku akan segera kesana hari ini juga. Tapi aku tak ingin, Michelson tahu akan kepergianku."
Rose mencari waktu yang tepat untuk bisa menemui, mamah mertuanya. Dia menunggu Michelson berangkat ke kantor, setelah itu barulah dia pergi bersama dengan Celine.
"Celine, aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini. Jangan katakan apa pun tentang segala kegiatan yang aku lakukan bersamamu. Intinya pasti kamu tahu lah ya, kamu kan cerdas."
"Hem, siap Nona. Jangan khawatir aku bisa jaga rahasia Nona dengan aman."
Setelah menempuh perjalanan empat jam lamanya, akhirnya sampai juga di sebuah perkampungan kumuh. Rose dan Celine menemui seseorang di sebuah rumah kumuh.
"Hallo, Tuan. Perkenalkan saya, Rose. Istri dari, Michelson anaknya Nyonya Berta."
"Saya, Mike. Salah satu asisten pribadi almarhum suami, Nyonya Berta.
"Saya ingin menceritakan sebuah rahasia dari, Nyonya Berta."
"Beberapa puluh tahun yang lalu pada saat Nyonya Berta mengadakan liburan bersama suami dan anaknya dengan naik pesawat pribadi. Mereka alami kecelakaan pesawat. Dan ini semua sudah di rekayasa oleh orang terdekat dari, almarhum suami Nyonya Berta."
"Pada saat itu, Nyonya Berta memang sengaja mendorong tubuh suami dan anaknya agar selamat. Karena ekor pesawat telah terbakar."
"Hingga suami dan anaknya jatuh terlebih dulu di lautan luas. Awalnya Nyonya Berta juga memintaku melakukan hal yang sama, tetapi aku tak mau melompat ke lautan sendiri."
"Aku paksa saja Nyonya Berta ikut terjun bersamaku. Saat itu, kami selamat dan terdampar di suatu pulau terpencil."
"Beberapa waktu lamanya kami berada di sana, dan hingga akhirnya ada beberapa orang utusan dari suaminya datang untuk menjemput kami."
"Kami pun percaya saja jika mereka itu utusan suami Nyonya Berta. Tetapi ternyata bukan, melainkan anak buah dari Tuan Jason yakni sahabat baik suami Nyonya Berta."
"Kami berdua menjadi tawanan dari , Tuan Jason. Bertahun-tahun lamanya kami di kurung di sebuah gudang yang pengap."
"Hingga suatu hari, dengan sangat kejam Tuan Jason meminta anak buahnya untuk membuang kami ke dasar sebuah jurang yang terjal."
"Nyonya Berta alami struk dan tak sadarkan diri begitu lamanya. Dan aku juga sempat terluka parah. Kami mendapatkan pertolongan dari seorang ahli akupuntur."
"Dialah, Tuan Rangga. Yang selama ini membantu kami."
Mike menunjuk ke arah Rangga yang ada di sampingnya.
"Dan kebetulan, Tuan Rangga inilah yang bertemu dengan anak buah anda, Nona Rose."
Rangga dan Rose saling berkenalan.
Sejenak Rose terdiam seolah sedang berpikir tentang cerita yang di sampaikan oleh, Mike.
"Hem, sungguh aneh? Jika memang orang tersebut berniat jahat pada keluarga suamiku. Tetapi kenapa dia tak melakukan hal yang sama pada, suamiku dan papahnya secara langsung? melainkan membiarkan suami dan papahnya hidup?'
"Begini, Nona Rose. Kekuasaan almarhum Tuan Mark( papah Michelson) sangatlah luas. Semua wilayah di kuasainya, jika terjadi hal buruk padanya secara langsung. Hal ini akan menjadi pusat perhatian publik dan seluruh klien almarhum Tuan Mark."
"Makanya dia membiarkannya hidup, apa lagi penjaga dan kandidat di sekitar almarhum Tuan Mark begitu banyak."
"Tuan Jason memakai akal licik yakni dengan menyingkirkan secara perlahan, Tuan Mark."
"Pada saat Tuan Jason berhasil menyingkirkan Tuan Mark. Seluruh kekayaan miliknya telah di wariskan terlebih dulu pada, Michelson. Bahkan di hadapan orang banyak. Hingga Tuan Jason tak bisa berbuat apa-apa lagi."
"Dari mulut, Tuan Jason sendiri. Pada saat saya masih menjadi tawanan sempat beberapa kali mendengar pembicaraan dia dengan anak buahnya."
"Lantas dimana sekarang, Tuan Jason?"
"Untuk saat ini saya tak tahu apakah Tuan Jason masih hidup atau tidak. Karena saya berada di sini untuk waktu yang lama. Saya takut keluar dan bertemu dengan anak buahnya."
"Benar, Nona. Saya juga menyarankan supaya, Tuan Mike tetap bersembunyi. Dan saya berusaha mencari tahu tentang keluarga, Nyonya Berta. Tetapi malah saya bertemu dengan anak buah, anda."
Tukas Rangga.
"Lantas bagaimana kondisi mamah mertua saya?"
"Selama ini saya hanya bisa memberikan pengobatan secara alternatif. Sebenarnya jika, Nyonya Berta mendapatkan perawatan secara intensif, saya yakin dia akan bisa sembuh total."
"Hem, baiklah jika begitu. Saya akan atur semuanya. Saya akan bawa kalian ke kota, bagaimana Tuan Mike-Tuan Rangga apa kalian setuju?"
"Nona Rose, untuk saat ini yang paling penting kesehatan Nyonya Berta. Sebaiknya anda membawanya saja. Biarkan saya di sini bersama Tuan Rangga. Karena saya telah nyaman tinggal di sini bersamanya."
"Hem, baiklah jika begitu. Tetapi bagaimana jika suatu saat saya membutuhkan keterangan lebih lanjut dari anda Tuan Mike?"
"Begini saja, Nona Rose. Sekarang saja anda rekam semua yang saya katakan. Supaya jika suatu saat nanti terjadi hal buruk pada saya, anda telah mempunyai sebuah bukti kuat tentang kejahatan Tuan Jason."
"Baiklah jika begitu."
Saat itu juga Tuan Mike mengulang ceritanya sembari Rose merekamnya pada ponselnya.
Setelah itu dia membawa serta mamah mertuanya.
"Jika aku membawanya ke sebuah rumah sakit, pasti suatu saat bisa di ketahui oleh anak buah, Tuan Jason."
"Aku harus menyembunyikannya."
Rose akhirnya menyembunyikan mamah mertuanya di sebuah villa pribadinya di puncak. Dan dia juga mempekerjakan beberapa perawat dan juga dokter yang bisa di percaya untuk menjaga rahasia ini.
Tak hanya itu, Rose mengerahkan seluruh beberapa buahnya untuk menjaga villa tersebut.
"Hebat sekali, Nona Rose. Bagaikan seorang detektif mampu melakukan semua ini dengan sangat cepat. Dan aku tak menyangka sama sekali jika dia ternyata memiliki banyak sahabat dari berbagai kalangan. Hingga kalangan dokter dan perawat, bahkan anak buahnya ternyata dimana-mana?"
"Aku pikir, dia hanya istri manja yang mengandalkan kekuatan dan kekuasaan suaminya saja. Ternyata di balik kuat kuasa suaminya, dia ini juga wanita hebat. Anehnya, kenapa pula Tuan Michelson tak tahu hal ini ya? bahkan memintaku menjadi asisten pribadinya."
Celine sempat terkagum-kagum oleh sikap dan perilaku, Rose.
"Celine, ingat ya? ini rahasia kita berdua loh. Jangan sampai kamu katakan semua ini pada suamiku. Biar aku yang kelak akan mengatakannya sendiri. Tugasmu membantuku menguak misteri ini."
"Siap, nona. Ini tugas yang sangat menyenangkan, layaknya seorang detektif saja." Celine terkekeh si hadapan Rose .
"Hem, ada tugas untukmu. Cari tahu tentang keberadaan, Tuan Jason dan apakah dia masih hidup dan punya keluarga? karena tadi Tuan Mike tak mengatakan apa pun tentang, Tuan Jason."
"Baiklah, nona."
"Kamu nggak usah khawatir, aku juga akan mencari tahu hal ini."
*****