
Episode sebelumnya.....
“Oh, kau ingin tubuhku sebagai balasannya? Mungkin kau harus menunggu karena aku masih terluka. Kau lihat bukan? Namun, jika kau ingin sekarang, tidak masalah. Namun mungkin itu akan kurang memuaskanmu.”
Apakah pria ini menganggap serius ucapannya? Lu Xiao Lan hanya tersenyum simpul dan menjauh dari pria ini. Namun, pria itu menahannya. Tangannya terulur untuk memeluk pinggangnya yang ramping.
“Apa kau menganggapnya serius? Padahal kan aku hanya bercanda supaya suasana di sini tidak membosankan bagimu.” ucap Lu Xiao Lan berusaha mundur. Namun, sepertinya pria ini dan membiarkannya.
Wajahnya mendekat pada Lu Xiao Lan dan membuat gadis itu terkejut. “Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat. Dan anehnya, aku berpikir kalau kau adalah putri dari Ratu Xia.” ucapnya lirih tepat di samping telinganya.
Hal itu membuat Lu Xiao Lan merasa geli, namun waspada sekaligus. “Lu Xiao Lan.... ”
Lu Xiao Lan membulatkan matanya dan berusaha memberontak dari pelukan pria itu.
***
“Tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun tentang ini.” ucap pria itu tersenyum.
Tidak akan memberitahu siapapun? Ia tidak bisa percaya begitu saja pada pria ini. Apalagi ini adalah pertemuan pertama mereka.
“Bagaimana bisa aku percaya pada orang yang bahkan aku tidak tahu namanya.” ucapnya dengan sinis.
Ssttt
Lu Xiao Lan merasa sakit di bagian lengannya. Ia melirik ke bawah dan mendapati beberapa tetes darah mengenai seprai. Sepertinya selangnya longgar. Ia segera membetulkannya dan keluar dari pelukan pria itu saat tangannya melonggar.
Pria itu hanya tersenyum. “Oh, aku belum memperkenalkan diri dengan benar. Untuk sebelumnya, perkenalkan, aku adalah Li Zhan Ye. Mungkin kau tahu siapa aku?”
Li Zhan Ye? ia merasa pernah mendengar nama ini. Tidak, maksudnya Lu Xiao Lan yang asli.
“Entahlah, aku lupa.”
Li Zhan Ye hanya tersenyum tak berdaya. Jika adiknya mendengar hal ini, mungkin dia akan langsung memukul kepala Lu Xiao Lan.
Lu Xiao Lan mengambil kain putih yang cukup panjang untuk membalut luka Li Zhan Ye. Gerakan tangannya sangat lihai dan terlatih. Bagaimana tidak? Dulu ia juga sering membalut lukanya sendiri.
“Sudah selesai. Jika kau ada keluhan, kau bisa minta tabib lain untuk memeriksa. Tidak perlu aku karena lukanya sekarang tidak mengancam nyawamu.” ucapnya sambil membungkus kain berisi daging beracun yang dia ambil tadi dan menaruhnya di dalam ruang dimensi saat pria itu tengah tak fokus.
Mengapa disimpan di ruang dimensi? Karena ia ingin meneliti racunnya dan mengembangkannya menjadi racun yang lebih kuat. Bisa dibilang ia gemar bereksperimen, baik itu pil obat maupun racun.
“Baiklah, lain kali aku akan ke sini untuk periksa denganmu.” ucap Li Zhan Ye sambil memakai kembali pakaiannya.
Lu Xiao Lan merasa sebal dengan pria ini. Apakah dia tidak mendengar ucapannya tadi? Pergi ke tabib lain!
Li Zhan Ye memindahkan kakinya turun dari ranjang dan berusaha untuk berdiri. Namun, kondisinya masih lemah akibat racun tadi. Apalagi ia baru saja selesai melakukan transfusi darah sehingga tubuhnya menjadi oleng.
Lu Xiao Lan dengan sigap menahan pria itu agar tidak terjatuh.
GRRTT
“Kau ini ceroboh juga. Sudah tahu masih lemah, masih saja keras kepala.” ucap Lu Xiao Lan sambil mendudukkan Li Zhan Ye di pinggir ranjang. “Tunggulah di sini, aku akan memanggil gadis yang bersamamu.”
Li Zhan Ye tidak menjawab apa-apa dan hanya diam saja. Ia masih terus menatap pintu yang kini telah tertutup.
“Dia sudah lebih baik. Setidaknya dia tidak akan mati.” ucap Lu Xiao Lan dengan tangan terlipat di dada, menampilkan kesan yang angkuh.
Walaupun merasa sebal, namun ia tahu cara berterima kasih pada orang yang sudah menolongnya. Gadis itu hanya mengangguk saja dan masuk ke dalam untuk melihat Li Zhan Ye.
“Nona, syukurlah kau bisa mengobati Pangeran Ye. Tadinya aku bingung bagaimana mengatasi masalah lukanya. Tentu kau sangat hebat dan itu bukan apa-apa bagimu. Tapi, ngomong-ngomong, bagaimana caramu mengobatinya? Bahkan ini hanya 1 jam lebih berlalu.” ucap Ketua menunjukkan kekagumannya.
1 jam lebih? Padahal targetnya adalah mengobati Li Zhan Ye kurang dari 1 jam. Tapi ya, sudahlah. Yang penting ia telah berhasil.
“Tentu dengan mencongkel dagingnya.” jawab Lu Xiao Lan dengan santainya.
Ketua yang mendengar hal itu langsung merasa shock. Mencongkel.... daging?!
“Nona, apa aku tidak salah dengar? Kau mencongkel dagingnya? Tapi, bagaimana dan mengapa? Dan lagi, itu bisa menyelamatkan nyawanya? Ini adalah hal baru untukku. Mungkin lain kali aku harus membaca seluruh buku di perpustakaan Guild sepuluh kali.”
Lu Xiao Lan yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya. Tapi tunggu, dia bilang....
“Ketua, apa kau baru saja mengatakan.... Pangeran Ye?”
Ketua yang sedang bergumam sendiri pun langsung berhenti. “Iya, Pangeran Ye. Apa kau tidak tahu Pangeran Ye, nona?”
Tentu ia tahu tentang Pangeran Ye dari Kekaisaran Li. Li Zhan Ye, pangeran dengan reputasi yang sangat luar biasa. Prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Ia sendiri yang mengatur strategi perang di usia 8 tahun. Usia yang normalnya masih bermain-main.
Pangeran Ye juga adalah Pangeran satu-satunya di Kekaisaran Yan. Yah, jika saja Pangeran yang lain masih hidup, ia tak akan menyandang gelar sebagai satu-satunya Pangeran.
“Dan, gadis yang tadi.... ”
Ketua tahu apa yang ingin dia katakan dan segera menjawab. “Gadis yang tadi itu adalah adik Pangeran Ye, Putri Li Anran.”
Lu Xiao Lan mengangguk tanda mengerti. Tunggu, ia melupakan sesuatu. Ia belum memberikan salepnya.
Ia segera masuk ke dalam dan mendapati kakak beradik itu sedang berbicara dengan serius. Namun, Lu Xiao Lan tak perduli karena ia hanya ingin memberikan salepnya saja.
“Maaf mengganggu waktunya, tapi aku hanya ingin memberikan salep. Pakai dengan rutin dan lukanya akan mengering dalam beberapa minggu.” ucapnya sambil memberikan salepnya pada Li Anran.
“Baiklah, terima kasih. Dan maaf jika tadi aku sempat membuatmu tersinggung, nona Lan'er.”
Lan'er? Sepertinya Li Zhan benar-benar tidak memberitahu identitasnya yang sebenarnya pada adiknya. Baguslah, namun ia masih belum sepenuhnya percaya pada pria itu.
“Untuk mengucapkan rasa terima kasih, mungkin kapan-kapan kau bisa berkunjung ke kerajaan kami. Kau bisa menggunakan token ini untuk keluar masuk dengan bebas.” ucap Li Anran sambil memberikan sebuah token dengan lambang 'Li' yang terukir di atasnya.
***
...🌾🌾🌾...