Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 018. Sebuah Gelang Giok



"Tapi nona, aku tidak bisa ..." Nenek tua penjual itu ingin menolak perkataan Zhang Yui Wei dan ingin berkata tidak keberatan sama sekali, namun dengan sifat yang dimiliki Zhang Yui Wei tentu saja dia akan menolak.


"Nenek, maaf, tapi aku tidak akan menerima penolakan darimu. Dan, jika saja terjadi sesuatu kepada diriku, aku tidak akan meminta ganti rugi darimu" Zhang Yui Wei mengatakan dengan ekspresi serius dan tidak ingin dibantah.


Nenek tua itu tidak sedang membicarakan tentang ganti rugi yang akan ditanggungnya jika terjadi apa-apa kepada Zhang Yui Wei. Namun, Zhang Yui Wei tidak bisa menerima penolakan.


"Baiklah jika itu keputusanmu, nona. Namun, aku ingin memperingatkan kepadamu untuk berhati-hati. Aku harap nona akan baik-baik saja" Nenek tua itu kini telah menyerah untuk mengatakan apapun kepada gadis itu.


"Hua Hua, berikan aku uangnya" Zhang Yui Wei meminta koin emas kepada Hua Hua yang seperti ATM berjalan itu karena dialah yang membawa uangnya.


Hua Hua pun langsung saja mengambil kantung kecil yang berisi puluhan koin emas dan memberikannya langsung pada Nenek tua itu dengan sopan.


Setelah itu, Zhang Yui Wei pun melangkah pergi dari kios tersebut dan tengah mencari sebuah kedai untuk beristirahat sejenak—karena jujur dia merasa lelah—dengan diikuti oleh Hua Hua di belakangnya.


Nenek tua itu tersenyum setelah Zhang Yui Wei dan Hua Hua telah jauh dari kiosnya. Pancaran matanya menunjukkan kelegaan seperti beban berat yang telah terangkat darinya.


"Nona muda, ternyata itu memang kau. Ternyata, aku tidak salah pilih, ya. Gelang giok itu memang sudah seharusnya untuk kembali pada tuannya" ucap suara lembut seorang gadis.


Penampilan Nenek tua tadi dalam sekejap berubah menjadi seorang gadis cantik. Gadis dengan rambut berwarna peach dan matanya yang berwarna merah, ditambah dengan senyum misteriusnya membuatnya terlihat begitu menawan namun mematikan.


Perubahan fisiknya yang juga diikuti dengan hilangnya kios yang tadi menjual aneka aksesoris. Namun, tidak ada yang menyadari perubahan dari seorang Nenek tua menjadi seorang gadis cantik.


Apalagi tidak ada yang menyadari hilangnya sebuah kios. Semua orang tengah sibuk sampai tidak memperhatikan. Tapi, bukankah itu aneh? Bagaimana bisa tidak ada satupun yang menyadari hal itu?


Ah, tentu saja, karena gadis itu menggunakan kekuatannya yang membuatnya tidak ada yang menyadarinya. Dan dia adalah gadis misterius yang sama yang Qiyue temui saat masih di zaman modern. Tunggu, apa?!!


***


Zhang Yui Wei yang sedang mencari sebuah kedai cemilan untuk dirinya beristirahat berhenti di depan sebuah kedai kue. Di sana tertulis di papan nama kedai itu, 'Kedai Tea Time'


"Nona, apa nona ingin masuk ke kedai ini? Itu pilihan yang bagus. Saya dengar kalau ini toko baru dan belum terkenal, makanya sepi begini. Tapi, katanya pelayanan di sini sangat ramah, bahkan katanya kuenya sangat enak sampai membuat kita terbang" Hua Hua menjelaskan sampai menatap papan nama kedai itu juga.


"Oh ya? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Zhang Yui Wei bertanya dengan penasaran karena bisa dikatakan kalau pelayan di kediamannya tidak bisa begitu leluasa untuk keluar, apalagi untuk berjalan-jalan.


"Ya, karena saya kadang mendengar gosip para pelayan, dan mendengar tentang kedai ini. Nama kedai ini juga sangat unik, bukan?" jawab Hua Hua dengan meringis.


"Tentu saja tidak, nona. Saya bukanlah pelayan yang suka bergosip. Saya hanyalah pelayan yang suka mendengar gosip saja, bukan bergosip. Itu jelas adalah dua hal yang berbeda. Apakah nona mengerti?" jelas Hua Hua dengan cepat, bahkan dia sampai malu karena semua pandangan tertuju pada dirinya.


Zhang Yui Wei tertawa lirih saat melihat Hua Hua yang malu. Untuk menghindari rasa canggung, Zhang Yui Wei langsung menarik tangan Hua Hua dan masuk ke dalam 'Kedai Tea Time' bersamanya.


Jujur, Zhang Yui Wei agak penasaran karena nama dari kedai tersebut bukanlah hal yang biasa dipelajari oleh orang-orang kuno seperti sekarang.


Bahkan, dirinya sempat curiga kalau pemilik 'Kedai Tea Time' berasal dari zaman modern sepertinya. Maka dari itu, dia ingin memastikan sendiri dengan menjadi pelanggan di 'Kedai Tea Time'.


"Selamat datang di 'Kedai Tea Time', nona. Silahkan pilih tempat yang cocok untuk anda. Saya akan mengantar untuk melihat-lihat" salah seorang pelayan menghampiri mereka sambil berkata dengan ramah dan juga senyuman hangat.


Zhang Yui Wei terkagum-kagum melihat isi dalam kedai tersebut. Dia tidak pernah menyangka kalau interior zaman modern akan ia jumpai lagi di dunia kuno ini.


Bahkan pelayanan di sini begitu ramah. Juga tempat duduknya yang begitu unik dan letaknya menyesuaikan keinginan masing-masing pelanggan.


Ada tempat duduk yang dekat dengan jendela, untuk yang ingin bersantai sambil melihat ke luar. Ada yang berada di atas untuk merasakan angin sepoi-sepoi yang menenangkan. Bahkan ada yang sedikit tertutup dari tempat duduk lainnya untuk yang tidak ingin terlalu berbaur dengan yang lain.


Zhang Yui Wei memilih tempat yang berada di atas untuk bisa menikmati angin sepoi-sepoi dan juga melihat pemandangan ibu kota. Pelayan tadi pun menuntun mereka ke tempat duduk yang masih kosong.


Setelah itu pelayan itu memberikan daftar menu kepada Zhang Yui Wei. Zhang Yui Wei menerimanya dan melihat-lihat menunya, dan benar saja. Makanannya berasal dari zaman modern.


'Di sini ada pizza, sandwich, kentang goreng, dan makanan lainnya yang aku rindukan! Oh, aku ingin semuanya!!' batin Zhang Yui Wei dengan hati yang riang karena akhirnya dapat merasakan makanan zaman modern lagi.


"Nona pelayan, aku ingin ini, ini, dan bla bla bla, semuanya dua porsi" Zhang Yui Wei memesan cukup banyak makanan cepat saji.


Pelayan itu terkejut antara karena cukup banyak pesanan dari Zhang Yui Wei dan gadis itu bisa dengan cepat memilih tanpa bingung seperti pelanggan yang lainnya karena merasa asing dengan semua makanan itu.


Namun, pelayan itu tidak terlalu menghiraukannya dan segera mencatat semua pesanan Zhang Yui Wei. Bahkan Hua Hua pun hanya melongo melihat semua pesanan nonanya.


"Baiklah, nona, silahkan tunggu pesananmu" ucap pelayan itu ramah dan segera pergi untuk memberikan catatan itu kepada koki yang bertugas untuk memasak.


"Nona, bukankah ini terlalu banyak? Apakah nona sanggup untuk memakan semuanya?" ucap Hua Hua mempertanyakan pertanyaan di benaknya.


"Tidak perlu khawatir, kan ada kau. Ayo cepat duduk bersamaku dan bantu aku habiskan semuanya. Bukankah masalah selesai?" jawab Zhang Yui Wei dengan enteng dan menarik Hua Hua supaya duduk di depannya.