
Episode sebelumnya.....
Kini hanya tinggal Lu Xiao Lan dan pria itu saja yang berada di dalam ruangan.
GLEK
Lu Xiao Lan menelan ludahnya dengan susah payah. Ia membuka pakaian pria itu dengan tangan yang gemetar. Salah satu tangannya mencekalnya supaya tidak lagi gemetar, namun tetap saja tak berhasil.
Lu Xiao Lan menghela nafas. Wajahnya kini sedikit memerah. Yah, biar bagaimanapun, ia harus profesional. Namun, di kehidupan sebelumnya ia belum pernah bersentuhan seperti ini dengan pria. Walaupun ini untuk menyelamatkan pasien, namun tetap saja ini membuatnya grogi.
Akhirnya pakaian pria itu telah terlepas. Ia meletakkannya di dekat ranjang dan kemudian menatap pria yang menjadi pasiennya itu dengan wajah memerah. Untunglah tidak ada orang selain mereka di sana.
“*Astaga, roti sobek!”
***
“Kau ini berniat mengobatiku atau tidak?” ucap suara berat itu.
Lu Xiao Lan masih menutup matanya, namun ia diam-diam mengintip dari balik celah jarinya. Kemana dirinya yang angkuh dan arogan tadi? Lagi pula, apa gunanya menutup mata jika mengintip juga?!
Ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Dalam kondisi yang sekarang, ia harus mengesampingkan hal kecil. Walaupun roti sobek itu menggoda, namun menyelamatkan pria ini adalah prioritas!
Lu Xiao Lan mengambil beberapa alat dari ruang dimensi dan mulai melakukan pengobatan pada pria yang tengah menatapnya dengan tajam. Walaupun dalam keadaan sekarat, pria itu ternyata masih sempat-sempatnya meliriknya dengan tajam.
“Ekhem, mungkin ini akan sedikit sakit karena aku harus mengambil daging yang telah terkontaminasi oleh racun. Sebelum aku mulai melakukannya, apakah kau bisa menahan rasa sakitnya?” tanya Lu Xiao Lan.
Pria itu hanya terdiam. Lu Xiao Lan berpikir jika pria ini sedikit takut dengan rasa sakit dan memutuskan untuk mengambil anestesi. Itu berfungsi untuk membuat mati rasa. Namun, itu juga mempunyai efek samping. Ia belum pernah mencoba anestesi. Jujur saja, ia sedikit takut untuk mengambil resiko.
“Kalau kau berpikir aku tidak bisa menahannya, maka kau salah. Jika aku takut akan sakit, tidak mungkin masih bertahan dengan luka begini.”
Lu Xiao Lan hanya mengangguk-angguk. Benar juga yang dikatakan oleh pria ini. Ia kemudian mengambil sebuah pisau bedah untuk menyingkirkan kulit yang telah terkontaminasi oleh racun. Melihat dari bentuk lukanya, mungkin ini berasal dari luka pedang. Kulit yang terkontaminasi berwarna ungu kehitaman.
Mata pisau itu berkilau, bersiap untuk mencongkel daging yang telah membusuk. Dinginnya mata pisau itu telah menyentuh dada pria itu, ia bisa merasakannya. Dengan tangan yang lihai, ia mulai menyingkirkan daging yang membusuk itu dan meletakkannya di sebuah kain untuk nanti dibuang.
Itu jelas bukan pemandangan yang baik untuk dilihat. Malah mungkin bisa membuat muntah saat melihatnya. Pria itu terlihat mengernyit, menahan rasa sakit dari daging yang teriris. Sungguh hebat dia bisa mempertahankan kesadarannya.
“Bisakah kau lebih lembut sedikit? Itu menyakitkan.” keluh pria itu dengan masih mengernyit.
“Ini aku juga sudah hati-hati. Kau bilang bisa menahannya.” ucap Lu Xiao Lan yang juga mengernyit, seolah bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh pria itu.
“..... ”
Pria itu mendadak diam.
TES
TES
TES
Darah mengalir dari luka yang cukup panjang itu. Ia buru-buru mengambil sebuah kain bersih untuk membersihkan darah yang mengalir dengan lembut. Kemudian menumbuk tanaman herbal untuk membantu membekukan darah.
Pria itu hanya menurut saja. Lu Xiao Lan kemudian mengambil selang untuk transfusi darah. Untunglah golongan darahnya sama dengan pria itu.
“Apa yang kau lakukan?” tanya pria itu bingung. Ia belum pernah melihat benda asing itu.
“Untuk transfusi darah. Kau sudah kehilangan begitu banyak darah, untunglah golongan darah kita berdua sama. Dan juga, kau hebat bisa mempertahankan kesadaranmu.”
Pria itu terdiam saat cairan kental berwarna merah mengalir di dalam selang. Benar-benar melakukan transfusi darah? Sejenak ia merasa takjub akan hal itu.
Lu Xiao Lan menghela nafas. Ia merasa jengah karena prosesnya yang lambat. Apalagi pria ini membutuhkan cukup banyak darah. Untuk berjaga-jaga, ia mengambil pil penambah darah dari ruang dimensi secara diam-diam.
Jika pria ini melihatnya, mungkin akan berpikir kalau itu berasal dari cincin ruang[1].
Pria itu menatap Lu Xiao Lan dari atas sampai bawah. Seperti gadis tadi, ia juga merasa aneh dengan pakaian yang dikenakan oleh Lu Xiao Lan. Namun, apapun itu, dia telah menyelamatkan nyawanya. Dan lagi, ia berpikir jika gadis itu.... imut(?)
Pemikiran yang terlintas itu membuat wajahnya sedikit memerah. Ia langsung memalingkan wajahnya supaya Lu Xiao Lan tidak melihatnya.
“Apa yang baru saja kupikirkan?! Sepertinya ada yang salah dengan kepalaku setelah pertarungan tadi.”
Lu Xiao Lan mengernyit. “Ada apa?”
“Tidak ada.”
Hanya jawaban itu yang ia dapatkan. Yah, Lu Xiao Lan juga tidak berharap banyak jika pria itu mau bicara panjang lebar.
“Apa tidak masalah?” tanya pria itu yang sontak membuat Lu Xiao Lan menatapnya. “Kau memberikan darahmu padaku, memangnya itu tidak masalah?” lanjutnya.
Lu Xiao Lan tiba-tiba tersenyum. “Eh, apa kau merasa tidak enak kepadaku? Kalau begitu, apa yang akan kau berikan untuk membalas budi? Bagaimana dengan tubuhmu?”
Lu Xiao Lan jelas berniat untuk menggodanya. Ia bahkan telah naik ke sisi ranjang dan mendekat ke wajahnya sambil tersenyum. Namun, pria itu tiba-tiba saja juga ikut tersenyum.
“Oh, kau ingin tubuhku sebagai balasannya? Mungkin kau harus menunggu karena aku masih terluka. Kau lihat bukan? Namun, jika kau ingin sekarang, tidak masalah. Namun mungkin itu akan kurang memuaskanmu.”
Apakah pria ini menganggap serius ucapannya? Lu Xiao Lan hanya tersenyum simpul dan menjauh dari pria ini. Namun, pria itu menahannya. Tangannya terulur untuk memeluk pinggangnya yang ramping.
“Apa kau menganggapnya serius? Padahal kan aku hanya bercanda supaya suasana di sini tidak membosankan bagimu.” ucap Lu Xiao Lan berusaha mundur. Namun, sepertinya pria ini dan membiarkannya.
Wajahnya mendekat pada Lu Xiao Lan dan membuat gadis itu terkejut. “Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat. Dan anehnya, aku berpikir kalau kau adalah putri dari Ratu Xia.” ucapnya lirih tepat di samping telinganya.
Hal itu membuat Lu Xiao Lan merasa geli, namun waspada sekaligus. “Lu Xiao Lan.... ”
Lu Xiao Lan membulatkan matanya dan berusaha memberontak dari pelukan pria itu.
——
[1]: berbentuk cincin dan memilik fungsi untuk menyimpan sebuah benda. Namun, ruangnya terbatas. Semakin luas penyimpanannya, semakin malah harganya. Seperti ruang dimensi, namun juga tidak bisa disebut begitu. Rata-rata hanya bisa menyimpan benda mati. Sangat sulit menjumpai cincin ruang yang dapat menyimpan benda hidup.
...🌾🌾🌾...