
Zhang Yui Wei berjalan dengan santai. Dia berjalan tak tentu arah. Padahal tadinya dia ingin pergi ke hutan kematian, tapi entah mengapa suasana hatinya berubah. Dia tidak lagi ingin ke sana.
Dia terus saja berjalan, sambil terus menutup wajahnya menggunakan kerudung yang terhubung dengan jubahnya. Suasananya begitu hening, sepi, sunyi, tak bersuara. Bahkan suara jangkrik terdengar bersahutan dan begitu nyaring.
Orang-orang masih tidur dan menikmati mimpi mereka. Karena tidak ada orang yang beraktifitas, tentu saja tidak ada yang membuat pencahayaan. Hanya ada sinar rembulan yang cantik menyinari sepanjang perjalanannya.
Meskipun ada sinar rembulan, tetap saja rasanya gelap. Namun, dirinya lancar-lancar saja saat berjalan. Entahlah, Zhang Yui Wei merasa kalau indra-nya menjadi lebih tajam.
Zhang Yui Wei berjalan mengikuti suasana hatinya. Lalu, bagaimana jika tersesat? Tenang saja, dia kan bisa memanjat ke atas pohon dan menemukan kediaman Zhang. Itu kan tidak sulit ...
Secara tak sadar, dia kini berada di kaki bukit. Zhang Yui Wei mendongak dan dia sedikit terkejut, bagaimana bisa sampai sini? Secara tiba-tiba sebuah cuplikan memori muncul di kepalanya.
***
Seorang gadis dengan surai merah muda dan mata yang berwarna magenta tengah berlari tak tentu arah dengan luka di tangan dan kakinya. Namun, itu semua tak membuatnya berhenti untuk berlari. Dia mempercepat langkahnya sambil menangis tanpa suara.
Tiba-tiba kakinya tersandung oleh akar pohon yang cukup besar dan membuatnya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. "Ssttt," gadis itu merintih kesakitan karena kakinya terluka. Namun, dia tidak bisa tetap diam hanya karena terluka.
Gadis yang adalah Zhang Yui Wei itu berusaha untuk berdiri dan meneruskan berlari. Namun, itu tidak berguna karena tubuhnya tidak lagi sanggup.
Suara semak belukar yang bergerak karena seseorang terdengar oleh Zhang Yui Wei. Dia menoleh ke belakang dengan panik. Walaupun dirinya tidak bisa melihat jelas karena gelap, apalagi hanya disinari cahaya remang-remang dari bulan, namun suaranya terdengar semakin jelas.
Dia pun langsung menyeret tubuhnya ke bawah pohon. Zhang Yui Wei memejamkan matanya dengan air mata yang mengucur deras, dan mulutnya ditutup oleh tangannya supaya tidak menimbulkan suara.
"Ada di mana gadis itu? Larinya cepat sekali." ucap seorang pria dengan kain yang menutupi setengah wajahnya, seperti seorang pembunuh bayaran.
"Dia itu kan hanya gadis kecil. Tidak mungkin dia sudah keluar bukit. Lagi pula, dengan luka itu, memangnya dia bisa bertahan?" ucap rekannya menimpali.
Mereka berdua mencari keberadaan Zhang Yui Wei. Mereka terus mencari di sekitar situ karena yakin bahwa gadis itu masih di sini dan belum jauh.
Seorang gadis dengan surai perak dengan mata yang ditutup oleh kain tengah duduk di atas pohon kokoh tepat di atas Zhang Yui Wei yang masih ketakutan. Gadis itu tersenyum penuh arti dan melemparkan batu ke arah yang cukup jauh.
Sebagai pembunuh bayaran, tentunya mereka sensitif terhadap suara kecil sekalipun. Keduanya segera melesat ke asal suara dan menjauh dari Zhang Yui Wei.
Setelah yakin situasinya aman untuk dirinya muncul, gadis bersurai perak langsung turun dari pohon dan mendarat di depan Zhang Yui Wei yang terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
"Mereka sudah pergi, jadi jangan takut," ucap gadis bersurai perak dengan tersenyum simpul dan mengulurkan tangannya untuk membantu Zhang Yui Wei berdiri.
"Terima kasih, tapi kau siapa? Namaku Zhang Yui Wei. Sekali lagi terima kasih banyak telah menolongku," ucapnya sambil mengusap air matanya.
"Kau ini ... jangan sembarangan memberitahukan identitasmu kepada orang yang tak kau kenal. Itu bisa membahayakan dirimu. Ikut aku!" ucapnya dengan sedikit cemberut dan menyuruh Zhang Yui Wei untuk mengikutinya.
Sepanjang perjalanan, Zhang Yui Wei terus bertanya pada gadis bersurai perak. Itu karena penasaran atau hanya sekedar basa-basi.
"Siapa namamu?"
"Di mana kau tinggal?"
"Bagaimana kau bisa muncul di hadapanku?"
"Berapa umurmu?"
"Jangan bertanya begitu banyak. Kadang, akan lebih baik kalau kau tidak mengetahui apapun. Lagi pula kita ini kan hanya numpang lewat." ucap gadis bersurai perak.
"Baiklah, si gadis perak," ucap Zhang Yui Wei sambil tersenyum. Si gadis bersurai perak diam-diam tersenyum penuh arti.
***
"Si gadis perak, ya." gumam Zhang Yui Wei tersenyum penuh arti. Dia tidak tahu kenapa ingatan ini muncul begitu saja. Tapi, mungkin ini bisa jadi petunjuk untuk menyelesaikan misi.
Sebuah panah dengan cepat melesat ke arah Zhang Yui Wei. Suara dari anak panah yang bergesekan dengan dedaunan pohon tertangkap olehnya. Zhang Yui Wei langsung menghindar dengan cepat.
Entah karena reaksinya lambat atau memang anak panah itu yang terlalu cepat. Anak panah itu berhasil membuat kerudung jubah nya robek. Anak panah itu menancap di pohon yang berada tak jauh dari Zhang Yui Wei.
Zhang Yui Wei menurunkan kerudung dan membuat surai hitamnya sedikit berkibar oleh angin malam yang cukup kencang dan juga dingin. Dia menelisik ke segala arah dan menajamkan kelima indranya.
Lalu, suara ranting pohon yang bergerak karena adanya pergerakan dari seseorang langsung saja membuat Zhang Yui Wei mendongak ke atas. Dia memicingkan matanya dan melihat sekilas sosok hitam yang muncul dengan sinar bulan yang membuatnya terlihat. Namun, dalam sekejap sosok itu hilang entah kemana.
Lalu, dia menoleh ke arah di mana anak panah menancap. Anak panah dengan ujungnya dari bulu spirit beast burung, namun entah spirit beast apa. Dan di sana ada sepotong kertas yang melilit anak panah.
Zhang Yui Wei mengambil kertas yang melilit itu dengan hati-hati, supaya tidak robek. Lalu, dia mengerutkan kening melihat tulisan yang ada di sana. Dia tidak mengerti, apa artinya itu?
Dia memutuskan untuk menyimpan itu di ruang spirit dan memutuskan untuk kembali lagi ke kediaman Zhang. Tentunya dengan berjalan kaki, sama seperti tadi. Zhang Yui Wei pergi dari bukit itu dan memakai kerudungnya kembali.
***
Tahap Pengumpulan Qi (tahap terendah)
Ini merupakan tingkatan awal bagi seorang kultivator pemula untuk memulai kultivasi. Terbagi menjadi 10 tingkatan.
Tahap Pemurnian Qi
Di tahap ini seorang kultivator pemula akan berangsur menjadi seorang kultivator yang sebenarnya. Di sini qi dapat dimurnikan dan dapat dibuat menjadi apapun atas kemauan si kultivator, tergantung di tingkat berapa. Di tingkat ini juga ada 10 tingkatan.
Tahap Penyatuan Qi
Di tahap ini seorang kultivator pemula telah menjadi setengah dari seorang kultivator yang sebenarnya. Seorang kultivator harus bisa menyatukan antara qi dengan kekuatan tubuh dan menyeimbangkannya. Kalau tidak, maka harus memulai dari tahap penyatuan qi tingkat awal. Terbagi menjadi 8 tingkatan.
Tahap Pemurnian Jiwa
Di tahap ini untuk menempuh jalan menjadi seorang kultivator harus memurnikan jiwa mereka dengan menggunakan qi mereka. Terbagi menjadi 5 tingkatan.
Tahap Kaisar Qi (puncak kultivasi)
Kultivator yang mencapai tahap kaisar qi maka bisa memiliki kuasa. Sangat jarang orang bisa menembus tingkatan ini. Namun, jika di dunia atas ada sebagian yang berada di tingkat ini. Kultivator tahap kaisar qi merupakan eksistensi semu. Maksudnya, di tahap ini, jarang dijumpai dan kalaupun ada, mereka menyembunyikan eksistensinya. Di tahap ini, terdapat 12 tingkatan.
...πΎπΎπΎ...