Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 040. Pembunuh Bayaran untuk Membunuhmu



Episode sebelumnya ....


“Nona tidak ada di kamarnya. Ke mana dia pergi?”


Setelah bergumam, Hua Hua menutup pintu dan pergi. Zhang Yui Wei menghela nafas. Rasanya ia seperti maling yang kepergok mencuri. Padahal ia adalah si pemilik kamar, tapi rasanya jadi berbeda karena ia hanya sebuah roh.


Krieet


Pintu terbuka dan seorang gadis masuk ke kamar. Zhang Yui Wei yang tadinya lesu menjadi bersemangat saat melihat Hua Lin yang datang. Ia langsung menghampiri gadis itu dan bertanya.


“Kakak cantik, kau ke mana saja? Aku dari tadi menunggumu lama sekali! Oh, kau bilang ingin melakukan perjanjian. Perjanjian apa? Katakan padaku!”


Hua Lin hanya tersenyum tak berdaya saat ia dilempari banyak pertanyaan dari Zhang Yui Wei. Ia baru sadar, ternyata gadis ini sangat cerewet. Padahal saat awal bertemu, gadis ini terlihat kalem dan pendiam. Sepertinya ia telah salah.


“Lihat saja sendiri dengan mata hantumu itu.”


***


Zhang Yui Wei cemberut saat Hua Lin mengatakan hal seperti itu. Ia sendiri juga hanya bisa diam saja saat orang lain menempati tubuhnya. Apalagi orang itu seperti merebut miliknya, namun ia tahu jika Hua Lin tidak pernah bermaksud begitu.


Lagi pula ia juga dibayar untuk hal ini. Yah, anggap saja setimpal.


Zhang Yui Wei membaca isi kertas itu. Ia mengagumi tulisan Hua Lin. Memang sangat bagus dan rapi! Tunggu, ini bukan saatnya untuk itu. Zhang Yui Wei menggelengkan kepalanya dan mulai serius membaca isi perjanjian, bukan untuk mengagumi tulisan Hua Lin.


“Wah, ini sesuai dengan yang kuharapkan. Dan, Nenek menyetujuinya?” tanya Zhang Yui Wei. Hua Lin mengangguk untuk mengisyaratkan kalau Neneknya telah setuju.


Zhang Yui Wei menghela nafas dan membaca sekilas perjanjian terakhir yang tertulis di kertas. “Tapi, perjanjian terakhir .... ”


Hua Lin langsung memalingkan wajahnya, berpura-pura tidak tahu apa-apa. Zhang Yui Wei yang melihat itu langsung cemberut. Jelas saja jika Hua Lin tidak ingin membicarakannya.


Hua Lin mengelak. “Oh, ayolah, kan hanya dimajukan 1 tahun saja. Lagi pula, memangnya ada kemungkinan kalau Jiu Zhi dan Ji Xiao akan menikah dalam satu tahun ini?”


Zhang Yui Wei terlihat berpikir. Benar juga apa yang dikatakan oleh Hua Lin. Kakaknya, Zhang Jiu Zhi tidak pernah dekat dengan wanita. Sikapnya saja dingin. Tidak mungkin akan menikah dalam 1 tahun ini.


Sedangkan Kakaknya yang satu lagi, Zhang Ji Xiao, memangnya ada yang mau dengan kakaknya yang payah itu? Ia rasa tidak.


Namun, bagaimana jika hal itu tidak sesuai dengan ekspektasinya? Bisa saja salah satu diantara mereka sudah punya calon, namun belum mau untuk memperkenalkannya.


Aakkhhh!!! Memikirkan hal ini membuat kepalanya pusing. Sedangkan Hua Lin, wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak ingin ikut memikirkan hal itu, karena ia juga akan ikut pusing.


Mungkinkah ini yang disebut dengan pusing menular?


***


Di dalam ruang dimensi, tepatnya di dalam air terjun, seorang gadis tengah duduk bersila di atas sebuah batu. Di sekitar tubuhnya terdapat cahaya. Gadis itu tengah berkultivasi, menyerap spiritual di sekitarnya.


“Ini .... Lama sekali,” gumam Xiao Gui.


“Waaa waa waa,”


Xiao Gui menatap ke bawah dan melihat ada makhluk aneh yang melompat-lompat di sekitarnya. Ling Luo, makhluk aneh itu seperti sedang mencoba untuk memberitahukan sesuatu. Namun, Xiao Gui tidak perduli. Yang jelas, makhluk itu mengganggunya dan Lu Xiao Lan.


Xiao Gui memutuskan untuk mengabaikan Ling Luo. Ia sedang berbaik hati untuk tidak menghukum makhluk aneh itu. Namun, kakinya malah ditarik dengan jambul Ling Luo. Xiao Gui yang tidak siap pun akhirnya terseret.


“Hei, apa yang kau lakukan?! Lepaskan jambul-mu!” ucap Xiao Gui sedikit berteriak.


“Waa waa waaa,”


Ling Luo malah semakin mengeratkan jambulnya. Bagus sekali, sekarang Xiao Gui telah benar-benar marah. Bisa-bisanya ia diseret oleh makhluk aneh ini?


“Hei, kubilang lepaskan! Kau ini ingin dihukum atau apa, hah?!”


Saat Xiao Gui ingin memberontak lagi, seketika ia terdiam melihat ruangan di mana mereka berdua berada sekarang. Ia tahu ruangan apa ini, ini adalah ruangan yang seperti teropong untuk melihat dunia luar. Dan makhluk aneh ini membawanya ke sini? Pasti ada yang tidak beres.


Xiao Gui langsung berlari kecil untuk melihat apa yang terjadi di dunia luar. Teropong ini .... menuju ke gubuk Lu Xiao Lan? Apakah makhluk ini sedari kemain mengawasi gubuk tuan mereka dari teropong ini?


Xiao Gui menyipitkan matanya untuk melihat apakah ada yang aneh. Namun, yang ia lihat hanyalah sebuah gubuk tua. Pemandangan di sekitarnya gelap karena hari sudah malam di luaran sana.


“Hei, kau ini ingin menunjukkan apa? Tidak ada apapun di sana!”


Xiao Gui ingin segera keluar dari ruangan itu, namun Ling Luo malah memukulnya. Berani, sungguh sangat berani. Makhluk aneh ini begitu berani. Kali ini Xiao Gui benar-benar marah besar.


“Waa waa waaa,”


Ling Luo masih terus mengoceh. Namun, Xiao Gui tidak tahu apa yang makhluk aneh ini katakan. Lalu, ia memutuskan untuk melihat kembali apa yang ada di luar. Tidak ada bedanya. Hanya saja .... Ada bayangan yang melintas!


Bayangan itu hanya sekilas saja. Namun, Xiao Gui yakin, ia tak salah lihat! Dia menggunakan efek khusus untuk melihat sesuatu di dalam kegelapan. Tidak ada apapun. Tapi .... Ia melihat ada sepasang kaki di sana.


Itu artinya ....


Sekelompok orang dengan baju hitam dan wajah yang ditutupi oleh kain hitam tiba-tiba muncul di saat bersamaan. Ini .... Jumlah mereka cukup banyak. Dan lagi, sepertinya mereka mengincar gubuk Lu Xiao Lan.


Beruntung Lu Xiao Lan ada di sini. Tapi, bagaimana dengan Yan Xiao Han dan juga Xin'er? Mereka ada di dalam gubuk. Ini bahaya ....


Namun, Xiao Gui tidak bisa mengganggu Lu Xiao Lan yang masih berkultivasi. Ia harus menahan para pembunuh bayaran itu sampai Lu Xiao Lan berhasil menerobos. Tapi, dengan apa?


Xiao Gui mendapat sebuah ide. Ia bergegas menuju ke ruang latihan. Ia akan menggunakan patung-patung—yang biasa digunakan Lu Xiao Lan untuk berlatih—untuk menahan para pembunuh bayaran itu. Biarkan mereka kelelahan.


...🌾🌾🌾...