Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 063. Festival [8] Danau Angsa?



Episode sebelumnya .....


Hua Lin segera berjalan dengan cepat menuju Zhang Yui Wei. Yang jelas gadis itu pasti sangat terkejut dan syok.


“Wei, apa kau baik-baik saja?”


Si pemanah yang tengah berdiri di atas dahan pohon pun mengernyit. Targetnya tampak sedang berbicara dengan seseorang. Namun, dengan siapa? Ia tak melihat adanya orang lain di dekat gadis itu.


“Aku... baik-baik saja.” jawab Zhang Yui Wei lemah. Wajahnya tampak pucat itu menunjukkan kalau dia tidak baik-baik saja.


Hua Lin kini telah berubah menjadi serius. Ia menoleh ke sekitar untuk mencari orang yang telah melontarkan anak panah padanya. Dari atas sana terlihat benda yang sedikit berkilau. Itu adalah anak panah yang memantulkan sinar bulan. Namun, kilauan itu tak bertahan lama karena bulan yang mulai tertutupi oleh awan.


Meskipun begitu, Hua Lin kini telah mengetahui lokasi dari si pemanah.


“Di sana rupanya.”


***


DEG!!


Apakah gadis itu telah menemukan keberadaannya? Padahal ia sudah berusaha untuk menyembunyikan diri dengan basis kultivasi. Namun, gadis ini masih bisa melihatnya? Apa ini bercanda?! Dari yang ia lihat, kultivasi Hua Lin tidaklah tinggi.


💧


“S*al, gadis ini masih menatapku! Dan lagi, mengapa auranya menyeramkan begitu.”


Yang jelas, si pemanah itu kini sedikit merinding saat Hua Lin terus menatapnya dengan tatapan tajam. Ini jelas tidak seperti sedang jatuh cinta.


“Sepertinya aku akan kabur saja.” gumam pemanah itu. Ia langsung melesat dari satu pohon ke pohon ke pohon lainnya. Bila dilihat dari kejauhan, maka itu hanya terlihat seperti sekelebat bayangan hitam yang sedang melesat.


Hua Lin memutuskan untuk tidak mengejarnya. Walaupun ia mungkin masih bisa mengejarnya, namun seperti akan menguras tenaga yang cukup banyak. Dan lagi, mana bisa ia meninggalkan bocah ini sendirian. Mungkin ia telah melupakan fakta bahwa gadis ini adalah hantu dan bisa menghilang dan muncul sesuka hati.


“Kau tidak baik-baik saja.”


Itu bukanlah pertanyaan, melainkan pernyataan. Hua Lin tahu, gadis ini tidaklah baik-baik saja, namun berusaha disembunyikan. Melihat reaksi Zhang Yui Wei, sepertinya ini pernah terjadi sebelumnya.


“Pergilah, semua akan baik-baik saja.” ucap Hua Lin.


Zhang Yui Wei entah mendengarnya atau tidak, namun di saat yang bersamaan gadis itu langsung menghilang. Nyatanya, Hua Lin tak begitu perduli. Mungkin ia akan kembali ke festival dulu saja.


***


BRUUK


Zhang Yui Wei langsung terjatuh begitu seseorang menabraknya. Entah ia yang kurang fokus hingga tidak memperhatikan jika ada orang, atau orang yang ditabraknya yang salah. Atau mungkin keduanya memang tidak memperhatikan sekitar sehingga saling menabrak. Entahlah, ini membuat pusing.


“Apa kau baik-baik saja?”


Zhang Yui Wei seketika mendongak saat suara berat menyapa pendengarannya. Rasanya lehernya sakit ketika harus mendongak karena orang yang dia tabrak cukup tinggi. Seorang pria tinggi. Namun, bukan berarti ia itu pendek! Ini masih dalam masa pertumbuhan.


Pria ini masih mengulurkan tangannya pada Zhang Yui Wei yang terdiam. Gadis itu langsung meraih tangannya dan segera berdiri. Memang, uluran itu cukup berguna. Ia membersihkan gaunnya yang terkena tanah. Untunglah tanahnya tidak basah. Kalau tidak, pastinya gaunnya akan mirip seperti lap.


“Maaf, saya tidak sengaja.” Pria itu tersenyum ke arahnya.


Namun, senyuman itu terasa menyebalkan baginya. Walaupun tengah tersenyum, itu tidak memiliki makna apa-apa. Hanya sebuah senyum kosong, seperti ditujukan untuk sebuah kesopanan. Namun, Zhang Yui Wei tak menyukainya. Itu seperti halnya membohongi diri sendiri. Mengatakan baik-baik saja padahal tidak.


Pria itu hanya terdiam dan membiarkan gadis itu pergi. Ia terus memandang arah Zhang Yui Wei pergi. Ke arah festival.


“Sepertinya kita akan bertemu lagi, nona.” ucapnya datar.


***


Zhang Yui Wei menghela nafas lega. Jujur saja, ia sedikit merasa tidak nyaman saat bersama dengan pria yang ditabraknya tadi. Bagaimana jika ternyata Pria itu adalah seorang penipu? Tentu ia tidak ingin menjadi korbannya. Walaupun ia pernah menjadi penipu.


Iya, penipu. Ia berjanji akan membawa ibunya untuk segera pergi dari rumah s*alan itu. Namun, ia masih belum bisa mewujudkannya. Apalagi identitasnya sebagai seorang pembunuh bayaran, akan membuat ibunya terancam.


Rencananya, sebelum ia meninggal, itu adalah misi terakhir yang akan ia lakukan. Dan setelah itu, ia akan memulai hidup baru dengan identitas yang baru. Namun, ternyata takdir berkata lain. Ia malah berakhir mati di tangan Qiyue, sahabatnya. Padahal ia masih belum bisa mewujudkan harapannya. Membuat ibunya bahagia .....


Ngomong-ngomong, bagaimana kabar wanita tua itu saat tahu kalau anaknya ini telah tiada? Dan lagi, mengalami reinkarnasi yang sampai saat ino masih membingungkannya.


Atau mungkin kematiannya telah disembunyikan oleh organisasi? Tidak akan ada lagi gadis bernama Hua Lin di negara itu. Tentu saja, organisasi bisa melakukannya.


Sejak awal, organisasi itu sangatlah misterius. Ia bahkan tidak pernah mengetahui siapa boss sebenarnya di balik layar. Organisasi itu memang sangat membantu masyarakat. Namun, keberadaannya juga meresahkan. Itu seperti bom waktu.


Organisasi ini juga bisa berbalik, melakukan kejahatan dan menjadi musuh negara. Presiden juga merasa resah akan hal itu hingga pernah menyuruh organisasi dari luar negeri untuk bertindak. Sayangnya, hal itu membuatnya turun dari jabatannya. Entah atas alasan apa.


Yah, inti dari semua ini adalah, jangan pernah mengusik organisasi itu. Mungkin nasib presiden itu masih lebih baik.


Wait, kayaknya ini mulai melenceng dari cerita? Oke-oke, back to story .....


“Kau ini dari mana saja?”


Dengan malas, Zhang Yui Wei menoleh ke sumber suara. Yah, memang tidak bisa menyingkirkan pria ini. Entah mengapa mereka jadi sedikit.... dekat?


Tidak, tentu ia tidak akan mengakuinya.


“Memangnya kenapa? Aku hanya pergi mencari angin segar. Lagi pula di sini pengap dan berisik.”


Yang Jia Jun mengangguk pelan. Memang benar yang dikatakan oleh gadis ini. Namun, jika si pink ini hilang bagaimana? Yang jelas, Zhang Jiu Zhi pasti akan menghampirinya dan melabraknya seperti sedang melabrak pelakor.


Huh, membayangkannya saja sudah membuatnya merinding.


Huh?


Zhang Yui Wei menoleh pada asal suara. Ia yakin jika ia mendengar suara Guzheng[1]. Apakah ini adalah bagian dari festival?


“Danau Angsa.” gumam Yang Jia Jun.


“Danau.... angsa?” Zhang Yui Wei tanpa sadar mengucapkannya kembali. Ia menatap Yang Jia Jun yang tengah memperhatikan seorang Pria yang tengah memainkan Guzheng.


Tunggu, kenapa pria itu ada di sini?!


——


Another: Danau angsa? Apa kalian masih ingat?


[1]: alat musik yang mirip dengan kecapi, dengan senar 18-23 atau lebih. Guzheng dimaksudkan untuk pertunjukan opera dan konser Tiongkok, dan sering dimainkan dalam ansambel musik tradisional. Alat musik ini biasanya dimainkan oleh musisi wanita. Untuk lebih detailnya, bisa cari di g*ogle.