Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 058. Festival [3] Bukankah Ini Cantik? Apanya?



Episode sebelumnya .....


Zhang Yui Wei langsung terkesiap dan mundur beberapa langkah untuk menghindari pria dengan aura sedikit biawak ini. Dia ingat, pria ini pernah terjebak 'insiden' dengannya waktu ia kabur untuk jalan-jalan. Kenapa ada di sini?


Kemudian, matanya langsung berubah seperti sebuah pemindai dan melihat Yang Jia Jun dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jelas sekali kalau pria ini adalah bangsawan yang disegani. Pandangannya langsung tertuju pada token yang bertengger di pinggang pria itu. Zhang Yui Wei menyipitkan matanya dan berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas tulisan yang ada di sana.


Sedangkan Yang Jia Jun, pria itu merasa sedikit gugup saat Zhang Yui Wei mendekat sambil menunduk. Gadis ini mau apa? Sekarang gilirannya berjalan mundur untuk menjauhi Zhang Yui Wei. Padahal niatnya hanya ingin menyapanya, tapi kenapa suasana diantara mereka jadi begini?


Yang Jia Jun menelan ludahnya dengan susah payah. “Hei, kau ini mau apa?”


Namun, bukannya menjawab, gadis ini malah semakin mendekatinya. Hei, dia tidak ingin berbuat macam-macam, kan?


BRUUKK


***


Seseorang tiba-tiba saja menabrak bahu Yang Jia Jun dan pergi begitu saja. Yah, hal ini memang wajar dan sering terjadi di dalam festival. Karena lengah, akhirnya pria itu pun terdorong dan kini mendekat pada Zhang Yui Wei.


“Aduh!”


Zhang Yui Wei meringis saat keningnya sedikit bertabrakan dengan Yang Jia Jun. Kemudian, ia membaca tulisan di token itu.


“Yang.” gumam Zhang Yui Wei.


Mendengar hal itu, Yang Jia Jun menatap ke bawah untuk melihat tokennya. Ternyata gadis ini ingin membaca tulisan di token miliknya? Padahal tadi dia sudah berpikir macam-macam.


“Ekhem. Yah, itu margaku. Namaku Yang Jia Jun.” ucap pria itu sambil berdehem. Telinganya sedikit memerah karena telah salah paham dengan tindakan Zhang Yui Wei yang menurutnya aneh.


“Yang Jia Jun?” beo gadis itu. “Oh, apa kau teman Zhang Jiu Zhi?”


Yang Jia Jun tersenyum tak berdaya. Bahkan gadis ini berani memanggil kakaknya tanpa embel-embel 'Kakak'.


“Kau benar.”


SRET


Tanpa menunggu satu tarikan nafas, Zhang Yui Wei menarik Yang Jia Jun untuk ikut bersamanya kemanapun gadis ini pergi. Tunggu, ini .....


*Deg deg deg*


Apakah Zhang Yui Wei bisa mendengar suara detak jantungnya? Bahkan tanpa menyentuhnya pun ia sudah bisa merasakan degup jantungnya sendiri. Ia seperti tersihir dan mengikuti kemana Zhang Yui Wei melangkah.


Tidak, tidak bisa seperti ini! Kenapa ia malah ikut saja?


TAP


Langkah Yang Jia Jun berhenti di tempat dan membuat Zhang Yui Wei menoleh dengan bingung. “Kenapa malah menarikku?” tanya pria itu bingung.


Zhang Yui Wei mengernyit. “Jadi, kau tidak ingin ikut denganku? Padahal aku ingin kau menemaniku. Aku tidak punya teman untuk diajak. Jadi, apa kau menolaknya? Kalau begitu aku katakan saja pada Kakak kalau—”


“Tidak perlu, aku tidak keberatan.”


Pada Akhirnya yang Jia Jun harus mengalah pada gadis ini. Singkirkan semua pemikiran kalau gadis ini imut dan lemah lembut. Nyatanya dia mengancamnya!


Sejauh keduanya berjalan, orang-orang memandangi mereka dengan berbagai tatapan. Sebagian besar menatap iri karena Yang Jia Jun berjalan dengan seorang gadis kecil. Ia akui dirinya cukup tampan. Tapi, ini bukan saatnya membahas itu! Jujur saja, Yang Jia Jun mulai merasa tak nyaman dengan situasi ini.


Zhang Yui Wei malah menjawab dengan ketus. “Tidak perduli.”


Tidak perduli?


Sudahlah, ia hanya perlu menemani gadis ini berjalan-jalan. Selesai, kan? Namun, sepertinya bayangan itu harus ia singkirkan. Karena nyatanya sedari tadi gadis ini terus berjalan mengitari tempat festival sambil mencari hal menarik. Ia jadi ragu ini akan selesai cepat.


“Bagaimana jika ke sana?” ucap Zhang Yui Wei sambil menarik Yang Jia Jun untuk pergi ke salah satu penjual makanan. Tentu saja, makanan .....


“Nona, apa anda ingin beli ini? Kau bisa mencicip dulu.” ucap seorang bibi menawarkan kue kering dagangannya.


Zhang Yui Wei tentu saja tidak akan menolak dan mengambil salah satu kue dari piring yang diberikan oleh bibi itu. Ia menggigit kue kering itu. Rasanya renyah, tidak terlalu manis, juga wanginya harum membuat selera makannya sedikit meningkat.


“Apa kau tidak coba? Ambillah satu.” ucap Zhang Yui Wei yang kini teringat ada seorang pria yang menemaninya. Jangan sampai pria ini pergi karena tidak diajak untuk ikut makan olehnya.


“Baiklah.”


Bukannya mengambil yang ada di piring, dia malah menggenggam tangan Zhang Yui Wei dan memakan kue kering yang belum habis dimakan oleh gadis itu. Lebih parahnya lagi, dia malah menjilati remahan kue di jemari Zhang Yui Wei membuat gadis itu merasa geli akibat tindakan Yang Jia Jun.


“Kau kan bisa mengambil yang ada di situ. Kenapa malah memakan punyaku? Menyebalkan.” ucap Zhang Yui Wei kesal sendiri.


Mungkinkah pria ini berniat balas dendam? Dan lagi, bibi itu pasti salah paham karena pria ini yang tidak berpikir tempat. Lihat saja, sekarang dia sedang memalingkan wajahnya supaya tidak melihat 'pasangan yang sedang bermesraan'.


“Ekhem, bibi. Aku ingin beli.” ucap Zhang Yui Wei yang sedikit canggung.


Bagaimana tidak? Setelah kejadian tadi, seluruh perhatian berpusat pada mereka.


“Hoho, tentu saja. Jika dilihat, kalian cocok juga.”


“Ekhem.”


Zhang Yui Wei melirik Yang Jia Jun. Pria itu kini tengah memalingkan wajahnya. Apakah dia juga sedikit linglung dengan tindakannya sendiri? Baguslah jika masih punya malu. Setidaknya urat malunya masih ada.


“Mau kemana lagi?” tanya Yang Jia Jun sambil berjalan.


Ia melirik ke samping, namun gadis itu sudah tidak ada di dekatnya. Kemana gadis pembuat onar itu pergi? Jika saja gadis itu hilang, bisa-bisa ia yang disalahkan. Harus cepat mencarinya!


Saat berbalik, rasanya Yang Jia Jun ingin memukul seseorang sebagai pelampiasan. Ternyata Zhang Yui Wei saat ini tengah berdiri di depan pedagang topeng. Pantas saja tidak terlihat.


“Hei, jangan berlarian kemana-mana. Bagaimana jika kau hilang? Kau itu kan kecil, akan sulit untuk mencarimu.” gerutunya.


Pria ini sedang mengkhawatirkannya atau sedang mengejeknya? Zhang Yui Wei merasa geram dan langsung menginjak kaki pria menyebalkan ini sekuat tenaga. Apalagi sepatunya mirip seperti sepatu hak.


Yang Jia Jun yang merasa sakit di kakinya langsung berjalan dengan satu kaki sambil melompat-lompat. Jujur saja, ini lumayan sakit. “Kejam sekali.”


“Bukankah ini cantik?”


 


**Wait, cantik? Apanya yang cantik? Wow, menggantung sekaleh. Kira-kira apa maksud dari FL kita? Cari di Ch selanjutnya ya, bye bye!!


wkwkwk


...🌾🌾🌾**...