
Ling Luo seketika bergidik ngeri dan menoleh ke belakang dengan takut-takut. Di belakangnya dia bisa melihat Xiao Gui yang sudah siap kapan saja untuk membuat dirinya menjadi permen jelly dan memakannya.
"Waaa waaa waaa,"
Setidaknya walaupun dirinya tidak bisa berbicara layaknya hewan kontrak Lu Xiao Lan yang lain, Ling Luo yang berbicara dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti olehnya, tapi Xiao Gui tahu kalau Ling Luo tengah ketakutan karenanya.
"Tunggu saja nanti sampai hukumanmu bertambah. Sekarang kembali dan lakukan pekerjaanmu." ucap Xiao Gui dengan wajah mengancam.
Seakan tengah memberi hormat pada Xiao Gui, Ling Luo langsung keluar dari tempat itu selagi masih bisa keluar hidup-hidup. Xiao Gui langsung saja berlari kecil ke arah Lu Xiao Lan. Sikapnya berubah 180° dari wajah mengancam berubah menjadi anak kecil yang polos.
"Tuan, apa ada yang ingin tuan tanyakan?" tanya Xiao Gui yang dibalas dengan gelengan kepala dari Lu Xiao Lan.
"Baiklah, tuan. Aku akan memberi tahu tentang tempat lainnya di mansion ini." lanjut Xiao Gui.
Lu Xiao Lan pun mengikuti Xiao Gui dari belakang. Xiao Gui langsung saja menunjukkan semua bagian-bagian penting dari tempat yang ada di mansion ini. Lu Xiao Lan pun kurang lebih sudah mengetahui sebagian besar dari bagian mansion ini.
Untuk detail tentang ruangan yang lainnya author skip karena author terlalu males buat detail ruangannya🙃
"Oh, ternyata ada banyak sekali ruangannya. Bahkan aku sedikit lelah karena sedari tadi terus berjalan. Apakah kau tidak lelah?" ucap Lu Xiao Lan sambil mengelap keringat yang ada di dahinya.
"Tentu saja tidak lelah. Aku ini seperti setengah bagian dari ruang dimensi. Aku sudah sejak awal terbentuk bersama ruang dimensi ini, ya begitulah." ucap Xiao Gui.
"Sepertinya tuan cukup lelah setelah berjalan-jalan di mansion. Aku akan mengantar tuan ke kamar untuk beristirahat" ucap Xiao Gui yang mulai berjalan lagi menuju sebuah kamar.
Lu Xiao Lan pun hanya mengikuti Xiao Gui saja. Dia diarahkan menuju ke sebuah kamar. Kini dia telah sampai di depan pintu kamar yang berwarna biru juga dan membuka pintu dengan gagang yang berukirkan sekumpulan bunga yang tidak pernah Lu Xiao Lan temui sebelumnya.
Perlahan Lu Xiao Lan membuka pintu tersebut dan dapat melihat kamarnya yang cukup sederhana namun juga elegan. Ranjangnya cukup luas dan empuk. Di sana juga ada meja dan kursi yang disiapkan jika Lu Xiao Lan ingin mengerjakan sesuatu di kamarnya.
Di sana juga terdapat foto Lu Xiao Lan dulu saat masih di zaman modern. Semua foto itu dipajang di dinding juga ditaruh di meja kecil dekat ranjang. Lu Xiao Lan terkejut karena semua foto-fotonya ada di sini.
"Ini kan foto-fotoku? Bagaimana bisa berada di sini?" tanya Lu Xiao Lan dengan ekspresi terkejut.
"Oh, kami mengambilnya dari zaman modern, tempat di mana tuan tinggal sementara." jawab Xiao Gui.
Mendengar jawaban dari Xiao Gui, Lu Xiao Lan seketika membulatkan matanya terkejut. Tidak ada yang mengetahui perihal hal itu selain dirinya. Dan dirinya juga tidak pernah menceritakannya ke orang lain. Tapi bagaimana bisa Xiao Gui mengetahuinya?
Lu Xiao Lan sekali lagi terkejut, tapi tidak menampakannya. Hanya wajah datar yang terpasang di wajahnya saat ini. "Lalu, bagaimana dengan ragaku yang sementara aku tempati ini? Aku kan tidak mungkin meninggalkannya begitu saja terlantar di hutan kematian. Bagaimana kalau ada binatang buas?" tanya Lu Xiao Lan dengan nada sedikit cemas, namun ekspresinya tetap saja datar. Gk sinkron, wkwkwk ...
"Tenang saja, tuan. Raga sementara tuan telah diberi pelindung yang membuatnya tidak ada yang bisa melihatnya. Kecuali kalau dia adalah kultivator tahap Pemurnian Jiwa. Tapi, kalaupun mereka menemukannya, mereka juga tidak akan membutuhkan raga tuan yang lemah begitu." ucap Xiao Gui yang sedikit mengejek Lu Xiao Lan yang bahkan belum bisa mengumpulkan qi sama sekali.
"Hei, bagaimanapun juga itukan raga yang sedang aku tempati!" ucap Lu Xiao Lan sedikit kesal karena itu seperti mengejeknya.
Lu Xiao Lan yang ingin segera tidur di kasur yang empuk, segera mendorong Xiao Gui untuk keluar dari kamar dan segera menutup pintu dengan kasar. Xiao Gui yang saat ini sedang kosong segera berpikir. 0.0
"Apa yang sedang terjadi?" gumamnya.
Lu Xiao Lan segera berbaring di kasur yang empuk dan juga besar itu dan tanpa sadar dia pun mulai tertidur. Namun, saat tengah tertidur pulas, tiba-tiba ada sesuatu yang menarik dirinya, namun terlambat.
Lu Xiao Lan baru sadar saat dirinya telah terserap sepenuhnya ke dalam sebuah lubang. Kamar itu sekarang kosong dan tidak ada siapapun di sana.
"Uh, dimana ini? Apa aku melintasi waktu lagi? Tapi itu tidak mungkin juga. Selama tugas belum terselesaikan, maka aku juga belum bisa pergi." gumam Lu Xiao Lan dengan bingung.
Lalu, tiba-tiba ada suara seorang gadis kecil yang kira-kira berumur 4 tahun. Rambut peraknya yang berkibar karena angin yang dihasilkan karena berlari, membuatnya terlihat menawan walaupun masih kecil.
Wajahnya yang putih bersih dan rona merah di pipinya khas anak kecil yang begitu polos. Matanya yang berwarna coklat teduh menambah kesan imutnya.
Anak kecil itu berlarian menuju dirinya, dan ada seorang gadis kecil yang kira-kira berumur 7 tahun sedikit kewalahan mengejar anak kecil itu karena dirinya begitu lincah.
Rambut gadis kecil itu yang berwarna coklat dan matanya yang berwarna hitam sehitam malam juga tidak kalah imut dan cantik. Hanya saja dia terlihat sedikit lebih dewasa.
"Ada orang di sini? Itu artinya aku bisa bertanya." gumam Lu Xiao Lan menemukan sedikit harapan untuk bisa keluar dari tempat yang aneh itu.
"Halo, apa aku bisa bertanya? Aku—"
Ucapan Lu Xiao Lan seketika terhenti saat anak kecil yang tengah berlari ke arahnya itu dan semakin mendekat menembus tubuhnya. Dia sendiri terkejut. Dan hal yang sama juga terjadi saat gadis kecil itu tengah berusaha mengejar. Dia juga menembus dirinya!
Lu Xiao Lan membalikkan badannya ke samping dan membeku karena kedua orang itu sama sekali tidak tahu dengan keberadaannya.
"Apa ini ... Apa yang sebenarnya sedang terjadi ...?"