Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 20. Makhluk Aneh Itu Ling Luo



Lu Xiao Lan terkejut dan segera menoleh ke arah lain. Pandangannya bertemu dengan sepasang mata imut dan wajahnya yang menggemaskan, namun dia tidak mempunyai kaki.


Sepertinya dia adalah sebuah roh. Tunggu, sebuah roh?! Bukankah itu artinya dia adalah hantu? Kenapa bisa ada hantu berada di tempat yang sama dengan Lu Xiao Lan? Entahlah, author juga gak tahu.


"Selamat datang kembali, tuan. Aku sudah lama menunggumu, kau tahu. Akhirnya kau kembali!" ucap roh anak laki-laki kecil itu dengan bersemangat dan menatap Lu Xiao lan dengan mata yang berbinar.


Lu Xiao Lan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh hantu anak laki-laki itu. Selamat datang kembali? Sudah lama menunggu dirinya? Akhirnya kembali? Tidak ada satupun ucapan hantu anak laki-laki itu yang dia mengerti.


"Apa maksudmu? Dan ... ini ada di mana? kenapa aku bisa ada di sini? Padahal kan aku sedang berlatih tadi." tanya Lu Xiao Lan dengan bertubi-tubi dan membuat hantu anak laki-laki itu menjadi tak berdaya.


"Tenanglah, tuan. Sebelumnya, aku akan perkenalkan dirimu dulu. Namaku adalah Xiao Gui, jangan lupakan itu. Dan tuan berada di ruang dimensi. Di sini kaya akan energi spiritual. Tuan bisa merasakannya juga kan?" jelas Jing Shen pada Lu Xiao Lan sambil memakan permen lollipop yang entah dari mana datangnya menambah kesan imutnya.


"Iya, kau benar. Energi spiritual di sini sangat melimpah dan begitu murni. Dan juga, oksigen di sini membuatku merasakan nyaman." ucap Lu Xiao Lan membenarkan penjelasan dari Xiao Gui dan menghirup udara di sana yang juga mengandung energi spiritual.


"Baiklah, aku akan lanjutkan. Di sini, tuan bisa berlatih dan tuan mempunyai banyak waktu. Karena, waktu di sini 10x lipat lebih cepat daripada yang berada di luar. Jadi, tuan bisa berlatih selama 10 hari, sedangkan di luar hanya 1 hari saja. Dan di sana juga ada mansion milik tuan. Di sana juga terdapat banyak ruang. Aku akan antarkan tuan untuk melihat-lihat." lanjut Xiao Gui.


Xiao Gui yang masih memegang permen lollipop dan memakannya sedikit-sedikit dan membuatnya begitu irit sehingga permen lollipop-nya tidak akan cepat habis. Dia berjalan menuju mansion yang begitu megah dengan warna biru laut yang mendominasi dengan Lu Xiao Lan mengikutinya di belakang.


"Wow, mansion ini cukup megah. Dan, terlihat luas." ucap Xiao Lan mengagumi mansion yang ada di ruang dimensinya itu.


Xiao Gui segera mengetik sesuatu seperti password ke layar yang berada di depan gerbang mansion. Sejenis keamanan, jika salah memasukkan password maka tidak akan bisa masuk. Dia kemudian menoleh ke arah Lu Xiao Lan yang sedang berdiri di belakangnya.


"Tuan, silahkan kau masukkan password-nya ke layar ini. Aku sudah mengatur ulang password-nya." ucap Xiao Gui yang masih dengan permen lollipop-nya.


Lu Xiao Lan mengangguk dan melangkah maju dan kini ia berdiri sejajar dengan Xiao Gui. Lalu dia menjulurkan tangannya dan segera mengetik password dengan acak. Setelahnya, sebuah pemindai yang berbentuk seperti sebuah mata muncul dan segera memindai tuannya.


Setelah pemindaian itu telah selesai, gerbang mansion dengan sendirinya terbuka dan menampilkan sebuah mansion mewah dengan warna biru laut yang mendominasi. Lu Xiao Lan tersenyum tipis dan segera masuk bersama Xiao Gui.


Xiao Gui yang berjalan di depan memimpin dan mulai menunjukkan apa saja yang ada di sana. Tentu saja sambil terus memakan permen lollipop-nya yang seolah tidak habis-habis.


Akhirnya mereka berdua pun sampai di sebuah tempat yang cukup luas. Di sana ada matras, samsak, beberapa pakaian untuk latihan. Bahkan ada boneka kayu yang digunakan untuk latihan, anggap saja seperti sedang bertarung dengan orang lain dan bukannya boneka kayu.


Boneka kayu itu tiba-tiba bergerak ke arah Lu Xiao Lan dan membuat dirinya sangat terkejut. Namun, yang tergambar di wajahnya hanyalah sebuah ekspresi datar. Sungguh cocok disebut dengan Queen Mafia, auranya yang dingin dan wajahnya yang datar.


"Ternyata, boneka kayu ini bisa bergerak juga. Apakah ini karena energi spiritual yang mereka punya sehingga membuat mereka bisa bergerak? Itu cukup bagus." tebak Lu Xiao Lan dengan wajah kagum.


Matanya menelisik setiap inci boneka kayu itu dan merasa kagum. Bahkan dia juga beberapa kali menyentuh permukaan kayu yang halus itu. Bahkan sambil mengetuk-ngetuk nya juga, dan kayu itu memang cukup kuat.


Ekspresi Xiao Gui saat ini : "-_-


"Tentu saja. Boneka kayu ini memiliki inti kristal yang mengandung energi spiritual yang membuatnya bisa bergerak layaknya manusia. Namun, dia tidak mempunyai pikiran, dia seperti sebuah mayat hidup. Dia akan terus menyerang sampai tubuhnya benar-benar hancur dan inti kristalnya segera diambil sebelum tubuhnya menyatu kembali." jelas Xiao Gui sambil menunjuk ke arah boneka kayu itu.


"Oh, ternyata bisa begitu juga ya. Mirip di novel-novel yang aku baca. Dan juga, benda apa ini?" tanya Lu Xiao Lan sambil menunjuk-nunjuk sesuatu yang berbentuk seperti bawang, namun bentuknya lebih besar berkali-kali lipat dan juga tubuhnya kenyal dan lentur.


"Ling Luo, apa yang sedang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau berada di gunung? Sekarang cepat kembali!" ucap Xiao Gui dengan nada mengintimidasi, namun itu malah membuatnya semakin imut, apalagi karena permen lollipop-nya.


"Ling Luo? Siapa Ling Luo?" tanya Lu Xiao Lan, lalu pandangannya tertuju pada makhluk aneh yang berada di tangannya. "Tidak mungkin dia, bukan? Kau mengenal makhluk ini?" tanya Lu Xiao Lan lagi dengan pandangan bertanya-tanya.


"Tentu saja kenal, sangat kenal. Dia ini adalah hewan kontrakmu yang paling nakal. Dia mencuri stok permenku, makanya aku menghukum dia, tapi sekarang dia malah kabur" jawab Xiao Gui dengan wajah kesal sambil menggigit permen lollipop-nya untuk menyalurkan rasa kesalnya.


Makhluk aneh dengan nama Ling Luo ini menjulurkan lidahnya untuk mengejek Xiao Gui. Arti tatapannya mengisyaratkan 'Haha, rasakan itu! Kau tidak akan bisa menghukumku!'


"Oh, jadi makhluk aneh ini mencuri permenmu? Hanya karena itu? Tapi ya sudahlah, aku tidak ingin mengurusi masalahmu dengan Xiao Gui. Ini, aku serahkan dia padamu" ucap Lu Xiao Lan dengan tanpa perasaan melempar Ling Luo.


Ling Luo yang refleks pun langsung saja menangkap makhluk berbentuk bawang yang seperti jeli itu dan tersenyum manis. Namun, arti di balik senyuman itu tidaklah begitu.


"Hahaha, kau ingin bilang kalau ada tuan makanya aku tidak bisa menghukummu? Sayang sekali ya, sekarang kau ada di tanganku?" ucap Xiao Gui dengan senyum penuh arti, dengan wajah yang menggelap.