Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 060. Festival [5] Sesayang Itukah Dengan Topeng Itu?



Episode sebelumnya .....


“Kalian sedang apa?”


Keduanya serentak langsung menoleh pada sumber suara. Pria itu—Zhang Jiu Zhi—mengernyit dengan wajah tidak senang melihat adiknya dekat dengan pria lain. Padahal baru beberapa hari ia tak melihat Yang Jia Jun, ternyata sekarang ia telah cukup dekat dengan adiknya.


Zhang Jiu Zhi langsung menarik adik kecilnya itu ke sisinya dan menatap sahabatnya itu dengan wajah muram. Ia kurang suka bila pria ini dekat dengan Zhang Yui Wei.


Yang Jia Jun langsung saja menjelaskan, takut pria ini memiliki pikiran lain—tentang ia dan gadis kecil itu—padanya. “Hei, jangan salah paham. Aku hanya menemani dia jalan-jalan karena katanya tidak punya teman untuk diajak.”


“Oh, kalau begitu aku yang akan menemaninya. Tugasmu telah selesai, Tuan Muda Yang. Kau bisa pergi sekarang.”


Jelas-jelas pria ini tengah mencoba mengusirnya. S*al, Zhang Jiu Zhi ini siscon, bahkan ia tak boleh dekat dengan adiknya. Rasanya ingin protes, tapi takut.


“Kakak.” Zhang Jiu Zhi langsung menoleh pada adiknya yang kini tengah menarik-narik pakaiannya. “Ada apa?”


***


Zhang Yui Wei tidak menjawab pertanyaan yang tertuju padanya itu dan hanya terdiam sambil menatap ke arah lain. Zhang Jiu Zhi mengernyit. Apa yang sedang gadis ini lihat? Ia ikut menoleh ke arah pandang adik bungsunya itu. Dia menyipitkan matanya saat melihat seorang gadis yang tengah berdiri tak jauh dari mereka berdua. Tidak, maksudnya bertiga. Jangan lupakan Yang Jia Jun yang kini seperti kotoran sapi! Diacuhkan,


“Xuan Yi.”


Kini giliran Zhang Yui Wei yang mengernyit. Jadi kakaknya ini kenal dengan Kakak cantik yang ada di sana? Woah, apa gadis itu adalah pacarnya?! Ternyata diam-diam pria ini juga punya pacar. Harusnya bilang dong!


Eh, tapi tunggu dulu. Kenapa suasananya aneh begini? Kenapa ia merasa seperti sedang berada di kutub utara? Samar-samar ia merasakan aura dingin di sekitarnya. Dan lagi, kenapa Kakaknya hanya diam saja di sini?! Harusnya kan ia berlari ke arah gadis bernama Xuan Yi itu dan mengatakan,


“Honey, aku datang!”


atau,


“Darling, aku sudah menunggumu!”


Haih, pikiran melantur macam apa ini? Jika saja Kakaknya betulan bersikap konyol seperti itu, maka ia bersedia menjadi teman kuda! Yah, tidak mungkin juga itu terjadi sih.


Zhang Yui Wei menyikut-nyikut lengan Zhang Jiu Zhi. “Kakak, apa kau mengenalnya? Kenapa tidak mengajaknya kemari?”


Yah, itu tampak seperti sedang meledek, “Ahaha, kau punya pacar, ya!”


Tapi tentu saja ia tak mengatakan itu. Yah, ia masih ingin hidup damai sejahtera.


“Tidak, tidak kenal.” jawab Zhang Jiu Zhi dingin.


Tidak kenal? Jangan bercanda!


Bukankah tadi pria ini memanggil gadis itu Xuan Yi? Ia yakin tidak salah dengar. Lalu, apa maksudnya tidak kenal?!


Rasanya wajahnya seperti berubah menjadi tampan. Ia menatap Xuan Yi dan bersimpati pada gadis itu. Pandangannya seperti mengatakan, “Kakak cantik, kasihan sekali hidupmu. Mencintai patung batu ini!”


Gadis itu—Xuan Yi—masih diam terpaku di tempatnya sambil memandangi Zhang Jiu Zhi. Bohong jika mengatakan mereka berdua tidak punya hubungan apa-apa!


Jiwa bergosip dalam dirinya bergejolak. Zhang Yui Wei kini melangkah sedikit demi sedikit mendekati Yang Jia Jun. Pria ini pasti tahu sesuatu! Dia kan sahabat kakaknya, mana mungkin tidak tahu apapun.


Zhang Yui Wei mendekat pada Yang Jia Jun dan membisikkan sesuatu dengan satu tangannya menutupi gerakan bibinya, supaya kakaknya tidak tahu apa yang ia bicarakan. “Psstt, hei! Apa kau tahu ada apa diantara mereka?”


Yang Jia Jun mendekatkan telinganya untuk mendengar lebih jelas dan menjelaskan dengan bersemangat sambil berbisik. “Mereka itu tadinya sepasang kekasih. Tapi Xuan Yi tiba-tiba saja—”


Tiba-tiba saja suara dingin menyapa indra pendengaran mereka. “Kalian ini sedang membicarakan apa?”


Yang Jia Jun terkesiap, sikapnya seperti kucing yang terinjak ekornya. Ia langsung mengambil langsung mundur dan menggeleng pelan, mengisyaratkan ia tak bisa menceritakannya lagi. Kenapa? Mungkin karena takut Zhang Jiu Zhi.


💢


Yah, walaupun ia akui ia memang imut, namun ia juga tak ingin terlalu terkenal. Nanti banyak fans-nya!


Wkwkwk, sangat narsis, ya?


“Dasar pengecut! Kalau ku-santet dosa tidak, ya?”


Untuk soal itu, pikirkan saja nanti.


Zhang Yui Wei menoleh ke arah Xuan Yi berada, namun gadis itu sudah tidak ada lagi di sana. Wait, ke mana perginya dia?! Yang tadi itu bukan hantu, 'kan?! Bukan temannya mbak kunti, kan?!


Zhang Yui menoleh ke tempat Zhang Jiu Zhi berada, namun pria itu juga menghilang! Ke mana mereka berdua pergi?!


Zhang Yui Wei kini beralih untuk menatap Yang Jia Jun, namun pria itu hanya mengedikan bahunya.


💢


Dasar tidak berguna!


“Apakah mereka sedang kencan?” gumam Zhang Yui Wei yang kini telah melantur sana-sini.


Di saat Zhang Yui Wei tengah melamun, tiba-tiba saja kerumunan itu berlarian ke arah sungai. Ada apa ini sebenarnya?


Yang jelas, tubuh kecilnya kini terseret oleh kerumunan massa. Siapa saja, bisakah menolongnya?!


TAK


Topeng yang ada di tangannya terjatuh. Zhang Yui Wei tidak perduli dengan orang-orang yang terus berlalu lalang. Ia berusaha meraih topeng itu, lalu menyimpannya. Jangan sampai jatuh lagi!


Sesayang itukah dengan topeng itu?


Tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dari kerumunan. Entah siapa, namun ini membantunya untuk keluar dari sini. Jujur saja, itu cukup menyebalkan. Apalagi tubuhnya yang kecil .....


“Tetaplah di disisiku.”


Zhang Yui Wei menoleh dan mendapati Yang Jia Jun tengah menatapnya dengan serius. Wait, kok jadi sedikit ambigu, ya? Ini terasa seperti .....


Sudahlah, jangan dibahas lagi.


“Kau ini kecil, jadi mudah terseret-seret. Jika kau hilang, nanti pria itu akan mengamuk padaku!” lanjutnya.


Ini terdengar seperti pria ini tengah mengejeknya. Padahal ia sudah cukup terharu, namun semuanya jadi buyar! Bisakah pria ini tidak mengejeknya? Setidaknya, katakan hal yang manis!


“Menyebalkan!”


Zhang Yui Wei menyikut perut Yang Jia Jun hingga pria itu mengerang kesakitan. Ia tidak bohong, rasanya cukup sakit! Apakah Zhang Yui Wei cocok untuk dipanggil sebagai seorang gadis?


“Bisakah berhenti memukulku? Itu sakit!” keluhnya.


“Hmph,” Zhang Yui Wei memalingkan wajahnya sebal.


🥲😐


“Apa kau ingin ke sana? Orang-orang akan menaruh harapan di sungai?”


Zhang Yui Wei kembali menoleh padanya dengan wajah penasaran. Menaruh harapan? Di sungai? Bagaimana itu? Ia belum pernah mendengar hal seperti itu.


...🌾🌾🌾...