Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 024. Suasana yang Canggung



Sebelumnya author minta maaf karena gk update". Dan kalau suka, silahkan kasih like. Kalo gk, y udh gk ap", itu hak kalian sebagai pembaca~


Happy reading~🙃


Ketiga orang itu untuk sementara terdiam. Pria dengan surai coklat dan warna mata yang sama terdiam melihat seorang pelayan pendamping adiknya ternyata berbeda dari penampilan lemahnya.


Gadis kecil dengan surai merah muda dan mata berwarna magenta seketika terlupa kalau ada orang lain selain mereka berdua. Saking seriusnya berdebat, bahkan sampai tidak sadar dan terlupa.


Sedangkan seorang gadis yang kini tengah berada di ujung tembok menatap ke bawah dimana dua orang tadi bertengkar langsung terdiam sambil terus menatapnya.


Gadis itu yang adalah Hua Hua langsung merasa kalau suasana di sana sangatlah canggung karena perkataannya. Tidak ada yang angkat bicara.


"Ah, nona, tuan muda, silahkan lanjutkan saja, saya tidak akan mengganggu, tenang saja," ucap Hua Hua sambil tersenyum canggung dan tentu malu tentunya.


"Hua Hua, kenapa kau masih di sana?! Ayo cepat turun!" ucap Zhang Yui Wei dengan sedikit berteriak. Dia sungguh telah melupakan pelayan pribadinya yang masih berada di atas sana.


"N-nona, saya tidak berani turun!" jawab Hua Hua sambil menatap Zhang Yui Wei yang berada di bawah sana. Dia bergidik ngeri dan memejamkan matanya karena takut melihat ke bawah.


"Turun saja, gege yang akan menangkapmu nanti!" ucap Zhang Yui Wei mencoba meyakinkan Hua Hua supaya mau turun ke bawah.


"Apa?!" tanya Hua Hua dengan sedikit berteriak. Dia tidak menyangka, pikirannya kini kosong. Bagaimana bisa seorang tuan muda seperti Zhang Ji Xiao menangkap tubuhnya yang hanya seorang pelayan?


Tangan Hua Hua yang sedari tadi berpegang pada tembok seketika tergelincir dan membuatnya terjatuh. Hua Hua seketika tersadar dan berteriak, "Aaakh!!"


"Jangan khawatir, aku akan menangkapnya!" ucap Zhang Ji Xiao dengan mendongak dan sering berpindah-pindah tempat untuk menemukan posisi yang pas untuk menangkap tubuh Hua Hua yang akan segera terjatuh ke tanah.


Namun, saat tubuh Hua Hua terjatuh, bukannya Zhang Ji Xiao bisa menangkap tubuh Hua Hua, malahan gagal. Tubuh Hua Hua yang terjatuh menimpa tubuh Zhang Ji Xiao.


Gk jadi romantis deh ...


Tunggu dulu, sepertinya ini tetap adegan yang romantis ...


"Aduh ..." rintih Hua Hua yang terjatuh ke tanah yang terada begitu empuk. Tunggu, bagaimana bisa tanah menjadi empuk?


Hua Hua menatap ke bawah dan melihat seseorang tertindih oleh tubuhnya. Tubuh itu jugalah yang menahan kejatuhannya. Lalu dia menoleh untuk melihat siapa orang itu.


Namun, saat kedua wajah itu bertemu, tanpa sengaja dua bibir itu saling bertemu dan menempel, berciuman. Hua Hua terkejut ditambah malu, apalagi setelah tahu siapa orang yang berada di bawahnya.


Pria dengan surai coklat dan warna mata yang sama—Zhang Ji Xiao—juga sama terkejutnya dengan Hua Hua. Pipinya juga memerah karena malu. Kedua orang itu terus menatap kosong satu sama lain tanpa menyadari kalau mereka berdua saat ini tengah berciuman.


Sedangkan Zhang Yui Wei saat ini juga terkejut dan memerah saat melihat adengan itu secara langsung di depan matanya. Dia menutup matanya dengan telapak tangan kecilnya dan sesekali mengintip adegan mesra di depannya melalui celah-celah jari.


"Aku tidak melihat apapun, aku tidak melihat apapun," ucap Zhang Yui Wei berulang kali.


Kedua orang itu segera tersadar oleh gumaman Zhang Yui Wei. Hua Hua langsung saja turun dari tubuh Zhang Ji Xiao dan terduduk dengan memalingkan wajah. Dan jangan lupa dengan wajahnya yang telah memerah karena malu.


"Anu, saya masih banyak pekerjaan," ucap Hua Hua yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan kedua orang itu. Bahkan dia melupakan salamnya.


Lalu, seorang pria dengan surai hitam dan matanya yang berwarna hitam pula bingung dengan sikap pelayan—Hua Hua—yang berlari kecil dan bahkan tidak menyadari kalau dirinya telah dia lewati.


"Eh?"


Mengesampingkan pelayan itu, pria itu kemudian menatap Zhang Ji Xiao Ji yang tengah memalingkan wajahnya yang memerah. Lalu pandangannya beralih kepada Zhang Yui Wei yang tengah menggumamkan, "Aku tidak lihat, aku tidak lihat mereka berciuman,"


Namun, Zhang Yui Wei menggumam tidak jelas sehingga pria itu tidak tahu apa yang tengah terjadi, suasana yang canggung nan hening ini. Dia mendekat ke arah Zhang Ji Xiao dan menepuk pelan bahunya. Namun, Zhang Ji Xiao yang sedang tidak fokus akhirnya terkejut.


"Aakh!!"


"Fiuuh, aku kira tadi siapa. Kak, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhang Ji Xiao sambil berbafas lega saat melihat kalau itu adalah kakaknya.


Dia adalah Zhang Jiu Zhi, anak pertama dari Lan Xi Diu, yang merupakan Ibu dari Zhang Yui Wei saat ini. Kepribadiannya tegas namun juga bisa lembut, dan kadang cuek ...


"Kenapa malah kau yang bertanya padaku? Seharusnya di sini yang bertanya adalah aku. Lalu, ada apa dengan Yui'er?" ucapnya sambil menjitak kening Zhang Ji Xiao dengan sedikit keras.


Zhang Ji Xiao yang dijitak pun langsung meringis dan mengusap-usap keningnya yang sakit bahkan berdenyut. Tidak bisa dipungkiri kalau jitakan dari kakaknya sangat sakit.


"Oh, gege, kenapa? Aku baik-baik saja. Oh iya, gege ingin menjenguk aku? Sudah lama tidak berkunjung. Ayo, cepat masuk," ucap Zhang Yui Wei sambil berusaha mendorong tubuh Zhang Jiu Zhi yang lebih besar darinya.


Zhang Jiu Zhi yang tubuhnya didorong oleh kedua tangan mungil Zhang Yui Wei berjalan sambil terus menatap intens Zhang Ji Xiao, seperti tengah melihat seorang tersangka.


Sedangkan Zhang Yui Wei dan Zhang Ji Xiao hanya memasang senyum tak berdaya. Zhang Yui Wei menatap Zhang Ji Xiao dengan penuh percaya diri dan mengisyaratkan, "Aku sudah membantumu, jangan lupa untuk memberiku imbalan,"


Sedangkan Zhang Ji Xiao, dia mengisyaratkan tanda setuju menggunakan tangannya, "👌". Dan Zhang Yui Wei yang melihatnya langsung cengar-cengir sendiri dan segera pergi dari sana dan meninggalkan Zhang Ji Xiao sendirian di sana. Biarkan saja nanti dia menyusul.


***


Zhang Jiu Zhi dan Zhang Yui Wei kini telah sampai di gazebo dan segera duduk di sana. Zhang Yui Wei menatap Zhang Jiu Zhi dengan mata berbinar. Sedangkan Zhang Jiu Zhi bingung karena ditatap seperti itu.


"Kakak, ayo ceritakan padaku." ucapnya dengan bersemangat.


"Cerita? Aku memamangnya harus cerita tentang apa?" tanya Zhang Jiu Zhi mengerutkan kening, bingung.


"Tentu saja saat kau sedang berada di sekte!" jawab Zhang Yui Wei sedikit tidak senang karena Zhang Jiu Zhi bertingkah seperti tidak tahu apapun. Padahal dia memang bingung dan tidak tahu maksud Zhang Yui Wei.


Note: ch selanjutnya akan update di jam berikutnya~


...🌾🌾🌾...