Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 016. Pergi ke Pasar



Suasana di sana seketika berubah menjadi hening. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang bahkan mau bicara. Yang satu sedang mencoba menakut-nakuti yang satunya dan ingin melihat reaksinya. Sedangkan yang satunya belum memberi reaksi apa-apa dan masih saja terdiam dan bingung, belum mengerti maksud ucapan nonanya.


"Ah?" tanya Hua Hua yang belum mencerna perkataan yang terlontar dari mulut Zhang Yui Wei. Hua Hua pun segera tersadar dan mulai mencerna perkataan Zhang Yui Wei tadi.


"Maksud nona? Jadi, kedua tuan muda yang membuat nona menangis seperti tadi? Apakah benar nona?" tanya Hua Hua yang mulai memahami perkataan Zhang Yui Wei yang sebenarnya hanya untuk menakut-nakuti dirinya.


"Hm, iya tentu saja mereka berdua yang membuatku menangis. Kalau tidak, siapa lagi? Hua Hua, aku sangat takut" ucap Zhang Yui Wei yang berlagak menyedihkan dan menyeka air mata buatan menggunakan lengan bajunya.


Hua Hua segera mengerti dan langsung bersiap menggulung lengan bajunya dan bergegas berjalan dengan menginjak tanah dengan keras dihiasi ekspresi marah pada wajahnya.


"Berani sekali mereka membuat nonaku tersayang yang imut ini menangis?! Lihat saja bagaimana aku akan menghajar kedua Tuan Muda!" ucap Hua Hua dengan ekspresi serius dan ada api membara di matanya.


Zhang Yui Wei dapat membayangkan dari ekspresi dan tindakan Hua Hua bagaimana pelayan pribadinya itu menghajar kedua gegenya itu dengan keren.


Membayangkannya saja membuat Zhang Yui Wei ingin sekali tertawa saat melihat gegenya dihajar oleh Hua Hua. Oh, jangan bayangkan itu, atau Zhang Yui Wei akan sakit perut karena menahan tawa.


"Tunggu, Hua Hua. Jangan pergi. Kau benar-benar ingin menghajar kedua gege ku? Memangnya kau berani?" tanya Zhang Yui Wei sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Hua Hua.


Jdeerrrr


Hua Hua tidak memikirkan hal itu. Pertanyaan dari Zhang Yui Wei membuat tubuhnya serasa diberi beban berat. Dia serasa ingin muntah darah atas pukulan itu.


Kau tanya apakah Hua Hua berani? Tentu saja jawabannya adalah tidak!


"Ah, nona, kau soal berani ... tentu saja hamba tidak berani. T-tapi tenang saja, nona! Kalaupun saya akan dihukum, saya juga akan sanggup menerimanya, demi nona!" ucap Hua Hua yang kini api membara menyelimuti tubuhnya.


'Wow, pelayan pribadiku ini sangat patut mendapat apresiasi!' ucap Zhang Yui Wei dalam hati sambil tersenyum tak berdaya karena Hua Hua menganggap serius candaannya.


"Tenanglah, Hua Hua. Aku kan hanya bercanda. Tidak mungkin kan mereka membuatku menangis? Apalagi karena aku cantik dan imut" ucap Zhang Yui Wei yang berusaha menenangkan Hua Hua, dan berujung menjadi narsis.


'Aku tidak tahu kalau nonaku ini sangat narsis?' ucap Hua Hua dalam hati, diam-diam menangisi sifat nonanya yang sangat narsis.


***


"Hua Hua, ayo temani aku berbelanja. Kau tidak mungkin kan membiarkan gadis kecil seperti diriku ini untuk pergi sendirian? Di luar itu kan berbahaya" bujuk Zhang Yui Wei pada Hua Hua mencoba membujuk gadis itu supaya tidak merajuk lagi.


"Ya sudah, kalau begitu nona tidak perlu pergi berbelanja. Lagi pula kan di luar itu berbahaya. Nona kan bisa menyuruh orang untuk membelikan apa yang ingin nona beli" ucap Hua Hua yang mengabaikan Zhang Yui Wei dan menoleh supaya tidak melihat raut muka Zhang Yui Wei.


Jika Hua Hua menoleh dan melihat Zhang Yui Wei, maka rencananya untuk mengerjai Zhang Yui Wei tidak akan berhasil dan malah akan menjadi gagal total.


Hua Hua berencana untuk mengerjai balik Zhang Yui Wei. Ya, udah fiks sih ini kalo Hua Hua ketularan virus kenakalan dari majikannya yaitu Zhang Yui Wei😭👍


Karena baginya anak kecil itu sangat merepotkan. Bahkan pernah suatu ketika Zhang Yui Wei dulunya membuat anak kecil menangis karena takut akan tatapannya yang sangat dingin.


Sehingga Qiyue sendiri harus turun tangan untuk membuat anak kecil itu kembali tersenyum. Qiyue memang sosok yang lembut dan tegas juga kuat di saat yang bersamaan. Entah bagaimana kabarnya saat ini.


Tunggu, kenapa kita jadi membahas Qiyue?! Bukankah ini melenceng dari topik?! Oke, back to story ...


"Hua Hua, apa kau masih marah padaku? Aku kan hanya bercanda saja. Hiks, Hua Hua marah padaku, hua!!" ucap Zhang Yui Wei dengan berpura-pura menangis untuk membujuk Hua Hua.


Dan, nyatanya itu berhasil. Hua Hua segera menoleh ke arah Zhang Yui Wei dan segera menghampiri Zhang Yui Wei. Hua Hua pun langsung panik, padahal dia hanya ingin mengerjai balik, tapi malah menjadi seperti ini.


Author (Zodiak_Leo) be like :


Haha, kena tipu lu Hua Hua. Kasian amat lu. Niatnya mau ngerjain, malah dikerjain balik. Udah cekikikan tuh si Zhang Yui Wei ...


'Oh yeah, rencanaku berhasil!' ucap Zhang Yui Wei dalam hati dengan senyum berbunga-bunga.


***


Di pasar ...


Hua Hua berjalan di belakang Zhang Yui Wei yang tengah melihat-lihat ke samping kiri dan samping kanan untuk mencari sesuatu yang menarik baginya.


Hua Hua diam-diam menghela nafas, sungguh betapa bodohnya dirinya mengikuti rencana gila Zhang Yui Wei yaitu kabur dari kediaman Zhang tanpa mengatakan apapun pada Tuan Besar.


'Aku tidak percaya kalau aku akan mengikuti rencana gila dari nona, haih. Apa yang sudah aku lakukan? Setelah ini apakah nona akan mendapat hukuman?' batin Hua Hua dengan wajah khawatir menatap punggung kecil Zhang Yui Wei yang berdiri di depannya.


Halo, apakah ada yang bisa mengatakan sesuatu kepada Hua Hua tentang keselamatannya sendiri? Dibanding Zhang Yui Wei, harusnya dia lebih mencemaskan dirinya sendiri karena akan mendapat hukuman yang lebih berat dari Zhang Yui Wei karena membiarkan gadis kecil itu pergi dari kediaman tanpa izin.


***


Sebenarnya, awalnya Hua Hua ingin menarik Zhang Yui Wei untuk menemui Zhang Xiuzhu (ayah dari Zhang Yui Wei) untuk meminta izin darinya karena ingin pergi ke pasar.


Namun, Zhang Yui Wei menahan tangan Hua Hua menggunakan kedua tangan kecilnya dan menggelengkan kepala tanda bahwa dirinya tidak setuju pada tindakan Hua Hua.


"Jangan, Hua Hua. Aku tidak ingin Ayah tahu kalau aku pergi. Dia pasti tidak akan memberikan izin. Kalaupun iya, Ayah pasti akan memberikan pengawal untuk menjagaku dan itu membuatku tidak bebas. Ayolah, Hua Hua. Sekali ini saja!" ucap Zhang Yui Wei mempererat genggamannya dan memberikan tatapan menyedihkan.


Saat Hua Hua melihat tatapan memelas Zhang Yui Wei, serasa sebuah panah dan menancap di hati nuraninya dan membuatnya terbang menari-nari.


"Aih, nona, kau sungguh tahu kelemahanku" ucap Hua Hua sambil menghela nafas.