
Dengan terpaksa akhirnya Hua Hua pun duduk di depan Zhang Yui Wei. Dia menghela nafas pasrah dan menatap nonanya yang tengah menatap kosong ke arah lain. Entah apa yang sedang nona muda itu lamunkan.
'Kenapa belakangan nona sering melamun? Apa yang sebenarnya sedang nona pikirkan? Semoga saja nona baik-baik saja' batin Hua Hua yang terus menatap Zhang Yui Wei lekat-lekat dengan ekspresi cemas.
"Nona, pesanan anda sudah siap. Semoga anda suka" ucap pelayan tadi sambil membawa pesanan Zhang Yui Wei dengan dibantu pelayan lain karena pesanannya cukup banyak.
Zhang Yui Wei yang tengah melamun segera dibuyarkan dengan suara dari pelayan itu dan segera menoleh ke meja di mana terdapat semua pesanannya. Lalu dia menoleh ke pelayan tadi.
"Ah, kalau begitu terima kasih" ucap Zhang Yui Wei dengan tersenyum manis menatap pelayan itu dan membuat kedua pelayan itu merasa gemas dan ingin mencubit pipi mungilnya.
"Tentu, nona" ucap kedua pelayan serempak dan ijin untuk pergi melayani pelanggan yang lainnya.
Setelah itu, keduanya mulai memakan makanan yang tersaji di meja. Zhang Yui Wei segera mengambil ayam goreng dan memakannya seperti orang yang sudah tidak makan selama 1 minggu.
Zhang Yui Wei, tolong jaga kelakuannya dong, kamu kan salah satu MC, gk malu? Kaya orang purba aja "-_-
Zhang Yui Wei akhirnya bisa makan makanan modern lagi dan itu membuatnya sangat senang. Ekspresinya yang sangat bahagia membuat Hua Hua tersenyum lembut menatap Zhang Yui Wei.
'Akhirnya nona bisa tersenyum lagi. Sebelumnya nona tidak pernah bahagia setulus ini. Akhirnya sekarang nona bisa merasa bahagia lagi. Sepertinya harus mengajak nona sering-sering ke sini' batin Hua Hua.
***
Di hutan kematian di sebuah gubuk, seorang gadis tengah berbaring dengan malas sambil terus memandangi liontin indah dengan ukiran burung phoenix yang berwarna silver dihiasi dengan beberapa berlian yang mengandung qi yang cukup kuat.
Matanya terus menelisik setiap lekuk liontin tersebut. Sedetik pun pandangannya dari liontin yang ada di tangannya itu. Setelah puas memandangi liontin itu, gadis itu pun bangkit dan mendudukkan dirinya dan kembali memasangnya ke lehernya yang mulus.
"Nona, makanannya sudah siap. Apa nona ingin makan sekarang?" tanya Xin'er yang kembali dari memasak daging harimau yang saat itu masih tersisa.
"Oh, sudah matang, ya? Baiklah, aku akan segera ke sana." ucap Lu Xiao Lan menjawab Xin'er sambil tersenyum.
Lu Xiao Lan beranjak dari duduknya dan segera menyusul Xin'er yang tengah menyiapkan piring kayu yang diatasnya dilapisi daun pisang. Barulah setelah itu dia meletakkan daging yang telah selesai dibakar dengan hati-hati dan telah siap untuk dimakan.
Lu Xiao Lan yang telah berada di samping Xin'er hanya memandanginya sambil tersenyum. Dia tidak menyangka kalau Xin'er begitu berbakat dalam memasak. Bahkan aroma dari daging bakar yang menggelitik hidungnya membuatnya seketika merasa lapar.
Kruyuk ...
Suara cacing dalam perut Lu Xiao Lan yang telah lapar dan meminta jatah makanan dapat terdengar cukup keras. Karena jaraknya dan Xin'er yang cukup dekat, tentu saja Xin'er dapat mendengar suara perut keroncongan dari Lu Xiao Lan.
"Nona, nona duduklah. Ini, sudah saya siapkan makanan untuk nona" ucap Xin'er dengan senyuman hangatnya yang dapat membuat seseorang terpesona.
"Uhu uhuk, baiklah. Kalau begitu aku akan duduk di sini dan makan" ucap Lu Xiao Lan sambil berpura-pura batuk dan mengambil piring yang disodorkan oleh Xin'er untuknya.
Lu Xiao Lan langsung saja memakan makanan yang dibuat oleh Xin'er dengan lahap. Dia sendiri tidak menyangka kalau selain aromanya yang menggugah selera, juga rasanya yang pedas, asam, dan sedikit manis bergabung menjadi satu.
"Ya, aku akui kalau masakanmu itu memang enak. Aku suka." ucap Lu Xiao Lan sambil terus memakan daging bakar itu dengan menggunakan tangan.
Xin'er yang dipuji oleh Lu Xiao Lan pun merasa sangat senang. Hatinya bagaikan sebuah bunga yang tengah mekar. Wajahnya memerah namun tidak terlalu terlihat dan dengan senyuman manis menambah kecantikan polosnya.
"Terima kasih nona" ucap Xin'er dengan nada yang terdengar senang.
Lu Xiao Lan merasa sedikit bingung. Padahal dirinya hanya memuji bahwa masakan Xin'er itu enak. Dan malah membuat pelayan itu senang sampai senyum-senyum sendiri.
Lu Xiao Lan sungguh tidak tahu bagaimana jalan pikiran pelayan pribadinya itu. Ia akui kalau Xin'er itu begitu polos, sangat polos, dan terlalu polos! Namun, sikap pelayan itu yang selalu bersemangat yang membuatnya menyukai pelayan pribadinya itu.
Setelah selesai makan, Lu Xiao Lan memilih untuk ke luar untuk melatih seni bela dirinya dan juga melatih fisiknya yang lemah. Juga ia ingin berkultivasi untuk mengejar ketertinggalan.
Saat menemukan tempat yang cukup luas dan sepi, tempat yang cocok untuk latihan. Lu Xiao Lan yang memakai pakaian yang lebih simpel langsung bersiap untuk memulai latihannya.
Namun, saat akan memulai latihannya, tiba-tiba liontin yang terpasang di lehernya yang putih dan mulus mengeluarkan sebuah cahaya dan tubuh Lu Xiao Lan pun tersedot ke dalam liontin tersebut.
Tunggu, apa?! Bagaimana bisa sang MC tersedot ke dalam sebuah liontin? Apakah ini adalah akhir dari cerita novel ini? Baiklah kalau begitu, mari kita tamatkan novel ini.
Tunggu, ini tidak sesederhana ini. Tidak mungkin kan author dengan nama pena 'Zodiak_Leo' ini membiarkan sang MC mati begitu saja?
Di sebuah dunia yang berbeda dengan dunia yang Lu Xiao Lan tempati, tempat di mana banyak tanaman obat yang langka berjajar dengan begitu rapi seakan hanya dijadikan sebuah hiasan saja. Padahal tanaman-tanaman itu cukup langka dan agak sulit untuk dicari.
Seorang gadis dengan surai hitam dan ujungnya yang berwarna kecoklatan perlahan membuka matanya dan memamerkan mata coklatnya yang begitu indah. Saat telah sadar sepenuhnya, ia telah berada di tempat yang asing baginya namun juga familier.
"Uh, dimana ini? Apa yang terjadi? Apa?! Dimana ini?! Kenapa aku bisa berada di tempat ini?! Bukankah tadi aku sedang bersiap untuk latihan? Oh, apa aku mengembara ke dunia lain lagi? Tapi tunggu, tubuhku masih sama. Dan juga aku kan belum melakukan apapun?" Lu Xiao Lan kaget bercampur bingung dengan tempatnya berada saat ini.
"Haha, berhentilah bersikap konyol, tuan. Sudah sampai seperti ini dan kau masih saja sama, tidak berubah sama sekali!" ucap sebuah suara yang kembali membuat Lu Xiao Lan terkejut.