Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 045. Apa yang Telah Kulakukan?! Menindih Seorang Pria?!



Episode sebelumnya ....


Lu Xiao Lan hanya terdiam. Wanita itu kembali menatap Lu Xiao Lan dan tertawa kecil. “Gadis, kenapa aku seperti bersama Xia, ya? Aku bahkan pernah berpikir kalau kau adalah anaknya,”


Ya, memang benar, Lu Xiao Lan adalah anaknya. Namun, Lu Xiao Lan tidak berniat untuk membuka itu. Dia masih merasa aneh dengan kematian Lu Xia Lin, jadi memutuskan untuk tidak mengungkapkan identitasnya sekarang.


“Oh iya, aku belum tahu namamu.” ucap wanita itu tersenyum lemah.


“Xiao Lan'er,”


Wanita itu mengangguk dan bergumam, “Marga-mu Xiao? Apakah kau dari bangsawan Xiao?”


Lu Xiao Lan menatap ke bawah, tidak ingin melihat mata wanita itu. “Tidak, aku hanya .... Penduduk biasa.”


Lu Xiao Lan berbohong dengan identitasnya. Ia hanya ingin menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya.


“Karena urusanku telah selesai, aku akan pergi.”


Wanita itu mengangguk dan menatap Lu Xiao Lan yang telah menutup pintu. Gadis itu telah pergi. Ia menyenderkan kepalanya di kepala ranjang dan memejamkan mata. Sebuah bulir bening mengalir menuju pipi lalu dagu dan menetes ke pakaiannya.


“Kenapa kau menyembuhkanku, Lan'er?”


***


Seorang gadis dengan surai merah muda tengah memejamkan matanya. Cahaya remang-remang menyelimuti tubuhnya, menandakan ia tengah berkultivasi.


Seorang anak perempuan tengah menatapnya dari luar pelindung. Anak perempuan itu masih mengamati gadis yang tengah berkultivasi. Cahaya yang kian bersinar, menandakan kalau gadis itu telah lama berkultivasi.


Tiba-tiba, sebuah cahaya merah samar muncul di kening gadis itu. Gadis itu mengernyit, merasa sakit di bagian kepalanya. Ia berusaha untuk tetap memfokuskan diri. Cahaya merah itu semakin bersinar dengan cahaya putih yang menyelimuti tubuhnya juga ikut bersinar.


Keringat bercucuran, membasahi pakaian gadis itu. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit. Setidaknya ia harus bertahan sebentar lagi, kultivasinya akan segera selesai.


Namun, sepertinya sakit di kepalanya begitu hebat. Perlahan ia mulai lengah. Spiritual di tubuhnya pun perlahan kacau dan membuatnya merasa mual. Anak perempuan itu—Xishu—merasakan hal itu dan segera memecahkan pelindung untuk bisa masuk dan menghampiri Zhang Yui Wei.


Xishu menggenggam tangan kecil Zhang Yui Wei seolah tengah menyalurkan kekuatannya. “Nona muda, anda harus bertahan.”


Zhang Yui Wei mengerutkan wajahnya. Jelas sekali gadis itu masih menahan sakit. Ia mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya memutih. Perlahan darah keluar dari kepalan tangannya karena kukunya melukai tangannya.


Namun, sakit itu tak seberapa dibandingkan rasa sakit yang dialami di bagian kepalanya. Syurkurlah, cahaya merah di keningnya mulai meredup. Zhang Yui Wei mulai merilekskan wajahnya. Kini rasa sakit itu tak lagi ia rasakan.


Boomm!!!


Ledakan terjadi di sekitar Zhang Yui Wei. Perlahan, cahaya putih di sekitar tubuhnya mulai meredup. Gadis itu perlahan membuka matanya. Rasanya sedikit kaku karena terlalu lama terpejam. Ia perlahan mulai bangkit dengan dibantu oleh Xishu.


“Selamat, nona muda. Anda berhasil mencapai tahap pengumpulan qi tingkat 3.”


Zhang Yui Wei membersihkan pakaiannya dan bertanya. “Sudah berapa lama aku di sini?”


Xishu terlihat sedang berpikir. “Jika menurut waktu di sini, nona muda sudah berkultivasi selama 3 minggu.”


Zhang Yui Wei mengangguk-angguk, ia masih loading dengan jawaban Xishu. Saat loading telah mencapai 100%, ia menjadi sangat terkejut. Bukankah itu berarti hampir 1 bulan?


“Apaa?!!”


“Nona muda, tenang saja. Kau bisa mengatur waktu untuk kau muncul di dunia luar.”


Zhang Yui Wei menghela nafas lega. Ia mengatur waktu untuknya muncul di dunia luar setelah 1 jam berlalu. Untunglah, Hua Hua tidak datang ke kamarnya. Jika tidak, gadis itu akan pingsan saat melihatnya tiba-tiba muncul di depannya. Bagaimana jika Hua Hua terkena serangan jantung? Ia tidak ingin tanggung jawab.


*Gguys, itu contoh yang gak baik. Jangan di tiru buat para pembaca yang baik. Kalo nakal .... silahkan,*


“Lelahnya. Tapi, setidaknya ini terbayar.”


Zhang Yui Wei awalnya hanya berada di tahap pengumpulan qi tingkat 1. Namun, setelah berkultivasi selama hampir 1 bulan, ini tidak terlalu mengecewakan. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.


*Beda sama mantan. Walaupun udah setia, tetep aja diselingkuhin🤧👌*


*Oke, jangan bahas mantan. Yang pergi tak akan kembali. Beda sama author yang udah lama gak update, tetap balik lagi, eak👌🙃*


*Plakk!!*


“Thor!! Balik ke cerita lagi dong!”


Wokeh, back to story🙃


Eh, sampai mana tadi? Oh, iya. Sampai mantan!


*Plakk!!*


💢


*Yaelah ceunah. Lagi ngambek apa gimana sih? Okeh, yang ini beneran. Gak bercanda lagi ....*


Zhang Yui Wei menghela nafas. Sekarang dirinya benar-benar merasa lapar. Berkultivasi selama 3 minggu dan tidak makan atau minum, mungkin ia akan mendapat penghargaan jika berada di dunia modern. Sayangnya, ini adalah dunia antah berantah.


Lampu di kepala Zhang Yui Wei bersinar, menandakan kalau ia punya ide. Ia bergegas untuk mencari sebuah tali dan jangkar. Setelah menemukan benda yang dicarinya, ia segera pergi ke tembok tinggi, tempat di mana ia pernah kabur bersama Hua Hua dan dipergoki kedua kakaknya.


Dan lagi, ia masih mengingat insiden yang terjadi antara Hua Hua dan kakaknya, Zhang Ji Xiao. Mengingat hal itu membuatnya memerah. Ingatan yang memalukan. Namun, Hua Hua pasti lebih malu lagi.


Dia memutar-mutar tali dengan jangkar di ujungnya dan melemparnya menuju puncak tembok. Setelah yakin jika tali itu kuat—dengan menarik-narik talinya—, ia segera memanjat ke atas tembok.


Setelah berada di puncak, Zhang Yui Wei menatap ke bawah dan menelan ludahnya dengan susah payah. Ia merasa sedikit merinding melihat ketinggian ini. Namun, jangan mengatakan jika ia phobia ketinggian, ia tidak punya phobia apapun!


“Apakah ini yang dirasakan Hua Hua saat itu?”


Zhang Yui Wei menggelengkan kepalanya, berusaha menepis rasa takutnya. Koreksi, hanya sedikit ngeri saja.


Zhang Yui Wei memejamkan matanya dan melompat turun ke bawah, berharap ia tidak merasakan sakit apapun. Dan .... sepertinya harapannya terkabul. Ia tidak merasa sakit, namun .... empuk?


“Auuww,”


Suara berat terdengar tengah kesakitan, lalu ia menatap ke bawah. Jadi, ia merasa empuk karena .... menindih tubuh pria ini?! Astaga! Apa yang telah ia lakukan?!


...🌾🌾🌾...