
Di sebuah ruangan yang kurang pencahayaan karena gordennya tidak dibuka, dan memang sengaja untuk tidak dibuka.
Itu adalah sebuah kamar yang begitu megah, namun karena kurang pencahayaan, tempat itu sama sekali tidak terlihat seperti kamar.
Tok tok tok...
Suara pintu terketuk dari luar. Seorang pria yang tengah tiduran di ranjang-nya yangbesar dan mewah hanya menatap malas, tidak ingin membukakan pintu.
"Masuk saja, tidak dikunci" ucap pria itu dengan nada tidak bersemangat.
Seorang pria dengan ragu-ragu masuk ke kamar itu dan langsung memberi hormat pada pria yang berbaring di ranjang.
"Ada apa, Luo?" tanya pria itu pada bawahannya yang bernama Luo itu.
"Mohon maafkan saya, tuan. Tapi, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan" ucap Luo dengan hormat.
"Bicara saja, atau tidak keluar saja" ucap pria itu.
"Jadi begini, tuan. Ada undangan dari Kekaisaran Feng. Mereka meminta tuan untuk bermain musik untuk festival yang akan diadakan bulan depan" ucap Luo dengan ragu.
"..."
Pria itu hanya diam saja. Dia sama sekali tidak tertarik pada festival itu. Yang jelas, pria itu sedang tidak ingin melakukan apapun.
"Baiklah, aku akan ke sana. Katakan pada mereka kalau aku akan datang" ucap pria itu setuju.
"..."
Luo terkejut dan tidak berkata apa-apa. Dia hanya diam terpaku dan kemudian sadar. Luo ingin mengatakan sesuatu, namun hatinya merasa ragu.
"Katakan saja yang ingin kau katakan" ucap pria itu.
Luo terdiam sebentar sebelum berkata, "Tuan, kau tidak boleh seperti ini. Jika 'nona' masih hidup, dia pasti tidak akan suka jika tuan seperti ini. Tuan harus bisa bangkit dari keterpurukan"
"..."
Pria itu sedikit terkejut dengan perkataan Luo. Dia tidak menyangka akan ada yang menasehati dirinya setelah sekian lama selain 'dia'.
Luo menunduk karena takut kalau tuannya akan tersinggung dan marah. Keringat bercucuran dan menghiasi wajahnya.
"Sepertinya kau benar, Luo. Dia tidak akan suka jika aku seperti ini" ucapnya dengan sendu.
***
"Ah, akhirnya aku kenyang juga" ucap Xiao Lan yang bersendawa sambil mengelus perut-nya yang telah kenyang.
"Nona, ini, silahkan minum" ucap Xin'er sambil menyodorkan gelas kayu berisi air putih.
"Terima kasih" ucap Xiao Lan mengambil gelas kayu dari tangan Xin'er.
"Sama-sama, nona" balas Xin'er dengan tersenyum.
Dia lega dan merasa senang karena Xiao Lan tidak marah kepadanya. Xiao Lan teringat kalau dia harus melatih tubuhnya yang lemah.
Tapi, terlebih dulu Xiao Lan harus mencari uang. Membayangkan kalau kondisi keuangan mereka yang tidak memungkinkan, sehingga mereka harus mencari uang.
"Xin'er, aku ingin berganti pakaian yang lebih simple, ada bukan?" tanya Xiao Lan pada Xin'er.
"Ah, ada nona, tunggu sebentar, nubi akan segera siapkan" ucap Xin'er sambil masuk dengan terburu-buru.
Setelah beberapa lama, Xin'er pun keluar dari gubuk dan memberitahu kalau bajunya telah siap. Xiao Lan pun mengangguk dan masuk ke dalam serta menutup pintu untuk berganti pakaian.
"Xin'er, kau tunggu saja di sini, ya" perintah Xiao Lan sebelum masuk ke dalam gubuk dan diangguki oleh Xin'er.
Karena pakaian yang Xiao Lan kenakan bisa untuk pria dan wanita, jadi Xiao Lan terlihat seperti seorang pria dan bukan wanita.
"Bagaimana penampilanku, Xin'er?" ucap Xiao Lan menanyakan pendapat Xin'er tentang penampilannya.
Xin'er terkejut saat melihat penampilan nonanya dan tersipu, "Wah, nona. Anda terlihat seperti seorang pria tampan. Bahkan saya sendiri sampai tidak bisa mengenali nona" jawab Xin'er jujur.
Mendengar pendapat dari Xin'er tentang penampilannya membuat jiwa narsisnya muncul "Haha, tentu saja, aku ini juga tampan tau"
"Wah, nona, nubi tidak percaya ternyata nona narsis juga" gumam Xin'er dengan senyum tak berdaya.
"Apa kau baru saja mengatakan sesuatu?" ucap Xiao Lan sambil menatap intens pada Xin'er.
"Ah, tidak, tidak ada, nona" jawab Xin'er dengan gugup dan melmbaikan kedua tangannya.
Oh iya, sekilas info nih. Pas dari awalnya kan Xiao Lan dapet kemampuan bisa baca pikiran kan, tapi kenapa gk ada chapter yang nyeritain Xiao Lan lagi baca pikiran?
Oke, jadi gini nih, Xiao Lan sengaja gk baca pikiran Xin'er, karena Xiao Lan pengen menghormati privasi Xin'er. Dan, kemampuannya cuma bisa buat orang yang kemampuan beladiri-nya di bawah atau setara sama Xiao Lan.
Sampai sini paham? Apa ada pertanyaan? Kalo gk ada, kita lanjut ke cerita.
'Bagus, dengan begini, tidak ada yang akan mengetahui kalau aku adalah seorang Tuan Putri' batin Xiao Lan.
"Ngomong-ngomong, nona, nona mau pergi ke mana berdandan seperti seorang pria?" tanya Xin'er.
"Itu rahasia. Baiklah, aku pergi dulu, dah" ucap Xiao Lan sambil melambaikan tangan-nya pada Xin'er.
Xiao Lan menatap Xiao Lan dengan cemas. Namun, ditepisnya perasaan itu, dia percaya kalau nona-nya akan baik-baik saja dan tidak akan melakukan hal yang berbahaya.
***
"Wah, ternyata Ibukota itu seperti ini, ya?" gumam Xiao Lan mengagumi ibukota yang penuh dengan orang yang berlalu lalang, namun ekspresinya tetap datar.
Xiao Lan berjalan sambil melihat-lihat apakah ada pekerjaan yang cocok untuk dirinya. Setelah berjalan cukup lama, dia melihat papan pengumuman terdapat lowongan.
"Dicari seseorang yang memiliki bakat alchemist" gumam Xiao Lan yang tengah membaca papan pengumuman.
"Hm, sepertinya aku harus kesana" gumam Xiao Lan sambil tersenyum.
Xiao Lan pun berjalan menuju Alchemy Guild untuk mengikuti tes yang tengah diadakan. Sesampainya di sana, sudah ada cukup banyak orang yang mengantri.
Namun, kebanyakan memasang ekspresi kecewa karena mereka tidak diterima alias gagal dalam menjalani tes.
"Baiklah, berikutnya" ucap panitia yang mengurusi pendaftaran.
Kini tiba giliran Xiao Lan untuk mendaftar. Panitia itu melihat dari atas ke bawah penampilan Xiao Lan yang seperti laki-laki.
"Siapa namamu? Kau berada di alchemist tingkat berapa? Berapa usia-mu?" tanya panitia itu.
"Aku tidak tahu aku berada di alchemist tingkat berapa. Usiaku 18 tahun. Oh iya, dan namaku Xiaโ" ucapan Xiao Lan terhenti.
Xiao Lan berpikir, tidak mungkin dirinya akan menggunakan nama aslinya, jadi dia akan menggunakan nama samaran.
"Ah, namaku Xia Lan'er" ucap Xiao Lan.
Panitia itu hanya terdiam mendengar jawaban Xiao Lan, pandangannya menggelap, "Nak, apa kau sedang main-main dengan diriku? Kau tahu, tidak sembarang alchemist dan anak muda seperti dirimu bisa masuk ke alchemy guild"
"Tentu saja aku tidak menganggap remeh alchemy guild. Kau tidak bisa menilai buku hanya dari sampulnya saja. Begitu juga dengan diriku, kau tidak mengetahui tingkatan-ku. Begini saja, kau bisa mengetes diriku. Jika berhasil, maka aku akan dianggap lolos. Jika tidak, aku akan dengan senang hati keluar dari sini"
...๐พ๐พ๐พ...