
***Sebelum baca, kasih like, vote, dan rate dong dan jangan lupa kasih komentar buat author yang imut ini ...
Jangan lupa tinggalkan jejak habis baca per-bab*** ...
Lin Yuan menoleh ke sana ke mari untuk mencari sosok yang berbicara kepadanya, namun dia tidak melihat siapapun di sana, hanya ada dirinya.
"Siapa kau?! Tunjukkan dirimu kalau kau bukan pengecut! Keluarlah!!" teriak Lin Yuan dengan penuh tekanan dan sorot mata yang tajam.
"Sepertinya kau sangat penasaran ya. Baiklah, aku akan menunjukkan diriku padamu supaya kau tidak penasaran" ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan Lin Yuan.
Lin Yuan terkejut saat melihat sosok yang tidak pernah ia sangka akan bertemu kedua kalinya. Dia melangkah ke belakang tanpa sadar, namun seperti ada sesuatu yang menghalanginya untuk terus melangkah ke belakang.
Lin Yuan segera tersadar dan menghentikan langkahnya lalu menatap sosok pria jangkung di hadapannya dengan seksama.
"Kau, kau adalah pria yang—" ucapan Lin Yuan terpotong oleh ucapan pria di hadapannya itu.
"Ya, akulah yang menemui-mu tadi pagi" ucapnya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Kalo masih belum tahu itu siapa, cek di episode 1...
"Baiklah, aku tidak ingin berlama-lama di sini. Lagi pula, itu akan menguras tenagaku. Jadi, bukankah aku sudah bilang kalau tugasmu telah selesai dan kau harus kembali?" lanjut pria itu kali ini dengan ekspresi serius.
"Ya" jawab Lin Yuan dengan tatapan kosong, masih tidak mengerti maksud ucapan pria itu.
"Baiklah, sepertinya kau belum mengerti juga. Aku harus menjelaskannya padamu, haih. Tugasmu di dunia modern telah selesai, sekarang kau harus kembali ke tempat asalmu, di dunia atas" ucap Pria itu yang mengejutkan Lin Yuan.
"Jadi maksudmu aku berasal dari dunia atas?!" pekik Lin Yuan yang sebenarnya tidak tahu apa itu dunia atas, dan mendapat anggukan dari Pria itu.
"Aku akan melanjutkannya, jadi jangan memotongnya. Atau aku akan langsung melempar-mu tanpa memberitahu apapun" ucap Pria itu dengan nada mengintimidasi yang membuat Lin Yuan menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.
"Bagus. Sekarang, tugasmu yang selanjutnya adalah membalaskan dendam seorang putri yang terbuang" ucap Pria itu men-jeda kalimatnya.
Lin Yuan yang tengah duduk mendengarkan langsung mengangkat tangannya untuk bertanya. "Apa yang terjadi setelah tugasku selesai?" tanya Lin Yuan.
"Kau akan tahu nanti. Sekarang, aku akan memberimu kekuatan untuk membaca pikiran. Makanlah pil ini" ucap pria itu sambil menyodorkan pil itu.
Lin Yuan menatap ragu. Pasalnya, pil itu lebih seperti bola basket!! Apakah Lin Yuan harus memakan pil itu sampai habis. Lin Yuan pun memantapkan hatinya dan meraih pil itu kemudian memakannya sedikit demi sedikit sampai habis.
Setelah pil itu habis, Lin Yuan menatap Pria itu untuk mencoba membaca pikirannya. Namun, dia tidak bisa. Pria itu pun tersenyum smirk saat mengetahui niat Lin Yuan.
"Kau memang bisa membaca pikiran sekarang, namun, ada kalanya kau tidak bisa membaca pikiran seseorang karena dua hal. Pertama, kau tidak diperbolehkan untuk membaca pikiran orang tersebut. Yang kedua, orang itu sedang tidak memikirkan apapun" jelas Pria itu yang membuat Lin Yuan menganga.
Kalau menurut Lin Yuan, adalah pilihan yang pertama. Pasti Pria itu tidak memperbolehkan dirinya untuk membaca pikirannya karena rahasia.
"Kalau kau menduga yang pertama, maka kau salah. Saat ini, aku tidak sedang memikirkan apapun" ucap Pria itu dengan senyum bangganya.
Lin Yuan menatap Pria itu seperti tengah menatap seorang pembohong. "Sudahlah, cepat kirim aku! Aku sudah bosan di sini" ucap Lin Yuan berpura-pura menguap.
"Baiklah, itu permintaan-mu loh" ucap Pria itu dengan senyuman yang membuat Lin Yuan merasakan firasat buruk.
"S*alan kau!!! Awas saja kau nanti ya!!!" teriak Lin Yuan dengan kesal, sedangkan yang diteriaki malah diam saja.
Pandangannya mengisyaratkan 'Coba saja kalau kau bisa, wleek'.
***
Di hutan kematian, di sebuah gubuk yang sangat tidak layak untuk ditempati, namun ternyata ada seorang gadis yang terbujur kaku terbaring di sebuah ranjang, namun itu tidak layak disebut ranjang.
"Aaaakh!!!"
"Aduuh!!!! Sakit sekali!!"
Gadis yang tadi tidak sadarkan diri terbangun dengan jiwa Lin Yuan berada di dalamnya. Lin Yuan mengerang kesakitan karena terlempar ke tempat antah berantah ini.
"Aduh, sakit sekali!! Rasanya seperti terjatuh dari gedung lantai 20! Awas saja jika bertemu, akan aku hajar kau Pria s*alan!!!" ucap Lin Yuan dengan kesalnya.
Lin Yuan merasa tidak nyaman dengan baju yang dia kenakan saat ini. Dia pun melirik ke bawah untuk melihat pakaian yang dia kenakan.
"Apa?! Pakaian apa ini?! Jangan-jangan...aku ke zaman kuno?! Dan lagi...kenapa baju ini sangat terbuka?!!" teriak Lin Yuan dengan frustasi.
Lin Yuan menengok ke kanan dan ke kiri, namun tidak ada siapapun di gubuk reot itu. dia pun melihat arwah yang tengah melihat ke arah dirinya.
"Woah, hantu!!" ucap Lin Yuan kaget saat melihat arwah itu.
Saat melihat arwah itu, sebuah memori yang bukan miliknya tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya.
*Putri Lu Xiao Lan—author ganti nama Mei Lian jadi Xiao Lan, tapi marganya tetep sama—adalah keturunan murni Keluarga Kerajaan Lu. Ibunya, Lu Xia Lin, yang merupakan keturunan asli Keluarga Kerajaan Lu, menikah dengan seorang tuan muda yang bernama Lin Xucheng.
Pernikahan itu merupakan pernikahan politik karena Keluarga Lin Xucheng merupakan pemilik militer terkuat di Kekaisaran Lu. Supaya tidak terjadi pemberontakan dari Keluarga Lin, maka terjadilah pernikahan ini.
Marga Lin Xucheng menjadi Lu dan namanya menjadi Lu Xucheng. Di malam pertama itu, mereka—atau lebih tepatnya Lu Xia Lin—terpaksa melakukannya dan membiarkan kesuciannya terenggut.
Dia sebenarnya tidak mencintai Lu Xucheng, namun dia berpikir kalau cinta akan datang belakangan. Tidak sesuai dugaannya, dia menyadari kalau dirinya tidak akan pernah bisa mencintai Lu Xucheng.
Di Hutan Kematian, Lu Xia Lin sendirian tengah berjalan-jalan di sana untuk menghilangkan kebosanannya. Namun, karena tak berhati-hati, dia terkena racun dan hanya bisa diobati dengan hubungan lawan jenis.
Seorang Pria pun melihat Lu Xia Lin dan langsung menyukainya pada pandangan pertama. Dia pun membantu Lu Xia Lin, ya dengan melakukannya.
Lu Xia Lin terbangun dan melihat dia tidak memakai apapun dengan ditutupi selimut, dia melihat seorang pria tampan tertidur dengan tanpa sehelai benangpun.
Wajah Lu Xia Lin pun memerah. Pria itu terbangun dan melihat Lu Xia Lin yang memerah pipinya.
"Apa kau tidak marah padaku?" tanya pria itu dengan heran.
"Tidak, aku malahan harus berterimakasih padamu, tuan. Sekarang, aku harus kembali. Pasti mereka mencari aku" ucap Lu Xia Lin.
...🌾🌾🌾*...
Welcome August, goodbye July🎉🎊