
Oke, para pembaca sekalian, hari ini kita akan membahas tentang tingkatan kultivasi di sini🤓. Wkwkwk😭👍
Tahap Pengumpulan Qi (tahap terendah)
Ini merupakan tingkatan awal bagi seorang kultivator pemula untuk memulai kultivasi. Terbagi menjadi 10 tingkatan.
Tahap Pemurnian Qi
Di tahap ini seorang kultivator pemula akan berangsur menjadi seorang kultivator yang sebenarnya. Di sini qi dapat dimurnikan dan dapat dibuat menjadi apapun atas kemauan si kultivator, tergantung di tingkat berapa. Di tingkat ini juga ada 10 tingkatan.
Tahap Penyatuan Qi
Di tahap ini seorang kultivator pemula telah menjadi setengah dari seorang kultivator yang sebenarnya. Seorang kultivator harus bisa menyatukan antara qi dengan kekuatan tubuh dan menyeimbangkannya. Kalau tidak, maka harus memulai dari tahap penyatuan qi tingkat awal. Terbagi menjadi 8 tingkatan.
Tahap Pemurnian Jiwa
Di tahap ini untuk menempuh jalan menjadi seorang kultivator harus memurnikan jiwa mereka dengan menggunakan qi mereka. Terbagi menjadi 5 tingkatan.
Tahap Kaisar Qi (puncak kultivasi)
Kultivator yang mencapai tahap kaisar qi maka bisa memiliki kuasa. Sangat jarang orang bisa menembus tingkatan ini. Namun, jika di dunia atas ada sebagian yang berada di tingkat ini. Keberadaan kultivator tahap kaisar qi bagaikan seorang dewa. Di tahap ini, terdapat 12 tingkatan.
***
Xiao Lan menghela nafas. Sepertinya dia harus mencari jalan supaya dia dengan cepat mengejar ketertinggalan.
Karena sedang suntuk, Xiao Lan bangkit dan berjalan ke hutan kematian ke lapisan yang lebih dalam. Dia berjalan di tengah gelapnya malam.
Cahaya Bulan tidak terlalu menyinari karena pohon-pohon yang menjulang tinggi serta lebat menutupi sinar Bulan yang indah.
Namun, Xiao Lan tidak takut dan terus berjalan dengan perlahan tapi pasti. Dia sedang mencari sesuatu yang bisa membuatnya tertarik.
Tiba-tiba, seseorang memegang bahunya dari belakang. Terlihat samar-samar seorang pria karena cahaya di sana begitu minim.
Xiao Lan yang refleks langsung menghadap ke belakang dan mencengkram tangan yang memegang bahunya dengan erat.
Dia langsung melayangkan tinju untuk menghajar orang yang berani menyentuh dirinya. Namun, Pria itu dengan cepat menahan serangan Xiao Lan tanpa beban.
Xiao Lan berdecak kesal karena serangannya berhasil ditahan oleh orang di depannya. Kemudian, dia menatap tajam pada Pria itu.
"Siapa kau?! Beraninya kau menyentuhku! Apa kau bosan hidup?!" ucap Xiao Lan sedikit kesal.
"Kau ini, masih saja sama. Tidak ada lembut-lembutnya. Oh iya, ngomong-ngomong, pukulanmu keras juga, ya. Tanganku saja sampai merah begini karena menahan serangmu. Apalagi kau mencengkram tanganku dengan kuat. Bahkan aku pernah bertanya, apa benar kau seorang gadis?" gerutu Pria itu.
"Tunggu, sepertinya aku tahu suara ini. Apa jangan-jangan—!" Xiao Lan dengan paksa langsung membuka topeng wajah yang melekat di wajah Pria itu.
Xiao Lan membulatkan matanya dan langsung merubah ekspresi menjadi kesal. Dia mengguncang Pria itu dengan kencang untuk melampiaskan kekesalan yang tak pernah bisa ia lepaskan karena orang yang dia tuju tidak berada di sampingnya. Namun sekarang...
"Haha, bagus kau datang sendiri padaku. Aku sudah lama ingin melampiaskan kekesalanku yang selalu terpendam ini. Kau pikir setelah melempar diriku, kau bisa selamat, hah?!" ucap Xiao Lan dengan kesal sambil memperkuat mengguncang Pria itu.
Ya, pria itu adalah pria yang sama yang melemparkan Xiao Lan ke dunia ini. Xiao Lan selalu mencari kesempatan untuk menghajar pria itu dan melampiaskan kekesalannya.
"Katakan! Apa yang sedang kau lakukan di sini!" ucap Xiao Lan sambil mencengkram kerah baju Pria itu plus tatapan seriusnya.
"Bisakah kita bicara lebih santai? Haha" ucap Pria itu sambil tertawa dengan canggung dan menghindari tatapan Xiao Lan.
Kemudian, Pria itu memgalihkan pandangannya ke arah gua yang tertutupi oleh tanaman merambat yang membuatnya tidak terlihat seperti sebuah gua.
"Itu, kau harus ke sana. Ada benda yang sangat menarik berada di sana" ucap Pria itu sambil menunjuk ke arah gua itu.
"Kau pikir aku akan mempercayaimu? Tidak akan!" ucap Xiao Lan dengan ekspresi menakutkan.
"Kalau tidak percaya, silahkan lihat saja" ucap Pria itu berusaha meyakinkan Xiao Lan.
Xiao Lan menatap Pria itu dengan tatapan tidak yakin. Namun, dia sendiri juga penasaran. Xiao Lan pun menghela nafas.
"Hah, baiklah. Aku akan kesana. Kau juga harus ikut!" ucap Xiao Lan sambil menyeret Pria itu dengan tidak berperasaan.
"Hei, kenapa aku harus ikut?!" ucap Pria itu sambil meronta-ronta.
***
Kini mereka berdua telah berada di depan gua. Xiao Lan menjulurkan tangannya untuk menyibakkan tanaman merambat yang menghalanginya.
"Tunggu! Jika kau menyentuhnya, maka kau akan tersengat listrik!" ucap Pria itu dengan cepat.
Sudah terlambat, Xiao Lan telah menyentuh tanaman merambat itu. Namun, tidak ada apapun yang terjadi kepadanya.
"Apa kau sengaja mengatakan itu? Oh, kau ingin menguasai harta karun di dalam sendirian, ya?! Dasar pelit!" ucap Xiao Lan sambil melayangkan tatapan tajam.
Pria itu pun merasa aneh karena Xiao Lan baik-baik saja. Dia kemudian mencoba menyentuh tanaman merambat itu dengan tangan kosong.
Dan hasilnya dia juga baik-baik saja dan tidak tersengat listrik. Lalu pandangannya beralih pada tangan Xiao Lan yang mengeluarkan listrik berkali-kali.
Kalo aja author yang kena listriknya, beda lagi ceritanya🙄
Sekarang, dia sudah mengerti apa yang terjadi. Listrik yang terkandung pada tanaman merambat itu telah terserap oleh tangan Xiao Lan.
"Aku hampir lupa pada kemampuanmu karena kau sudah lama mati. Sekarang kekuatan itu perlahan kembali" ucap Pria itu dengan tersenyum lemah.
Di dalam goa itu, ada sesuatu yang bercahaya. Cahaya itu berasal dari atas batu. Dan, di atas batu itu ada sebuah liontin.
"Liontin yang cantik. Tapi, liontin itu untuk perempuan, kau tidak bisa memakainya. Jadi, kau jangan nerebutnya dariku!" ucap Xiao Lan dengan melayangkan tatapan tajam pada Pria itu.
"Tentu saja itu buatmu. Tidak ada yang akan merebut itu darimu kok" ucap Pria itu.
Xiao Lan menjulurkan tangannya untuk mengambil liontin itu. Namun, seperti ada suatu penghalang yang nenghalangi Xiao Lan untuk mengambil liontin itu.
Namun, itu tidak akan bisa untuk menghalangi Xiao Lan yang sudah menginginkan liontin itu. Xiao Lan mengumpulkan qi nya ke tangannya dan kembali berusaha untuk mengambil liontin itu.
Akhirnya Xiao Lan dapat mengambil liontin itu. Dia memandangi liontin itu dengan tersenyum puas dan memakaikannya ke lehernya.
"Akhirnya ada juga yang dapat mengambil liontin itu. Sekarang, aku akan mengambil itu darimu"