Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 036. Lakukan perjanjian



Happy Reading~


Zhang Yui Wei menatap cemberut pada Hua Lin. Wanita dewasa dengan tubuh anak kecil di depannya bermuka datar, seperti sebelumnya. Memang itu sudah menjadi kebiasaan. Dia sedikit merasa kesal, tidak bisakah mengerti sedikit perasaannya? Dirinya hanya ingin menghabiskan waktu sebagai nona muda, sebelum hidupnya berakhir tidak bebas dan terjerat status 'Nyonya'.


Zhang Yui Wei menghela nafasnya. "Kau tidak mengerti sama sekali, Kakak cantik. Aku hanya ingin bebas, dan tidak ingin menikah. Aku bahkan bergumam pada hatiku untuk tidak menikah dengan siapa-siapa."


Hua Lin hanya menatap Zhang Yui Wei dengan datar, entah apa yang ada di pikirannya. Dia tersenyum samar pada Zhang Yui Wei, sepertinya gadis ini cukup benar.


Kebebasan ....


Semua orang pasti menginginkan kebebasan. Tak terkecuali Zhang Yui Wei, gadis kecil itu. Kebebasan sangat berarti bagi para gadis di zaman ini. Setidaknya mereka tidak terlalu terkekang dan bisa melakukan tanpa dibatasi.


"Lakukan perjanjian." gumam Hua Lin.


Zhang Yui Wei menatap Hua Lin dengan tatapan bertanya-tanya. "Lakukan perjanjian?"


Hua Lin menjawab dengan tenang, "Mudah saja, kau hanya perlu lakukan perjanjian dengan Siyu Hua. Dia mungkin akan menyetujuinya."


Zhang Yui Wei mengernyit. Sepertinya lakukan perjanjian juga bagus. "Tapi, perjanjian apa yang harus aku lakukan?" tanya Zhang Yui Wei.


Hua Lin tersenyum sambil memandang ke arah luar. Lalu, dia menoleh pada Zhang Yui Wei. "Mudah saja, serahkan saja ini padaku."


Hua Lin bangkit dari duduknya dan merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan. Walaupun penampilannya tidak sebagus tadi, tapi setidaknya penampilannya sedikit rapi, tidak memalukan nama bangsawannya.


"Oke, kau tunggu saja, Wei."


Zhang Yui Wei menatap Hua Lin yang kini telah pergi meninggalkannya. Hanya ada keheningan di sana. Zhang Yui Wei mengedikan bahu, terlihat tidak peduli. Padahal hatinya kini tengah gelisah.


"Kakak cantik .... Apa yang ingin dilakukannya?"


***


Di sebuah hutan kematian, sebuah gubuk berdiri di sana. Perbatasan hutan kematian. Di dalamnya, ada seorang anak laki-laki yang tengah berbaring, dengan perban di beberapa bagian tubuhnya. Dan ada seorang gadis dengan surai coklat dan mata hitam. Gadis itu tengah berbincang dengan seorang gadis lainnya.


"Baiklah, Xin'er. Tolong jaga gubuk ini dan anak itu. Aku akan pergi, mungkin besok baru kembali." ucap Lu Xiao Lan sambil menepuk pelan bahu Xin'er.


"Baiklah, nona. Pasti. Berhati-hatilah," ucap Xin'er sambil memegang tangan Lu Xiao Lan yang ada di bahunya dan tersenyum.


Lu Xiao Lan pergi meninggalkan gubuk untuk berkultivasi dan melatih tubuh lemahnya. Yan Xiao Han menoleh untuk melihat punggung Lu Xiao Lan yang tidak lagi terlihat, namun mata coklatnya masih menatap arah pergi Lu Xiao Lan.


'Dia berbelok? Bukankah untuk keluar dari hutan arahnya lurus? Kecuali kalau dia ingin ke hutan lebih dalam lagi—' Yan Xiao Han menggelengkan kepalanya saat memikirkan kemungkinan itu.


"Tidak mungkin, tapi .... itu juga mungkin." gumam Yan Xiao Han yang tengah berpikir.


Xin'er yang mendengar gumaman tidak jelas Yan Xiao Han langsung berbalik dan bertanya. Yan Xiao Han segera mengatakan kalau tidak ada apa-apa. Xin'er menuju ke dapur untuk memasakkan sesuatu.


Oh iya, benar juga. Lu Xiao Lan belum sarapan! Apa yang harus dilakukan? Apa harus menyusulnya? Tapi dia tidak tahu kemana nonanya pergi, bagaimana bisa menyusul?


Xin'er menghela nafasnya, berharap kalau Lu Xiao Lan bisa membuat makanan sendiri dan tidak kelaparan. Lagi pula, nonanya telah banyak berubah. Pasti(?) baik-baik saja ....


Sementara Lu Xiao Lan kini tengah berjalan dengan pakaian yang telah berganti dengan pakaian yang lebih simpel, dan nyaman. Dia melirik ke sana ke mari untuk melihat apakah ada spirit beast yang melintas, mungkin bisa digunakan untuk latihan fisiknya.


Tak lama, dia melihat seekor spirit beast harimau level 1, agak berbahaya untuk dirinya yang masih berada di tahap pengumpulan qi tingkat 2. Padahal untuk orang umumnya ini berbahaya, sangat berisiko! Spirit beast tingkat dua juga setara dengan kultivator tahap pengumpulan qi tingkat 5.


"Nona, anda yakin ingin melawan spirit beast ini? Ini berbahaya, tuan." Xiao Gui yang berada di ruang dimensi mengernyit. Dia masih saja sama, suka mengambil resiko.


"Kau terlihat seperti meremehkan aku, Xiao Gui. Biar aku tunjukkan bagaimana aku menghadapi harimau ini." Lu Xiao Lan dengan percaya diri bisa menghadapi harimau ini. Sendirinya juga tidak yakin, tapi akan sangat berguna.


Itupun jika bisa berhasil menang. Bagaimana jika kalah? Ini berisiko! Adakah yang bisa mengatakan padanya untuk berhenti? Atau kalau tidak kita akan kehilangan salah satu pemeran utama novel ini ....


Apa yang harus dilakukan?!


Lu Xiao Lan meminta sebuah pedang pada Xiao Gui, namun bukan pedang sungguhan. Dia tidak berniat untuk menyakiti harimau itu. Hanya ingin bertarung untuk berlatih, itu saja.


"Harimau manis, maukah kau menjadi objek latihanku? Aku sangat memerlukan bantuanmu." Lu Xiao Lan mendekat ke arah harimau itu dan berjongkok. Pedangnya telah ia letakkan di tanah.


Harimau itu menatap bingung pada gadis itu. Mengapa harus dirinya? Apa karena ia yang lewat, jadi memutuskan untuk menggunakannya sebagai objek latihan? Padahal hanya ingin mencari mangsa untuk dimakan ....


"Tenang saja, nanti akan kuberi hadiah."


Lu Xiao Lan mengambil beberapa pil dari gudang obat di ruang dimensi lalu mendekatkannya pada harimau itu. Harimau itu mengendus pil itu. Aromanya harum ....


Harimau itu mencoba memakan pil itu, rasanya enak ....


Dia berguling di atas tanah tanpa perduli kalau nanti bulunya kotor. Tingkahnya seperti kucing rumahan yang senang karena diberi ikan asin sebagai makanannya ...


Harimau itu mendekat, dan menatap seolah ingin minta lagi.


Lu Xiao Lan tersenyum samar dan mengelus puncak kepala harimau itu, "Tentu akan kuberikan lagi beberapa jika kau ingin membantuku, bagaimana?"


Harimau itu mengangguk. Lu Xiao Lan merasa puas. Dia berjalan mundur untuk memberi jarak antara mereka. Bukan jarak antara aku sama kamu, ya ....


Wkwkwk 😁


...🌾🌾🌾...