Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 037. Kehilangan Kendali



Episode sebelumnya ....


Lu Xiao Lan mengambil beberapa pil dari gudang obat di ruang dimensi lalu mendekatkannya pada harimau itu. Harimau itu mengendus pil itu. Aromanya harum ....


Harimau itu mencoba memakan pil itu, rasanya enak ....


Dia berguling di atas tanah tanpa perduli kalau nanti bulunya kotor. Tingkahnya seperti kucing rumahan yang senang karena diberi ikan asin sebagai makanannya ...


Harimau itu mendekat, dan menatap seolah ingin minta lagi.


Lu Xiao Lan tersenyum samar dan mengelus puncak kepala harimau itu, "Tentu akan kuberikan lagi beberapa jika kau ingin membantuku, bagaimana?"


Harimau itu mengangguk. Lu Xiao Lan merasa puas. Dia berjalan mundur untuk memberi jarak antara mereka. Bukan jarak antara aku sama kamu, ya ....


Wkwkwk


***


Lu Xiao Lan menggenggam erat pedang kayu di tangannya sambil menatap harimau itu dengan tajam. Harimau itu merasa sedikit melihat tatapan itu, namun jika itu demi pil .... Tentu apapun akan ia lakukan.


Lu Xiao Lan melesat menuju harimau itu dan mengayunkan pedangnya. Harimau itu langsung menghindar dengan instingnya yang lumayan. Baiklah, sepertinya dia terlalu meremehkan gadis di depannya.


Harimau itu berlari menuju Lu Xiao Lan dan hendak mencakar, namun Lu Xiao Lan telah mengetahui itu dan segera menangkis cakar harimau itu. Pipinya sedikit tergores, namun itu hanya luka kecil, tidak berarti apa-apa.


Untunglah ia sempat menghindar. Kalau tidak, wajahnya pasti akan rusak akibat cakaran itu. Walaupun tidak perduli, namun tetap saja ini adalah hal yang penting bagi seorang gadis.


Lu Xiao Lan menyeringai, membuat wajahnya seperti seorang psikopat. “Wah wah, padahal ini hanya latihan, tapi kau terlihat serius. Yah, tapi aku suka itu!”


Lu Xiao Lan jadi semakin gila, dia mengayunkan pedangnya beberapa kali seperti hendak menebas. Padahal tujuan awalnya hanyalah untuk latihan, tapi malah membuatnya semakin bersemangat dan lupa diri.


Harimau itu dapat merasakan krisis di depannya. Gadis ini sudah gila! Padahal awalnya kan hanya pertarungan biasa. Kenapa malah jadi seperti pertarungan hidup dan mati?


Harimau itu menatap tajam pada Lu Xiao Lan. Memang ia harus serius untuk menghadapi gadis di hadapannya yang mulai mengeluarkan aura pembunuh. Ia harus memenangkan pertarungan, untuk hidup, dan juga pil yang lezat!


Jika ia mati, bagaimana bisa merasakan pil yang sangat lezat seperti tadi?


Lu Xiao Lan mulai mengeluarkan aura pembunuhnya. Sepertinya dia mulai hilang kendali. “Wah wah, kau akhirnya serius juga. Kalau begitu .... Temani aku bermain!”


Lu Xiao Lan melaju ke arah harimau dengan pedang yang siap mengayun kapan saja untuk membuat lawan lumpuh. Ia mengayunkan pedang itu untuk membuat lawannya kesakitan. Harimau itu hanya menghindar, dan sesekali menangkis pedang Lu Xiao Lan.


Jujur saja, tubuhnya rasanya sakit! Walaupun tidak ada luka di tubuhnya, tapi saat pedang itu mengenai tubuhnya, rasanya tulangnya seperti retak. Untunglah pedang itu tidak mengenai titik vital.


Entah karena Lu Xiao Lan sengaja, atau karena gadis itu hanya sembarangan mengayunkan pedangnya.


Tunggu dulu, gadis itu selama bertarung sesekali menyeringai. Dari tatapan seperti itu, tidak mungkin pedang diayunkan secara sembarangan. Apakah mungkin .... Gadis ini sengaja tidak menyerang titik vital hanya untuk kesenangan belaka?! Gila! Gadis ini benar-benar sudah gila! Bagaimana bisa ada orang yang segila ini?!


Kali ini harimau itu benar-benar sudah merinding dibuatnya. Refleks, harimau itu berjalan mundur setiap kali Lu Xiao Lan melangkah untuk mendekatinya. Lu Xiao Lan memiringkan kepalanya dan berpura-pura bingung.


“Eh? Kau menghindar? Kenapa? Apa kau takut padaku?”


Xiao Gui sedari tadi hanya menonton dari ruang dimensi. Tuannya .... Sudah berada di ambang kewarasan! Ia mengigit permen lollipop untuk mengurangi rasa cemasnya.


Ling Luo juga ikut menonton dan Xiao Gui hanya membiarkannya. Toh, selama tidak rusuh, biarkan saja.


Ling Luo juga merasa cemas. Bagaimana jika Lu Xiao Lan membunuh harimau itu? Tuannya sepertinya belum bisa mengendalikan nafsu membunuhnya. Jika dibiarkan, bisa-bisa Lu Xiao Lan celaka.


Ling Luo telah memutuskan, ia akan keluar dari ruang dimensi untuk menghampiri tuannya. Xiao Gui yang mengetahuinya langsung mencegah makhluk itu, namun terlambat. Ling Luo telah pergi. Ia menggertakkan giginya dan memperingati Lu Xiao Lan.


“Tuan, sadarlah! Kau harus bisa mengendalikan nafsu membunuh-mu!”


Namun, itu sia-sia saja. Lu Xiao Lan tidak mendengarkan peringatan darinya. Sekarang ia benar-benar frustasi.


Ling Luo yang kini telah berada di hutan kematian, segera melompat untuk menghampiri Lu Xiao Lan. Ia harus segera menghentikan gadis itu!


Lu Xiao melirik makhluk yang tengah melompat-lompat di sekitarnya, seolah berusaha untuk mendapat perhatiannya. Hawa membunuh di sekitarnya perlahan memudar. Tangannya terulur untuk mengambil makhluk menggemaskan itu.


“Wah, lihatlah, dia sangat imut.” ucap Lu Xiao Lan sambil mencubit tubuh Ling Luo yang seperti jelly. Ling Luo bergoyang untuk mengekspresikan rasa gelinya saat mendapat sentuhan itu.


Harimau itu membuka matanya. Ia tidak merasakan sesuatu yang mengenai tubuhnya. Lalu, pandangannya tertuju pada Lu Xiao Lan yang tengah bersama dengan makhluk aneh yang tidak pernah ia jumpai. Mungkinkah spesies baru?


Namun, bagaimanapun, ia terselamatkan dari malaikat maut. Tidak, itu bahkan baginya lebih mengerikan lagi. Malaikat maut tidak akan sekejam gadis itu!


Harimau itu menghela nafas lega. Untunglah dia tidak mati. Ia masih ingat dengan janji gadis itu. Dia akan memberikannya pil! Setidaknya tagih janjinya, apalagi ia hampir mati karena gadis ini.


Harimau itu mengerang rendah, namun tentu masih bisa didengar oleh Lu Xiao Lan. Awas saja jika gadis itu berpura-pura tidak mendengarnya, ia benar-benar akan mencakarnya!


Lu Xiao Lan melirik si harimau yang tengah berguling-guling di atas tanah. Apakah dia tidak perduli pada bulunya yang akan kotor? Mungkin tidak. Ia hanya perduli pada pil itu.


Lu Xiao Lan tersenyum menanggapi itu. “Oh, maaf. Aku lupa padamu.”


Jika saja ia bisa bicara, rasanya ingin sekali mengatakan, Dasar! Masih muda masa pelupa?!. Namun apalah daya, ia hanya bisa memaki gadis itu dalam hati.


Jleb!


**Ini menyakitkan karena author juga seperti Lu Xiao Lan🙃


...🌾🌾🌾**...