
***Sebelum baca, jangan lupa untuk kasih like, vote, rate, apalagi komentar untuk author yang imut ini ...
Jangan lupa jejaknya ya*** ...
*Pria itu hanya tersenyum kecut saat mendengar ucapan Lu Xia Lin. Dia tahu kalau Lu Xia Lin sudah mempunyai suami, itu karena dia bukan lagi perawan.
Tring...
Tiba-tiba mereka berdua berpakaian. Pria itu menggunakan sihirnya untuk melakukan hal itu. Lu Xia Lin pun sangat terkejut, namun dia memilih untuk secepatnya kembali.
"Tunggu!" ucap Pria itu.
Lu Xia Lin pun menoleh ke arah belakang.
"Datanglah padaku saat kau merasa kesepian" ucap Pria itu lagi.
Lu Xia Lin terkejut mendengar penuturan Pria itu. Pipinya memerah seperti udang rebus. Dia langsung berbalik dan berlari meninggalkan Pria itu dalam goa sendirian.
Pria itu tersenyum saat melihat ekspresi terkejut sekaligus malu yang ditunjukkan oleh Lu Xia Lin. Dia menyentuh bibirnya dengan telunjuknya, mengingat kejadian tadi malam.
Beberapa bulan kemudian...
Lu Xia Lin dikabarkan hamil oleh tabib Kerajaan, Lu Xucheng gembira saat mendengar hal itu dan menggelar pesta selama 7 hari 7 malam sebagai tanda syukur saat kehamilan Permaisurinya.
Namun, setelah Lu Xia Lin mengandung beberapa bulan Lu Xiao Lan, Lu Xucheng mengetahui kalau anak yang berada di kandungan Lu Xia Lin bukanlah anaknya.
Dia pun marah besar dan mencari selir untuk membuat Lu Xia Lin merasa cemburu. Namun, Lu Xia Lin hanya mengabaikan tindakannya. Akhirnya, Lu Xucheng pun sepenuhnya tidak peduli pada Lu Xia Lin.
Saat di mana hari kelahiran Lu Xiao Lan, suara tangis bayi dapat terdengar. Lu Xia Lin menatap Lu Xiao Lan dengan berlinang air mata. Dia melihat bayang-bayang Ayah dari Lu Xiao Lan dan menangis tanpa suara.
Dia memeluk Lu Xiao Lan dengan erat sambil terus menangis dalam diam. Lu Xia Lin menatap Lu Xiao Lan dengan penuh arti.
"Lan'er, selanjutnya, kau harus bisa bertahan sendiri. Ibu tidak bisa menemani dirimu dan melihat kau bertumbuh besar. Maafkan Ibu yang tidak berguna ini, Lan'er" ucapnya.
Perlahan Lu Xia Lin menutup matanya dan meninggal dunia, meninggalkan Lu Xiao Lan yang baru lahir. Untunglah racun dalam tubuh Lu Xia Lin tidak masuk ke tubuh Lu Xiao Lan.
Dari mana racun itu berasal? Tentu saja dari selir-selir Lu Xucheng. Lalu, di mana Kaisar dan Permaisuri terdahulu? Mereka meninggal saat Lu Xiao Lan berumur 7 bulan dalam kandungan.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun Lu Xiao Lan tumbuh dalam ketakutan karena siksaan dari selir-selir Ayahnya dan selalu diabaikan oleh Ayahnya sendiri.
Bahkan, saat Lu Xiao Lan memanggilnya 'Ayah', dia langsung marah dan tak segan-segan menghukum Lu Xiao Lan. Sampai akhirnya Lu Xiao Lan mati oleh racun yang diberikan oleh Selir Pertama Ayahnya*.
Lin Yuan yang melihat semua itu pun merasa iba pada Lu Xiao Lan. Padahal dirinya tidak mengetahui apapun, namun dirinya malah menjadi sasaran dari orang-orang yang tidak menyukai Lu Xia Lin.
Sungguh anak yang malang...
"Baiklah, tenang saja. Aku akan membalas orang-orang yang telah membuat dirimu menderita!" ucap Lin Yuan yang membuat Lu Xiao Lan seperti menemukan secercah cahaya di antara kegelapan.
"Terima kasih banyak!" ucap Lu Xiao Lan.
"Putri?!" pekik seorang gadis yang kira-kira berusia 15 tahun, seumuran dengan Lu Xiao Lan.
"Putri, syukurlah hiks, putri baik hiks baik saja. Nubi khawatir kalau nona hiks akan huhuhu" ucap gadis itu dengan pelukannya yang masih erat dan disela oleh tangisannya.
"Xin'er," panggil Lin Yuan pada gadis yang tengah memeluk erat dirinya.
Gadis itu adalah pelayan setianya. Di saat mereka terus menyiksa Lu Xiao Lan, gadis inilah yang terus membela dirinya. Namun, karena hal itu dirinya juga dihukum cambuk, sama seperti dirinya.
Xin'er adalah gadis yatim piatu, dulunya dia menjadi pengemis untuk bertahan hidup, namun Lu Xiao Lan mengangkatnya sebagai pelayan pribadinya, karena itulah Xin'er tidak takut untuk membela Lu Xiao Lan.
Karena dirinya tahu cara membalas budi. Kalian tahu kenapa Lu Xiao Lan bisa keluar? Itu karena salah satu Selir Ayahnya, Selir Mu sangat menyayangi Lu Xiao Lan seperti anak kandungnya sendiri.
Namun, karena suatu penyakit yang tidak diketahui, Selir Mu meninggal di saat Lu Xiao Lan masih berumur 5 tahun. Dia menjadi lebih pendiam dan terus dipanggil pembunuh.
Tentunya kalian tahu bukan itu ulah siapa? Ya, itu adalah ulah selir-selir Lu Xucheng tentunya.
Gadis itu pun tersadar telah membuat Tuan Putrinya kesulitan bernafas, dia pun melepas pelukannya dan langsung menunduk dan meminta maaf.
"Maafkan nubi Tuan Putri karena telah lancang. Harap Tuan Putri untuk menghukum nubi" ucapnya dengan badan menunduk.
(Sekarang panggil Lin Yuan jadi Lu Xiao Lan)
Lu Xiao Lan menghela nafas dan memijat pelipisnya. Padahal hanya kesalahan kecil, tapi minta di hukum. Kalau di zaman modern, pasti mintanya keringanan hukuman.
"Sudahlah, memangnya apa kesalahan-mu?" tanya Lu Xiao Lan.
Xin'er—tadinya Xin Xin, author ubah jadi Xin'er—hanya terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Lu Xiao Lan.
"Jawab atau aku benar-benar akan menghukum dirimu!" ucap Lu Xiao Lan dengan nada mengintimidasi.
Xin'er pun gemetar mendengar nada bicara Lu Xiao Lan yang berubah drastis. Dulunya dia begitu lemah dan penakut, sekarang terlihat menyeramkan.
"N-nubi telah lancang memeluk Tuan Putri" ucapnya dengan bersujud.
Lu Xiao Lan terdiam mendengar jawaban Xin'er. Hanya itu saja dan dia meminta untuk diberi hukuman? Lu Xiao Lan tak habis pikir.
"Berdirilah! Untuk kali ini, aku memaafkan kesalahanmu. Untuk selanjutnya, cobalah mematuhi aturan" ucap Lu Xiao Lan.
Xin'er pun mematuhi perintah Lu Xiao Lan dan segera berdiri dari sujud-nya, takut Lu Xiao Lan akan marah lagi—koreksi, bukan marah, tapi menegur, 11 12 sih.
"Xin'er, di mana aku harus mandi? Badanku terasa lengket" ucap Lu Xiao Lan.
"Nona tinggal mandi di sungai dekat sini. Nona berjalan saja terus ke depan, terus belok kanan, Nona akan menemui sungai" jawab Xin'er.
"Baiklah, siapkan pakaianku" perintah Lu Xiao Lan dengan wajah datar.
Xin'er langsung pergi untuk mengambil pakaian Lu Xiao Lan. Beberapa lama kemudian, Xin'er kembali dengan membawa hanfu berwarna putih dengan sedikit corak berwarna biru.
'Serius?! Memakai pakaian putih? Memangnya saat orang melihatku, aku tidak akan dikira hantu?' batin Lu Xiao Lan dengan senyum kecut.
...🌾🌾🌾...