Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 017. Rencana untuk kabur



'Hahaha, aku memang jenius!' batin Zhang Yui Wei yang berhasil lagi membujuk Hua Hua dengan mengandalkan aktingnya sebagai anak kecil.


Zhang Yui Wei pun tersenyum penuh kemenangan dan langsung bergegas menuju lemarinya untuk mencari sesuatu. Hua Hua penasaran dengan apa yang tengah dicari oleh Zhang Yui Wei.


"Nona, apa yang sedang anda cari? Biar saya saja yang carikan, nona tinggal duduk saja di sini" ucap Hua Hua berjalan mendekat bermaksud ingin membantu Zhang Yui Wei untuk mencari benda yang sedang dicarinya.


"Tidak perlu, Hua Hua. Aku yakin benda itu di sini. Aku katakan pun, kau tidak akan mengerti" tolak Zhang Yui Wei dengan halus sambil terus mencari benda yang diinginkannya dengan serius.


Zhang Yui Wei mencari dengan terlalu fokus dan membuat seisi lemari keluar dari tempatnya dan membuatnya menjadi tumpukan yang berserakan.


Hua Hua menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah nonanya dan langsung membereskan kekacauan yang dibuat oleh Zhang Yui Wei.


"Aha! Akhirnya ketemu juga! Ini dia, sebuah tali!" ucap Zhang Yui Wei dengan girang dan menunjukkannya dengan tangan diangkat ke atas.


Ntar, kok kayak pernah liat ya adegan ini? Apa kalian merasakan hal yang sama? D*r**m*n kah?


"Nona, apa yang akan nona lakukan dengan tali itu?" tanya Hua Hua dengan heran.


***


"Nona, nona tidak serius kan tentang memanjat dinding tembok yang tinggi ini?" ucap Hua Hua dengan ragu sambil menatap ke arah puncak tembok itu.


Bahkan kepalanya menjadi sakit karena sedari tadi terus memperhatikan ujung tembok yang cukup tinggi itu. Hua Hua menatap Zhang Yui Wei berharap kalau saat ini dia sedang bercanda.


"Tentu saja aku tidak bercanda! Ayo, Hua Hua, aku akan duluan lalu kau menyusul, ya?" ucap Zhang Yui Wei memberikan instruksi pada Hua Hua dan melemparkan tali dengan pengait di ujungnya.


Setelah yakin bahwa tali itu cukup kuat untuk menahan beratnya juga Hua Hua, Zhang Yui Wei segera memanjat tembok sambil berpegangan tali.


Zhang Yui Wei merasa cukup kesulitan karena kini dia berada di tubuh anak berumur 14 tahun. Namun, itu tidak cukup untuk menghentikannya dari kabur ke luar.


Sedangkan Hua Hua kini tengah menutup matanya dengan menggunakan kedua tangannya. Dia takut untuk melihat Zhang Yui Wei naik ke atas sana.


Sesekali Hua Hua mengintip dari celah tangannya dan langsung menutupnya kembali karena takut. Bahkan kakinya menjadi gemetaran dan membuat dirinya tidak seimbang.


"Hei, apa yang sedang kau lakukan, Hua Hua?! Ayo cepat! Aku sudah naik ke atas sini!" ucap Zhang Yui Wei sedikit berteriak dari atas sana dan memanggil Hua Hua yang masih ketakutan.


"Ah? Iya nona?" Hua Hua langsung membuka matanya dan melihat Zhang Yui Wei yang telah berada di atas sana.


Akhirnya, dengan takut-takut Hua Hua naik ke atas sana dan menyusul Zhang Yui Wei yang telah bosan menunggu dirinya yang masih belum mencapainya.


"Nona, apakah masih jauh lagi? Kenapa aku belum sampai ke atas sana, ya?" tanya Hua Hua dengan nada sedikit gemetaran.


"Ah?" Hua Hua segera melihat ke bawah, dan benar saja, belum ada satu meter dia berjalan "-_-


***


Bila membayangkan bagaimana saat dia memanjat tembok, sungguh membuatnya merinding dan tidak ingin mengingat hal buruk itu lagi di pikirannya. Dia lebih memilih untuk memperhatikan Zhang Yui Wei.


"Nona, sebenarnya apa yang sedang nona cari?" tanya Hua Hua yang menyuarakan pikirannya saat melihat Zhang Yui Wei tidak membeli apapun hanya melihat-lihat.


"Sesuatu yang bisa menarik perhatianku" jawab Zhang Yui wei dengan singkat, padat, dan jelas.


Jawaban Zhang Yui Wei yang sedikit ambigu membuat Hua Hua bingung, namun dia tidak bertanya apapun lagi dan terus mengikuti Zhang Yui Wei menjelajahi pasar.


Sebuah kios yang menjual aksesoris seperti gelang, kalung, cincin, dan lain-lain membuat Zhang Yui Wei tertarik untuk pergi ke sana dan melihat-lihat aksesoris yang dijajakan.


"Ayo, kita ke sana dan melihat-lihat" ucap Zhang Yui Wei sambil menarik tangan Hua Hua dan menuju ke kios tersebut.


'Ya sudahlah, aku sudah pasrah dengan ini' ucap Hua Hua dalam hatinya.


Setelah tiba di depan kios itu, Zhang Yui Wei langsung bersemangat dan memilih-milih aksesoris dengan bingung karena semuanya terlihat sangat bagus dan berkualitas tinggi.


"Nona, silahkan pilih mana saja yang membuatmu tertarik. Karena hari ini sedang ada diskon untuk beberapa aksesoris yang kujual" ucap seorang nenek tua yang merupakan sang penjual dengan senyum dan suara yang lembut juga keramahan.


Hingga pandangannya jatuh kepada sebuah gelang yang begitu mencolok dari aksesoris yang lainnya. Dengan ukiran sepasang sayap, membuat gelang itu menjadi sangat indah.


"Woah, gelang ini indah juga. Nenek, aku mau beli ini. Berapa harganya?" tanya Zhang Yui Wei dengan senyum khas anak-anak yang membuat siapa saja merasa gemas.


"Ah, nona, aku mohon maaf sebelumnya. Tapi aku tidak bisa menjual gelang giok itu kepadamu karena sudah beberapa pembeli mengembalikan gelang ini. Mereka mengatakan bahwa setelah memberi gelang giok ini, mereka selalu mendengar suara aneh. Nona, apa nona masih berminat?" ucap Nenek tua itu dengan wajah cemas, takut kalau Zhang Yui Wei akan mengalami hal yang sama dengan para pembeli sebelumnya.


Zhang Yui Wei terdiam selama beberapa saat. Nenek tua itu sudah menduga kalau Zhang Yui Wei tidak ingin membeli gelang giok ini dan memutuskan untuk membeli yang lain setelah mendengar ceritanya.


Namun, dugaannya itu tidaklah benar ...


"Tidak apa-apa, Nenek. Itu hanya akan berguna untuk pembeli lainnya. Tapi bagiku pastinya tidak karena aku ini istimewa. Aku sudah terlanjur tertarik pada gelang giok ini, jadi, berikan harganya padaku" ucap Zhang Yui Wei dengan senyuman manisnya.


"Ah, nona, baiklah. Harga gelang giok ini sebenarnya adalah 20 koin emas. Gelang giok ini cukup istimewa sehingga harganya cukup tinggi untuk gelang pasaran. Namun, karena pemilik asli belum mengizinkan siapapun untuk menggunakannya, maka gelang giok ini menolak semuanya dan membuat mereka takut. Aku akan memberikan harga 10 koin emas saja untukmu, nona" ucap Nenek tua itu dengan tersenyum.


Zhang Yui Wei kagum pada Nenek tua itu. Dia berdagang dengan jujur dengan mengatakan tentang gelang giok itu, bahkan memberikan harga setengah dari aslinya. Kalau pedagang lain mungkin tidak akan melakukan hal yang sama.


"Tidak, Nenek. Aku harus membayarmu 20 koin emas. Aku jamin tidak akan terjadi apapun kepadaku. Jadi, aku tetap akan membayar dengan harga yang sepantasnya" ucap Zhang Yui Wei dengan tegas.