Travel In A Different World

Travel In A Different World
Ch. 026. Namaku Xishu



Happy reading~


Seorang gadis dengan surai merah muda nya yang tersebar di bantal dan ranjangnya saat ini tengah tertidur pulas. Hari sudah malam, mungkin sudah sekitar jam 01.00. Gadis itu terus menggeliat untuk mencari posisi ternyaman untuknya tidur.


Zhang Yui Wei, gadis itu sepertinya sedang bermimpi buruk. Dia terus saja bergerak, keringat dingin juga membasahi keningnya. Dia mengerutkan kening. Entah mimpi buruk apa yang dia alami saat ini.


"Tidak ... Jangan ... Jangan!!" teriak Zhang Yui Wei yang kini tiba-tiba bangun.


Rambutnya yang berantakan dan wajahnya khas seperti orang baru bangun tidur. Nafasnya memburu, jantungnya berdebar-debar. Mata magenta-nya menunjukkan kalau dirinya ketakutan.


Lalu tiba-tiba saja kepalanya sakit. Zhang Yui Wei langsung mencengkram bagian kepala yang sakit, dan rasa sakit itu berangsur-angsur pulih. Setelah merasa baik, dia menatap lurus dengan nafas yang masih belum stabil.


"Aku kenapa bangun, ya? Lagipula ini kan masih malam. Tapi, aku tidak mengantuk," gumamnya yang kebingungan.


Sepertinya dia lupa dengan mimpi buruknya. Tapi, itu bagus karena sepertinya mimpi itu begitu mengerikan sampai-sampai bulu kuduknya berdiri. Dengan begitu, dia bisa tidur lagi. Mungkin ...


"Hah, ini masih malam, tapi aku tidak bisa tidur. Mungkin jika aku berjalan-jalan akan lebih baik," ucapnya sambil menatap ke arah jendela yang terbuka karena angin, gordennya juga berterbangan terkena angin malam.


"Sepertinya malam ini cukup dingin. Aku harus mengenakan jubah supaya tidak dingin," gumamnya.


Zhang Yui Wei berjalan ke arah lemari untuk mengambil jubah, namun tiba-tiba saja tangannya tergores. Dia bingung karena dia saja tidak menyentuh apapun, mengapa tangannya bisa tergores? Bukankah itu aneh?


"Proses identifikasi dimulai. Pengenalan tubuh, ... tidak sesuai. Pengenalan jiwa, 10%, 28%, 45%, 59%, 71%, 88% 90%, 99%, 100% ... ini adalah nona muda. Nona muda telah ditemukan. Gerbang menuju ruang spirit terbuka ..."


Sebuah suara mengejutkan Zhang Yui Wei. Ternyata memang benar perkataan nenek penjual gelang giok itu, atau lebih tepatnya si wanita misterius. Gelang giok ini begitu aneh, dan ada suara. Dan lagi suara itu seperti suara anak perempuan kecil, begitu imut.


"Apa? Siapa? Siapa di sana?" tanya Zhang Yui Wei dengan waspada.


Pandangannya menelisik ke segala arah, namun dia tidak menemukan siapapun di kamarnya. Hanya ada dirinya yang berada di kamarnya. Zhang Yui Wei menjadi semakin waspada dan membuat suara itu tertawa.


"Nona muda, jika ingin melihatku, kau hanya perlu melewati portal ini," ucap suara menggemaskan itu. Dan secara tiba-tiba sebuah portal muncul di samping Zhang Yui Wei. Zhang Yui Wei juga tanpa ragu langsung berjalan melewati portal itu.


Setelah Zhang Yui Wei masuk ke dalam portal itu, seketika portal menghilang seolah tidak pernah ada. Kamar pun menjadi begitu sunyi. Koreksi, jendela yang bergoyang karena terkena angin membuatnya sedikit berdecit, jadi tidak terlalu sunyi.


***


Di sebuah ruangan yang sunyi, semuanya gelap seperti di luar angkasa. Ya, tidak terlalu gelap sih. Anehnya walaupun di sana gelap, namun masih bisa melihat dengan jelas.


Seorang gadis bersurai perak yang kini tengah mengambang di sana perlahan membuka matanya. Bulu matanya bergetar dan berkedip beberapa kali dan menampilkan matanya yang berwarna coklat teduh.


Dia ingat, sebelum ada di sini, dia tengah berada di kamarnya untuk mengambil jubah karena ingin berjalan-jalan keluar. Namun, tiba-tiba ada sebuah suara dan sebuah portal yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


"Selamat datang kembali, nona muda! Sudah cukup lama Xishu menunggu anda!" ucap sebuah suara yang menggemaskan. Gadis itu mengenal suara itu. Itulah suara yang didengarnya tadi.


Zhang Yui Wei, gadis itu bertanya dengan datar, "Siapa kau? Xishu? Aku tidak mengenalmu. Ini dimana?" Zhang Yui Wei merasa bingung lagi saat sikapnya sedikit berubah.


"Seperti yang nona muda katakan, namaku Xishu. Ini ada di ruang spirit yang ada di gelang giok nona muda. Di sini, nona bisa mendapatkan apa yang ingin nona ambil. Oh iya, aku harus mengganti background nya!" ucap Xishu sedikit panik karena melupakan sesuatu.


Seketika ruangan itu berubah menjadi sebuah tempat dengan banyak tanaman baik biasa maupun herbal dan obat-obatan. Juga ada mansion yang berwarna perak, sesuai dengan warna surainya.


"Ini di mana lagi?" tanya Zhang Yui Wei. Walaupun tidak bisa melihat, namun dia bisa merasakan perubahan suasana, juga dia dapat mencium bau tanaman obat dan herbal yang tadinya tidak ada.


"Di sini adalah ruang spirit di bagian lain. Di sini ada mansion yang berwarna perak dan ada tanaman biasa, obat-obatan, maupun herbal yang menghias bagian depan mansion. Tuan ingin keluar, bukan? Aku akan ambilkan jubah hangat dari ruang angkasa." jelas Xishu.


Seketika sebuah jubah hangat berwarna hitam muncul di tangannya. Xishu menyerahkan jubah hangat itu kepada Zhang Yui Wei dan diterima olehnya. Dia segera mengenakan jubah itu.


Walaupun kelihatannya agak tipis, namun itu membuatnya hangat. Zhang Yui Wei menatap ke arah yang di rasa kalau Xishu ada di sana dan bertanya, "Xishu, apa aku bisa mengubah warna rambutku sementara? Warna rambutnya begitu mencolok, pasti saat melihatku akan langsung dikenali,"


"Oh, kalau itu, tentu saja bisa! Memangnya apa yang tidak bisa untuk nona muda?" ucap Xishu sambil tersenyum bangga.


" ... "


Zhang Yui Wei keluar dari ruang spirit melalui portal yang disiapkan oleh Xishu. Perlahan, dia membuka matanya. Mata magenta-nya yang bisa melihat lagi, menelisik ke segala arah, dan dia tahu kalau sekarang dirinya berada di kamarnya lagi.


"Baiklah, aku akan mencobanya," ucapnya sambil mengeluarkan krim pemberian dari Xishu. Dia mengoleskannya pada rambutnya dan sekarang rambutnya berubah menjadi berwarna coklat.


"Ternyata memang bekerja." gumamnya sambil melihat pantulan dirinya di dalam kaca. Dia menurunkan kerudung jubah hangatnya dan mengambil ikat rambut lalu mengikatnya kuncir kuda.


Zhang Yui Wei membuka jendela yang sedikit tertutup dan melompat keluar melalui jendela. Beruntung jendela itu cukup besar dan tubuhnya kecil sehingga bisa keluar.


Untunglah tali yang tadi masih ada, sehingga dia bisa keluar melalui tembok. Dia memanjat dengan cepat dan turun tanpa aba-aba. Namun, pendaratannya sempurna.


Lalu, setelah itu dia pergi menuju ke hutan sekedar untuk mencari angin segar. Mungkin jika orang lain tahu, entah apa yang ingin mereka lakukan. Sekedar berjalan-jalan di hutan yang penuh akan spirit beast? Yang benar saja!


...🌾🌾🌾...