
Dan seperti aku sudah tau bagaimana caranya menghentikan monster pengganggu itu.
"Arcas kau pancing monster itu, buat dia marah dan jebak dia agar menghentakkan kakinya ketanah. Usahakan agar membuat lubang menjadi setengah lingkaran!!"
"APA!! Kenapa harus aku?!"
"Karena kau memiliki wajah dan sikap paling menyebalkan diantara kita makanya lebih mudah memancing kemarahannya..." ledek Keanu.
"Sial! Lalu tugas kalian apa?!"
"Aku dan Keanu akan membuat dia terjatuh kedalam lubang yang dia ciptakan sendiri, di tanah yang kita injak ini terdapat lahar api yang dapat membuat monster itu mati. Aku dan Keanu akan menyelinap kebelakang monster itu karena dia tak bisa mengerakkan kepalanya. Saat monster itu jatuh dia juga tidak akan bisa menyelamatkan diri karena dia tak bisa mengangkat tangannya lebih dari atas perut, sehingga ia tak bisa berpegang atau mencari tumpuan agar tidak jatuh." ucapku panjang lebar.
Setelah mengatakan rencana itu, aku dan kedua sahabat ku langsung menjalankan tugasnya masing-masing.
_POV Author_
Arcas, pria playboy itu dengan wajah cemberut melesat mendekati monster merepotkan tersebut, sambil berusaha menghindari retakan tanah dibawahnya.
Saat ia sudah berada didalam jangkauan pandangan monster itu Arcas langsung mengeluarkan kata-kata mutiaranya, sekaligus meluapkan kekesalannya kepada monster jelek ini.
"Woy monster jelek! Berhenti berteriak! Suara mu seperti penggorengan karatan saat digosok! Bikin ngerusak pendengaran!"
"Sana pergi dasar biawak santet! Lihat saja dirimu mirip boneka santet versi batu, hohoho! Lain kali mandi sana! Lihat tuh tubuhmu borok kayak egitu, ditambah banyak lumutnya lagi! Dasar kotor!"
"Umm… Kalo diliat-liat tubuhmu juga merah-merah gitu ya, kayak pinggiran bisul! Pantes saja kau gak punya pasangan! Ahahah kasian sekali! Coba kau tetap aku, lihat baik-baik pria tampan ini! Kau pasti iri kan dengan wajah menggoda ku…"
Monster batu itu hanya terdiam, begitu juga dengan Keanu yang ikut terdiam setelah tersandung saat baru saja mendengar ucapan sahabatnya, sedangkan Raphael pria itu hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Narsisme! Hey Raphael apa kau dengar itu?"
"Hemm…"
"Haishh… ia sepertinya memang diciptakan untuk membuat orang kesal ya?!"
Raphael hanya tersenyum tipis, kemudian mereka langsung melanjutkan rencananya tanpa memperdulikan Arcas lagi.
Setelah Raphael dan Keanu kembali bergerak, monster batu itu juga ikut bergerak. Dengan marah ia menghentakkan kakinya meraung-raung seperti orang gila.
Sebuah lubang besar tercipta, bukan berbentuk setengah lingkaran, tapi berbentuk persegi panjang. Walau begitu bentuk tersebut malah lebih menguntungkan bagi Raphael. Lain kali dia harus menumbalkan sahabatnya ini untuk membuat lawannya marah.
Benar-benar menguntungkan!
Disisi lain saat ini Raphael serta Keanu sudah berada tepat dibelakang monster tersebut. Monster itu juga sedang berada tepat didepan retakan tanah yang ia buat.
Saking besarnya lubang itu, terlihat jika didalam lubang tersebut terdapat lahar api. Langsung saja Raphael dan Keanu saling bertatapan dan mengangguk siap dengan rencana selanjutnya.
Raphael langsung menggenggam lengan Keanu kuat dan memutar tubuh pria itu. Dengan sekuat tenaga Keanu menendang bokong monster tersebut kuat, hingga monster tersebut terjungkal ke depan dan jatuh ke lubang tersebut tanpa bisa menolong dirinya sendiri.
"MUNDUR!" teriak Raphael.
Dengan sigap, mereka langsung berlari mundur cukup jauh dari lubang itu.
BHUURR!!
Monster itu tengelam sempurna kedalam lahar. Melihat itu ketiga pria tersebut menghembuskan nafasnya lega. Mereka langsung mendudukkan dirinya ketanah saking lelahnya.
Untuk ukuran manusia, mereka bertiga sudah sangat kuat, namun tetap saja tidak cukup memuaskan Kevin. Entah siapa anak itu hingga hal sehebat ini dianggap hanya angin lalu olehnya.
"Mari kita lanjut ketempat kedua, kalian akan bertarung dengan monster lahar nanti. Lalu tempat ketiga kalian akan bertarung dengan Raja Beast. Setelah itu kita akan puncak Gunung Mati untuk membuat tubuh baru kalian." ucap Kevin.
Terlihat bocah itu sudah tak meminum susunya lagi, namun dia memakan bunga yang berwarna putih lembut, dengan kelopak bunga berwarna bening transparan ditangannya.
"Apa boleh kita istirahat dulu?" rengek Arcas.
"Dasar lemah!" sindir Kevin.
"Hey bocah! Kau saja yang tak masuk akal!"
"Tapi lebih baik, daripada kalian yang normal tapi lemah!"
"Ahhggg… kau benar-benar menyebalkan!!" teriak Arcas frustasi.
"……"
Suara cuek itu membuat Arcas serasa ingin menjatuhkan dirinya kedalam lahar, karena terlalu dongkol setelah bertengkar dengan bocah paling menyebalkan sejagad raya dihadapannya.
"Makan ini." suruh Kevin.
Anak itu mengeluarkan bunga yang sama seperti yang dia makan. Ia menerbangkan bunga-bunga itu kepada ketiga pria tersebut.
"Bunga ini…" tanya Raphael.
"Bunga itu berfungsi mengembalikan energi dan stamina kalian. Bunga itu juga berfungsi memperkuat fisik kalian dari panasnya api maupun lahar yang nantinya kalian hadapi."
Tanpa disuruh lagi mereka langsung memakan kelopak bunga tersebut. Sensasi awal terasa lembut di mulut mereka, tak lama tenggorokan mereka terasa segar.
Namun tiba-tiba detak jantung mereka langsung melemah, rasa dingin yang amat dingin terasa menggerogoti setiap bagian tubuh mereka. Akan tetapi rasa itu masih tak seberapa dengan apa yang mereka rasakan di jantung.
Ketiga pria itu berusaha menahan rasa dingin yang sangat menyakitkan ditubuh mereka. Rasanya seperti ada sesuatu yang bergerak dengan tubuh yang diselimuti jarum dingin didalam diri mereka.
Sedangkan Kevin hanya melihat sekilas lalu melanjutkan mengunyah bunga-bunga di tangannya.
Beberapa menit kemudian rasa dingin pun menghilang, tubuh mereka tiba-tiba terasa sangat ringan, sejuk, dan penuh energi.
Melihat itu Kevin langsung memaksa mereka untuk menaiki Gunung Mati ketempat selanjutnya. Tak peduli dengan ocehan Arcas yang selalu menemani mereka di setiap langkahnya.
………………………………………….
Akhirnya mereka sudah sampai ditempat selanjutnya, tempat ini merupakan tempat Kematian Mendadak, dimana terdapat lubang-lubang kecil di tanah, dan setiap detiknya lubang itu akan menyemburkan lahar biru yang amat panas.
Semburan itu juga selalu berubah-ubah tempat dan secara tiba-tiba, yang membuat tempat ini menjadi tempat yang sering memakan banyak korban secara tiba-tiba. Dan karena itulah tempat ini dinamakan Kematian Mendadak.
Jika ditanya dimana monster lahar itu berada? Jawabannya yaitu semburan yang keluar dari lubang tersebut.
Jika yang keluar adalah lahar berwarna biru maka dia bukanlah monster yang menyamar. Namun jika lahar tersebut berwarna hijau terang maka itu merupakan wujud dari monster lahar dalam wujud cair.
Benar-benar mengerikan!
Kevin mengeluarkan tiga jubah berwarna abu-abu putih, ia memberikannya kepada Raphael serta kedua sahabatnya.
"Jubah itu akan melindungi kalian dari percikan lahar tersebut dan akan membuat tubuh kalian menjadi transparan."
Mereka bertiga mengangguk mengerti, dan dengan cepat mereka memakai jubah itu rapi. Setelah selesai memakai jubah mereka langsung memasuki tempat itu lebih dalam lagi.
Sejauh ini tidak ada lahar yang menyembur dari dalam lubang yang membuat Arcas dan Keanu lega, namun berbeda dengan Raphael yang merasa ada yang tidak beres.
Kevin pun juga ikut mengerutkan kening, apa mungkin tebakannya benar? Jika begitu anak-anak ini tidak boleh bertarung dengan sosok tersebut!
Karena jika mereka bertarung dengan sosok itu, sudah dipastikan jika pertarungan antara mereka dengan Beast akan tidak seimbang.
Karena walaupun tubuh mereka dalam keadaan segar namun mental mereka masih belum membaik, dan jika mereka bertarung dengan sosok itu sudah pasti ditempat berikutnya ketiga pria itu tak akan mampu melawan Raja Beast.
Walaupun Raja Beast jauh lebih kuat, namun sosok ini juga tak boleh diremehkan karena mereka akan tetap mengeluarkan banyak energi jika mereka harus melawan sosok tersebut. Jadi mau tak mau ia sendiri lah yang harus turun tangan.
…………………………………………………
Jangan lupa LIKE and VOTE 🥺
(Bagi yang mampu aja ya)
.
.
.
.
#Next