The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 92 : Season 1 And



Queen mengalihkan pandangannya kearah lain tak mau melihat pria yang dapat merebut perhatiannya sekaligus kebenciannya.


Greeb!


Raphael menangkap kedua pipi Queen yang sangat lembut, pria itu menatap mata wanitanya dengan pandangan sedih.


"Hey, kenapa kau jadi cengeng begitu?" ucap Queen mencoba mengubah topik pembicaraan.


Namun sepertinya usaha wanita itu gagal karena pria ini masih mengingat perkataannya tadi.


KREKK!


Mendengar suara retakan Queen serta Raphael seketika langsung melihat kearah dinding pelindung yang sudah sedikit pecah.


Diluar terlihat jika anak-anaknya sedang bertarung melawan Reizel. Dan mungkin saja meraka hanya ingin bertanggung jawab karena sudah memanggil monster tersebut, dengan mengulurkan waktu untuk Queen serta Raphael berbicara.


Walau begitu terlihat sekali jika di wajah anak-anaknya terdapat guratan kemarahan ketika melihat Queen bersama dengan seorang pria.


Dibawah sana terlihat jika Tuan Besar Alaric berserta si Kevin yang ternyata memiliki banyak rahasia sedang melindungi orang-orang yang merupakan bagian dari keluarga tersebut, dari percikan kekuatan gaib yang sebenarnya tak akan berefek merusak lingkungan.


"Ba*gsat! Sepertinya kalian harus kuberi pelajaran seperti dulu ya?! Apa kalian tak melihat jika Bunda sedang berdekatan dengan mahkluk panas itu hah!!"


"……" mereka terdiam sejenak, jujur mereka juga tak suka melihat Ratu mereka terlalu dekat dengan manusia, namun mereka juga tak bisa membiarkan monster rusuh ini sampai mengeluarkan kekuatan lain selain kekuatan gaib.


Mereka takut jika pria itu akan membuat bumi hancur, maka dari itu mereka harus menghentikannya sebelum kejadian itu benar-benar terjadi.


………………………………


Disisi lain Queen masih terdiam, wanita itu tak mau menjawab arti dari perkataannya tadi kepada Raphael yang berusaha meminta penjelasan.


"Apa maksudmu?! Apa kau ingin pergi?"


Lagi-lagi Queen hanya memberikan senyum lemahnya.


"Aku tidak tau…" gumam Queen menunduk.


"Aku juga ingin meminta maaf karena ucapan ku tadi yang ingin menjadikan mu budak. Dari awal aku memang sangat mudah termakan emosi…"


"Apa kau masih ingat jika aku memiliki Esensi Tuhan?"


Pria itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika ia masih mengingatnya.


"Karena kebencian akibat penghianat dimasa lalu diriku menjadi gelap, diriku yang dulu dipenuhi kehangatan berubah menjadi gelap. Esensi Tuhan yang ku punya berubah menjadi Esensi Sang Dewi Pembunuh. Itu yang membuatku tidak bisa menahan kebencian ku, apalagi melihat wajahmu sedikit mirip dengannya."


"Kenapa kau memberitahu hal itu padaku?"


"Karena aku melihat jika jiwa mu sedikit demi sedikit dilahap oleh kegelapan. Aku tidak ingin kau menjadi orang yang sama sepertiku." ucap Queen serius menatap Raphael intens dengan mata Naga-Nya yang dapat melihat jaring-jaring kebencian seseorang.


Jika jaring tersebut berwarna putih maka ia masih tak ada kebencian didalam dirinya, namun berbeda lagi jika jaringan itu berwarna hitam.


"Kalau begitu tetaplah disini…, Anasya kau ingin mencegahku menjadi orang yang penuh kebencian bukan?"


Queen tidak bisa menjawab dan hanya bisa berkata, "Maaf…"


TAK!


Tanpa menunggu balasan dari pria itu, Queen sudah lebih dulu membuat Raphael tak bisa bergerak sementara. Wanita itu memberikan sebuah permata kecil berwarna galaxy kepada pria itu.


Ting!


Waktu berhenti bergerak, suasana menjadi sunyi karena waktu bergerak lambat. Bukan hanya waktu yang bergerak lambat melainkan pergerakan mereka pun juga menjadi lambat.


Semua terkena efeknya kecuali orang-orang yang berada disekitar Mansion QueenZell yang masih dapat bergerak bebas.


"Jagalah ini, suatu saat nanti itu akan berguna untukmu. Dan maaf sepertinya kita tidak bisa bertemu lagi…" ucap Queen meletakkan permata itu dilantai.


Raphael tidak bisa menggerakkan tubuhnya namun mulutnya masih bisa bergerak walaupun kaku. Pria itu menatap Queen dengan pandangan kosong.


"Terima kasih sudah membuat ku merasakan perasaan marah, benci, kesal untuk sekali kalinya setelah rasa hampa yang menemani ku." Queen tersenyum memandang wajah Raphael sayu.


Raphael meneteskan air matanya, dengan sekuat tenaga ia menggelengkan kepalanya pelan mencegah wanitanya pergi.


"Kau ingin pergi begitu saja setelah melakukan ini padaku……?!" akhirnya dia dapat berbicara dengan susah payah.


Queen tak menjawab, ia membalikkan tubuhnya lalu memecahkan pelindung yang sempat melindungi mereka. Melihat jika sang Ratu keluarga dari pelindung tersebut mereka seketika menghentikan pertarungan.


"Mari kita pulang, hapus semua jejak kita di bumi ini. Dan kau Reizel, jangan pernah menganggu mereka lagi!"


Reizel tersenyum manis menatap wajah Bunda-Nya. Dia tau jika dia sepertinya sudah menghancurkan momen berharga bagi pria itu.


Huh tapi memangnya kenapa? Tidak ada yang boleh mengambil Bunda-Nya dari dirinya!


Anak-anak Queen yang mendengar perintah tersebut memiliki perasaan berat jika harus pergi dari bumi, tapi mereka tak berhak membantah.


Mereka langsung masuk kedalam pusaran tersebut dengan wajah suram. Sedangkan Queen masih berdiri ditempatnya tak menanggapi teriakan Raphael yang berada dibelakangnya.


Melihat jika Bunda-Nya terlihat tak rela untuk pulang, dia dengan wajah gelap menarik paksa tangan Queen namun tak tau kenapa dia langsung mendapatkan penolakan dari wanita tersebut.


Wajah Reizel pun semakin bengis, ia sangat kesal jika obsesinya direbut oleh orang lain. Dengan perasaan hancur ia terpaksa menggunakan rantai pengontrol yang merupakan Artefak dari Menara Pengontrol yang ia pimpin.


SREET!


"Pulang!" perintah Reizel tak takut dengan siapa yang dia perintahkan.


"Lepaskan! Aku juga bisa masuk sendiri!" teriak Queen saat kaki serta tangannya diseret paksa oleh rantai-rantai tersebut.


Dibelakangnya terdengar suara pria yang berteriak putus asa memanggil namanya. Tak berapa lama tubuhnya pun bisa bergerak kembali walaupun terasa lemas.


Pria itu segera berlari menangkap tangan Queen yang sekarang ini sedang dipaksa memasuki pusaran aneh itu. Ia menggelengkan kepalanya tak ingin jika wanita yang ia cintai pergi begitu saja darinya.


"Kau ingin pergi begitu saja setelah membuatku jatuh cinta padamu!" ujar Raphael tak mau melepaskan Queen.


SRET!!


Tubuh Queen semakin ditarik oleh rantai hidup tersebut, wanita itu berusaha menahan tumpuan kakinya agar tak terbang masuk kedalam pusaran dimensi diatasnya.


Namun usahanya gagal ia tetap ditarik menuju pusaran dimensi tersebut. Queen pada akhirnya menatap kearah wajah tampan yang sekarang ini terlihat kacau dibawah sana.


"Jadilah kuat…, untuk orang yang kau cintai jadilah kuat." ujar Queen dari atas.


"Suatu saat nanti aku berharap kau menjadi orang yang hebat." seru Queen lagi.


Tak berapa lama Queen pun masuk kedalam pusaran dimensi tersebut. Tak ada yang tau jika wanita itu sedikit meneteskan air matanya.


Portal itu pun langsung tertutup rapat, udara kembali sejuk layaknya cuaca Negara Eropa pada umumnya.


Suasana di Mansion juga terasa sunyi, Mama dan Tante Raphael yang melihat betapa hancurnya anak tertuanya ikut merasa sedih.


Sedangkan Raphael sudah terperosok kelantai, pria itu menangis dalam hati sambil menggenggam permata milik wanitanya erat. Baru saja dia merasakan indahnya jatuh cinta namun semua itu hancur begitu saja.


Perbedaan antara mereka berdua sudah terlihat hanya dengan sekali lirikan mata. Ia bersumpah akan menjadi orang yang kuat melebihi orang-orang terkuat.


"Anasya tunggu aku, aku akan menjadi orang yang kuat seperti harapan mu."


"Aku mencintai mu Anasya…"


Semenjak hari itu Mansion QueenZell menjadi sepi penghuni. Semua aset serta perusahaan milik Queen yang ada di bumi dipindah alihkan sementara kepada Negara.


Semenjak hari itu juga banyak berita yang beredar jika Raphael sang CEO perusahaan AL4RIC COMP4NY membatalkan pertunangannya dengan Felicya dan wanita itu juga dikabarkan menghilang begitu saja.


Tak ada yang tau dimana wanita itu berada bahkan seluruh keluarganya memilih untuk menutup mulut mereka rapat.


Banyak yang berasumsi jika Felicya bunuh diri karena batalnya pertunangan antara dirinya dengan CEO perusahaan AL4RIC COMP4NY.


Bukan hanya wanita itu yang menjadi topik panas di seluruh dunia. Namun sang CEO sendiri juga memiliki topik yang tak kalah menarik, yaitu jika sang CEO dikabarkan menjadi lebih dingin dan sering melamun.


Ia bahkan tak segan-segan memotong tangan seseorang langsung didepan publik jika orang itu mengganggunya. Selain itu terungkap sudah jika Anggota Mafia terkuat di dunia ternyata dipimpin oleh sang CEO perusahaan AL4RIC COMP4NY.


Disisi lain mereka juga sering melihat CEO dari perusahaan AL4RIC COMP4NY sering bolak-balik ke Club Malam besama kedua sahabatnya. Banyak yang melihat jika saat itu kondisi sang CEO sangat memprihatinkan.


Bahkan pernah saat itu seorang pekerja wanita yang mengantar minuman untuk Raphael serta sahabatnya melihat jika sang CEO tersebut sedang menangis dalam diam sambil menyebutkan nama seorang wanita.


Namun seberapa penasarannya mereka, akan tetapi mereka memiliki untuk tak terlalu ikut campur karena sepertinya sang CEO sedang patah hati. Entah wanita mana yang menolak cinta dari sang CEO dengan segala kesempurnaan seperti Raphael itu mereka tak tau.


Biarkan saja ini berlalu dan menjadi tujuan selanjutnya untuk keempat pria itu untuk menjelajahi dunia yang lebih luas dari bumi ini. Raphael, Kevin, Keanu, serta Arcas akan sama-sama menjelajahi semua dimensi yang ada di alam semesta ini.


……………………………………………


Jangan lupa LIKE and VOTE 🥺


(Bagi yang mampu aja ya)


.


.


.


.


#Next