The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 28



Saat ini Queen berada diatas salah satu bebatuan yang ada disana, dia juga berada tak jauh dari segerombolan manusia-manusia tersebut, yang sebentar lagi menjadi santapan-nya.


"Dorr... Doorrr.... Doorrrr...."suara tembakan tersebut berasal dari segerombolan orang yang terlihat sedang menjatuhkan satu sama lain, ahh ralat maksudnya menjatuhkan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya.


"Bommm!!..... Syung.... Syung..." suara-suara pertempuran terus berlanjut dan mengakibatkan kerusakan dimana-mana, tapi ntah kenapa Queen yang ada disana terlihat tak peduli dan menunggu mangsanya bermain-main terlebih dahulu.


Namun yang membuat orang heran adalah karena Queen masih saja bisa-duduk dengan santai diatas bebatuan disana, apalagi dia terlihat sedang asik memakan buah favoritnya didalam kondisi seperti ini. Ckck benar-benar keterlaluan!


"Apa dibumi selalu seperti itu? Mereka bahkan rela terluka lalu mati hanya untuk membuktikan siapa yang lebih kuat? Hah... ternyata benar apa yang dikatakan bocah itu, padahal aku kira dia hanya menipu saja." yah bocah yang dimaksud Queen adalah pelayan pribadinya, Lisya.


Dan seperti yang dikatakan oleh Queen, manusia-manusia itu rela mati hanya untuk memperlihatkan mana yang lebih kuat dan mana yang lebih lemah.


Mereka juga terlihat mau membuktikan bahwa kelompok mereka merupakan kelompok yang paling berkuasa dari kelompok lainnya, makanya mereka bertarung seperti itu.


"Ahh kenapa aku memikirkan hal itu, akupun juga sering membunuh seseorang, lagi pula itu urusan mereka, aku seharusnya tak peduli, Baik! Kurasa sudah cukup bermain-main nya..." ucap Queen sambil berdiri dari duduknya.


Setelah itu Queen dengan tenang berjalan mendekat kearah pertempuran itu, dan ketika sudah berada didekat sana, terlihat ada beberapa peluru yang memiliki racun yang cukup berbahaya, melesat tepat kearah Queen berada.


Namun seketika saja semua peluru dan beberapa senjata yang melesat diudara terhenti, dan mengembang diudara, setelah itu jatuh kebawah.


Semua orang yang melihat itu terkejut dan pada akhirnya menyadari ada seseorang yang mereka tidak kenal, sudah berada dudekat samping tempat pertempuran.


"Hei kau, siapa kamu?!!" seru beberapa orang yang ada disana, atau lebih tepatnya kelompok yang terlihat lebih rebah kemampuan-nya, dari kelompok satunya lagi yang terkesan Elit.


"Maaf Nona sebenarnya siapa kau?! Kenapa wanita seperti kau ada disini, apa kau mata-mata?!!" ucap beberapa orang dari kelompok Elit tersebut.


"Hehehe~ apa kedatangan ku mengagetkan kalian? Ahh baiklah kalau begitu, biar kuberitahu siapa aku~" ucap Queen dengan suara lembut dan tentu saja dilengkapi senyum mematikan.


"Anggap saja ini sebagai hadiah perpisahan ku sebelum kalian meninggalkan dunia, hihihihi~ Ingatlah aku.... aku adalah orang yang akan menikamati darah kalian, Se...Be...Lum..., Ka...Li...An..., Ma...Ti...!!~ Hahahaha!!" suara tawa yang sedari tadi Queen tahan-pun pecah.


Namun tawa tersebut bukanlah tawa yang enak didengar, tetapi suara itu bagaikan pengiring kematian, yang terdengar begitu mengerikan, dan yah jangan lupakan seyum psycho-nya itu.


Semua orang yang mendengar suara tawa tersebut seketika berkeringat dingin, mereka entah kenapa menjadi ciut seketika saat mendengar suara tawa tersebut.


"Dasar wanita gila!!!" teriak mereka bersama, namun lihatlah ekspresi mereka yang tak sesangar suara yang baru saja mereka lontarkan, yah sekarang ini ekspresi wajah mereka sudah menjadi pucat pasi.


Melihat reaksi mereka, Queen-pun semakin dibuat lapar akan darah, diapun dengan segera melesat dan mendekati mangsanya yang paling besar, ntah kenapa sekarang ini dia benar-benar menginginkan darah.


Mungkin karena sudah sangat lama dia tak meminum darah lagi semenjak adanya Pangeran Erlan, namun ketika berfikir bahwa Pangeran Erlan sudah tidak ada lagi, Queen-pun menjadi sangat ganas seperti dulu.


Semua orang yang melihat Queen bersikap aneh seperti itu, berfikir bahwa dia sudah gila atau terkena virus yang menyebabkan kerusakan otak, saat berfikir demikian, merekapun tanpa ragu mengangkat senjatanya dan menempatkan tepat kearah Queen berada.


Dengan segera mereka meluncurkan serangan, namun tanpa diduga Queen memindahkan didikan serangan itu kearah mangsa yang tadi dia tikam.


Dan sungguh naas sekali nasip orang itu, yang memiliki luka berbagai jenis senjata mematikan yang bersarang didalam tubuh-nya.


Tapi anehnya mereka bukanya sedih atau terkejut, akan tetapi meraka malah merasa marah karena ketidak puasan mereka karena gagal mengenai target.


"Hahaha lihatlah kalian salah mengenai orang, hehehe apa kalian kecewa? Ckck kalian payah sekali, tapi.... tidak masalah karena kalian, aku bisa lebih cepat menikmati darahnya, Hahahaha!!" ucap Queen meremehkan tetapi juga senang.


Dengan segera Queen mengunci pergerakan mereka dan mulai meminum darah orang tadi dengan rakus, oh jangan lupakan hati dan jantung-nya Queen juga nikmati sebagai penambahan energi, emmm dan jangan tinggalkan mata-mata nya itu, uhhh dia tak bisa melupakan mainan bola-bola tersebut.


………………………………………………


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


.


.


.


.


.


#Next