The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 49



_POV Queen_


Entah kenapa saat aku melihat pria itu, aku merasa dia sangat mirip dengannya, tapi tidak mungkin orang itu bisa turun kesini, jika memang benar bukankah itu akan sedikit membuat ku tertekan.


Aku mencekam kuat telapak tangan ku, jujur entah kenapa aku merasa resah dan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya, aku sendiri tau, aku sangat mengenal jelas wajah itu, tapi aku tidak mengingat dimana dan siapa dia.


Itu seolah-olah terkunci erat diingatkan ku, kesal? Benci? Tiba-tiba melanda diriku, dan itu membuat ku semakin bingung! Sebenarnya siapa dia, siapa pria yang pernah ku temui dulu? Kenapa dia bisa membuat ku sebenci ini?! Bahkan bisa membuat ku seresah ini.


"Apa kau merasakannya?" ucap Alvarez tiba-tiba, aku menolehkan kepala ku dan menatap lensa mata bocah itu, "Yah." singkat ku sambil melirik sekilas kearah pria itu.


"Kenapa dia terus menatap mu? Apa perlu kita singkirkan" ucap Alvarez sambil menatap kearah pria itu, "Ja-jangan menatapnya!" tegur ku tidak suka.


"Kenapa? Apa kau mengenalnya?" tanya Alvarez mengernyit bingung, "Tidak!" ucap ku langsung.


"Sudahlah, aku mau kebelakang dulu." setelah itu aku langsung berdiri dari tempat duduk ku, dan berjalan dengan terburu-buru menuju toilet.


Aku berusaha menenangkan diriku disana sekaligus menghindari tatapan yang diarahkan pria tersebut.


……………………………………


"Dia pergi." lirih Raphael seketika merasa seperti kehilangan sesuatu.


Keanu dan Arcas yang mendengar lirihan sahabatnya, hanya bisa terseyum lalu, "Mungkin dia takut karena kau terus menatapnya terus menerus, ayolah boy jangan terburu-buru jika kamu menyukai wanita itu." ucap Arcas.


"Yah kau benar, tapi apa mungkin dia terlalu takut dengan wajah kejam mu?" tebak Keanu bodoh, "Ahahahahaha, mungkin saja begitu." tawa Arcas girang.


Tapi mereka tidak tau bahwa ucapan mereka sudah membuat pria itu marah, "Setelah pulang, kalian ikutlah denganku keruang penyiksaan! Tidak ada yang menolak!" tegas Raphael, menatap kedua sahabatnya yang terlihat memiliki wajah pucat setelah mendengar ucapannya itu.


"Habislah aku." batin Keanu dan Arcas secara bersamaan, sambil menangis dalam hati.


"Aku kebelakang." ucap singkat Raphael, setelah itu berjalan menuju toilet dimana Queen juga sedang berada disana.


……………………………………


_Di Toilet_


"Ck! Apa-apaan ini?! Sebenarnya siapa dia? Pria itu..., apa ada hubungannya dengan dia?" ucap ku resah sambil membasuh wajah ku dengan air.


Lalu aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah cermin yang ada di wastafel.


"Aku harus bertanya padanya, yah benar... siapa tau dia mengetahui siapa dan dimana, pria itu berada!" ucap ku mendapatkan pencerahan.


Aku kembali membasuhkan wajahku, lalu membenarkan penampilan ku yang sempat terlihat acak-acakan.


Tapi untung saja Toilet ini dalam keadaan sepi, sehingga tidak ada yang tau kondisi ku sekarang, yah walaupun ada yang tau, tapi itu urusan yang mudah, tinggal ku singkirkan saja. Selesai!


Setelah aku sudah membenarkan penampilanku, aku berjalan menuju pintu keluar Toilet, tapi pada saat aku sudah membuka pintu Toilet, aku seketika memundurkan langkah ku kebelakang, karena mendapati pria itu sedang berjalan kearah sini.


"Brakk!" Aku segera menutup pintu Toilet dan memasuki salah satu kamar mandi yang ada disana.


Aku termenung memikirkan kenapa pria itu ada disini? "Sialan! Dia benar-benar membuat ku harus seperti ini!" batin ku kesal.


"Ckckck! Ayolah Queen, kenapa kau terlihat sangat tertekan begini hanya karena pria itu, jika ada orang yang mengetahuinya, mau ditaruh dimana harga dirimu, padahal dia hanya manusia saja, tapi kau sudah seperti ini!" tiba-tiba terdengar bisikan lembut tapi terdengar menyeramkan seperti sedang menyindir ku, dan itu berasal dari sisi lain ku yang terbentuk dari Esensi Sang Dewi Pembunuh.


"Aiya~ Aku hanya mengingatkan mu saja Queen... dimana sifat aslimu itu? Jika ada orang yang membuat mu tidak nyaman, bukankah biasanya kau pasti akan langsung melenyapkan-nya, dan bukankah sifat asli mu sudah menyatu kembali? lalu kemana itu? Apa kau menekannya lagi?" balasnya.


"Diamlah makhluk sialan! Kau mengganggu ku!" seru Queen membalas ucapan makhluk itu dalam hari, "Ahahaha~ Keluarlah, hadapi pria itu." ucapnya untuk yang terakhir kali, setelah itu dia menghilang begitu saja.


"Tidak perlu memberitahu ku!" kesal ku keluar dari Toilet sambil menghentakkan kaki ku saat berjalan, dan secara tidak sengaja dan karena aku juga yang tidak melihat jalan, aku merasa seperti sedang menabrak sesuatu, dan akhirnya tubuh ku terhuyung dan hampir saja terjatuh.


Tapi tiba-tiba saja, aku merasakan ada sebuah tangan kekar yang menahan tubuh ku, dan menarik ku kedalam pelukannya, aku menegang saat orang itu memeluk ku, "Sialan apa-apaan ini! Enak saja orang itu memeluk ku secara sembarangan!" geram ku tidak terima.


Karena itulah aku langsung mendorong tubuh orang itu kuat, dan sekali lagi karena kecerobohan ku, aku terpeleset dan hampir mengenai dinding tepat dibelakang ku, dan karena itu aku langsung menutup mataku rapat seperti sedang bersiap-siap menerima benturan itu, namun...


Tangan kekar itu kembali menahan pinggang ku, tapi bedanya tangan itu juga ada dibelakang kepala ku, sepertinya ingin melindungi kepala ku dari benturan itu, "Bukk!" suara benturan yang terdengar cukup keras.


Dan ternyata benar, jika kepala ku tidak terasa sakit sama sekali, padahal tadi aku sudah bersiap-siap jika harus terbentur, lagipula hanya benturan seperti itu bukan apa-apa bagiku.


Saat ini aku masih menutup mata ku rapat, namun tiba-tiba terdengar suara yang membuat ku langsung membuka mata ku yang tadinya tertutup rapat, "Kau tidak apa?" suara Cool itu cukup mengejutkan ku.


Dan karena itulah aku langsung membuka mata ku, dan seketika aku terkejut melihat siapa yang menolong ku tadi, aku membulatkan mata ku saking terkejutnya, karena melihat sosok yang ada didepan ku.


Tapi itu tidak bertahan lama, aku langsung menetralkan keterkejutan ku, dan langsung menjawab pertanyaan-nya, "Ya, tidak apa." singkat ku terdengar dingin.


Setelah itu dia langsung membantu ku berdiri, kemudian menatap ku lekat sambil mengeluarkan senyum yang menurut orang-orang terlihat sexy, tapi bagiku tidak, malah aku merasa aneh dengan senyum itu, seperti ada maksud lain.


Tapi karena kekuatan ku belum stabil, aku jadi sedikit kesulitan untuk melihatnya, melihat arti dari senyum itu, tapi yang membuat ku aneh, aku sama sekali tidak bisa menerobos batin orang itu, dan itu semakin membuat ku penasaran dengan orang ini.


"Kenapa?" akhirnya aku bertanya kenapa orang ini trus menatap dan terseyum kearah ku.


"Boleh berkenalan?" ucapnya kepada ku, untuk beberapa saat aku tidak merespon ucapannya, tapi setelah itu aku langsung menjawab perkataan orang itu, "Hmm, boleh." balas ku.


Dia terseyum kembali dan terlihat ada kilasan senang dimatanya, tapi aku mengabaikan itu, karena aku sama sekali tidak mengerti kenapa orang itu terlihat senang.


"Perkenalkan nama ku Kevano Raphaellan Ardiansyah Alaric, nama mu Nona?" ucap pria itu mengenalkan namanya, setelah itu bertanya nama ku.


"Anasya Anggelica Valentine, salam kenal." balas ku berusaha tersenyum ramah.


"Uhgg ku harap ini tidak bertahan lama, aku benar-benar tidak nyaman berdekatan dengan manusia!!" teriak ku dalam hati.


………………………………………


Like, Like, Like, sebanyak-banyaknya ya guys~


.


.


.


.


.


#Next