
Tak butuh waktu lama banyak mobil-mobil yang berbaris rapi didepan ku, padahal aku hanya meminta anak ku menyiapkan satu mobil untuk diriku sendiri, lalu kenapa jadi ada sepuluh mobil? Walaupun begitu aku tidak peduli, lagipula aku sudah tau jawabannya, pasti mereka akan ikut denganku ke perusahaan, dan tidak akan membiarkan ku pergi sendiri, aku sebenarnya tidak masalah asalkan mereka tidak menyulitkan ku.
Tanpa perlu waktu lama, kamipun berangkat menuju ke perusahaan dengan mengendarai mobil secara berbaris, dan tentu saja itu menarik perhatian pengendara lainnya, karena mobil yang kita naiki merupakan mobil yang sangat mewah serta terlihat memiliki keamanan yang tinggi, dan tentu saja karena mobil ini hasil produksi dari perusahaan serta buatan khusus anak-anak ku.
Selang 15 menit kami hampir sampai ke perusahaan ku, dan aku memberikan perintah kepada anak-anak ku untuk memarkirkan mobil diluar perusahaan, karena aku tidak ingin anak-anak ku mengikuti ku sampai masuk kedalam perusahaan, dan disisi lain aku juga tidak ingin menarik perhatian karyawan yang ada disana, lagipula aku mempunyai sedikit rencana untuk para karyawan pekerja ku itu.
Awalnya anak-anak itu menolak tapi aku tidak peduli dengan mereka, lagipula aku tidak suka dibantah oleh siapapun itu, aku bahkan tidak peduli jika harus menghukum mereka dengan kejam yang membantah perintah dan lalai terhadap tugas yang ku berikan, dan aku sendiri juga tidak memerlukan rakyat yang tidak memiliki sopan santun, lemah, apalagi bodoh.
Setelah mengurus anak-anak itu, dan memenangkan debat yang sempat terjadi, akhirnya aku dapat memasuki perusahaan ku sendiri tanpa harus dikawal oleh anak-anak itu, jadi aku langsung saja membawa mobil ku menuju kedalam perusahaan, dan pada saat mobil ku memasuki halaman perusahaan dan menuju kearah parkiran, banyak karyawan serta Mitra Bisnis perusahaan ku yang melihat kearah mobil yang hanya dimiliki oleh para petinggi perusahaan, yah tentu mereka tau mobil itu, kan mereka berkerja diperusahaan yang jelas-jelas memproduksi mobil ini.
Dan ada satu fakta lagi bahwa semua karyawan yang bekerja di perusahaan ku tidak mengenal ku sebagai CEO disini, alasannya karena memang aku sendiri tidak pernah datang ke perusahaan ku, karena dulu aku selalu sibuk, tidak ada waktu, bahkan untuk bermain bersama adikku, aku masih saja trus mencari alasan jika telat waktu, tapi walaupun aku punya waktu sepertinya aku tetap tidak mau datang ke perusahaan itu, karena aku sendiri tidak merasa nyaman jika berdekatan dengan manusia, tapi untuk sekarang aku akan mentoleransi-nya.
Tapi bukan hanya aku saja yang tidak pernah datang ke perusahaan, bahkan anak-anak ku kecuali Alvarez jarang sekali datang kesini, dan setiap kali mereka datang aku bisa menebak pasti mereka akan melempar tatapan mencemooh serta jijik kepada manusia-manusia itu, karena memang partikel kehidupan manusia dan bangsa kami berbeda, jadi manusia gampang sekali sombong, dan terhasut, sedangkan kita tidak, tapi walaupun begitu kita lebih suka membunuh seseorang yang memiliki aura hitam.
Maka dari itu cukup banyak anak-anak ku yang walaupun tidak suka berada disini, tapi mereka masih mau menetap atau sekedar lewat karena suka dengan aura yang ada dibumi.
Saat aku sudah memarkirkan mobil ku diarea parkir, akupun langsung keluar dari mobil tersebut, saat keluar aku melihat ekspresi mereka seketika tertegun, ada yang tercengang, bahkan ada yang langsung merona gara-gara melihat penampilan ku.
Bahkan awalnya wanita-wanita yang ada disini juga ikut terkejut, sampai pada akhirnya berubah menjadi rasa iri dan cemburu karena melihat penampilan ku yang tidak wajar untuk tipe wajah yang ada dibumi, padahal ini sudah seperempat aku menutupi kecantikan ku tapi mereka masih saja menampilkan ekspresi seperti itu. Melelahkan!
Aku melewati tatapan mereka dengan memasang ekspresi dingin, tapi tidak ada yang tau bahwa aku sekarang ini benar-benar merasa jijik yang amat luar biasa ketika berdekatan dengan manusia-manusia itu, aku muak dengan ini, tapi aku tidak bisa melenyapkan orang-orang yang sudah membuat ku tidak senang begitu saja, karena bagaimana-pun mereka tetap orang-orang ku, dan pekerjaan mereka sangat bagus.
Tapi setelah mereka menetralkan ekspresi mereka, disaat itu juga mereka bertanya-tanya siapakah wanita itu? Untuk apa dia kemari? Dan kenapa dia memiliki mobil khusus petinggi perusahaan? Lalu sepertinya tidak ada informasi apapun tentang wanita itu, karena tidak mungkin wanita secantik ini tidak masuk kedalam TV, Berita, atau apalah itu.
Tapi walaupun begitu mereka masih berusaha menahan rasa penasaran yang ada pada diri mereka, karena tidak mungkin mereka menghampiri wanita itu dan langsung bertanya bukan? Itu namanya cari mati jika bagi Queen.
……………………………
Aku sudah masuk kedalam perusahaan ku ini, dan aku cukup puas dengan dekorasi bangunan perusahaan ku, memang benar-benar anak ku yang berbakat serta pengertian, sehingga mengetahui selera ku.
Tapi aku melihat ada beberapa orang yang memiliki sifat tidak bagus disini walaupun pekerjaan mereka sangat memuaskan, tapi aku tetap tidak nyaman dengan hal itu, dan tentu saja yang menjadi objek pertama yang membuat ku tidak senang adalah Alvarez, bocah manja dan menyebalkan itu bagaimana bisa menerima karyawan yang memiliki sifat tidak bagus, itu mengingatkan ku akan kejadian yang membuat nyawa adik ku direnggut.
Jadi caranya aku akan berpura-pura menjadi sombong dan arogan seperti sifat mereka, tapi disisi lain aku juga dapat melihat bahwa pada awalnya mereka tidak memiliki sifat itu, tapi entah kenapa mereka makin lama semakin sombong dan arogan hanya karena bisa bekerja disini, jadi aku memutuskan mencoba rencana itu, karena aku ingin melawan mereka dengan sifat sombong juga, aku akan melihat apakan mereka akan bertahan, dan bisa melebihi rasa sombong yang ku punya, jadi lihatlah baik-baik!
Sekarang ini aku berjalan dengan gaya yang bisa dibilang sangat sombong, karena aku berjalan dengan mengangkat dagu ku, dan melangkah dengan sangat percaya diri, sambil melihat kearah orang-orang yang memiliki sifat seperti ini sombong, aku juga sesekali mengibaskan rambut ku saat ingin berjalan kearah meja resepsionis.
Dan benar saja orang-orang itu terlihat geram saat aku memandang mereka sombong, misalnya wanita yang memiliki sifat itu terlihat geram sekaligus iri hati dengan kecantikan ku, sedangkan untuk pria juga terlihat geram tapi seketika mereka terhanyut dalam pesona ku, hahahah ini sungguh menyenangkan.
Tapi rencana ku masih belum selesai, tunggu bagian puncaknya, dan sepertinya aku harus melibatkan bocah manja itu, setelah aku menyelesaikan ini, baru aku akan memberikannya hukuman. Huh!
………………………………………
Maaf ya guys Author telat Up, soalnya tadi ketiduran, Author capek banget tadi banyak kerjaan, hehehe 😅😅
Ok jangan lupa Like, Komen, and Vote ya, dan terima kasih bagi yang sudah Vote Author minggu ini, semoga kedepannya makin banyak yang dukung Author
Bye2
.
.
.
.
.
#Next