
"Apa Tuan Alvarez ada disini?" ucap ku bertanya dengan nada arogan, tanpa mengucapkan kata permisi atau sapaan.
Dan setelah kulihat resepsionis itu terlihat geram dengan sikap ku, heh kenapa dia harus geram? Dia sendiri saja juga memiliki sifat ini, tapi bukan dia saja yang terlihat geram tapi wanita lain yang berkerja disana ikut geram melihat sikap ku, sedangkan para Pria terlihat cuek, mungkin karena mereka tidak tega dengan diriku yang cantik ini.
Tapi tiba-tiba saja terdengar suara perempuan yang bisa kulihat memakai kartu pangkat, dan ternyata dia berkerja sebagai Direktur disini, hem ternyata dia memiliki pekerjaan yang bagus, tapi aku pastikan dia tidak akan merasakan itu untuk waktu yang lama. Camkan itu!
"Apa kau tidak punya sopan santun?!" ucap wanita itu berteriak kepada ku. Dan tentu saja aku cukup kesal, sopan santun apanya? lagipula apa sekarang ini dia bersikap sopan? Tentu saja tidak! Hmph kenapa setelah aku turun kebumi selalu saja ada yang membuat ku kesal, lalu ujung-ujungnya ku bunuh. Aku juga muak ok!
"Lalu kenapa?" ucap ku sinis membalas teriakannya. Kulihat dia sepertinya benar-benar marah dengan balasan ku, heh sesuai dugaan, mereka sulit menahan amarah jika melihat ada orang yang lebih hebat darinya.
"Kau, pergi kau dari sini! Dasar wanita liar, untuk apa kau mencari Bos kami?! Kau tidak pantas!" ucapnya berteriak marah.
"Gila." ucap ku santai.
"Kau bilang apa heh! Kau mengatakan Direktur kita gila?! Dasar tidak tau diri, apa kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa hah?!!" seru resepsionis dibelakang ku.
"Ayolah sebelum kalian berbicara berfikirlah dulu, tidak tau diri? Lalu kalian itu apa?" ucap ku tenang.
Kulihat wanita-wanita itu memiliki ekspresi yang tidak baik, dan juga wajah mereka terlihat memerah seperti sedang menahan amarah, heh akan kepancing emosi kalian lebih dari ini.
"Kenapa diam? Bukankah tadi kalian berteriak seperti orang gila? Apa sekarang ini kalian sudah kehabisan kata-kata?" ucap ku meremehkan.
Plakkk!
Suasana tiba-tiba saja menjadi mencekam, suara tamparan itu terdengar keras mengenai kulit seseorang, dan tentu saja itu Queen, dan sekarang ini Queen hanya menundukkan kepalanya kebawah, dan tidak ada yang tau juga ekspresi apa yang dia keluarkan saat ini. Tidak ada yang tau!
"Ck!" decak ku tidak terima. Sungguh ini penghinaan, aku benar-benar terkejut dengan tindakan Direktur wanita itu, ternyata dia berani menggunakan kekerasan fisik yah, heh kalau begitu kenapa aku tidak mencobanya juga, biasanya aku menggunakan kekuatan ku, tapi karena aku masih belum bisa mengeluarkan kekuatan ku, kalau begitu aku akan menggunakan kekuatan fisik ku saja. Bukankah itu adil?
Aku mengangkat kepala ku dan kulihat banyak Pria yang memasang wajah marah pada orang yang menampar ku tadi, dan ada juga yang memasang wajah cemas kepada ku, mungkin mereka khawatir dengan wanita cantik seperti ku ini, aku juga dapat melihat ekspresi beberapa wanita yang ada disini terlihat sangat puas, dan beberapa lagi ada yang kasian dan cemas serta gelisah melihat kondisi ku sekarang.
"Ternyata Nona Direktur berani menggunakan kekerasan fisik yah, sungguh aku tidak menyangka." ucap ku dingin.
"Heh kau mengakui kehebatan ku bukan?" ucapnya bangga.
"Hehehe tentu saja Direktur adalah orang yang hebat!" saut beberapa wanita yang ada disini.
"Ada apa dengan sikap kalian! Apa kalian tau, tindakan kalian ini sama sekali tidak menghormati tamu!" ucap Pria yang telihat marah melihat kelakuan yang tidak pantas dari rekan kerjanya.
"Jangan ikut campur Ray, wanita liar seperti dia memang pantas menerimanya, lagipula kenapa kalian membela wanita liar itu?!" saut wanita yang juga terlihat sombong.
"Heh! Pria-pria ini sudah pasti terpikat dengan kecantikan wanita liar itu!" seru wanita yang ada disamping wanita Direktur itu.
"Kalian ini benar-benar tidak sopan, yang disini tidak sopan itu kalian! Bisa-bisanya kalian menyebut tamu sebagai wanita liar, di perusahaan kita tidak diajarkan bersikap seperti itu kepada tamu! Lalu bagaimana jika Tuan Alvarez tau kelakuan kalian hah?!" tegur Pria yang bernama Ray tadi.
"Pria itu, lumayan." batin ku menilai sikapnya.
"Diam Ray, kau tidak perlu ikut campur!" ucap wanita Direktur itu marah.
"Benar! Kalian para Pria jangan ikut campur tentang masalah wanita! Lagipula kenapa memangnya jika Tuan Alvarez tau kelakuan kita? Bukankah disini ada kekasihnya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." ucap wanita yang ada disamping Direktur itu, kelihatannya mereka memiliki hubungan yang dekat.
"Kau memanggil Bos kami dengan sebutan bocah? Dasar wanita tidak beretika!" ucap wanita-wanita itu.
"Hey wanita liar apa apaan kau itu, kenapa kau memanggil idola kami dengan sebutan bocah?! Apa kalian dekat?" ucap mereka marah sekaligus penasaran.
Tapi saat ini aku tidak mendengarkan teriakan mereka, karena sekarang ini aku benar-benar marah dengan bocah manja itu, bisa-bisanya dia memiliki kekasih seorang manusia, apalagi dia tidak memberitahu ku tentang hal ini, benar-benar cari mati.
"Kalian diamlah!" seru ku dengan tatapan kosong, sifat asli ku sudah keluar, dan aku benar-benar akan menghukum bocah tidak tau diri itu dengan kejam, dan tentu saja hukuman darah lebih bagus.
"Kau! Panggil bocah sialan itu kemari, cepat! Jika tidak akan kulepas kepala mu!" ucap ku mengancam resepsionis yang ada didepan ku, dan sekarang ini aku tidak memperdulikan mereka lagi, target ku sudah berganti menjadi anak itu, aku juga tidak peduli dengan wajah ketakutan orang yang ada disini ketika melihat perubahan ku, aku juga tidak menghiraukan suasana hening ini.
Resepsionis yang diancam seperti itu benar-benar tidak membantah lagi, dia dengan ketakutan yang amat luar biasa, berusaha untuk menghubungi Tuan Alvarez dengan linglung, dia benar-benar takut dengan wanita yang ada didepannya, lihat saja wanita itu menatapnya denga tatapan kosong, dia seperti sedang diawasi oleh ribuan iblis yang ada didalam mata wanita itu, dia benar-benar ingin lari dari sini, tapi dia tidak bisa bergerak.
Jadi wanita resepsionis itu hanya bisa membaca doa agar tidak masuk kedalam kegelapan yang ada didalam mata Queen, jujur saja dia benar-benar takut dengan wanita yang ada didepannya, dan ketika dia melirik lagi kearah mata Queen dia langsung berteriak dengan keras, karyawan yang ada disini yang tadinya diam segera melihat kearah resepsionis yang saat ini sedang berteriak kencang secara tiba-tiba.
Resepsionis itu berteriak sambil menjambak rambutnya serta matanya berkeliaran tidak menentu, tapi ketika matanya mendarat kearah Queen dia akan berteriak lebih kencang lagi, mata resepsionis itu benar-benar merah, tidak tau apa yang terjadi dengan wanita itu, apalagi bibir wanita itu tiba-tiba membiru dan kering, orang-orang yang ada disini ingin membantu wanita itu, tapi mereka juga takut.
Ting...
Suara lift berbunyi mengalihkan semua perhatian orang-orang yang ada disana, mereka merasa lega ketika melihat sosok Bos mereka yang keluar dari lift itu ditemani oleh asistennya, tapi secara tiba-tiba mereka melihat ada bayangan gelap yang muncul begitu saja didepan Bos mereka.
Tapi yang membuat mereka terkejut adalah bayangan gelap itu ternyata adalah wanita tadi atau lebih tepatnya Queen, ini sungguh mengejutkan, jelas-jelas tadi dia ada di jarak yang cukup jauh dari Tuan Alvarez, tapi secara tiba-tiba dan terlihat sangat cepat wanita itu muncul didepan Bos mereka. Tidak masuk akal!
Braakkkkk....!!!
"Hihihi~" cekikikan Queen menggema keseluruh lantai satu, dan bunyi gebrakan itu berasal dari Alvarez yang ditendang jauh kebelakang dan membentur pintu lift yang baru saja ia naiki, dan pada saat ini juga kepala Alvarez mengeluarkan banyak darah.
"Harusnya aku membunuh anak tidak tau untung seperti mu dari dulu, payah dan manja, tidak berguna!!" ucap Queen dengan tatapan ganas.
………………………………………
Ok jangan lupa Like, Komen, and Vote ya guys...
Oh iya, Author juga mau bilang terima kasih banyak untuk @Serdadu Amatir, karena sudah mau ngeAudio novel Author, dan untuk para readers, Author mohon untuk mendukung audio book dari @Serdadu Amatir, ditunggu kehadirannya disana, Author sudah mampir loh 😘😘😘
.
.
.
.
.
#Next