The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 37



Saat ini semua kembali menjadi normal, tapi aku masih dapat mendengar suara kepanikan orang-orang itu dari jauh, dan sekarang ini aku menatap bangunan-bangunan menjulang tinggi yang berasal dari Ibu Kota dan terletak sangat jauh dari Mansion ku, tapi karena Mansion ku terletak didataran tinggi jadi aku dapat melihat bangunan-bangunan pencakar langit itu dari sini.


Aku menatap lekat-lekat bangunan-bangunan itu, dan ntah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menarik yang akan terjadi nantinya, tapi aku tidak bisa melihat masa depan untuk sementara, karena saat ini kekuatan masih belum kembali.


Dan entah kenapa secara tiba-tiba aku terjun dari tempat ku berdiri kelantai bawah, dan sekilas aku melihat anak-anak ku berteriak panik dan mengangkat tangan mereka seperti ingin menggapai sesuatu, akan tetapi pandangan ku sudah kabur dan semakin lama semakin kabur, dan menghitam.


_Aku pingsan_


Gelap...


Sangat gelap...


Semuanya gelap...


Tapi aku suka kegelapan ini...


Tapi aku sulit bernafas...


Aku merasa sempit....


Tempat apa ini?


Uhhh kenapa tubuhku kaku!


Kenapa ini?!


Tidak! Tidak, Aku harus keluar dari sini!


Harus!!


………………………………


"Huhh huhhh huhh....!" deru nafas ku tidak beraturan, aku binggung sekaligus heran, apa tadi mimpi? Rasanya seperti nyata, tidak! Aku merasa aku ada disesuatu tempat! Ini bukan mimpi.


Setelah kulihat ternyata sudah pagi, dan secara kebetulan pintu kamar ku terbuka, aku menolehkan kepalaku dan melihat anak ku masuk dan menghampiri ku dengan wajah senang sekaligus panik, ada apa dengannya?


"Ibunda RatuNa, anda sudah sadar? Apa anda merasa baik?" ucapnya panik sambil melihatku dengan wajah cemas, aku binggung kenapa dia menampilkan ekspresi seperti itu? Memangnya ada apa dengan ku?


"Ada apa." ucap ku, kulihat bukannya anak itu menjawab tapi dia malah semakin panik dan gelisah, "Ibunda... Anda tidak kehilangan ingatan bukan?" ucapnya panik.


Tunggu tunggu, maksudnya apa? Hilang ingatan? Apa apaan ini! Aku tidak lupa ingatan! "Tidak." ucap ku singkat.


"Ahh sukurlah, maaf Ibunda~ Saya tadi hanya panik, sehingga berbicara yang tidak tidak." ucap anak itu menerangkan. "Hm, kau keluarlah." ucap ku sambil turun dari kasur.


"Tapi saya ingin mem-" ucap anak itu terhenti ketika melihat tatapan buas yang menusuk kearahnya. "Kau membantah perintah ku?" ucap ku sinis.


"Ti-tidak! Tidak Ibunda, saya minta maaf, saya akan keluar, segera!" ucap anak itu takut, setelah itu dia membungkukkan badannya dan berlari keluar kamar. "Heh!" dengus ku tidak suka.


Aku berjalan menuju kamar mandi dan setelah itu aku mandi cukup lama, kemudian beberapa saat setelahnya aku keluar kamar mandi dengan penampilan yang sudah rapih, aku menuju keluar kamar dan masuk kedalam lift menuju kelantai bawah.


Saat sudah diruang utama, aku duduk disofa mewah dan besar serta empuk, banyak sekali cemilan enak yang ada didepan ku, tapi aku hanya acuh dan seolah-olah tidak melihat cemilan itu.


"Tidak ada yang menarik disini." ucapku bosan dengan suasana Mansion, dan secara tiba-tiba terlintas ide yang mendorong ku mengunjungi perusahaan yang sudah anak-anak ku bangun disini atau lebih tepatnya dibumi.


Dan tentu saja itu atas perintah ku, dan aku juga yang menjadi pemilik asli perusahaan itu, perusahaan ku merupakan perusahaan yang mencangkup bidang kedokteran, dan bidang transportasi pribadi, serta tranportasi tempur.


Perusahaan ku juga termasuk perusahaan ke 2 tersukses didunia, kenapa tidak yang pertama? Yah karena aku membangun perusahaan ku ini hanya karena untuk menguji kekuatan mekanis anak-anak ku, dan melatih mereka dalam ilmu kedokteran, maka dari itu anak-anak ku yang ada dibumi tidak kalah dengan anak-anak ku yang ada di kerajaan. Berprestasi!


Aku juga tidak peduli dengan urutan urutan pengusaha tersukses, aku juga tidak memiliki minat untuk menjadi yang pertama, tapi aku cukup tertarik dengan orang yang bisa membangun perusahaan urutan ke 1, karena menurut data-data yang anak ku dapat.


Bahwa perusahaan itu memiliki pekerja yang bagus dan kompeten, mereka juga tidak akan tertipu dengan tipuan yang dibuat perusahaan-perusahaan lainnya, keamanan disana juga sulit diterobos oleh manusia-manusia itu, kecuali anak-anak ku.


Perusahaan itu juga sudah melebarkan sayapnya keseluruhan dunia, maka dari itu sudah tidak heran lagi jika perusahaan mereka dikenal oleh banyak orang, dan katanya juga yang memimpin perusahaan itu adalah seorang Pria yang berhati dingin dan tak tersentuh, dia juga dikenal sebagai bos yang tidak akan memaafkan karyawannya yang melakukan kesalahan kecil, tapi walaupun begitu masih banyak sekali wanita-wanita yang terobsesi dengan Pria itu.


Wajar saja, bagaimana tidak terobsesi, wajah, kemampuan, serta kekayaannya dapat membuat wanita tergila-gila dan jatuh hati pada Pria itu, berbeda sekali dengan kaum adam yang sangat cemburu pada keberuntungan Pria tersebut.


Tapi ada lagi Pria yang juga populer disini, dia adalah seorang ketua organisasi pelindung negara, dan itu bukan menjadi rahasia lagi, organisasi ini juga berbeda dengan Mafia yang tertutup, kalo organisasi ini terbuka, mungkin karena pekerjaan mereka tidak menyimpang seperti Mafia.


Dan ketua organisasi itu juga seorang Pria hebat dan tampan, dia juga banyak digemari oleh wanita-wanita yang ada disini, tampangnya yang ramah malah membuatnya lebih mudah digapai dari pada Pria pengusaha itu.


Jadi karena hal itu aku jadi sedikit tertarik dengan kemampuan mereka berdua, dan aku juga merasa ingin menguji mereka, tapi aku malas berurusan dengan manusia-manusia itu, tapi itu bukan berarti aku menyerah untuk melihat penampilan mereka, mungkin Pria kedua lebih mudah dilihat dari pada Pria pertama.


Baik kalau begitu aku ingin menemui Pria militer itu, mungkin cara agar aku bisa menemuinya dengan menandatangani kontrak kerja sama, karena organisasi mereka mengirim kontrak kerja sama di bidang kedokteran, tapi aku mengacuhkannya.


Dan untuk Pria pertama mungkin lain kali kita akan bertemu, jika memang sudah takdir, tapi entah kenapa saat aku memikirkan hal itu, perasaan ku tidak menentu, seolah-olah seperti hidupku yang tenang akan hilang, dan muncul orang yang selalu mengikuti ku dan mengganggu ku setiap saat.


Semoga saja itu hanya khayalan ku saja, jika benar itu sangat merepotkan, aku tidak nyaman diikuti oleh orang kemana mana, tapi jika memang dia target ku aku akan mentoleransinya, karena bagaimana juga target tetap menjadi target.


Jadi bukankah tidak masalah jika aku membunuh terget itu, yah sepertinya tidak masalah, baik aku akan mampir keperusahaan ku, dan melihat aktivitas apa saja yang ada disana, tapi lagi-lagi aku merasa tidak nyaman.


"Hahh lupakan." aku langsung berjalan keluar pintu utama Mansion dan menyuruh satu orang anak ku untuk menyiapkan mobil.


…………………………………


Ok jangan lupa Like, Komen, and Vote guys^^


.


.


.


.


.


#Next