
Tahun demi tahun berganti, tak terasa sudah 500 tahun sejak kematian Pangeran Erlan, dan pada saat ini kondisi kerajaan kembali menjadi normal.
Begitu juga dengan semua orang yang ada disana, sedikit demi sedikit bisa melupakan kejadian yang mengakibatkan kematian Pangeran mereka, tapi walaupun begitu masih ada rasa sedih dihati mereka akibat kematian Pangeran Erlan.
Tapi tidak dengan satu orang yang pada saat ini masih menyimpan duka yang mendalam dihatinya, yah dia seorang gadis yang mengurungkan dirinya dipuncak Gunung Agung.
Gadis itu terus mengurungkan dirinya dan selalu tengelam kedalam kesedihan yang tak berujung, rasa hampa yang selalu menyiksanya semakin menjadi jadi.
Pernah dia berfikir untuk menyusul sang adik namun dia tak bisa mati, walaupun dia berusaha mengutuk dirinya sendiri dengan sihir hitam, tapi usahanya hanya angan-angan semata.
Apalagi dengan kondisi menara utama yang masih dalam proses perbaikan, yah ada dua cara yang bisa membuat menara itu kembali menjadi semula, yaitu dengan cara menunggu waktu dimana Moon Galaxy datang dan kedua dengan menggunakan kekuatan full dari Queen sendiri.
Karena hal itulah kekuatan yang dimiliki Queen sedikit demi sedikit berkurang, dan butuh beberapa tahun lagi untuk membuat kekuatan Queen terkumpul kembali, mungkin saat ini kekuatan Queen sedang ditekan.
Dan sebab itulah kondisi Queen semakin buruk akibat kesedihan, rasa hampa yang mendalam, keputus asaan, rasa bersalah, bercampur menjadi satu didalam diri Queen. Bukankah itu menyakitkan?
Mungkin jika orang lain yang merasakan apa yang dirasakan Queen akan menjadi gila karena tak mampu menahan rasa sakit itu.
Saat ini Queen sedang menatap pemandangan Gunung Agung yang selalu tertutup dengan kabut misterius, tatapan nya menjadi semakin kosong, sikap aslinya sudah kembali, karena sekarang ini Queen tak mempunyai alasan lagi untuk menutupi sisi gelapnya, yang sebagai seorang RatuNa kejam.
Begitu juga dengan semua orang yang ada disana kembali menunjukkan sisi gelapnya, karena sebelum kelahiran Pangeran Erlan, semua orang yang ada di kerajaan itu memiliki sikap kejamnya masing-masing.
*****************
"Kosong...., semuanya menjadi semakin hampa tanpa kehadiran mu...., kenapa?Kenapa aku tak bisa menyusul mu?" ucap Queen sambil melihat pemandangan didepan-nya.
"Apa kau bisa mendengar ku disana? Apa kamu tau, sudah 500 tahun berlalu sejak kepergian mu... tapi kenapa aku masih tak mampu melupakan mu.... melupakan kesedihan ini?" ucap Queen terseyum gentir.
"Aku sudah tak mampu lagi...., tempat ini penuh dengan kenangan mu...., tak mungkin aku melupakan mu... adikku, kakak tak kuat lagi..." ucap Queen sambil tertunduk dilantai yang sangat dingin bagaikan sebuah bongkahan es.
"Apa aku harus pergi dari sini? Ta-tapi... aku tak mau meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan mu...., tapi disatu sisi aku ingin kau tenang disana...., kakak tau... kakak salah jika seperti ini terus....., kakak tak mau kamu disana menjadi tidak tenang karena melihat kakak seperti ini....." ricau Queen putus asa.
"Maafkan kakak Erlan..., kakak akan mencoba melupakan mu...., kakak janji itu, jadi tenang saja dan tidurlah dengan nyenyak, ka-kakak mencintai mu.... adikku.... hiks hikss hikss.... huhuhu Erlan.... adikku...." tangis Queen pecah, namun didalam hatinya dia sudah bertekat bahwa ini adalah air mata terakhir yang dia tumpahkan untuk sang adik.
Dan setelah ini dia tidak akan menangis lagi dan mencoba mengikhlaskan kepergian Pangeran Erlan.
Dia akan pergi dari kerajaan ini untuk sementara waktu sampai dia benar-benar bisa melupakan semua kesedihan ini.
…………………………………………
Jangan lupa Like and Vote nya guys, Author butuh banget dukungan kalian semua~
.
.
.
.
.
#Next