
Mendengar aduan tersebut wajah Queen menjadi muram, wanita itu menatap tajam penuh ancaman kepada anak-anaknya.
Melihat jika dia dibela, Kevin pun tersenyum puas dan semakin puas saat ia melihat wajah anak-anak Queen sedikit memucat.
Kevin yang sedang bangga karena dibela oleh Queen, dan berfikir jika nanti orang-orang itu akan dihukum oleh Queen, namun seketika harapannya pupus.
Anak itu seketika mengubah ekspresinya menjadi suram.
Sedangkan untuk anak-anaknya Queen, mereka terlihat senang karena kali ini merekalah yang menang.
Queen tidak menghukum anak-anaknya mungkin karena dia sendiri sudah sangat lelah.
"Ahhgg… sudah lupakan, aku lelah!" kesal Queen untuk sekian kalinya.
Mendengar kata 'Lelah' dari mulut sang Ratu, seketika mereka dengan sigap membuat portal teleportasi dari sini menuju Mansion QueenZell.
Tak butuh beberapa detik portal pun sudah selesai mereka buat, setelah portal itu terbuka Queen pun segera dibawa masuk kedalam portal sambil digendong layaknya seorang Putri.
Queen digendong oleh seorang pria tampan berjubah kerajaan dengan panah yang melekat kokoh dibelakang punggungnya. Tentu saja itu memancing kemarahan Raphael saat melihatnya.
Setelah Queen dan pria itu masuk kedalam portal, langkah mereka di ikuti oleh Alvarez yang digendong bagaikan karung beras oleh seorang pria tampan bertopeng perak, diikuti oleh beberapa pria lainnya.
Setelah Queen, Alvarez, dan semua pria yang merupakan anak-anak Queen sudah masuk kedalam portal, dan hanya menyisahkan anak-anak Queen yang perempuan beserta keluarga Alaric.
Oh iya, jangan lupakan semua Maid dan anggota Mafia yang menjaga Mansion keluarga Alaric, juga masih ada di sana.
Terlihat sekali jika mereka sedang kebingungan.
Mungkin mereka bingung karena berfikir apakah mereka harus ikut masuk atau tetap diluar menunggu para wanita yang merupakan bawahan Queen masuk duluan.
………………………………………………………
_Beberapa menit berlalu_
"Hey kalian mau tunggu apa lagi hah?! Cepat masuk!" perintah salah satu dari perempuan tersebut.
Mendengar perintah itu hanya Raphael, Kevin, dan Tuan Besar Alaric saja yang mendekat, sedangkan yang lain masih tidak bergeming ditempatnya.
"Yang masih berada di sana apakah kalian tuli? Tolong jangan merepotkan kami. Sebentar lagi kami akan menutup portal ini, cepat masuk sana!" ucap perempuan lainnya, menunjuk portal tersebut.
Karena tidak mau membuat para perempuan itu semakin geram, mereka pun segera memasuki portal tersebut satu persatu.
Tak berapa lama mereka pun sudah masuk kedalam portal dan menyisahkan anak-anak perempuan Queen masih ada diluar portal.
"Huh… aku tidak suka mereka!" decak salah satu perempuan itu.
"Ck! Kau kira kau saja yang merasakan itu, aku pun juga sama." ujar perempuan lainnya.
"Kalian memang benar, tapi aku lebih tidak suka dengan kedua pria muda yang terlihat sekali jika mereka merupakan penerus keluarga ini." ucap perempuan lainnya yang terlihat sedikit pendiam.
"Kenapa? Bukankah sama saja?" tanya mereka semua.
"Iya aku tau… kita disini sangat tidak suka dengan mereka, namun aku lebih tidak suka dengan kedua pria itu, karena tadi aku melihat jika mereka terlihat cukup dekat dengan sang Ratu!" balas perempuan tadi.
"Emm… kau benar! Sudah cukup dengan keberadaan ketujuh monster posesif yang ada di Istana, yang menjadi saingan kita dalam memperebutkan perhatian Ratu, aku tidak mau mereka juga akan menjadi saingan kita!"
"Kita awasi saja dulu mereka…"
Dengan senyum bagaikan setan, para perempuan itu terlihat sangat menyeramkan didalam kegelapan, ditengah malam tersebut.
Kobaran api posesif terasa begitu jelas di lensa mata mereka semua, dan sepertinya hal itu akan semakin memberatkan Raphael untuk mengejar cinta Queen.
………………………………………………………
_Mansion QueenZell_
Mereka semua sudah sampai didalam Mansion mewah tersebut, dengan cepat anak-anak Queen kembali ke Pos mereka. Namun masih ada dari mereka yang memilih untuk tetap di sana.
Tak berapa lama setelah kedatangan mereka, datanglah seorang pria tampan yang merupakan wakil penjaga Mansion setelah Alvarez.
Anak lelaki itu berjalan menuju kearah mereka dengan langkah tergesa-gesa. Saat sudah sampai di sana, anak lelaki itu langsung berbicara panjang lebar dengan satu tarikan nafas.
"Kenapa kalian lama sekali? Apa Ratu baik-baik saja? Apa Ratu terluka? Apa Ratu kelelahan? Lalu ada apa dengan pria menyebalkan ini? Kenapa dia tidak sadar? Hey kau turunkan Ratu!" cerocos anak lelaki itu tak berhenti menanyakan keadaan Queen.
Sekali lagi Author ingatkan jika anak lelaki itu memang sangat dingin dan irit berbicara, namun jika berurusan dengan Queen, entah kemana hilangnya sifat itu.
ZINGG!
Bukannya mendapatkan balasan, anak lelaki itu malah menerima puluhan tatapan mematikan yang mengarah kearahnya.
"Hey apa-apa tatapan kalian itu!?" ujarnya.
"Haahh? Kenapa kalian yang lebih terlambat!?"
Tak ada yang menjawab, melainkan tatapan aneh lah yang lelaki itu terima, "Dasar gila." batin anak-anak Queen sinis.
Disisi lain Queen yang tak sengaja terbangun saat sedang tertidur di gendongan pria tampan tersebut, seketika langsung melihat sekelilingnya.
Wanita cantik itu terbangun karena mendengar suara berisik dari para anak-anaknya yang bertengkar lagi.
"Huft…… Bisakah kalian diam sehari saja, kenapa selalu bertengkar seperti itu sih?" capek Queen.
Mendengar suara wanita berharga bagi mereka, anak-anak Queen langsung menatap wajah Queen yang terlihat lelah.
Dengan cepat mereka menjawab pertanyaan Queen, "TENTU SAJA UNTUK MENDAPATKAN KASIH SAYANG RATU HANYA UNTUK KAMI SEORANG!!" seru mereka bersemangat.
Bahkan pria tampan yang menggendong Queen pun juga ikut berseru, oh jangan lupakan orang bodoh yang sempat pingsan itu, tiba-tiba saja ia terbangun dan ikut berseru.
Queen menaikan alisnya, "Bagaimana nanti jika aku mati?"
ZUNGGG!
Senyap, dingin, dan mencekam terasa menusuk tulang-tulang mereka, atau lebih tepatnya orang-orang dari Keluarga Alaric.
"****Tentu saja kami akan mengacak-acak dunia sebagai pelampiasan kami~ Bahkan bisa saja ketujuh Monster Ratu akan mengacak-acak seluruh semesta**** ini…"
"Ratu… kau tak berfikir untuk mati bukan~"
Mereka menjawab dengan nada dan perkataan yang sama, seperti sudah janjian.
Nada lemah, dingin, serta lembut itu benar-benar paling mudah menakuti seseorang daripada berbicara sambil berteriak-teriak.
"Sepertinya memang benar aku harus lari ke semesta lain jika mau hidup bebas…" batin Queen.
"Maka kami akan mengikuti mu, RATU!!" ujar Alvarez yang tau isi hati Mama-Nya.
Sepertinya wanita itu lupa menutupi ruang alam batinnya, sehingga bocah itu bisa menerobos masuk dan mendengar perkataannya tadi.
Sedangkan untuk anak-anak Queen yang lain yang tak bisa mendengar suara batin Queen, tidak tau apa yang Queen katakan tadi.
Namun mereka langsung tau setelah Alvarez berkata dengan nada mengancam kepada Ratu mereka. Yang berarti Ratu mereka sedang membatin sambil membuat rencana yang tidak-tidak.
Tatapan mereka semakin menusuk, Queen yang sudah paham jika sekarang sudah saatnya ia berhenti bercanda, segera mengubah topik pembicaraan.
"Haiss lupakan saja kata-kata ku tadi, aku hanya bercanda."
"Oh iya kalian tolong antar kan orang-orang itu ke kamarnya." pinta Queen kepada para robot yang ada di sana.
Mendengar perintah tersebut, para robot yang memiliki akal sendiri itu langsung memberikan jalan untuk tamu-tamu Queen menuju lantai atas.
Robot-robot itu memberikan kamar kepada mereka semua, lalu kembali ke tempatnya masing-masing sambil menunggu perintah lainnya.
Melihat jika urusannya sudah benar-benar selesai, Queen pun menarik baju pria tampan yang menggendongnya, wanita itu menyuruh pemuda itu untuk menggendongnya sampai ke kamar.
Pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti, dengan hati-hati pria itu menggendong Queen sampai kelantai paling atas, meninggalkan anak-anak Queen yang lainnya dibawah sana.
Setelahnya melihat kepergian Ratu mereka, anak-anak Queen yang lain langsung menghilang menjadi bayangan.
Malam hari pun berlalu dengan cepat, malam itu merupakan malam yang sangat melelahkan bagi Queen dan sangat mengesalkan untuk anak-anak Queen.
Sedangkan untuk keluarga Alaric, malam ini merupakan malam yang menakutkan serta mengejutkan, disini lain mereka juga masih dibuat bingung dengan sebutan orang-orang yang ada di Mansion ini kepada Queen.
Ratu? Sebenarnya siapa Queen? Siapa sebenarnya indentitas wanita cantik itu? Melihat dari kekuatannya, terlihat sekali jika dia bukan orang sembarangan.
Orang yang kuat pasti memiliki identitas yang kuat, orang dengan momentum menakutkan seperti itu pasti juga memiliki identitas yang menakutkan.
……………………………………………………………
Jangan lupa LIKE and VOTE 🥺
'Bagi yang mampu aja ya'
.
.
.
.
#Next