
Suasanapun menjadi sunyi karena aku sendiri masih memikirkan percakapan tadi, sedangkan anak itu terlihat canggung, mungkin dia kehabisan kata-kata untuk berbasa-basi. Ya sudahlah aku saja yang membuka percakapan.
"Emm apa kamu tau dimana markas Mafia itu berada?" ucap ku setelah berusaha keras untuk membuka percakapan, dan untung saja aku menemukan obrolan yang tepat.
"Markas? Kalo markas Mafia aku tidak tau dimana, Mafia itu memiliki banyak wilayah kekuasaan di bumi, dia memiliki markas dimana-mana, apalagi disetiap negara, jadi aku agak sulit mencari letak pastinya jika tidak menggunakan kekuatan." ucapnya terlihat geram, yah aku maklum melihat responnya, karena aku tau dia tidak suka ada kendala disetiap jalannya, dan dia tipe orang yang serba sempurna dalam menangani suatu masalah atau apalah itu.
"Yah sudah kalau kamu tidak tau, bukankah kita masih bisa mencari tau Markas mereka lain kali?" ucap ku terseyum sok misterius, dan ku lihat juga ketika aku mengucapkan hal itu dia memiliki wajah yang berbinar, dan aku sendiri seketika merasa seperti ada sesuatu yang masuk kedalam tubuhku, tapi ntah itu apa, mungkin hanya sekedar rasa merinding ku saja.
"Hehehe~ Akhirnya aku bisa jalan-jalan bersama mama~" batin Alvarez senang sekali. "Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku harus menunjukkan kehebatan ku didepan mama, bukankah dengan begitu aku bisa menjadi suaminya?" batin Alvarez ngawur. Anak ini semakin lama semakin aneh saja!
"Ya sudah ayo kita masuk, sudah mau malam." ucapku sambil berdiri dan menepuk bajuku agar rapi kembali, begitu juga dengan Alvarez yang ikut berdiri, setelah itu aku masuk kedalam diikuti oleh Alvarez.
………………………………
Saat ini sudah larut malam, dan aku masih belum tertidur, aku masih menatap langit-langit kamarku, aku cukup cemas dengan sifat asli ku yang akan muncul beberapa menit lagi, walaupun aku sendiri tidak nyaman dengan sifat ku yang ini, tapi disisi lain aku takut sekaligus rindu dengan sifat asli ku yang dulu, sifat yang sudah lama kupendam karena adik kecilku, ahhh aku jadi sedih jika memikirkan dia... Erlan adikku yang imut~
Apa kau sudah tentang disana? Apa disana banyak cemilan yang kamu suka? Apa disana ada kakak-kakak cantik? Apa kamu masih mengingat ku? Apa kamu merindukan ku? Apa kamu melihat ku disana? Aku ingin tau disana apa ada dia? Yah dia... guru ku... Master ku.... sesuatu yang menciptakan alam semesta, dia juga yang membimbing ku selama ini, sampai suatu ketika aku diturunkan untuk melihat perubahan-perubahan yang ada diseluruh alam semesta.
Ahh aku jadi ingin kembali ketempat yang damai dan sangat suci itu, tempat itu juga sangat tenang, makanya tempat itu bisa membuat kita melupakan semua hal yang biasa kita pikirkan didunia ini, disana kita hanya memikirkan bagaimana caranya supaya kita tetap menjadi suci agar terus ada disana, berlomba-lomba membuat kebaikan, dan berlatih didunia yang biasa disebut Neraka.
Aku juga rindu dengan sosok bersayap putih suci disana, mereka dapat membuat orang menjadi tenang saat kita berada didekatnya, sosok yang hanya memikirkan kebaikan tanpa berhenti melakukan hal-hal baik, orang yang tidak memiliki nafsu akan sesuatu, hanya memiliki nafsu akan kebaikan, dan... ah aku tidak bisa menjelaskan lagi, ini sudah terlalu jauh~
"Tik Tok! Tik Tok!" bunyi jam yang membuyarkan lamunanku, aku melihat ke arah jam itu, dan yang benar saja! 2 menit lagi aku akan menyatu kembali dengan sifat ku yang dulu, Om My~
Aku dengan segera berdiri dari kasur ku, dan membuka pintu balkon kamar ku, aku melihat anak-anak ku berkumpul disana, ahhhh mereka sedang menunggu waktu untuk melihat perubahan yang ada, seketika akupun menjadi cemas, gelisah, serta takut akan hal itu, tapi mau di apakan lagi, yah sudahlah aku hadapi.
Aku melihat keatas langit malam itu, dan yang kulihat adalah bulan! Tapi bulan ini berbeda dengan bulan yang biasanya, bulan ini berwarna galaxy, lambang kerajaan ku, simbol kekuatan ku, pemberian dari 'Dia' kepadaku, tapi untung saja manusia yang ada dibumi tidak akan bisa melihat warna galaxy itu, mereka hanya akan melihat warna bulan seperti biasanya.
"Kalian siap?!" ucap ku masih melihat bulan itu, sekarang ini warna rambut dan mataku bukan lagi bewarna hitam maupun unggu, tapi berwarna galaxy yang sangat mempesona, pekat, dan kelam. Saat aku mengeluarkan pertanyaan itu semua anak-anak yang ada dibawah sana berteriak bahwa dia siap, begitu juga dengan anak-anak ku yang ada di kerajaan, mereka mengirimkan sinyal berupa simbol kuno diatas langit, pertanda bahwa mereka juga siap, tapi sekali lagi kutegaskan bahwa simbol itu akan terlihat seperti petasan yang sangat indah jika manusia yang melihatnya.
Tapi bukan hanya anak-anak ku saja yang melihat itu dan siap dengan perubahan yang akan datang, orang-orang yang ada di dimensi lain juga bersiap dengan perubahan ini, bahan orang-orang penting serta memiliki kekuatan yang sangat tinggi disetiap dimensi ikut keluar, dan membantu mempertahankan dinding dimensi tempat mereka tinggal, ahh sungguh sangat heboh bukan.
Tapi saat pandangan ku mulai kosong, aku sekilas melihat "Dia" ditengah-tengah bulan itu, akupun berusaha membuka mulut ku dan berkata apa yang selama ini aku pendam "Ak-aku... maafkan aku... karena tidak suci lagi seperti dulu... aku sudah membunuh seseorang.... maaf, kumohon jaga adikku dengan baik... aku tidak akan bisa kembali kesana seperti janjiku saat turun kesini... maaf aku sudah mengingkari janji itu.... kau Maha Pengampun, tolong jangan buat aku sengsara lagi.... kutukan tanpa hati ini sudah menyulitkan ku..." ucap ku sambil mengeluarkan air mata.
Dan saat aku berhenti berbicara, seketika juga "Dia" menghilang dan menyisahkan cahaya-cahaya sucinya, jujur aku sedih melihat "Dia" pergi, kutukan ini tidak akan mempan didepan "Dia" maka dari itu aku bisa merasa sedih, aku juga sedih karena tidak bisa kembali ketempat dimana aku lahir, bersama dengan yang lain.
Karena kesedihan ini, proses penyatuan menjadi sedikit terganggu, hujan mulai turun, angin tertiup cukup kencang, seketika udara menjadi dingin dan lembab, awan-awan memiliki perubahan seperti retakan yang cukup menakutkan, pandangan ku kosong, aku sekarang ini hanya merasa ingin diam, aku juga merasa bahwa seketika diriku sama seperti dulu saat aku melanggar janji itu.
Rasa yang sama, benar-benar mencekik ku kedalam sebuah jurang penuh dengan kekosongan, hampa, hitam, semuanya kabur, aku tidak mendengar suara apapaun, aku merasa jiwa ku hanya di isi dengan kehitaman, kekosongan, dan angin yang hampa, dan inilah yang aku takuti, aku benar-benar tidak mau merasakan hal ini lagi, tapi aku tidak bisa menentang "Dia" maka aku hanya pasrah dengan takdirku.
Melihat bencana-bencana itu semua orang menjadi panik, kecuali anak-anak ku, orang-orang itu juga berusaha menahan perubah ini, begitu juga dengan manusia yang ada dibumi, mereka berteriak histeris, takut? Tentu siapa yang tidak takut dengan pemandangan seperti ini? Namun secara tiba-tiba bencana itu berhenti secara bersamaan, dan orang-orang yang ada di dimensi yang memiliki kekuatan spritual merasa lega, dan menjatuhkan diri mereka sendiri karena lelah.
Tapi berbeda dengan orang-orang yang ada dibumi, mereka syok, kaget, curiga, dan penasaran, bagaimana bisa bencana ini berhenti secara tiba-tiba? Apa lagi secara bersamaan?! Benar-benar tidak masuk akal, mereka bukannya tenang, malah makin aneh dan cemas dengan hal itu, tapi untung saja anggota-anggota yang menjaga keamanan setiap negara menenangkan warga-warga itu, walaupun mereka sendiri juga merasa gelisah.
…………………………………
"Huftt... sudah selesai." batin rakyat ku, mereka sangat senang dengan keberhasilan ini, walaupun mereka sedikit lelah, tapi mereka puas dengan pertahanan mereka.
Dan pada akhirnya sang RatuNa sesungguhnya telah muncul, mereka sekarang ini juga memiliki perubahan, yaitu mereka memiliki kemampuan tambahan akibat peristiwa tadi.
…………………………………
Dan di sebuah ruangan yang penuh dengan dekorasi militer. Terdapat seorang Pria yang memiliki paras yang sangat tampan, tubuhnya sangat kokoh, apalagi kulitnya yang memiliki warna putih langsat walaupun dia seorang militer, dia memiliki mata yang dapat membuat wanita terpikat dengannya, karena walaupun dia seorang militer tapi tampangnya terlihat ramah.
"Tadi itu apa? Sungguh ini sangat aneh! Tidak mungkin ini kebetulan bukan? Aku harus mencari tau hal ini." ucap Pria itu aneh karena kejadian tadi, dan kelihatannya dia akan mencari tau apa penyebab peristiwa tadi.
………………………………
Disisi lain di sebuah ruangan yang terasa sangat dingin tapi bukan karena AC, melainkan karena hawa yang dikeluarkan oleh orang yang ada disana, dan dia adalah seorang Pria yang amat sangat tampan, memiliki tubuh yang menawan, serta warna kulitnya yang bewarna putih pucat, mata yang tajam serta dingin, alis yang tajam seperti pedang, sungguh sangat tampan! Di belakang Pria itu juga terdapat asistennya.
"Kau melihat bulan itu?" ucap sang Pria dingin itu. "Ya, Tuan!" ucap asistennya cepat.
"Warna Galaxy..." ucap Pria dingin itu binggung. "Apa kamu tau bulan apa itu?" ucap Pria itu lagi.
"Maaf Tuan, saya tidak tau itu apa, dan saya tidak pernah melihat atau membaca sejarah tentang kemunculan bulan Galaxy." ucap asisten itu yakin.
"Lalu itu apa?" ucap Pria itu sambil melihat keluar kaca besar ruangannya. "Hmm Menarik." ucapnya tersenyum.
"Segera cari tau itu!" ucap Pria dingin tersebut kepada asistennya. "Baik Tuan!" ucap asisten itu mengangguk.
Nah Lohhh kenapa Pria itu bisa melihat warna galaxy pada bulan itu ya? Baca terus kelanjutannya ya...
……………………………………
Ok jangan lupa Like, Komen, Vote, and Rite ya guys^^
.
.
.
.
.
#Next