
_5 menit kemudian_
"Tok...Tok...Tok, maaf Tuan ini saya." ucap orang yang baru saja mengetuk pintu ruangan CEO.
"Masuk." ucap Alvarez cuek, tanpa memperdulikan orang yang baru saja mengetuk pintu.
"Siapa itu?" ucap ku yang sedang menutup mata rapat, karena terlalu menikmati pijatan dari bocah itu.
"Asisten." jawab Alvarez, lalu tak berapa lama masuklah seorang lelaki yang terlihat gagah serta tampan, berjalan memasuki ruangan CEO.
"Maaf Tuan, Nyonya, ini berkas yang anda minta." ucap Asisten itu sambil memberikan berkas yang lumayan tebal, dan dari ekpresi Pria itu terlihat dia sangat tenang, tetapi tidak dengan batinnya yang saat ini sedang kacau lantaran melihat Tuan-nya sedang memijat wanita yang menurutnya sebagai Nyonya perusahaan.
"Hmm terima kasih." ucap ku sambil menerima berkas itu, saat aku sudah membuka mata ku, "Siapa nama mu?" ucap ku lagi sambil menatap lekat kearah Asisten itu.
"Nama saya De Luca Vero, Nyonya." ucap Asisten itu yang terlihat memiliki kepercaya diri yang cukup tinggi, "Vero? Berakti jujur bukan, apa kamu bisa dipercaya? Apa kamu orang yang jujur seperti nama mu?" ucap ku menatap tajam kearah Asisten itu.
"Tentu Nyonya, saya akan selalu berkata jujur dan tidak menghianati Tuan serta Nyonya, begitu juga dengan Perusahaan ini, jadi saya mohon agar Nyonya mempercayai saya." ucap Asisten itu nyakin.
"Percaya diri sekali kamu." ucap ku sinis, karena aku tau hati manusia itu gampang berubah-ubah, jadi aku tidak mau mempercayai manusia-manusia itu.
Dan saat aku masih menatap Asisten itu tajam dan ingin mengeluarkan rasa ketidak sukaan ku, tiba-tiba saja bocah itu mengacaukan semuanya.
"Mama, sudahlah percayakan saja dia, lagipula dia sudah lama berkerja disisi ku." ucap Alvarez menatap ku sambil terseyum manis.
Tapi aku berserta bocah itu tidak menyadari bahwa ada satu orang lagi yang melihat senyum itu, dan dia adalah Asisten tadi, yang sekarang ini memiliki keterkejutan untuk sekian kalinya, karena Asisten itu baru kali ini melihat Bos-nya terseyum dan memiliki tatapan lembut, tidak seperti biasanya.
"Baiklah, tapi... awas saja jika dia sampai bermain dalam selimut, aku tidak akan tinggal diam, dan aku akan memberikannya hukuman yang menyedihkan." tekan ku sambil melirik kearah Asisten itu yang sekarang ini terlihat sangat gugup, karena mendengar ucapan ku serta melihat tatapan tajam yang aku arahkan kepadanya.
"Mama, kau menakutinya." ucap Alvarez setelah melihat kearah tubuh Asistennya yang gemetar saat menerima tatapan tajam dari mata Queen.
Dan ketika aku mendengar apa yang dikatakan bocah itu, akupun tidak lagi melanjutkan percakapan tadi, dan langsung membuka serta membaca satu persatu berkas-berkas itu, dan aku cukup puas dengan persyaratan dan keuntungan yang diberikan oleh Anggota Tentara Bayangan tersebut.
"Vero, bisakah kau menghubungi kelompok itu, bilang kepada mereka bahwa perusahaan ini menerima kerja sama yang mereka ajukan, dan suruh yang datang adalah Ketuanya langsung, aku tidak mau diwakilkan!" perintah ku.
"Baik Nyonya." tegas Asisten itu dan langsung menghubungi kelompok yang aku maksud tadi.
Setelah selesai menghubungi kelompok itu, Vero-pun kembali menghampiri ku, dan memberitahukan bahwa Anggota itu menerima permintaan ku, dan ketua kelompok itu berserta beberapa orang kepercayaannya akan datang ke perusahaan ini.
Saat menerima laporan itu aku diam-diam terseyum puas, karena pada akhirnya aku bisa melihat seperti apa ketua dari Anggota Tentara Bayangan tersebut, aku juga cukup penasaran dengan Ketua yang dibicarakan oleh banyak orang yang ada dibumi, apakah dia memang seperti yang dibicarakan ataupun tidak, kita lihat saja nanti.
………………………………………
Sekarang ini mereka sedang menunggu kedatangan kelompok itu, atau lebih tepatnya Vero saja yang menunggu kedatangan tamu penting yang akan berkunjung kemari, sedangkan kedua junjungannya terlihat santai-santai saja.
Dan sekitar 20 menit berlalu, tamu penting yang merupakan kelompok Anggota Tentara Bayangan tersebut sudah sampai di perusahaan, karena sang resepsionis baru saja menelepon Asisten Vero dan mengatakan bahwa ada sekumpulan pria berbaju layaknya Tentara didepan perusahaan, mereka menghampiri resepsionis itu dan meminta untuk mempersilakan mereka naik ke lantai atas tempat CEO berada.
"Tok.. Tok.." suara pintu yang diketuk, dan diperkirakan itu adalah kelompok Anggota Tentara Bayangan.
Mendengar bahwa kelompok itu sudah ada didepan ruangan CEO, Asisten Vero-pun langsung saja menolehkan kepalanya kearah Tuan serta Nyonya-nya yang terlihat sangat romantis, dan saat Vero melihat reaksi Tuan-nya yang tidak peduli tentang kedatangan kelompok itu, Asisten Vero-pun berinisiatif untuk membukakan pintu untuk mempersilakan mereka masuk kedalam ruangan CEO.
"Silahkan masuk Tuan, dan maaf kami tidak menyambut Tuan didepan." ucap Vero ramah dan membungkukkan badannya sedikit, sebagai tanda penghormatan.
"Tidak apa." singkat Pria yang menjawab perkataan Vero, yang diyakini sebagai ketua dari kelompok Anggota Tentara Bayangan tersebut.
Dan karena mereka sudah diijinkan untuk masuk, mereka-pun berjalan menuju kedalam ruangan itu yang diawali oleh Pria yang tadi diyakini sebagai ketua dari kelompok tersebut.
"Hahhhh... aku merasa ditekan jika berada diantara mereka, tapi... bukankah jika kelompok itu kesini secara terang-terangan, berakti... akan sangat ramai dong didepan?!!" batin Vero kaget dan segera masuk kedalam ruangan, dan melihat kearah kaca jendela yang meperlihatkan suasana yang ada didepan perusahaan, yang sekarang ini sangat ramai akan orang yang penasaran dengan ketua kelompok dari Anggota Tentara Bayangan, yang dipercaya memiliki ketampanan bagaikan dewa.
"Ihss merepotkan sekali." gerutu Vero kesal dengan orang-orang itu, yang dia anggap sangat berlebihan dan juga norak.
"Ada apa?" ucap salah satu anggota kelompok itu, dan ketika Vero mendengar ada yang bertanya padanya, dia-pun segera membalikan tubuhnya dan menghadap kearah sekumpul anggota tersebut, sambil mengubah ekspresinya menjadi terseyum kembali, "Tidak apa, Tuan." jawab Vero.
"Oh, apa diluar sana banyak orang yang berdatangan?" ucap salah satu anggota lainnya, "Ah iya, mungkin akan ada sedikit keributan, tapi tenang saja ini tidak akan lama." ucap Vero.
"Baiklah, maafkan kami karena membuat keributan di perusahaan kalian." ucap seorang Pria tampan yang merupakan ketua kelompok itu, "Tidak apa, Tuan." balas Vero.
"Hemm.... jadi dimana CEO mu? Bukankah dia ada diruangan ini?" ucap Pria itu, "Iya Tuan, CEO memang ada disini, tapi diruangan sebelah, mari ikuti saya." Vero berjalan menuju ruangan sebelah dan diikuti oleh orang-orang itu.
"Permisi Bos." sapa Vero, "Hmm, apa mereka sudah sampai." ucap Alvarez tanpa menolehkan kepalanya kearah Vero dan terus mengusap lembut kepala Queen.
"Sudah Tuan." ucap Vero, "Oh ternyata sudah, kenapa aku tidak menyadarinya ya?" ucap Alvarez pelan saat sudah menolehkan kepalanya dan melihat bahwa tamu dari wanita yang ada diperlukannya sudah sampai.
…………………………………………
Ok maaf ya guys Author kemarin gak Up, oh iya jangan lupa Like, Komen, and Vote lagi ya guys 😘
.
.
.
.
.
#Next