The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 55



_Keesokan harinya_


Disebuah ruangan yang menjadi tempat dimana Queen ditaruh, terlihat seorang pria yang sedang menunggu wanita yang saat ini sedang terbaring dibongkahan es.


"Bangunlah." bisik pria itu pelan dan terus menatap wanita yang terbaring didepannya.


"Ughh..." dengus wanita itu pelan, lalu membuka matanya sayu, dan melihat sekeliling ruangan dengan pandangan kabur, "Alvarez..." panggil wanita itu pelan, dan dia adalah Queen.


Alvarez yang mendengar namanya dipanggil segera melihat kearah orang itu, dan menatap lensa mata Queen yang masih terlihat lemas.


"Mama kau sudah bangun." ucap Alvarez senang, lalu menggulung lengan bajunya dan menyodorkan pergelangan tangannya kearah Queen.


"Minumlah..." suruh Alvarez langsung direspon oleh Queen, "Aku haus." batin Queen langsung menancapkan taringnya ke lengan Alvarez.


"Sruff...Sruff..." Queen terus meminum darah Alvarez yang sangat segar menurutnya, dia terus mengigit lengan Alvarez dalam seperti orang kehausan.


"Pelan-pelan Mah~" saran Alvarez tidak mau Mama-nya tersedak.


5 menit kemudian, Queen sudah dibuat puas dengan meminum darah Alvarez, lalu dia segera melepaskan gigitannya, dan tak berapa lama luka yang ada dilengan Alvarez langsung tertutup.


"Sudah." kata Queen sambil menatap wajah anaknya yang sedikit pucat karena darahnya terus diminum.


"Baiklah." jawab Alvarez menggulung kembali lengan bajunya.


"Antar aku kebelakang Mansion." perintah Queen tiba-tiba.


"Tapi apa Mamah sudah bisa berjalan?" tanya Alvarez.


"Sudah." angguk Queen.


Kemudian mereka berdua segera menghilang dari ruangan itu dan muncul kembali dibelakang Mansion, atau lebih tepatnya disekitar kolam air mancur yang terbangun luas dibelakang Mansion.


"Mama ingin melakukan apa?" tanya Alvarez tiba-tiba, karena bingung kenapa Mama-nya meminta dia menemaninya ketempat ini.


"Aku ingin memanggil bocah pembangkang itu." jawab Queen menerangkan, "Buat apa?" tanyanya lagi.


"Ck! Kau diam dan lihat saja!" kesal Queen, "Baiklah." ucapnya pasrah.


Tak mau membuang waktu, Queen dengan cepat mendekati area kolam itu, saat sudah sampai didekat kolam tersebut Queen langsung melukai lengannya, dan meneteskan darahnya agar bisa bercampur dengan air yang ada pada kolam itu.


Setelah itu Queen langsung mencabut satu helai rambutnya dan menjatuhkannya kedalam kolam tersebut.


Setelah semuanya sudah siap Queen langsung mengucapkan mantra komunikasi dengan sisa-sisa kekuatan jiwanya.


Sedangkan Alvarez yang melihat itu merasa tidak terima, karena jelas-jelas tubuh Mama-nya sedang tidak baik, apalagi kekuatannya sedang tidak stabil, tapi apa-apaan ini?! Mama-nya malah menggunakan kekuatan jiwanya, hanya karena ingin memanggil Hewan Tua itu!


Selang beberapa detik kemudian, air yang ada didalam kolam itu berubah menjadi semurni cermin, begitu juga dengan air yang keluar dari pancoran tiba-tiba berhenti bergerak, seolah-olah waktu sedang berhenti.


"Apa kau mendengar ku, Alcifer?!" ucap Queen dengan pandangan yang terus dia arahkan kedalam kolam.


"QUEENZA!! KAU...! Kenapa kau selalu mengganggu tidur ku hah!" suara teriakan itu berasal dari dalam kolam.


"Berhentilah berteriak, berhenti mengeluh!" bentak Queen tajam, "Apa kau masih mau tidur?! Kalau begitu akan kubuat kau tertidur selamanya!!"


"……" tidak ada jawaban sama sekali dari orang itu.


"Alcifer!" panggil Queen sekali lagi, "Iya, Ada apa? Kenapa kau memanggilku?!" ucap Alcifer dengan berat hati.


"Aku ingin bertanya pada mu." ucap Queen yang saat ini sudah terduduk disamping kolam.


"Apa?" jawabnya. "Aku bertemu orang yang sangat mirip dengannya." ucap Queen dengan tatapan devilnya.


"Bagaimana bisa?!" kaget Alcifer, yang memang sudah mengerti siapa yang dimaksud oleh Queen.


"Tapi aku masih belum terlalu nyakin dengan orang itu, aku hanya merasa dia sangat mirip dengannya, tapi itu belum tentu benar, aku hanya menebak saja." terang Queen.


"Aku tidak percaya jika orang itu ada disini." ucap Alcifer tidak nyakin, "Aku juga begitu." balas Queen setuju.


"Tapi... apa kamu mendapatkan berita tentang kaparat itu?" tanya Queen smirk.


"Tapi yang pasti orang seperti dia tidak mungkin naik kesini, lagipula untuk apa dia kemari? Jika mau menyerahkan hidup, kenapa masih mau bersembunyi?" ucap Alcifer sedikit mengejek.


"Apa mereka sudah bosan hidup? Mahkluk menjijikkan seperti mereka hanya sampah dimata ku! Huhhh... jika memang kedua orang itu benar-benar ada disini, lalu kenapa?! Akan ku lenyapkan mereka!" balas Queen dingin.


"Lakukanlah... aku tudak melarang, mahkluk seperti mereka lumayan mudah dihadapi!" santai Alcifer.


"Yah.., tapi kedua orang itu begitu licin, dan aku tidak menyangka jika mahkluk menjijikkan dan bodoh seperti mereka, begitu setia kepada kedua kaparat itu, ahahahah sungguh lucu sekali! Mereka dari dulu selalu saja membuat ku tertawa dengan kelakuan mereka." ucap Queen tersirat hinaan.


"Tapi kau juga harus waspada, walaupun bagi mu mereka bukan apa-apa, tapi tetap saja mereka mahkluk pertama yang hidup disemua dimensi ini, mereka juga memiliki darah Ras campuran." tegur Alcifer kepada Queen.


Dia sengaja mengingatkan Queen yang memang tidak bisa menahan amarahnya, dia hanya takut jika Queen akan mengamuk untuk yang ketiga kalinya.


"Tapi aku masih belum bisa melupakannya! Harusnya kamu juga tau, karena mereka aku harus turun kedunia ini! Dan kerena mereka juga aku tidak bisa kembali ketempat dimana seharusnya aku berada! Dan karena mereka jugalah yang membuat ku harus terkena kutukan ini!!" geram Queen benci bahkan sangat benci jika mengingat kedua kaparat itu.


"Aku juga tidak bisa melepaskan mereka, aku sudah bersumpah akan melenyapkan mereka semua, begitu juga dengan kedua kaparat itu! Tidak peduli dia sudah mati atau masih hidup, atau sudah bereinkarnasi, aku tetap akan memburu mereka! Dan ini adalah sumpah ku!!" tekan Queen dengan tatapan yang dipenuhi dengan kebencian.


"Aku akan membalasnya! Tunggu aku!!" sambung Queen dalam hati.


Saat Queen merasa jika dia sudah tidak bisa lagi membahas tentang mereka, dia langsung berdiri dari tempat duduknya, dan segera memecahkan mantra komunikasi antara dirinya dengan Alcifer.


Kemudian dia langsung meninggalkan kolam itu, diikuti oleh Alvarez yang sendari tadi hanya diam karena tidak mengerti dengan percakapan yang ada didepannya "Anak kecil lebih baik tidak ikut campur." batin Alvarez.


…………………………………


_The Kingdom Seven Glass Power_


"Hehehe... tidak ku sangka mahkluk yang sudah lama tidak kita temui akhirnya muncul juga." ucap salah satu pria yang ada disana, yang merupakan penjaga menara kelima.


"Cih! Mahkluk seperti mu berani sekali ingin menyebut nama Ratu ku, dengan mulu jelek itu!" marah pria yang satunya lagi, yang merupakan penjaga menara ketujuh.


"Heh! Buat apa kau ingin memanggil nama Ratu ku? Cepat katakan apa yang kalian rencanakan?!" tanya pria lainnya, yang merupakan penjaga menara keenam.


"Ti...Ti-tidak... maafkan saya... saya tidak merencanakan sesuatu~" mohon mahkluk yang tadi dibicarakan oleh Keanu, yang hampir saja menyebut nama dari sang RatuNa Seven Glass Power.


"Kalian jangan ribut lagi! Cepat bereskan makhluk-makhluk itu! Turunlah dan cari yang lain, kalau sudah seret kesini!!" perintah pria yang sendari tadi hanya menonton akhirnya buka suara, dan dia adalah penjaga menara ketiga.


"Jangan!! Ja-jangan.... shisss, hikssshh.... kumohon jangan~" lirih mahkluk itu memohon, karena bagi makhluk-makhluk itu tidak apa jika mereka yang dihabisi, tapi mereka hanya takut jika Tuan mereka juga ikut terseret kedalam neraka dunia yang diciptakan oleh ketujuh pria ini.


"Cih!! Buat apa kau memohon? Tidak ada gunanya!" sinis pria yang menjaga menara ketujuh.


"Sudahlah, kalian terlalu overprotektif jika berurusan dengan Bunda, seret saja dia kembali kelubang itu, biarkan dia hidup disana." saran pria yang merupakan penjaga menara kedua.


"Hmph! Kau sangat beruntung!" sinis pria penjaga menara keenam, "Tapi ingatlah aku akan tetap mengadu pada Bunda~ Aku ingin tau apa yang akan terjadi kedepannya..."


"Tidak!!! Jangan beritahu!! Shisss ku-mohon... Tolong....." suara mahkluk itu semakin lama semakin menghilang karena tubuhnya kembali dilahap oleh lubang hitam.


"Hahh... menyusahkan!" ucap pria yang menjaga menara bagian kedua, "Benar-benar jelek!" sambungnya lagi.


………………………………………


Jangan lupa Like and Komen lagi ya guys, kalo bisa Vote juga ok! 😉


Salam hangat Author


.


.


.


.


.


#Next