The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 64



"Hak? Lalu kau punya hak apa untuk mencampuri urusannya?" jawab Alvarez dengan pertanyaan juga.


"Memang untuk sekarang aku tidak mempunyai hak apapun terhadapnya, tapi tak lama lagi akan kubuat diriku mempunyai hak atas dirinya." unjar Raphael penuh tekad.


"Hey jangan bercanda, bagaimana bisa kamu mempunyai hak atas dirinya?!" geram Alvarez.


Dia lagi-lagi sudah dibuat marah oleh pria ini, enak saja dia dengan gampangnya berkata seperti itu!


"Tentu saja bisa, aku akan menjadikannya wanita ku!" unjar Raphael dengan posesif yang semakin mendalam.


"Huh pria seperti mu bagaimana mungkin bisa memilikinya! Coba katakan apa kamu layak?" ucap Alvarez gregetan sendiri seperti ingin mencincang pria ini.


Dia tidak suka jika Mama-nya direbut oleh pria lain, dan itu tidak boleh terjadi, dia harus mencegah atau melenyapkan semua pria yang mendekati Mama-nya, jangan salahkan dia ikutan menjadi posesif terhadap Queen.


Karena sendiri dulu Queenlah yang mau menerimanya, saat klan-nya hancur dan musnah, klan yang dianggap oleh orang-orang sebagai malapetaka.


Mama-nya dengan suka rela mengambilnya dari tempat itu dan membawanya pulang ke Istana miliknya yang ada di dimensi berbeda darinya.


Dia kira dia bakal hidup nyaman dan bahagia disana, hidup tenang tanpa hambatan, tapi ternyata tidak.


Karena disana dia sering mendapat ledakan dari dari ketujuh penjaga menara yang ada di kerajaan, mereka memang sangat anti terhadap orang baru, dan rasa posesif mereka ke Queen lebih tinggi darinya.


Lalu bagaimana jika ucapan bayi bodoh ini terdengar oleh ketujuh monster itu? Haishh... dia saja langsung merinding jika memang benar itu terjadi.


Tidak bisa dipungkiri dulu dia sendiri pernah dilatih oleh mereka, tapi jika dipirkirakan lagi dia seperti hanya dibuat menjadi objek pembullyan mereka, karena memang dari awal mereka tidak suka terhadapnya.


Apalagi mereka memang sangat sadis, bahkan mereka tak segan-segan menginjak kepalanya, menceburkan-nya kedalam Lahar Kematian, memasukan-nya kedalam Goa Seribu Jiwa Hitam, menyuruhnya tetap berdiri diatas Gunung sambil menerima serangan petir tingkat tertinggi dari mereka.


Bahkan dia pernah hampir dijadikan makanan Alcifer saat itu, dia juga pernah disuruh memakam mie panjang umur lewat hidungnya.


Dia juga sering dijadikan sebagai objek pada eksperimen mereka saat sedang melatih hewan mitologi jenis baru, yang mereka ciptakan.


Namun siksaan itu belum berhenti karena dia pernah dijadikan objek uji coba saat mereka sedang belajar racun dari Mama-nya.


Bahkan yang lebih menjengkelkan adalah dia sering melihat mereka bertujuh, mengajarkan Pangeran Utama-nya yaitu Pangeran Erlan dengan ajaran yang tidak berguna.


Namun sikap mereka akan sangat berbanding terbalik jika didepan Mama-nya, mereka akan bersikap pendiam, dingin, patuh, disiplin, dan terlihat ramah, itu malah semakin membuatnya merinding.


Karena perilaku mereka dulu, dia sampai harus memohon kepada Mama-nya agar bisa memindahkan-nya bertugas ditempat lain selain di Istana, agar dia tidak bertemu lagi dengan ketujuh pria tampan yang sangat mematikan penuh, dan dengan akal-akalan dan taktik jitu untuk menjatuhkan.


Dia sudah cukup merasakan hari-hari yang suram disana, ditemani oleh ketujuh monster seribu wajah seperti mereka.


Tapi walaupun dia sudah pindah kebumi, tapi sampai sekarang dia masih merasa trauma dengan kelakuan mereka yang BarBar tiada tanding hanya karena kesal, bosan, jahil, ingin berlatih, atau bahkan ingin bereksperimen, selau menjadikannya sebagai objek dan dialah yang terkena imbasnya.


………………………………


"Of course I deserve." jawab Raphael menatap wajah wanitanya yang terlihat sekali jika dia tidak peduli dengan perdebatan mereka, dan itu sangat imut dan terlihat lucu dimatanya, dia benar-benar tidak sabar menjadikan wanita ini hanya miliknya.


"Bercanda? Apa yang membuat mu begitu yakin jika kamu memang layak untuknya?" Alvarez menatap Raphael dengan pandangan yang mengartikan jika ucapanya hanyalah lelucon biasa.


"Aku bisa menjaganya, menyayanginya, melindunginya, dan memberikannya kenyamanan, aku juga bisa memeberikan apa saja untuknya." Raphael menjawab dengan gentle man.


"Konyol." gumam Alvarez ingin tertawa lepas saat mendengar perkataan dari pria itu, tapi dia harus tetap menjaga harga dirinya.


Karena tidak mungkin jika dia tertawa lepas didepan rivalnya sendiri, karena itu memalukan, jadi dia harus menjaga harga dirinya dan wibawanya dihadapan pria ini.


"Jika itu aku juga bisa." ejek Alvarez.


"Mungkin, tapi aku akan tetap menjadikannya sebagai wanita ku, dan tidak akan kubiarkan siapapun merebutnya." setelah Raphael mengatakan itu, seketika seluruh senjata yang tadinya sudah masuk ke Pos mereka muncul kembali.


Sepertinya dia sudah mulai merasa jenuh harus menonton drama antara dua pria untuk memperebutkan seorang wanita, ditambah lagi dia sama sekali tidak suka dengan hal-hal yang berbaur romantis.


Alasan lainnya karena dia melihat jika Ratu-nya sepertinya sudah lelah, dan karena itulah dia sudah tidak tega lagi melihat wajah Ratunya kelelahan, makanya dengan keberanian yang cukup dia memberikan perintah kepada salah satu Robot yang ada disana untuk mengaktifkan senjata itu kembali.


Awalnya dia dan Robot itu sedikit ragu karena otomatis jika senjata itu diaktifkan dan diarahkan kepada pria yang tidak lain yaitu Raphael, maka secara langsung senjata itu akan mengarah juga kearah Queen.


"Maafkan saya jika lancang RatuNa." telepati anak lelaki itu tersampaikan kepada Queen.


Namun saat senjata itu mengarah kearah Raphael, bukannya mendapatkan ketakutan dari pria itu, melainkan dia hanya tersenyum tipis bahkan tersirat bahaya didalamnya.


Awalannya memamg dia cukup terkejut dengan senjata itu, tapi sekarang dia kembali bersikap santai dan terkesan mengabaikan senjata mematikan yang ada didepannya.


"Ingin mengancam ku? Sepertinya tidak berguna." unjar Raphael dengan tatapan dinginnya.


Queen yang sudah tidak mau mendengar perdebatan itu lagi, segera membuka suaranya dan menghentikan kedua pria bodoh ini.


"Aku lelah, berhentilah berdebat!" ucap Queen menjauhkan dirinya dari Raphael dan berjalan menuju ketempat anak lelaki itu berada.


Dia juga berjalan melewati Alvarez begitu saja, bukan karena marah kepada bocah manjanya, melainkan dia hanya ingin cepat-cepat masuk kedalam Mansion, lalu tertidur nyenyak dikamarnya.


Tapi sebelum Queen masuk kedalam Mansion bersama anak lelaki itu, Queen terlebih dahulu menatap datar kearah kedua pria bodoh tersebut, lalu dia langsung mengarah tatapannya kearah Raphael.


"Jangan pernah berfikir kau bisa mendapatkan ku, dan aku juga tidak ingin menjadi penganggu." sarkas Queen jelas, padat, dan tajam langsung menusuk hatinya.


Raphael sendiri tau jika ucapanya sangat terburu-buru padahal mereka baru berkenalan, dan ini kali kedua dia bertemu dengan wanita pujaannya.


Tapi asalkan kalian tau jika cintanya bukan hanya obsesi semata, melainkan dia benar-benar sangat mencintai wanita yang dapat membuat hati dan sikapnya berubah jauh dari yang dulu.


Karena sebelum wanita itu muncul, dia yang dulu selalu merasa kosong dan jarang berbicara atau merasakan ekspresi, tapi sekarang dia bisa merasa senang sekaligus sedih karena wanitanya juga.


Sedangkan Queen dia memang tidak berniat memiliki seorang pria sebagai pendampingnya, dan walaupun dia tidak bisa merasakan cinta, tapi dia masih bisa menikahi seorang pria, tapi sekali lagi dia sama sekali tidak membutuhkan seorang pendamping didalam hidupnya!


Lalu alasan lain yang membuat dia marah kepada Raphael adalah karena pria ini mengatakan jika dia ingin menjadikannya wanitanya!


Bukankah dia sudah memiliki seorang tunangan? Apa pria ini ingin menduai wanita yang akan menjadi tunangan-nya?


Apa dia ingin menjadikannya sebagai perusak hubungan seseorang, dan menjadikannya sebagai penganggu hubungan mereka?!


Sungguh kurang ajar, pria ini ternyata sangat tidak memiliki otak! Padahal dia kira pria itu berbeda dari pria lain karena bisa membuatnya sedikit tertarik.


Tapi apa ini? Dia hanya seorang pria bejat! Seorang pria yang rakus akan prempuan! Setelah ini jangan pernah berfikir untuk menemuinya.


……………………………


Jangan lupa Like and Komen ya guys~


.


.


.


.


.


#Next