
Kevin terdiam, "Yah semoga kalian bisa bertahan… jika kalian lama aku tidak akan menunggu kalian loh."
Didalam kawah samar-samar terlihat sosok yang berjumlah tiga orang yang sedang meringkuk dengan kulitnya yang sedikit demi sedikit terkelupas.
Namun hebatnya mereka masih bisa mempertahankan kesadarannya walaupun ada beberapa tetes air mata yang keluar dari ujung mata mereka akibat rasa sakit yang luar biasa ini.
Semakin lama kesakitan dan kesulitan yang mereka lalui semakin mengerikan. Mereka sudah tak memiliki kulit maupun rambut. Daging-daging mereka terpecah secara perlahan.
Karena tak sanggup menahan rasa sakit tanpa berteriak mereka pun akhirnya mengeluarkan sedikit rintihan. Rasa sakit yang mereka lawan malah semakin membuat mereka kesakitan.
Kevin yang dapat mendengar suara rintihan dari luar kawah hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah, "Seharusnya kalian tidak melawan rasa sakit itu. Karena semakin kalian lawan, rasa sakitnya akan semakin kuat. Jadi berdamai lah dengan rasa sakitnya. Karena dengan itu kalian dapat memiliki kekebalan yang sempurna." ucap Kevin ditengah kesunyian gunung tersebut.
Saat ini Raphael hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Ia masih belum terbiasa dengan rasa sakit seperti ini. Sungguh ini berkali-kali sangat berkali-kali lipat daripada rasa sakit yang pernah ia rasakan saat menjadi Leader Mafia di Bumi.
Kenapa semakin aku melawan, rasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Bahkan karena itu kondisi tubuh ku semakin memburuk.
Raphael masih terus menahan rasa sakitnya. Akan tetapi semakin lama tubuhnya seakan-akan ingin meledak.
Aku harus bagaimana? karena kesadaran kami yang masih terjaga, rasa saktinya malah semakin terasa. Apa maksudnya ini?
Raphael berusaha keras memikirkan bagaimana ia dan sahabatnya berhasil keluar dengan selamat namun membuahkan hasil yang memuaskan.
Tiba-tiba terlintas pemikiran yang cukup aneh menurutnya.
Ahh… pasti tidak mungkin kami harus menyesuaikan diri dengan siksaan ini tanpa memberontak. Apa kami benar-benar harus pasrah dengan rasa sakit dan hanya bisa terhanyut sampai proses ini selesai?
Baiklah... tak ada salahnya mencoba!
Raphael mencoba memberitahukan kepada sahabatnya yang tak jauh didepannya. Kebetulan mereka saling berhadapan sehingga memudahkan dirinya berkomunikasi menggunakan isyarat.
Setelah itu kelopak mata dari ketiga pria itu tertutup. Suara rintihan tak terdengar lagi. Bahkan pergerakan kawah menjadi tenang. Tapi itu membuat Kevin curiga dengan keadaan.
"Jangan bilang mereka beneran mati di sana?" Kevin memandang kawah didepannya dengan satu alisnya terangkat. Anak itu sepertinya tak merasa sedih sama sekali ataupun cemas. Benar-benar tak berperasaan!
Karena masih curiga apakah mereka masih hidup atau tidak. Anak itu pun menunggu ketiga pria itu hingga 2 jam lamanya. Akan tetapi tidak ada pergerakan ataupun reaksi apapun dari dalam kawah.
"Ya sudahlah… toh mereka sudah mati ini." cueknya membalikkan tubuhnya berniat pergi tanpa ada beban apapun. Kejam sekali memang!
Baru saja ia melangkah dari sana. Tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh yang sangat dahsyat dari dalam kawah. Rasa panas yang ada di sana meningkat drastis.
Kevin membalikkan badannya cepat dan menatap heran ke depan, "Ada apa ini?"
Jujur ia sedikit bingung. Baru kali ini dia dibuat kebingungan dengan fenomena aneh seperti ini.
Tak lama setelahnya muncul lubang pusaran dari dasar kawah dan semakin membesar, sehingga kawah yang ada di pinggirannya meluap keluar.
Cessst! Cesssst! Blub…Blub…Blub!
"Oh tidak! Mereka bukannya mati, tapi mereka memecahkan rekor!!" seru Kevin.
Anak itu dengan sigap membuat pelindung yang sangat kuat di seluruh area gunung. Pelindung itu tak berhenti membesar dan menebal, sekaligus meninggi.
"Sungguh mengejutkan… baiklah aku akan menunggu beberapa menit lagi."
Tak butuh beberapa menit, kawah pun menyemburkan keatas. Cahaya hasil dari Penerobosan Pemurnian yang sangat terang seterang matahari mampu merobek lapisan dimensi.
Cahaya menerobos terus keatas dan merobek semua pembatas dimensi. Semua orang yang ada di dunia atas sangat terkejut melihat cahaya Pemurnian yang sangat hangat dan juga besar tiba-tiba muncul entah dari mana.
Cahaya itu terus menerobos, namun berhenti pada lapisan dimensi Bangsa Malaikat. Cahaya itu ternyata masih belum mampu menerobos pertahanan dimensi milik makhluk suci. Namun walaupun dimensi milik Malaikat sangatlah hebat. Akan tetapi dimensi mereka masih sangat jauh jika dibandingkan dengan dimensi Seven Glass Power.
Dimensi teratas dari alam semesta terendah ini. Tak ada yang bisa menyainginya. Konon dikatakan sang Ratu merupakan orang yang muncul entah dari mana. Bahkan dikabarkan ia bukan berasal dari kesembilan semesta. Ditambah lagi, ketujuh pengikut setianya merupakan orang dari berbagai tingkatan semesta.
Sungguh reputasi yang sangat hebat, namun karena terlalu hebat mereka malah semakin mengerikan. Kekuatan sesungguhnya dari para petinggi Seven Glass Power masih disegel oleh mereka sendiri. Segel itu akan terbuka sampai sang musuh bebuyutan dari kerajaan itu muncul. Maka barulah mereka akan mengeluarkan kekuatan asli mereka.
…………………………………………………
Kembali ketempat dimana menjadi awal cahaya itu berada. Munculah ketampanan ilahi yang dapat membuat siapapun mabuk kepayang. Yah ketiga pria itu merupakan Raphael, Keanu, serta Arcas.
Walau begitu penampilannya masih saja lebih terang dan nakal daripada kedua sahabatnya yang lain.
Selanjutnya terlihat seorang pria yang ikut keluar dari belakang Arcas. Penampilan pria itu juga sangat berubah dari sebelumnya. Tatapan matanya semakin tajam bahkan dirinya semakin terlihat mendominasi. Dengan penampilan itu dia juga bisa dengan mudah memikat hati para perempuan.
Kemudian terlihat kembali seorang pria yang sangat tampan melebihi apapun. Pria itu lebih terlihat gelap dan menakutkan dari kedua sahabatnya. Hawa yang dikeluarkannya hanya penuh dengan kegelapan serta rasa bahaya yang mendominasi sekelilingnya. Tatapan serta tubuh maupun kekuatan ialah yang paling unggul. Dan tentu saja penampilannya yang paling menakjubkan sekaligus dapat lebih mudah membuat kaum hawa menjerit.
Akan tetapi sepertinya para wanita yang ingin mendekatinya harus berfikir dua kali sebelum benar-benar menargetkan dirinya sebagai pasangan.
Saat ini Kevin hanya bisa bertepuk tangan atas keberhasilan mereka. Sungguh ia tak menyangka penampilan mereka akan sedikit mengejutkannya.
"Wahhh… aku tak menyangka kalian bisa lolos juga. Ckckck… Bagaimana bisa kalian membuat tubuh dengan tingkat tertinggi? Bahkan belum pernah ada yang memecahkan rekor itu." ucap Kevin sambil bertepuk tangan.
"Maksud mu apa?" tanya Keanu bingung. Pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Jadi cahaya yang dikeluarkan serta reaksi alam yang muncul saat pembuatan tubuh baru menjadi penentu seberapa tingginya hasil Pemurnian seseorang. Dan tadi reaksi yang dikeluarkan saat kalian lolos sangat menakjubkan loh…" jelas Kevin bersiul.
"Hahaha… kau mengakui kan jika aku ini hebat?" tawa Arcas menyela.
Kevin memutar bola matanya jengah, "Kau ini kenapa sih? Sikap mu sangat bertentangan sekali dengan penampilan mu, huh!" cibir Kevin tak suka.
"Memangnya bagaimana penampilanku? Coba liat!" ujar Arcas semangat.
Dengan malas, Kevin pun memberikan kaca full body yang ia keluar dari ruang penyimpanannya. Dengan cepat Arcas menyambar kaca itu.
"Apa benar ini wajah ku? Kenapa jadi sangat tampan begini!" ujar Arcas senang.
"Hahaha sepertinya aku sangat tampan melebih apapun." ucap Arcas dengan pedenya.
Takk!
"Aduhh!! Kau apa-apaan sih! Gak suka banget liat orang lagi seneng." cemberut Arcas mengusap kepalanya yang habis di jitak.
"Tampan tampan! Noh liat kebelakang… apa sekarang kau masih bisa dibilang paling tampan, hah?!" seru Keanu.
Arcas pun menengok sedikit kebelakang. Ia seketika bisa melihat malaikat yang entah muncul dari mana.
"Ehh… ada pak malaikat disini! Ayok hormat hormat!" Arcas dengan canggung manarik tubuh Keanu dan Kevin, lalu membungkukkan mereka dengan paksa.
"Argghh… bodoh-bodoh, kau pria bodoh! Dia itu Raphael bodoh!" kesal Keanu memukul punggung Arcas kuat hingga pria itu meringis.
"Adu-HAH…!! APA KAU BILANG!" teriak Arcas kaget.
Pak malaikat ini adalah Raphael? Yang benar saja dong!
Arcas terkejut setengah mati. Ia bergumam dengan pikiran kosong karena tak percaya.
………………………………………………
Oke, sampai ketemu besok lagi Guys. Jangan lupa kasih Author hadiah berupa like ya 🙃
.
.
.
#Next