
Saat ini Queen sedang berjalan menuju orang yang tidak lain yaitu Alvarez, dan terlihat Alvarez masih terduduk ditempat yang sama yaitu dilantai dua, "Tidak berdansa?" ucap Queen setelah sampai didekat Alvarez.
Alvarez yang mendengar suara yang saat ini sedang ditunggunya akhinya muncul juga, segera menolehkan kepalanya kesamping, dan mendapati sosok wanita yang tidak lain yaitu Queen.
"Aku menunggu mu." jawab Alvarez, "Kenapa lama sekali?" tanya-nya menatap Queen dengan penuh rasa penasaran.
Queen yang ditanya seperti itu hanya bisa terseyum kikuk, dia bingung harus menjawab apa, tidak mungkinkan jika dia berkata jujur, bisa-bisa akan ada keributan yang datang.
"Aku tadi ada sedikit urusan, tidak mungkin bukan jika aku mengatakannya?" jawab Queen memutar balikan keadaan.
"Benarkah? Urusan apa itu?" curiga Alvarez melihat sikap Queen yang menurutnya aneh, "Ini urusan wanita!" tegur Queen kepada Alvarez, yang malah semakin membuatnya curiga.
"Huft... Baiklah, mari berdansa." ajak Alvarez tidak mau melanjutkan percakapan tadi, "Umm." dehem Queen menyetujui.
Mereka berdua langsung menuruni anak tangga menuju lantai satu, tanpa memperhatikan sekitar, karena sekarang ini Raphael selalu mengawasi mereka, dan dia semakin dibuat marah karena wanitanya mengajak pria lain berdansa.
"Tidak, hanya aku yang boleh berdansa dengannya." ucap Raphael bergumam pelan sambil menatap Queen posesif.
Arcas yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang, saat melihat sifat posesif sahabatnya itu kepada wanita yang baru saja dia kenal.
"Sepertinya sahabat ku ini sangat payah jika berurusan dengan percintaan." batin Alvarez mengangguk-anggukkan kepalanya sendiri.
"Ada apa?" segol Keanu kepada Arcas, saat melihatnya menganggukan kepalanya sendiri, dan itu terlihat aneh.
"Dia seperti pria bodoh yang pencemburu." ledek Arcas pelan sambil melirik dan menunjuk kearah Raphael diam-diam.
"Ahh, iya kau benar." ucap Keanu menyetujui ucapan sahabatnya itu.
……………………………………
Lagu kedua kembali diputar, dan orang-orang yang ada dilantai satu kembali berdansa tapi dengan gaya yang berbeda, yaitu dengan cara menukar dan menerima pasangan mereka, dan itu pada setiap lagu dansa berhenti.
Misalnya saat lagu dimulai mereka berdansa dengan pasangan asli, dan pada saat lagu hampir berhenti para wanita wajib diputar oleh sang pria, dan langsung diberikan kepada pria lain sebagai orang yang berpasangan dengannya saat dansa selanjutnya tiba, lalu saat lagu berhenti mereka semua harus sudah memiliki pasangan yang berbeda dari sebelumnya, dan saat lagu dimulai lagi mereka akan langsung kembali berdansa, dan kembali melakukan hal itu sebanyak tiga kali, setelah itu lagupun selesai.
Saat ini Queen dan Alvarez sedang berdansa sambil menatap satu sama lain, mereka berdansa tepat ditengah Aula dansa, dan itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana, baik yang tidak berdansa maupun yang ikut berdansa.
Mereka sungguh dibuat takjub dengan pasangan itu, lihatlah mereka berdua terlihat serasi, apalagi dari tampang dan penampilan mereka yang menjadi nilai plus dimata orang-orang itu.
Raphael yang melihat itu sudah tidak bisa lagi menahan kecemburuan-nya, dia selalu membatin dan berharap jika pria yang berdansa dengan wanita itu adalah dirinya, dan seterusnya adalah dia, tidak ada pria lain.
"Krakk-" suara kaca pecah terdengar jelas dari gelas Wine yang saat ini ada ditangan Raphael, dia meremas kuat gelas itu hingga pecah.
"Sebegitunya kamu cemburu kepada pria itu?" ucap Arcas mengernyit bingung.
"Tenanglah ini ditempat umum, kau tidak mau semuanya terungkap bukan?" balas Keanu menimpali.
"Shit!" umpat Raphael menahan amarah, "Apa kalian mengenal pria sialan itu?!" ucap Raphael dengan suara berat.
"Jika tidak salah pria itu salah satu pengusaha besar, tapi aku aku tidak ingat nama perusahaannya." ucap Keanu menjawab sambil memikirkan kembali ucapannya, apakah tebakannya benar atau tidak.
"Cari identitas pria itu, secepatnya!" tekan Raphael geram, dan terlihat jelas jika dia ingin sekali mengetahui siapa sebenarnya pria itu, sekaligus mencari tahu kenapa pria itu bisa terlihat sangat dekat dengan wanitanya.
"Baik." sanggup Keanu dengan tugasnya itu, dan dia terlihat nyakin jika dia bisa mencari tau identitas pria itu sedetail mungkin, tanpa tau bahwa dia berurusan dengan anak dari seorang moster licik.
"Lagu ketiga sudah mau dimulai, apa kau tidak mau ikut berdansa? Siapa tau kau bisa berdansa dengan wanita itu." saran Arcas memotong percakapan kedua sahabatnya.
"Hmm kau benar, tapi-" ucap Raphael tertahan karena Arcas kembali memotong ucapan itu.
Raphael menyipitkan matanya melihat kearah wanita model itu, namun belum apa-apa dia sudah dibuat mual, mungkin karena dia alergi terhadap wanita, tapi entah kenapa dia sama sekali tidak merasa mual jika berdekatan dengan wanitanya, dan malah menikmati waktu saat berada didekat wanita itu.
Tapi karena dia sudah tidak punya pilihan lain, dengan terpaksa Raphael menerima saran dari sahabatnya, dan anggap saja itu demi wanitanya.
……………………………………
Saat ini wanita model yang tadi disuruh Arcas untuk menemani Raphaep sedang dilanda perasaan yang amat sangat senang, dan dia juga merasa sangat beruntung bisa berdekatan dengan pria idolanya sendiri dulu, seketika juga ada rasa bangga pada dirinya, dan sekarang ini dia dan juga pria idolanya sudah berada di Aula dansa.
Dan selain Queen dan Alvarez yang menjadi pusat perhatian, Raphael dan wanita itu yang bernama Elena Gilbert juga menjadi pusat perhatian, dan itu menambah rasa bangga pada diri wanita itu, tapi wanita ini masih tidak tau jika dia hanya dimanfaatkan oleh Arcas dalam rencananya untuk membantu sahabatnya.
Para wanita yang ada disana menjerit dan menangis iri melihat wanita itu bisa berdansa dengan idola mereka, sedangkan wanita itu sudah tidak lagi memperhatikan yang lain, dan hanya terfokus dengan wajah tampan dan dada bidang yang dimiliki Raphael, seketika dia langsung menelan saliva-nya menahan nafsu ingin menyentuh tubuh pria itu lebih dalam.
Tapi berbeda dengan Raphael yang sendiri awal masih terus memperhatikan wanitanya, yang sama sekali tidak melihat kearahnya, jelas-jelas orang-orang yang ada disini sedang heboh karena melihat dia berdansa dengan seoarang wanita.
"Apa kau tidak peduli denganku?" itulah yang ada dipikirkannya saat ini, dia hanya bisa terseyum lirih memikirkan itu, apalagi dia masih melihat wanitanya menatap pria yang membuatnya iri setengah mati.
Sedangkan Keanu dan Arcas hanya bisa menatap sahabatnya nanar, sambil menggelengkan kepalanya pusing.
Saat lagu kedua ingin berhenti dan diganti dengan lagu ketiga, orang-orang yang ikut berdansa langsung memutar pasangan wanitanya dan menyerahkan wanita itu ke pria lain, begitu juga dengan Queen yang saat ini sedang diputar oleh Alvarez.
"Tahanlah jika kau berdekatan dengan manusia." gumam Alvarez pelan kepada Queen, dan langsung dijawab dengan anggukan kepala sebagai respon.
Begitu juga dengan Raphael yang langsung memutar tubuh wanita itu sedikit kasar dan langsung memberikannya kepada pria lain, tanpa menghiraukan wanita itu lagi yang saat ini sedang berteriak memanggil namanya.
Karena yang lebih dia pedulikan adalah menangkap tubuh Queen yang saat ini sedang berputar pelan tepat kearahnya.
Dan akhirnya harapannya benar-benar terkabul, karena wanitanya sudah berhasil dia tangkap dan akan menjadi pasangannya.
Beberapa saat kemudian lagupun kembali dimulai, dan Queen langsung menatap wajah pria yang menjadi pasangannya sekarang, sambil meletakkan kedua tangannya seperti layaknya seorang wanita berdansa.
Tapi alangkah kagetnya dia, saat melihat wajah pria yang menjadi pasangannya merupakan orang yang sama dengan orang yang menatapnya terus menerus, dan juga orang yang sama saat menyelamatkan-nya waktu di Toilet tersebut.
"Na-nasib ku kenapa seperti ini?!" seru Queen tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, "Kebetulan macam apa ini!!" teriak Queen kesal.
Dan secara tidak sengaja dia mencekram kuat pundak pria itu karena terlalu kesal, "Ughh" ringis Raphael karena merasa sedikit sakit diarea pundaknya, tapi dia sama sekali tidak menegur wanitanya, karena takut akan melukai perasaannya.
……………………………………
Tunggu episode selanjutnya ya guys, maaf jika menggantung 🙏
Jangan lupa Like sebanyak-banyaknya ya~
.
.
.
.
.
#Next