
"Duduklah." ucap Alvarez biasa-biasa saja saat melihat kelompok Tentara Bayangan, yang sangat dikagumi oleh banyak orang.
Mendengar bahwa mereka sudah diizinkan untuk duduk, merekapun langsung mengambil tempat duduk disofa besar dan empuk yang ada disana, tapi tidak dengan Vero yang lebih memilih berdiri disamping kedua Junjungan-nya yang masih terlihat romantis.
"Tuan... harusnya kau melihat kondisi dulu, disini masih ada yang single..." batin Vero merasa bahwa dirinya sangatlah miris jika tentang percintaan, sungguh nasib sekali melihat Tuan-nya bisa bermesraan dengan Ibunya sendiri, tidak seperti dirinya yang jika ingin memeluk atau mengatakan kata sayang kepada Ibunya sendiri, sudah dikalahkan oleh rasa gengsinya yang terlalu tinggi. (Hayo siapa yang kayak gitu?
"Jadi siapa Ketuanya?" tanya Alvarez menatap orang-orang itu satu persatu.
"Apa anda CEO disini?" ucap Pria tampan yang saat ini sedang duduk dengan gaya elegant.
"Ya, saya CEO perusahaan ini." ucap Alvarez, "Dan anda?" Alvarez menatap Pria itu lekat-lekat.
"Perkenalkan saya adalah Ketua dari Anggota Tentara Bayangan, dan ingin membuat kerja sama dengan perusahaan anda." ucap Pria Tampan itu, yang bernama Devano Arahka Alvian Seklay, yang berasal dari keluarga Seklay yang sejak dulu selalu dipandang oleh banyak negara, karena menghasilkan bibit-bibit profesional dalam kemiliteran-nya.
"Hmm baik." singkat Alvarez seperti tidak ada niat untuk berbicara, sungguh dia sangat malas meladeni orang-orang itu, karena yang ingin dia lakukan hanyalah menghabiskan waktunya hanya 'berdua' dengan Mama-nya saja.
"Begini Tuan, apa kerja sama yang Anggota saya ajukan dapat diterima? Dan apa anda yang membuat janji dengan saya?" ucap Devano bertanya perihal saat dia ditelepon oleh Asisten yang tadi dia lihat, yang mengatakan ingin membahas kerja sama dengannya.
"Bukan saya yang membuat janji, tapi dia." ucap Alvarez sambil menatap wajah orang yang masih nyaman tertidur didalam pelukannya.
"Dia?" ucap Devano pelan sambil melihat kearah seorang wanita yang ada didalam dekapan Alvarez.
Bukan hanya Devano saja yang mengarahkan tatapannya kearah wanita itu, tapi semua orang yang ada didalam ruangan itu, ikut melihat seorang wanita yang ada didalam dekapan seorang Pria yang tidak lain yaitu CEO disini, tapi walaupun begitu mereka tidak bisa melihat wajah dari wanita itu, karena wanita itu menyenderkan kepalanya kearah lain.
Tapi mereka tidak tau bahwa ada satu orang yang tidak senang dengan tatapan yang dilempar orang-orang itu kepada wanita yang paling berharga baginya, dengan wajah gelap Alvarez menghentikan tatapan mereka kearah wanita yang ada diperlukannya, "Apa yang kalian tatap?" ucap Alvarez tidak senang.
Ketika mendengar suara dingin sekaligus menyindir itu, semua orang yang ada disana segera menghentikan tatapan mereka, dan berusaha melempar tatapannya kearah lain, sungguh sekarang ini mereka benar-benar canggung, tapi tidak dengan satu orang Pria yang terlihat biasa-biasa saja, yah benar itu Devano, dia masih menatap wanita itu karena penasaran.
Karena menurut apa yang dia ketahui, bahwa CEO perusahaan ini sangat anti kepada wanita dan terlihat sangat hambar jika melihat wanita-wanita cantik disekeliling-nya, bahkan orang-orang pernah berfikir bahwa CEO perusahaan ini adalah Gay! Tapi yang sekarang dia lihat sangat berbeda jauh dengan apa yang dia tahu dan dia dengar.
Sekarang ini Devano dapat melihat bahwa CEO itu sangatlah dekat dan terlihat sangat protektif terhadap wanita itu, apalagi dia memeluk tubuh wanita itu rapat tapi tidak menekan, lalu dia juga dapat melihat tatapan lembut penuh kasih sayang yang dilempar Pria itu kepada wanita yang ada dipelukannya, sangatlah romantis baginya. Dan hal ini benar-benar berbanding terbalik dengan yang orang-orang tau!
Dan apa lagi ini, dia sekarang melihat Pria itu ingin membangunkan wanita itu dengan sangat lembut, ahh dia jadi merasa disingkirkan kesebuah jurang untuk para single, benar-benar miris! Dia jadi ingin mempunyai pasangan juga, tapi bukankah itu merepotkan!
NOTE : Dibumi nama Queen Author ganti jadi Anasya Anggelina Valentine, dan bakal dipanggil sebagai Nasya dibumi, trus karena disini ada orang-orang baru, maka Alvarez tidak membangunkan Queen dengan panggilan Mama, tapi Nasya, Ok.
"Nasya, bangun... orang-orang itu sudah datang." ucap Alvarez tepat ditelinga Queen, sambil menepuk-nepuk pipinya pelan.
Karena merasa terusik Queen-pun samar-samar membuka matanya sambil berdehem ngantuk "Hmmm..."
"Ayo bangun, tamu mu sudah datang." ucap Alvarez lagi, "Umm iya." ucap Queen sambil bangkit dari pelukan Alvarez, dan sesekali mengusap matanya ngantuk, lalu setelah itu Queen berbalik dan melihat tamu-tamunya yang sudah terduduk rapi, walaupun masih buram karena habis bangun tidur, tapi Queen tau itu adalah tamunya yang dia undang barusan.
Tapi Queen sendiri tidak menyadari bahwa sekarang ini penampilannya benar-benar sangat imut, apalagi saat dia mengusap matanya benar-benar sangat imut, dan jangan lupakan wajahnya yang bagaikan barbie, sungguh menawan bagi yang melihat paras Queen saat ini.
Mereka semua kecuali Alvarez seketika menegang saat melihat hal itu, mereka hanya bisa menelan salivanya susah karena melihat sosok yang sangat sempurna didepannya, bahkan Devano sendiri belum pernah melihat wanita semenarik ini, dan baru kali ini dia terjatuh kedalam pesona seorang wanita.
"Cantik, sangat-sangat cantik!" batin mereka berteriak saat melihat sosok Queen.
Dan lagi-lagi Alvarez harus menahan rasa marahnya karena mendengar suara batin mereka, jika bisa dia ingin sekali rasanya melenyapkan mereka semua, tapi dia tidak bisa karena sepertinya Queen tertarik dengan Anggota mereka, jadi saat ini Alvarez hanya bisa menampilkan wajah gelapnya.
NOTE : ATB itu singkatan dari Anggota Tentara Bayangan.
"Apa yang kalian lamunkan?" ucap Queen sekali lagi sambil menyipitkan matanya, karena melihat dia diabaikan oleh tamunya itu.
"Ah iya? Itu-" ucap Devano salah tingkah, "Uhuk.. Uhukk.." batuk salah satu dari mereka yang ingin menetralkan kegugupannya.
"Bisakah kalian serius?!" tekan Queen tidak suka, "Baiklah maafkan kami." ucap wakil ATB yang bernama Rafendra.
"Hahh sudahlah, apa kalian membawa berkas-berkas kerja sama dan keuntungan serta alasan kalian ingin bekerja sama dengan perusahaan ini?" ucap Queen serius, begitupun yang lainnya.
"Iya kami membawanya." jawab Rafendra dan buka Devano, kenapa bukan Devano? Karena Rafendra melihat bahwa ketuanya masih sibuk menatap wanita itu, yang dia sendiri tidak tau siapa.
"Jika boleh tau anda siapa?" ucap Devano akhinya membuka suaranya, dan bertanya hal itu karena saking penasarannya dengan wanita yang duduk dihadapan mereka.
"Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri, perkenalkan nama saya Anasya Anggelina Valentine, saya adalah pemilik asli dari perusahaan VALENTINE GROUP." ucap Queen jelas dan padat.
Dan ketika mereka mendengar hal itu, untuk sekian kalinya mereka sangat terkejut sekaligus penasaran dengan peryataan yang dikeluarkan oleh wanita itu.
"Tapi bukankah CEO disini adalah Tuan Alvarez?" ucap salah satu dari mereka terheran-heran dan segera menoleh kearah Alvarez, seperti ingin meminta penjelasan.
Melihat ada yang bertanya padanya Alvarez-pun membuka mulutnya untuk memeberikan penjelasan dan anggap saja dia membantu Queen untuk menjawab pertanyaan mereka.
"Iya memang saya CEO di perusahaan ini, tapi pemilik asli dari perusahaan ini yaitu dia." ucap Alvarez menyenderkan kepalanya santai ketika menjawab pertanyaan mereka.
Mendengar hal itu, akhirnya mereka paham dan semakin kagum dengan wanita itu yang bisa membangun sebuah perusahaan yang amat besar seperti sekarang ini.
Dan pada akhinya merekapun kembali membahas perihal kerja sama tadi, dan juga membahas tentang keuntungan dan masa kontrak kerja sama itu berlaku.
……………………………………
Maaf ya guys Author kemarin tidak Up, karena Author lagi sibuk buat pengambilan rapot.
Dan jangan lupa Like, Komen, and Vote ya semuanya, dan terima kasih yang sudah Vote minggu ini 😘
.
.
.
.
.
#Next