
Sedangkan ditempat lain yaitu diruang CCTV ada seorang pria yang sedang tertawa terbahak-bahak melihat apa yang dilakukan seorang wanita kepada sahabatnya.
Dan dia adalah Arcas yang memang sedang bertugas mengawasi Kasino karena kerusuhan kecil yang terjadi diluar sana, namun saat dia ingin keluar dari ruang CCTV karena melihat kerusuhan itu berakhir.
Tapi ada sesuatu yang luar biasa dan sangat menarik baginya sebelum dia keluar dari ruangan itu, dia mendapati jika sahabatnya sedang mendekati seorang wanita yang dapat dia kenal sebagai wanita yang sama saat dipesta itu.
Dan saat dia sedang asik menonton, dia sempat mengira jika wanita itu akan terlena oleh sahabatnya, tapi tidak disangka ternyata wanita itu tidak masuk kedalam pesona sahabatnya.
Melainkan wanita itu malah melarikan diri dari dekapan sahabatnya, lalu untuk sekian kalinya dia diberikan tontonan yang lebih seru dari yang tadi.
Bahkan dia sampai menyimpan rekaman CCTV hari ini didalam Flashdisk-nya, dia mau menyimpan itu dan menunjukkannya kepada sahabatnya yang selalu membuatnya dongkol.
Saat ini dia masih terlihat sibuk menonton kegiatan mereka sambil memakan cemilan, sesekali dia akan selalu tertawa mengejek kepada sahabatnya yang dapat ditipu oleh wanita, dasar bucin memang.
Dia bahkan sangat kagum dengan wanita yang bisa mempermainkan sahabatnya dengan mulus, dia juga sangat salut dengan kemampuan wanita yang disuakai oleh sahabatnya.
Dan saat sahabatnya meninggalkan ruangan itu, dia tahu jika sahabatnya ingin menuntaskan hasratnya dengan mandi air dingin ditemani oleh sabun.
Tanpa pikir panjang dia langsung beranjak dari ruangan CCTV menuju tempat dimana wanita itu berada, dia sangat ingin berkenalan denganya secara langsung.
Dia juga ingin wanita itu mengetahui namanya, bahkan jika wanita itu bukan wanita yang disukai oleh sahabatnya, dia pasti akan langsung membawa wanita itu kepelaminan dan secepatnya menikahi dengan wanita itu. Takut direbut :v
Tapi malangnya itu hanya angan-angannya saja, karena sampai kapanpun dia tidak akan bisa mendapatkan wanita itu jika sahabatnya masih mengincarnya.
Yasudahlah dia lebih baik mengalah dari pada menjadi daging cincang siap dimakan, oleh segerombolan hewan peliharaan sahabatnya yang kejam.
……………………………
Saat dia sudah sampai didepan pintu ruangan dimana wanita itu berada, entah kenapa dia merasa gugup, tapi sebisa mungkin dia menetralkannya dan langsung membuka pintu itu.
Saat pintu sudah dibuka dia langsung bisa melihat seorang wanita yang sedang terduduk sambil termenung disofa.
Dia berjalan masuk dan langsung duduk tepat didepan wanita itu, dia menatap wajah wanita ini lekat-lekat dan menikmati keindahan didepannya.
"Dia sungguh dapat memabukan semua pria!" batin Arcas berseru.
"Hi, kenapa bengong?" tanya Arcas menyadarkan Queen yang sempat melamun.
"Kamu siapa?" heran Queen yang sudah mendapati pria ini terduduk didepannya.
"Arcas, salam kenal." ucap Arcas riang sambil tersenyum lebar, senyuman yang sungguh mempesona bagi wanita yang melihatnya.
Tapi itu tidak berefek kepada Queen, "Oh, salam kenal." balas Queen cuek.
"Haishh... wanita ini dingin sekali." batin Arcas ikut merasa canggung.
"Nama mu siapa Nona?" sopan Arcas formal, dia benar-benar dibuat canggung oleh wanita ini, bahkan auranya sangat berbeda dari semua wanita yang pernah dia temui.
"Anasya." singkat Queen, setelah itu mengarahkan tatapannya menatap orang yang baru saja datang.
Dan orang itu adalah Pria kedua yang merupakan Keanu, dia memasuki ruangan dan mendapati sahabatnya yang playboy itu ada disana.
Keanu menghampiri kedua orang yang ada disana, dan langsung mendudukan dirinya disamping Arcas, "Kenapa kau disini?" tanya Keanu kepada Arcas.
"Bukan urusan mu!" sinis Arcas menatap sengit kearah Keanu, yang mengganggunya saat ingin berduaan dengan wanita itu.
"Hai." sapa Keanu mengubah nada bicaranya menjadi hangat, "Hmm." dehem Queen malas.
"Boleh berkenalan Nona?" tanya Keanu terseyum hangat, sedangkan Arcas hanya bisa berdecak kesal.
"Tentu saja bisa." balas mereka langsung, "Oh baguslah." unjar Queen langsung menutup matanya sebentar berusaha menghilangkan rasa pusing.
"Hey bodoh! Buka itu topengnya." ucap Arcas pelan, lalu diiyakan oleh Keanu.
Dia langsung membuka topengnya dan meletakkan topeng itu diatas meja.
1 jam berlalu, Queen masih menutup matanya rapat mengabaikan kedua pria tampan yang ada dihadapannya.
Namun saat dia merasa dirinya sudah jauh lebih baik, dia dengan perlahan membuka matanya dan...
"Pria itu!" kaget Queen dalam hati, rasa bencipun tiba-tiba meluap, matanya menjadi sangat datar, hawa dingin yang mematikan mengintai ruangan itu, lampu yang ada disini-pun juga ikut meredup, udara bahkan menjadi lebih mencekam.
Disisi lain Keanu dan Arcas yang menyadari bahwa ada yang tidak beres, segera mengarahkan pandangannya kearah Queen, yang saat ini sedang menatap Keanu dengan tatapan yang mematikan.
Seyum seram-pun muncul dari kedua sudut bibirnya, "Aku menemukan mu~" gumam Queen pelan dengan suara yang seperti dentingan kematian.
"Tidak kusangka kita bertemu ditempat ini... Ichiro Tsuzuki Berleno." sinis Queen berucap dengan nada angkuh kepada Keanu.
Sedangkan Keanu yang mendengar nama itu merasa tidak asing, tapi itu bukan namanya, berbeda lagi dengan Arcas yang terlihat berekspresi aneh mendengar nama yang sangat asing menurutnya.
"Maksud mu apa?" unjar Keanu tidak mengerti.
"Makdud ku apa? Kau berpura-pura bodoh atau memang sudah bodoh? Upss~ bukankah dari dulu kau memang bodoh?" ledek Queen dengan pandangan merendahkan.
Keanu yang menerima tatapan itu merasa tertekan, dia merasa bahaya dan kematian mengintainya, dia sama sekali tidak mengerti kenapa wanita ini terlihat sangat membencinya, dia juga tidak percaya jika seorang wanita bisa mengeluarkan momentum seperti ini.
"Katakan dimana dia? Lalu dimana bangsa mu yang menjijikkan itu?!" unjar Queen semakin menekannya, dan aura yang ada disini juga semakin berat.
"Uhukk! Uhukkk!" Dalam hitungan detik Keanu langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya, badannya seketika lemas.
Berbeda dengan Arcas yang sama sekali tidak merasakan apa-apa, dia hanya melihat keanehan yang terjadi tapi tidak merasakan apa yang dirasakan oleh Keanu.
Namun seketika dia dikejutkan dengan darah yang keluar dari mulut sahabatnya, dan walaupun dia terkadang suka dibuat kesal oleh sahabatnya ini, tapi dia juga cukup khawatir dengan keadaannya sekarang.
Arcas menatap sahabatnya khawatir lalu kembali menatap Queen, dia menebak apakah ini ulahnya? Dan apa yang tadi wanita ini katakan, dia sama sekali tidak mengerti.
"Apa yang kamu lakukan." ucap Arcas, saat mendengar suara itu Queen memalingkan wajahnya dan menatap perihatin kearah Arcas.
"Manusia, kau sangat tidak beruntung bisa bertemu dengan kaparat menjijikkan ini, tapi tenanglah aku akan membebaskan mu…" ucap Queen terseyum Agung.
………………………………
Tolong beri Like kalian dan Vote nya~
.
.
.
.
.
#Next