
_Mansion QueenZell_
"Mamah Kau mau kemana? Jangan keluar, Mama baru saja siuman!" teriak Alvarez berlari mengejar Queen yang saat ini sedang melesat melewati gerbang Mansion dengan ilmu peringan tubuh.
"Mamah... kenapa kamu masih saja menggunakan kekuatan tenaga dalam mu?" guman Alvarez hanya bisa pasrah dengan semua keinginan Queen.
Setelah itu dia kembali masuk kedalam Mansion dan tidak jadi mengejar Queen, karena dia sendiri tau jika Mama-nya membutuhkan waktu sendiri setelah berbicara dengan Hewan Tua itu.
………………………………
Saat ini Queen sedang melesat menuju kesebuah hutan yang entah kenapa dia bisa tau jalan menuju hutan itu, yang pasti itu karena insting Queen yang sangat tajam, sehingga dia bisa menemukan apa saja yang dia mau, walaupun dari jauh sekalipun.
Dia terus melesat sambil mengingat kembali percakapannya dengan Alcifer, dia sesekali mengeram kesal ketika mengingat wajah dari kedua kaparat itu.
_POV Queen_
Aku sekarang sedang melesat menuju kesebuah hutan yang entah itu hutan apa, yang pasti bukan masalah bagi ku, aku tidak peduli jika didalam hutan itu akan ada hewan buas, karena hewan buas disini hanya semut bagiku.
Aku merasa itu konyol mana mungkin mahkluk buas yang ada dibumi begitu ditakuti? Padahal mereka tidak seberbahaya yang ada di dimensi lain, tapi wajar saja sih, karena bumi merupakan tempat paling aman diantara semua dimensi, tapi tempat paling mudah hancur juga.
"Hutan ini sangat sepi." gumam ku melihat sekeliling, dan mendapati hutan ini sangat gelap dan cukup menakutkan bagi manusia, tapi bagiku tidak, karena saat ini aku seperti sedang menonton sebuah pemandangan yang cukup indah.
"Apa disini tidak ada binatang buas?" batin ku merasa sedikit heran kenapa hutan ini sangat sepi, padahal aku ingin melihat binatang-binatang buas itu.
Yah karena aku tidak menemukan binatang buas itu disini, aku berusaha memasuki hutan ini lebih dalam lagi berharap bisa bertemu hewan buas itu, tapi aku malah menemukan kolam air terjun disebrang sana.
Tapi tak apa, lagipula aku suka dengan air yang dingin dan sejuk, jadi aku sedikit ingin mencoba merendamkan kaki ku di air itu.
Akupun berjalan mendekati kolam air terjun, dan memasuki kedua kaki ku kedalam air itu, dan ternyata sungguh sangat sejuk, jadi aku memutuskan untuk merendamkan semua tubuh ku sebentar disini.
Saat berendam aku merasa tubuhku sangat rileks, dan tempat ini juga sangat cocok untuk orang seperti ku, apalagi tempat ini benar-benar bermanfaat menghilangkan perasaan marah dan benci yang baru saja aku rasakan.
Namun sepertinya kesenangan ku tidak bertahan lama, karena aku mendengar ada suara tembakan yang bergemuruh dan suara jeritan yang sangat kencang, dan itu sungguh mengganggu, karena itulah aku segera mengambil pakaian baru yang ada ruang dimensi, dengan cepat.
Aku dengan sembunyi-sembunyi mendekati suara itu, tapi yang kulihat adalah sebuah bangunan kokoh dan besar berdiri gagah diatas puncak tertinggi yang ada didalam hutan ini, tapi anehnya kenapa ada orang yang menyerang bangunan itu dari luar? Bukankah akan sayang jika bangunan itu rusak?
Aku terus menonton keributan itu, sambil tersenyum senang karena bisa melihat darah yang bercucuran secara gratis, dan tidak perlu membuang-buang tenaga ku untuk membuatnya, tapi sepertinya aku dapat melihat jika orang yang ada diluar bangunan itu sudah mencapai batas mereka.
Sedangkan orang-orang yang ada didalam bangunan itu hanya bersikap biasa saja, tapi aku bisa melihat jelas, jika didalam diri mereka ada rasa senang saat melihat darah, ternyata mereka psycho juga yah, sungguh menarik!
Huh! Aku jadi ingin masuk kedalam sana dan melihat isi dari bangunan itu, apa ada yang menarik? Berharga? Atau berbahaya? Aku sungguh penasaran!
"Apa mereka Mafia yang dibicarakan bocah itu? Keren juga." ucap Queen senyum-senyum sendiri.
"Aku jadi mau menggunakan senjata itu, ahh sudah lama aku tidak memegangnya." ucap Queen bernostalgia.
"Tapi apa pemilik bangunan itu tidak tau jika bangunannya sedang diserang? Kenapa tidak keluar juga? Apa dia sudah bosan dengan bangunan ini? Kalau begitu buat ku saja, heheh..."
"Eh? Apa-apa sih! Masa iya aku mau jadi Mafia, tugas ku saja sudah merepotkan! Huh..."
"Oh iya sepertinya Erlan sangat suka dengan beginian, apa ya namanya? Hemmm oh iya Action! Iya benar! Action, dia sering bicara tentang itu."
"Ahahahah... sayang se-sekali kau sudah tidak ada adik... harusnya aku lebih punya banyak waktu untuk mu..., lalu apa jika aku punya banyak waktu, aku bisa mengajak mu menonton Action?"
"Ahh sudahlah... itu tidak mungkin, mari kita bersenang-senang saja~" girang ku berusaha menutupi kesedihan yang ku rasakan.
Saat aku ingin keluar dari tempat persembunyian ku, aku melihat gerbang bangunan itu terbukan, yasudahlah aku kembali bersembunyi lagi, dan melihat apa yang akan terjadi nantinya.
Aku terus memperhatikan setiap orang yang ada disana, tapi yang lebih aku fokuskan adalah siapa yang akan keluar dari bangunan itu.
Tak berapa lama aku melihat dua orang pria yang menutupi wajahnya mengunakan topeng, mereka juga memakai jubah kebesaran yang bergambar seekor ular berkepala tiga dan gambar itu disilang oleh dua pedang yang melekung seperti celurit, tapi aku dapat melihat didahi ular itu ada gambar tengkorak dan dibelakang ular itu ada bulan sabit yang berwarna merah darah bercampur emas.
"Lumayan juga, gambar yang indah tapi berbahaya!" batin ku menilai simbol Mafia itu.
……………………………
"Apa kalian tau sedang berurusan dengan siapa kalian?" ucap Pria pertama yang aku nyakini sebagai ketua Mafia itu.
"Hahahaha!! Tentu saja tau, jika tidak kita tidak akan datang kesini dan berniat mengambil semua harta kalian!!" teriak beberapa orang yang tadi menyerang bangunan itu.
"Sampah!" ucap Pria kedua.
"Apa kalian mampu?" tanya Pria pertama.
"Cuih... apa kalian menghina kami dan menganggap kami tidak mampu hah?!!!" geram mereka.
"Ahahaha bodoh, sungguh bodoh!" tawa ku dalam hati, saking senangnya melihat ekspresi wajah mereka yang terus berubah-ubah.
"Kalau begitu majulah dan serang kami!" ucap Pria kedua.
"Huh sombong sekali kalian! Jangan salahkan kami jika kalian kalah! Walaupun kalian memohon sambil bersujud sekalipun! Kami tidak akan memaafkan kalian!!" teriak mereka.
"Ck lama!" kesal Pria pertama, dan langsung melempar bom yang baru saja dia aktifkan, tapi sepertinya Pria itu sengaja tidak mengarahkannya kepada orang-orang itu, dan hanya berniat menggertak saja.
"Tapi... Ke-kenapa bom itu mengarah kearah ku!!" teriak ku kaget dan langsung melompat dari batang pohon tempat ku berada.
Tapi aku sadar karena teriakan ku yang cukup keras, orang-orang yang ada disana menyadari keberadaan ku, aku seketika merasa otak ku lemot.
"Hai Kakak~" sapa ku canggung.
"Krik.... Krik.... Krik…" sunyi.
Aku melihat mereka hanya terdiam cengo, dan fokus melihat kearah wajah dan tubuh ku, memangnya ada apa yah dengan tubuh ku?
Karena penasaran aku segera melihat penampilan ku, dan aku menyadari jika pakaian yang aku kenakan merupakan pakaian tidur!
"Akkhhh!" jerit ku malu sambil menutupi tubuhku dengan kedua tangan ku.
"Huhuhu aku malu.... hey hey! Jangan salah sangka, aku ini wanita normal ok, jadi aku bisa malu juga!" seru ku dalam hati.
Namun tiba-tiba saja, yang membuat ku syok berat adalah, aku melihat Pria pertama berlari kearah ku kencang, tapi bodohnya aku malah panik sendiri.
"Huaaaa jangan kesini!" teriak ku panik dan langsung berlari kebelakang, tapi tidak memakai jurus peringan tubuh.
Tapi Pria itu larinya sangat cepat, apa mungkin aku yang terlalu panik makanya lari ku jadi lambat? Apa aku harus berpura-pura bersikap imut? Iya mungkin mereka akan luluh.
"Huuaaa kakak jangan kejar aku lagi~" teriak ku sambil terus berlari, "Huhuhuhu kakak jangan kejar aku lagi, aku capek!!"
"Akhhhh kenapa dia gak berhenti-berhenti juga! Ah sudahlah aku mengalah saja, percuma lari begini bikin malu, tapi baju ku..." batin ku kacau balai.
"Huhhh... huhhh... Kakak kita berhenti sebentar..." kata ku tersengal-sengal berpura-pura capek.
"Greep!" tubuhku sedikit terhuyung karena Pria itu memeluk ku dengan sangat erat.
"Kakak! Apa yang kamu lakukan?" seru ku, "Ihsss ini sudah kedua kalinya aku dipeluk oleh orang asing!!" geram ku tidak terima.
"Tadi itu bahaya.." ucap Pria itu lembut, dan memutar tubuh ku mengahadap kearahnya, sambil mengelus kepala ku sayang.
"Eh? Kau sehat?" ucap ku merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan Pria itu, yang seolah-olah kita saling mengenal.
……………………………………
Jangan lupa Bom Like ya!
.
.
.
.
.
#Next