The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 32



Sesampainya dipintu hotel, Queen-pun terus berjalan menuju kemeja resepsionis, dan berniat memesan kamar yang ada di hotel tersebut. Dia berjalan cukup tergesa-gesa karena merasa tidak suka dengan tatapan yang dilempar oleh orang-orang yang ada disana.


Rasanya dia ingin sekali mencabik tubuh orang-orang itu, yang berani sekali menatapnya, bahkan selama ini masih belum ada orang yang berani menatapnya cukup lama, mungkin karena tidak kuat dengan tekanan yang dikeluarkan Queen.


Dan walaupun sekarang ini kekuatan Queen belum kembali seperti dulu, tapi tetap saja mereka pasti akan merasakan tekanan yang amat besar itu. Setelah sampai didepan meja resepsionis, Queen langsung saja memesan kamar yang ada disana.


"Permisi Nona, apa ada yang bisa saya bantu? Apa Nona ingin memesan kamar?" ucap resepsionis wanita itu, yah sekarang ini ada dua orang resepsionis yang berjenis kelamin wanita dan pria didepan-nya. Tapi entahlah dia tidak peduli, yang terpenting adalah dia harus memesan kamar terlebih dahulu.


"Emm, pesan kamar yang paling jauh dari kamar lain, tertutup, sepi, dan damai." ucap Queen padat dan jelas, oh jangan lupakan suaranya yang dingin itu.


"Eh... Ba-baik, kami akan siapkan..." ucap dua resepsionis itu merinding, serta takut dengan wanita cantik didepan-nya, sungguh ini diluar pemikiran mereka, padahal mereka berfikir jika wanita ini tidak semenakutkan itu, karena saat mereka melihat dari jauh, wanita itu sangat mempesona, tapi jika dilihat dari dekat ntah apa yang mereka rasakan, tekanan yang menekan mereka tertunduk.


"Segera!" ucap Queen sekali lagi, sambil menekan perkataannya. Ah Queen kau berbicara seperti itu malah membuat mereka lebih takut dan susah berjalan membuat laporan pesanan mu itu.


"I-iya... Baik... Segera Nona..." ucap mereka, setelah itu sang pria resepsionis segera berlari dan menyiapkan semua pesanan Queen dengan sempurna dan teliti.


Beda lagi dengan wanita resepsionis itu, yang sekarang ini sudah berkeringat dan memiliki wajah yang pucat pasi seperti orang kekurangan darah, apalagi sekarang ini dia sedang menompa tubuhnya dengan memegang meja resepsionis.


"Huhuhu..... kenapa harus aku yang menghadapi wanita itu, ta-tapi... wanita itu sebenarnya apa? Di-dia... sangat menakutkan!" ucap wanita resepsionis iti, menangis dalam hati.


"Lemah." batin Queen, setelah mendengar perkataan wanita resepsionis itu dalam hati.


…………………………………


2 menit berlalu, sang manajer hotel terlihat menghampiri Queen dengan senyum ramahnya, tapi menjijikkan menurut Queen. Dan juga terlihat pria resepsionis tadi yang baru saja pergi untuk melakukan pesanan Queen.


"Selamat datang Nona Besar, apa benar anda Ingin memesan sebuah kamar?" ucap manajer itu.


"Hmm." jawab Queen malas.


"Kalau begitu sesuai dengan pesanan Nona, kamar yang Nona pesan merupakan kamar yang sangat mahal dihotel kami, dan kamar yang seperti itu hanya disediakan 2 kamar saja, makanya harganya sangat mahal." ucap manajer itu menjelaskan, sambil tersenyum dengan ramah.


Tapi ada sesuatu hal yang membuat Queen ingin sekali mencungkil matanya itu, dan tentu saja alasannya karena manajer itu menjelaskan-nya sambil melihat-lihat tubuh Queen lekat-lekat, bukankah itu sama saja menelanjanginya secara tidak langsung? Heh benar-benar menjijikkan.


"Tidak masalah." ucap Queen pelan, karena sedang menahan rasa kesalnya.


"Baiklah, kalau begitu ikuti saya Nona." ucap manajer itu mencurigakan.


"Hmm." dehem Queen mengiyakan, tapi tak ada yang tau bahwa sekilas terlihat senyum iblis yang dikeluarkan Queen, dan tentu saja sebentar lagi akan ada suatu kejadian yang tragis dihotel ini.


"Kau duluan yang mulai b*tch! Jadi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu." ucap Queen membatin.


Setelah itu Queen mengikuti manajer itu dari belakang, dan menuju kamar yang dimaksud tadi, dan benar saja sesuai dengan pesanan Queen, tempat ini sangatlah sepi, damai, juga tenang.


Dan tiba-tiba saja Queen merasa sangat senang dengan tempat yang ada didepan-nya, karena jika dia melakukan sesuatu pada manajer itu, bukankah tidak ada yang tau? Yah walaupun ada yang tau itu tidak masalah baginya.


Beberapa menit kemudian, terlihat pintu kamar hotel yang sangat elegant dan mewah, pintu itu sangatlah terlihat modern tapi tak melupakan kesan sastranya, dan itu cukup memuaskan Queen.


"Baik Nona ini kamar yang Nona pesan, dan semua fasilitas sudah sangat lengkap." ucap manajer itu, yang berumur 40 tahunan. Dan Queen sendiri terlihat masih berumur 19-20 tahun, masih sangat awet muda, tapi yang membuat banyak orang takjub adalah karena bentuk tubuh yang dimiliki Queen sudah sangat sangat sempurna, berbeda dengan anak berusia 19-20 tahun pada umumnya.


"Kenapa harus senorak itu? Berlian kecil dan tak berhaga ini, apakah bisa menyenagkan mata? Heh berlian ini hanya sebuah batu jalanan jika itu di dimensi ku, bahkan ini tidak berharga sama sekali." batin Queen heran.


Jika saja manajer itu mendengar ucapan Queen tadi, niscaya pasti dia akan terkena stroke, bagaimana tidak jika berlian kecil itu dijual, bukankah bisa membuat orang menjadi Miliarder seketika? Dan Queen menyebutkan berlian itu tidak berhaga? Benar-benar kaya sekali dia.


"Emm tidak perlu Nona, saya hanya mau tips lain saja." ucap manajer itu ramah, tapi hatinya terluka harus mengikhlaskan berlian itu hanya karena rencananya yang menjijikkan.


"Tips lain? Apa?" ucap Queen memancing orang hina itu pelan-pelan.


"Hehehehe Nona apa kau sudah punya pacar?" ucap manajer itu dengan mata jail.


"Menjijikkan!" batin Queen.


"Ahhh... belum...." desah Queen semakin memancing rencana manajer itu.


"Ohhh baguslah, kalau begitu apa Nona sudah pernah berhubungan s*ks?" ucap manajer itu tak sabar, ahh spertinya dia sudah tegang.


"Ahhh.... tentu saja.... jaman sekarang tak mungkin untuk orang seumuran kita tak pernah melakukan 'itu' bukan?" ucap Queen terseyum nakal.


"Uhgg kalau begitu apa Nona mau melakukan-nya sekarang?" ucap manajer itu tak tahan, "Ayolah bilang iya, bilang iya!" batin manajer itu.


"Emm tapi dengan siapa?" ucap Queen, "Sudah tak tahan ya ternyata otak kotor!" batin Queen mencela.


"Dengan saya saja Nona! Bagaimana? Saya masih kuat, dan pasti Nona akan menikmatinya." ucap manajer itu.


"Oh baiklah, sudah lama aku tidak melakukan-nya." ucap Queen pura-pura terseyum senang, "Kena kau!" batin Queen senang.


Setelah itu Queen masuk kedalam kamar pesanannya, dan sang manajer ikut kedalam setelah melihat sekeliling, dan mengecek apakah aman ketika dia malakukan hal 'itu' dengan Queen.


Pintu-pun tertutup, dan tak ada yang tau bahwa manajer cabul itu, tidak akan pernah bisa melihat cahaya matahari lagi.


……………………………………


Jadi gini guys, Author akan memperpanjang kata-kata disetiap episode menjadi 1000+ kata, jadi Author butuh semangat, dan dukungan ekstra kalian…


Jangan lupa Like, Komen, and Vote ya guys, terima kasih^^


.


.


.


.


.


#Next