
"Kamu... bisa lepaskan pelukannya?" ucap ku jengah, karena Pria ini masih terus memeluk ku.
"Oh iya, maaf." ucap Pria itu cepat, dan terkesan gugup.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" ucapnya, "Hanya jalan-jalan." balas ku cuek.
"Tapi hutan ini berbahaya!" tegurnya lumayan kesar, sedangkan aku yang mendengar teguran itu sedikit geram, padahal dia bukan siapa-siapa ku tapi kenapa menegur ku seperti itu?!
"Memangnya masalah?" sinis ku tidak peduli dengan Pria itu dan langsung melengos pergi ketempat tadi.
"Kamu mau kemana?!" serunya sambil mengejar ku, "Bukan urusan mu, pergilah!" kata ku kesal.
Namun tiba-tiba Pria itu membuka jubahnya dan memberikannya padaku, padahal tadinya aku berfikir jika dia ingin membentak ku lagi.
"Buat apa?" tanya ku malas, "Pakai saja, apa kamu lupa jika baju mu…" jedanya melengos kearah lain, berusaha menutupi telinganya yang sedikit memerah.
_POV Author_
Queen segera mengenakan jubah itu untuk menutupi tubuhnya, sambil terus menatap Pria yang ada disampingnya aneh.
"Kamu kenapa sih? Telinga mu merah gitu." tanya Queen aneh, karena memang Queen tidak terlalu peka dengan hal seperti ini.
"Ti-tidak." gugup Pria itu berjalan mendahului Queen, "Dasar aneh!" teriak Queen meledek.
"Hmph! Pria gila, gak jelas! Udah gitu ini jubah mau dia kasih ke aku apa? Masa ditinggal gitu aja?!" gerutu Queen sambil terus berjalan menuju tempat pertarungan tadi.
"Pria itu cepet juga hilangnya" gumam Queen akhirnya melesat menggunakan jurus peringan tubuh, karena melihat jika disini sudah tidak ada orang, lagipula Queen sudah bosan jika harus berjalan terus, dan itu akan membuang lebih banyak waktu.
Wushh~ Wusshh~
………………………………
"Kau dari mana saja?" ucap Pria kedua sedikit kesal karena ditinggal sendirian untuk menghadapi sampah-sampah itu.
"Menangkap kucing yang nakal." singkat Pria pertama langsung mengambil senjatanya dan langsung membabat habis sampah-sampah itu.
"Kucing?" batin Pria Kedua bingung.
"Kenapa diam saja? Ayok!" seru Pria pertama yang masih terus membunuh sampah-sampah itu.
Mereka segera menembak dan menebas semua sampah itu, mereka bertarung dengan brutal tapi sangat akurat dan terlihat sangat profesional.
Bukk!
"Umm... mereka sangat brutal." ucap Queen yang sudah sampai disana dan mendarat diatas pohon.
"Apa boleh aku ikutan Pria bodoh?!" teriak Queen dari atas pohon, dan kelihatannya dia sudah bosan karena terus menonton pertarungan yang ada dibawah.
"Jangan macam-macam! Tetap disitu atau masuk kedalam!" perintah Pria pertama terlihat menentang keras Queen, dan tidak rela jika Queen harus ikut membunuh sampah-sampah ini.
"Tidak mau! Aku bosan!" seru Queen menggembungkan pipinya kesal.
"Siapa wanita itu? Dan kenapa bocah ini terlihat khawatir dengan wanita itu?" batin Pria kedua yang sekilas melihat keatas pohon dan mendapati seorang wanita yang tadi juga dia lihat.
Padahal tadi dia kira sahabatnya akan membunuh wanita itu karena melihat pertarungan ini, tapi sekarang yang dia lihat wanita itu masih baik-baik saja!
"Jangan memerintah ku!" tegur Queen tidak suka, dan langsung melompat dari atas pohon yang sangat tinggi.
"Wanita itu... apa sudah gila?!" batin mereka yang menjadi musuh kedua pria itu.
"Wanita yang ekstrim!" batin Pria kedua kagum dengan keberanian wanita itu, yang melompat dari atas pohon.
"Apa yang kamu lakukan!" seru Pria pertama resah, sambil berusaha menangkap tubuh Queen yang masih ada diudara.
"Minggirlah!" teriak Queen, "Tidak!" jawabnya.
"GREPP!" tubuh Queen ditangkap dengan tepat oleh Pria itu.
"Kena kau!" smirk Queen licik, sedangkan Pria itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Queen.
Namun tiba-tiba dia mengerti kenapa wanita ini berkata seperti itu, karena secara tiba-tiba wanita itu mengambil senjatanya dan melepaskan diri dari dekapannya.
"Mari bertarung bersama~" ucap Queen lembut sambil memeluk Pria itu dari belakang, dia sengaja melakukannya karena suka melihat pria ini menegang.
Dorr...!!
Suara tembakan yang sangat keras dan tetap sasaran serta sangat akurat itu berasal dari Queen, yang tiba-tiba saja menembak orang yang ingin membunuh Pria kedua secara diam-diam.
Tapi yang membuat mereka ngilu adalah, Queen menembak orang itu tepat dialat kel*minnya.
"Aku sudah mengagetkan kalian rupanya~ heheheh...." ucap Queen santai, seperti orang yang tidak ada rasa bersalahnya sama sekali, padahal barusan dia sudah membunuh orang.
"Mari kita mulai lagi~" ucap Queen lembut, sambil melepaskan pelukannya.
"Baiklah." jawan Pria pertama dingin berusaha menutupi kegugupannya.
"Wanita cantik kenapa kau tidak memihak kepada kita, dan memilih segerombolan pengecut seperti mereka?" ucap salah satu petinggi yang ada dikelompok sampah itu.
"Umm? Kenapa yah~ Oh mungkin karena kalian bodoh!" ledek Queen.
"Dasar kurang ajar, sudah kuberi keringanan malah begitu sombong! Lihat saja nanti jika kita menang, akan ku jadikan kau b*dak ****!" teriaknya marah, karena tidak terima dibilang bodoh.
Srekkk!
"Bermimpilah!" ucapnya dengan hawa pembunuh yang sangat kuat, sambil terus menginjak k*pala itu sampai benar-benar hancur.
"Pria itu... cepat sekali sudah ada disana~" gumam Queen terseyum tipis, yang sekarang sudah ada disamping Pria kedua.
"Eh! Ka-kau... sejak kapan disini?!" kagetnya, "Dari tadi loh~" ucap Queen mengedipkan satu matanya menggoda.
"Mau ikut me*bunuh?" ajak Queen, tapi sama sekali tidak direspon oleh Pria kedua, mungkin karena ia masih sangat terkejut atau terpesona dengan kedipan mata Queen.
"Yasudah, aku duluan~" girang Queen langsung melesat kearah segerombolan sampah itu yang sudah siap bertempur kembali.
Sedangkan Pria petama yang melihat Queen sudah bergerak segera melesat mendekatinya.
Mereka berdua bertempur bersama mengabaikan yang lain, sesekali mereka tertawa senang melihat mainannya mati mengenaskan karena ulah mereka.
Sedangkan anak buah dari Pria pertama dan Pria kedua hanya bisa dibuat cengo, oleh tingkah mereka berdua yang sama-sama seperti seorang psycho.
"Ternyata wanita itu sama gilanya dengan dia..." batin Pria kedua kagum.
Saat ini Queen terus me*bunuh orang-orang itu dengan anggun, tubuhnya juga sama sekali tidak ada luka melainkan darah yang berasal dari mangsanya, dia sesekali tertawa senang saat bisa kembali mengambil nyawa orang yang sudah kotor.
"Dasar moster! Wanita gila seperti mu benar-benar tidak punya hati!" teriak orang yang sekarang ini berhadapan dengan Queen.
"Tidak punya hati? Ahahaha kau benar! Aku memang tidak punya hati, lalu kau mau apa hah?!" balas Queen mengiyakan perkataan orang itu.
"Cihh! Orang seperti mu memang pantas ditinggalkan! Bahkan oleh orang terdekat mu!" teriak orang itu sudah seperti orang gila.
Sedangkan Queen yang mendengar itu hanya bisa terdiam beberapa saat, "Ditinggalkan oleh orang terdekat?" batin Queen terseyum lirih.
"Kau benar... aku memang ditinggalkan oleh orang terdekat ku... tapi apa kamu tau, kenapa orang itu meninggalkan ku?" tanya Queen dengan pandang hampa.
"Ahahahah!! Mungkin karena mereka takut dengan monster seperti mu!" jawab orang itu masih tidak menyadari jika dia sudah memancing orang yang tidak seharusnya dia pancing.
"Salah! Aku... AKU MEMBUNUH ORANG ITU! Aku yang membunuh orang terdekat ku, karena kesalahan ku sendiri!" ucap Queen berjalan mendekati orang itu dengan pandangan sayu.
Queen berjalan dengan sedikit linglung, sesekali menjilat bibirnya seram, dia menjatuhkan senjatanya sambil terus berjalan mendekati orang itu.
Sedangkan mereka yang menyaksikan interaksi antara Queen dan orang itu hanya bisa terdiam, mereka juga merasakan adanya perasaan bahaya yang tiba-tiba timbul saat melihat perubahan dari Queen.
Begitu juga dengan Pria pertama yang saat ini ikut terdiam, dia sebenarnya ingin mendekati Queen, tapi karena takut menganggu makanya dia hanya bisa mengawasinya dari jauh.
…………………………
"Kau... mau apa kau! Jangan mendekat! Jika kau mendekati akan ku tembak kau!" ancam orang itu.
"Oh benarkah? Tapi aku tidak takut~" smirk Queen semakin dalam, langkahnya juga semakin cepat.
DORR..!!
Satu buah peluru melesat kearah Queen, tapi yang membuat mereka kaget, peluru itu berhasil ditangkap hanya denga jarinya saja! Ini sungguh mustahil.
"Hehehe~ peluru kecil seperti ini mau menghalangi ku? Lucu!" sinis Queen langsung meremukkan peluru itu hingga hancur.
Dia juga berhenti berjalan dan melihat kearah Pria pertama, yang sekarang ini sedang melihatnya dengan pandangan khawatir.
"Diam disana dan lihatlah~" ucap Queen tidak bersuara dan hanya mulutnya saja yang bergerak, tapi masih bisa dipahami oleh Pria pertama, dan dia hanya mengangguk walaupun dia sendiri tidak mau.
Queen kembali mengarahkan pandangannya kearah orang itu, ia tersenyum sekilas dan langsung melesat cepat menuju orang itu.
Berbeda dengan orang itu yang tidak bisa menghindar, karena pergerakan dari Queen yang sangat cepat.
Queen yang sudah sampai didepan orang itu, mengangkat satu tangannya memegang pundak Pria itu dan langsung "Krekk!" meremukannya.
"Apa kamu tau, orang yang sekarang kau singgung merupakan orang yang paling tidak boleh kalian singgung." bisik Queen menggoreskan kukunya keleher pria itu hingga berdarah.
"Ka-kau.... siapa kau-" getar pria itu yang sedang dilanda ketakutan yang amat besar.
"Shutt! Nanti juga kau akan tau, oh iya... saat didepan pintu kematian kau akan bertemu dengan seorang wanita yang bertudung hitam, wanita itu sering duduk dikursi panjang samping pintu, nanti ku harap kau jangan sampai bertemu, berbicara, atau melihatnya, jika tidak... kau akan menjadi orang paling malang diantara yang termalang~" bisik Queen tepat kearah telinga pria itu.
"Selamat tinggal~ Dan jika kau betemu dengannya secara tidak sengaja, katakan padanya jika dia mendapatkan salam dari ku okey!" ucap Queen terseyum misterius.
Setelah itu Queen langsung mengangkat satu tangannya dan mengarahkan tangannya tepat kejantung pria itu, dan langsung menariknya keluar.
Kemudian Queen langsung menendang tubuh pria itu yang sudah tidak bernyawa lagi.
…………………………………
Jangan lupa Like and Vote ya guys
.
.
.
.
.
#Next